Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 201


__ADS_3

Vicktor dan Celyn tadi yang sudah sampai diruang penyekapannya siDebi, mereka berdua langsung saja masuk kedalam ruangan itu ketika pintunya sudah dibukakan oleh salah satu anak buahnya Vicktor.


Debi yang melihat Vicktor dan juga Celyn masuk kedalam ruanganya dia semakin ketakutan saja, dan Debi juga belum diapa-apakan oleh anak buahnya Vicktor, sebab Vicktor maupun Celyn belum memberikan perintah untuk menghukum siDebi.


Celyn dan Vicktor mereka berdua lalu berdiri didepannya Debi dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"*Halo Debi, apa kamu takut sekarang??*",, kata Celyn kepada Debi dengan nada yang cukup dingin sekali.


"*Ampuni saya Nyonya, saya hanya disuruh saja sama seseorang*",, kata Debi dengan sangat ketakutan sekali kepada Celyn.


"*Kamu disuruh sama siapa, cepat katakan kepada saya!!!*",, kata tegas dari Vicktor kepada Debi.


"*Maafkan saya Tuan Vicktor, saya tidak bisa memberitahukannya*",, jawab Debi kepada Vicktor dengan sangat berani sekali namun dengan nada yang sangat ketakutan.


Celyn yang mendengar perkataannya Debi, dia lalu melangkahkan kakinya mendekati Debi dan langsung menampar wajahnya Debi dengan sangat kuat sekali, sehingga membuat bibirnya Debi langsung mengeluarkan sedikit darah dari sudutnya.


Debi yang tangan dan juga kakinya terikat dengan sangat kuat sekali itu, dia hanya bisa menahan rasa sakit dibibirnya sambil menatap Celyn dengan tatapan marahnya.


"*Saya tidak akan berhenti sampai kamu mengatakan siapa yang menyuruh kamu itu*",, kata Celyn kepada Debi dengan tegas sekali.


"*Lebih baik lidah saya dipotong, dan saya dibunuh daripada harus mengatakan siapa yang sudah menyuruh saya*",, kata Debi dengan sangat berani sekali kepada Celyn dengan wajah yang sangat marah karena baru saja ditampar tadi.


Debi berani melawan Celyn, karena kalung yang dia pakai itu ada semacam alat pelacak dan juga alat perekam yang cukup sangat jelas sekali didengar orang yang ada diseberang sana.


Dan orang diseberang sana, dia langsung saja tersenyum senang ketika mendengar Debi tidak mau jujur kepada Celyn dan juga Vicktor.


Debi juga terpaksa tidak mau jujur dengan Vicktor mau pun Celyn, sebab nasib keluarganya ada ditangan orang yang menyuruhnya.


Celyn yang kesal mendengar perkataannya Debi dia langsung saja mengambil kursi dan langsung memukulkannya kebadannya Debi dengan sangat kuat sekali.


Hingga Debi langsung tersungkur jatuh bersama kursi yang didudukinya, dan langsung pingsan seketika.


Vicktor yang melihat Celyn begitu marahnya seperti itu, dia sungguh sangat terkejut sekali, karena tidak menyangka jika Celyn jika marah bisa sampai semenakutkan seperti itu.


"*Kalian bangunkan dia*",, kata Celyn kepada anak buah yang ada disitu untuk membenarkan posisinya Debi.

__ADS_1


Kedua anak buahnya Vicktor langsung saja membenarkan posisi duduknya Debi lagi.


Dan Vicktor dia masih saja diam sambil terus menikmati pertunjukkan yang sedang dilakukan Celyn dengan sambil duduk dikursi yang ada didalam ruangan itu.


"*Ambilkan saya air dan siramkan kepada dia*",, perintah Celyn lagi kepada anak buahnya Vicktor.


Dan anak buahnya Vicktor langsung saja mengambil air seperti yang diperintahkan oleh Celyn tadi.


Vicktor yang melihat istri tercintanya menghukum Debi bak seorang mafia dia malah hanya diam saja dan menikmati pertunjukkan itu dengan sangat tenang sekali.


"*Sepertinya aku tidak bisa macam-macam dengan istriku itu, lihat saja dia yang sedang marah seperti itu sangat menakutkan sekali*",, gumam pelan Vicktor untuk Celyn sambil memperhatikan Celyn.


Debi yang masih pingsan karena dipukul menggunakan kursi tadi, Celyn lalu mencoba mendekati Debi yang belum sadarkan diri itu.


