Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 125


__ADS_3

Melihat dan mendengar sendiri sebuah tamparan yang dilayangkan oleh Papah Hendric kepada Linda, membuat semua orang langsung saja berdiri karena terkejut.


Sedangkan Linda sendiri dia lebih terkejut lagi ketika tiba-tiba Papahnya menamparnya dengan sangat keras sekali dihadapan semua orang.


"*Kenapa Papah menamparku!!!*",, kata Linda kepada Papahnya sambil menunjukkan wajah menangis dan marahnya kepada Papahnya.


"*Diego bisa tunjukkan kepada Papah akan video yang dikatakan oleh Mamah Erica*",, kata Papah Hendric kepada Diego tanpa memperdulikan perkataannya Linda.


Papah Hendric langsung saja kembali duduk dishofa yang tadi didudukinnya, dan dia langsung membuka laptopnya yang tadi diambilkan oleh Mamah Erica.


Ketika laptopnya sudah menyala, Diego langsung saja mencolokkan flashdisknya tadi kedalam laptopnya Papah Hendric.


Papah Hendric tambah sangat murka sekali ketika dia melihat sendiri adegan yang ada didalam video tersebut adalah putrinya sendiri dengan seorang laki-laki yang sama seperti difoto denga sangat intim sekali.


"*Lihat ini Linda, kamu bikin malu saja*",, kata Papah Hendric kepada Linda sambil membalikkan laptopnya menghadap kearahnya Linda.


"*Ini editan, iya ini pasti editan Pah, itu pasti ada yang tidak suka denganku Pah, makanya dia sampai mengedit video seperti itu*",, kata Linda masih menyangkal lagi kepada Papahnya dan semua orang.


Namun kali ini Diegolah yang semakin marah mendengar perkataannya Linda, dan dia menjadi beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Linda.


Semua orang langsung saja memperhatikan apa yang ingin dilakukan Diego kepada Linda.


Tanpa banyak berkata, Diego langsung saja menarik syal yang dipakai oleh Linda, dan terlihatlah banyak bekas ****** dilehernya Linda.


Dan itu membuat Papahnya semakin malu saja atas kelakuan dari putrinya. Sedangkan yang lain yaitu Mamah Janet, Mamah Erica dan Ayah Arthur mereka semua langsung saja terkejut melihat banyak sekali bekas ****** dilehernya Linda.


"*Cukup Linda, aku tidak mau meneruskan pertunangan ini dengan kamu, aku sudah muak dengan hubungan ini, dan kamu juga tidak ada diwaktu aku membutuhkanmu, tapi kamu malah selalu ada untuk laki-laki itu*",, kata Diego dengan nada marahnya kepada Linda.


"Asal kalian semua tahu, Pah Mah, jika Linda ini sudah berselingkuh dengan laki-laki itu sejak kami baru saja bertunangan satu bulan*",, kata Diego lagi kepada semua orang dan sambil bertepuk tangan memberikan sebuah apresiasi yang mengejek kepada Linda.


"*Sungguh hebat bukan, atau akunya yang sangat bodoh*",, kata Diego lagi sambil masih terus menatap wajahnya Linda dengan tatapan amarahnya.


"*Maafkan aku Diego*",, kata Linda sambil meminta maaf kepada Diego dengan air mata yang bercucuran.


"*Tidak ada kata maaf untuk kamu, dan jangan lagi pernah menampakkan wajah kamu didepanku, karena aku sudah sangat muak melihat wajah kamu*",, jawab Diego kepada Linda.

__ADS_1


Diego lalu melangkah satu langkah lagi didepannya Linda.


"*Menjijikkan, bahkan aku saja tidak berani menyentuhmu, tapi kamu sudah sering kali melakukan itu dengan dia*",, kata Diego untuk terakhir kalinya kepada Linda sambil mengusap ****** dilehernya Linda dengan sedikit menekannya.


Sebelum pergi Diego menunjukkan wajah marahnya kepada Linda, serta tanpa permisi kepada kedua orang tuanya Linda, Diego langsung saja pergi dari dalam rumahnya Papah Hendric dan mengambil flashdisknya juga.


Begitu juga Ayah Arthur dan Mamah Janet mereka berdua langsung saja pergi tanpa berpamitan dengan teman dan mantan besannya itu, sebab mereka merasa marah juga karena anaknya sudah disakitin seperti itu oleh Linda.


Sedangan kita berpindah keVicktor dan juga Celyn.