Celyn mengamati dengan seksama apakah ditubuhnya Debi ada semacam chip, atau sesuatu seperti benda mata-mata yang menempel ditubuhnya Debi.


Celyn bisa mengerti akan hal itu, karena keseringan membaca novel yang dia koleksi begitu banyak didalam kamarnya.


Ketika Celyn melihat kalung yang dipakai oleh Debi berkedip dan bersinar dengan sangat mencurigakan sekali.


Celyn mengamati dengan jeli kalung yang sedang dibawanya itu, dan ketika Celyn merasa ada yang tidak beres dengan kalung itu, Celyn langsung saja menaruh kalung itu diatas lantai.


Setelah menaruh kalung itu diatas lantai, Celyn lalu mengkode anak buahnya Vicktor untuk mendekat kearahnya.


Ketika salah satu anak buahnya Vicktor mendekat kearahnya, Celyn lalu membisikkan sesuatu kepada anak buah itu untuk mengambilkan barang seperti yang diinginkannya.


Vicktor yang melihat itu semua, dia menjadi sangat penasaran sekali dan dia langsung saja bertanya kepada Celyn.


"*Sayang, ada apa??*",, tanya Vicktor kepada Celyn dengan wajah bingungnya.


Namun Celyn tidak mau menjawab pertanyaannya Vicktor, dan Celyn malah mengkode Vicktor untuk diam menggunakan tangannya.


Vicktor yang curiga dan juga bingung dengan sikapnya Celyn, dia lalu berjalan mendekati Celyn serta mengambil kalung yang ada diatas lantai itu.


Vicktor lalu mengamati sendiri kalung itu, dan Vicktor baru mengerti apa maksudnya Celyn.

__ADS_1


Anak buah yang disuruh Celyn tadi melalui bisikan, dia sudah masuk lagi sambil membawa batu yang cukup besar sekali.


Karena ternyata Celyn menyuruh anak buah itu untuk mengambilkan sebuah batu yang cukup besar sekali untuk menghancurkan kalungnya Debi.


Dan benar saja, ketika batu yang diinginkan Celyn tadi sudah ada, Celyn serta Vicktor langsung saja menyuruh anak buah itu untuk langsung menghancurkan kalungnya Debi hingga sehancur-hancurnya.


Sang majikannya Debi, dia langsung saja marah besar ketika mengetahui alat perekam yang ada dikalungnya Debi sudah tidak berfungsi lagi.


Dan anak buahnya Vicktor yang tadi mengambil air untuk disiramkan keDebi juga sudah pada masuk lagi kedalam ruangan itu.


Vicktor langsung saja menyuruh anak buahnya untuk menyiramkan air itu kepada Debi.


Dan ketika Debi sudah disiram oleh air itu, dia langsung sadar dari pingsannya.


"*Apakah tadi nyenyak tidur anda Debi??*",, sindir Vicktor kepada Debi yang baru saja bangun dari pingsannya.


"*Sekarang cepat katakan kepada saya, siapa yang menyuruh kamu!!!*",, tanya Vicktor kepada Debi lagi dengan nada tegasnya.


"*Saya sampai mati pun tidak akan mengatakannya!!*",, jawab Debi dengan lantang kepada Vicktor dan juga Celyn.


"*Ok jika itu mau kamu!!!*",, jawab Celyn kepada Debi.


"*Bawa sini pistol kamu*",, kata Celyn kepada salah satu anak buahnya Vicktor untuk memberikannya sebuah pistol.


Vicktor semakin terkejut saja ketika Celyn sangat berani sekali menggunakan sebuah pistol.


"*Cepat katakan atau peluru dalam pistol ini akan menembus kerongkongan kamu!!!*",, kata Celyn kepada Debi sambil memasukkan lubang pistol itu kedalam mulutnya Debi.


"*Kenapa kamu takut??!!, sebenarnya yang kamu takutkan adalah pistol ini atau kalung yang sedang kamu pakai itu yang sudah hancur disana!!!!*",, kata dingin dari Celyn kepada Debi sambil menunjuk kalungnya Debi yang sudah hancur tadi.


Debi langsung saja terkejut ketika Celyn mengetahui perihal kalung yang dipakainya itu.


Dan semakin terkejut lagi ketika Debi mengalihkan pandangannya kearah yang ditunjuk oleh Celyn, yang memperlihatkan kalungnya sudah benar-benar hancur berkeping-keping.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2