Vicktor yang tadi baru saja sampai dimansionnya, dia langsung saja masuk dengan terburu-buru menuju kedalam mansionnya dan mencari dimana Celyn berada.


Pak Hu yang melihat majikannya datang, dia langsung saja mendekatinya.


Begitu juga dengan Vicktor yang langsung bertanya kepada Pak Hu apa yang sebenarnya terjadi.


"*Nyonya Celyn tidak tahu kenapa dia tadi tiba-tiba saja merasakan perutnya kram seperti biasanya Tuan, dan dia sampai menangis karena saking tidak tahannya*",, jelas Pak Hu yang ditanya oleh Vicktor.


"*Dimana Celyn sekarang Pak Hu??*",, tanya Vicktor lagi kepada Pak Hu.


Tanpa berpamitan kepada Pak Hu, Vicktor langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Pak Hu untuk menuju kedalam kamarnya.


Dan benar saja ketika Vicktor baru saja membuka pintu kamarnya, dia melihat Celyn sedang tertidur meringkuk diatas ranjang sambil memegangi perutnya itu.


Ketika Vicktor dekati, wajahnya Celyn penuh dengan cucuran keringat didahinya yang menandakan jika Celyn sedang menahan rasa sakit diperutnya itu.


"*Celyn sayang*",, panggil lembut Vicktor kepada Celyn sambil mengusap lembut p4h4nya Celyn.


Celyn yang lagi memejamkan matanya, dia langsung saja membukanya ketika dia mendengar suaranya Vicktor.


"*Vicktor*",, kata Celyn dengan suara lirihnya.


"*Kamu kenapa sayang??*",, tanya Vicktor kepada Celyn dengan wajah khawatirnya.


"*Perut aku tiba-tiba sakit*",, jawab Celyn kepada Vicktor dengan wajah yang masih menahan rasa sakit diperutnya.

__ADS_1


Vicktor langsung saja melepaskan jas dan sepatu yang dipakainya, dan dia langsung merebahkan badannya disampingnya Celyn sambil mengusap lembut perutnya Celyn dengan sayang.


Celyn langsung saja merapatkan tubuhnya kebadannya Vicktor ketika Vicktor sudah merebahkan badannya disampingnya.


Merasakan usapan lembut diperutnya, lama-kelamaan rasa sakit yang dirasakan oleh Celyn berangsur menghilang dan sudah tidak sekencang tadi.


Tadi yang Celyn rasakan, adalah perutnya seperti tertarik dari dalam, dan itu rasanya sangat sakit sekali.


"*Jangan pergi, usapan tangan kamu diperutku membuat perutku nyaman*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memejamkan matanya.


"*It's ok sayang, aku tidak akan pergi*",, jawab Vicktor kepada Celyn.


"*Tidurlah*",, lanjut lagi perkataannya Vicktor kepada Celyn.


Sambil tangan terus mengusap lembut perutnya Celyn, dan mendapatkan tendangan yang tidak terlalu kencang namun aktif dari babynya, serta bibir yang terus mencium keningnya Celyn, membuat Celyn lama kelamaan merasa nyaman sekali.


Sedangkan dikantornya Vicktor, Papah Adam yang datang ingin menemui Vicktor dan ada sesuatu yang ingin disampaikan kepada Vicktor, Papah Adam yang bertanya kepada Ian, menjadi terkejut sekali ketika mendengar jawabannya Ian jika Celyn sedang merasakan perutnya sedang sakit.


Papah Adam juga sama khawatirnya kepada Celyn, karena dia juga tidak mau terjadi apa-apa kepada Celyn atau juga dengan ketiga calon cucunya tersebut.


Papah Adam langsung saja menghubungi istrinya yaitu Mamah Vina untuk mengecek kondisinya Celyn.


Mamah Vina langsung saja bergegas menuju kemansionnya Vicktor ketika sudah diberitahu oleh suaminya yaitu Papah Adam.


Sebab Mamah Vina juga sama seperti Papah Adam yang tidak mau terjadi apa-apa dengan menantu atau ketiga calon cucunya tersebut.


Ketika baru saja sampai dimansionnya Vicktor, Mamah Vina yang disapa oleh Pak Hu dia langsung saja bertanya kepada Pak Hu tentang keadaannya Celyn.


Dan Pak Hu menjelaskannya dengan jujur kepada Mamah Vina.


Mamah Vina yang mengetahui jika Vicktor masih berada didalam kamar bersama Celyn, dia lalu memutuskan untuk menunggui Vicktor atau Celyn dishofa yang ada diruang keluarga sambil menonton televisi.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2