
Sedang kita berpindah kepenthousenya Dela, tadi ketika Dela sudah sampai diparkiran apartemennya, dia langsung saja keluar dari dalam mobil menggunakan kaca mata hitam yang tersedia didashboard mobilnya.
Dengan langkah kaki lebar, Dela langsung saja melangkahkan kakinya menuju kelantai yang paling atas sendiri yang ada didalam gedung apartemen itu.
Dan ketika sudah berada didalam lift untuk beberapa menit, akhirnya Dela sampai juga dilantai tertinggi yang ada digedung apartemennya.
Dela langsung saja melangkahkan kakinya menuju penthousenya, ketika pintu liftnya sudah terbuka.
Ketika sudah berada didalam penthousenya Dela langsung saja mendudukkan pan***tnya dishofa mewah yang ada diruang tamu penthousenya itu.
Dela langsung saja menangis sejadi-jadinya lagi ketika dia sudah duduk diatas shofa tersebut.
"*Sakit sekali hatiku ini*",, kata Dela lagi dengan lirih untuk Chris.
"*Sudah bertahun-tahun aku mencintai kamu, kamu bahkan tidak memandangku hanya satu menit saja Chris*",, kata Dela lagi sambil meratapi kesedihannya.
Sedangkan kita berpindah didalam ruang perawatannya Vicktor.
Papah Adam yang sangat mengetahui jika Dela ingin segera menyusul mereka kerumah sakit, tapi sampai jam sudah melewati pukul dua belas siang pun Dela belum datang juga, membuat Papah Adam sangat penasaran sekali.
"*Mah, katanya Dela ingin datang, ko dia sampai saat ini dia belum datang juga??*",, kata Papah Adam kepada Mamah Vina dan masih didengar oleh semua orang yang ada didalam situ.
"*Tidak tahu Pah, coba Mamah telefon dulu sebentar*",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam, dan Mamah Vina langsung saja mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
Mamah Vina langsung saja menelfon Dela, namun tidak diangkat oleh Dela, karena Dela sangat malas sekali mengangkat sambungan telefon dari siapapun saat itu juga ketika dia sedang seperti itu.
"*Tidak diangkat Pah*",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam.
"*Coba sekali lagi Mah*",, kata Papah Adam lagi kepada Mamah Vina.
Dan Mamah Vina dia lalu mencoba menelfon Dela lagi, namun hasilnya masih sama belum diangkat juga oleh Dela.
Vicktor yang daritadi memperhatikan sekali dari atas brankarnya, dia lalu meminta ijin untuk mencoba menghubungi Dela juga.
Celyn langsung saja mengambilkan ponselnya Vicktor yang tersimpan dibalik laci yang ada didalam meja sebelah brankar.
__ADS_1
Dela yang masih menangis dishofa ruang tamu penthousenya melihat kali itu ada nama Vicktor Kakaknya yang ikutan mencoba menghubunginya, dia langsung saja mengangkat panggilan telefon itu
"*Halo Kak*",, kata Dela kepada Vicktor ketika dia sudah mengangkat sambungan telefon dari Vicktor dengan suara serak seperti habis menangis.
Vicktor mendengar jelas suara seraknya Dela itu, dan dia menjadi sangat pensaran sekali akan keadaannya Dela.
"*Dela kamu.....??*",, kata Vicktor terputus ketika perkataannya langsung dipotong oleh Dela.
"*Iya Kak, maafkan Dela belum bisa menjenguk Kakak, saat ini Dela ingin sekali menenangkan diri dulu untuk sejenak, tolong Kakak jangan beritahu keadaannya Dela kepada Papah dan Mamah ya Kak*",, kata Dela kepada Vicktor.
Vicktor yang sangat tahu akan maksud dari adiknya itu, dia langsung mengiyakan perkataannya Dela kepadanya tadi.
Dan setelahnya Dela dan juga Vicktor mereka sepakat untuk mengakhiri panggilan telefon mereka.
Papah Adam yang melihat jika Vicktor sudah memutuskan panggilan telefonnya kepada Dela, dia langsung saja bertanya kepada Vicktor.
"*Apa yang dikatakan adik kamu Vicktor, kenapa dia belum sampai juga disini??*",, tanya Papah Adam kepada Vicktor.
"*Tidak apa-apa Pah, dia hanya menghadiri meeting mendadak diluar kota yang tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, mungkin jika tidak besok ya lusa pulangnya*",, jawab berbohong Vicktor kepada Papahnya sambil tersenyum manis.
Dan sangat tidak kelihatan sekali jika Vicktor sedang berbohong kepada mereka semua.
Untungnya Papah Adam dia langsung saja percaya dengan perkataannya Vicktor tadi.
Jika tidak entahlah bagaimana keadaannya Dela jika Papah Adam mengetahui keadaannya Dela yang sedang kacau karena sedang patah hati itu.
Kita geser keChris dan juga Karyl, ketika mereka dirasa cukup lama berbincangnya ditaman rumah sakit, Karyl memutuskan untuk mengajak Chris masuk lagi kedalam rumah sakit.
Karena Karyl takut jika dia nanti ditanyain serta dikhawatirkan oleh keluarganya, terutama Kakaknya.
Dan Chris dia mengiyakan saja. Bahkan Chris dia juga sudah mempunyai nomor telefon dari Karyl yang sudah dia simpan diponselnya dan diberi nama My Karyl.
Ketika Karyl dan Chris sudah sampai didepan ruangannya Vicktor dan juga Ian, mereka lalu berpamitan untuk berpisah disitu.
"*Dah Karyl, nanti Kakak hubungi*",, kata Chris kepada Karyl sambil mengusap lembut rambut kepalanya Karyl.
__ADS_1
"*Kebiasaan deh, baiklah Kak*",, kata Karyl kepada Chris sambil merapikan rambutnya lagi dan juga sambil tersenyum.
Chris hanya tersenyum saja kepada Karyl dan mereka akhirnya benar-benar masuk kedalam ruang perawatannya Ian dan juga Vicktor.
Ian yang belum tidur, dia yang melihat adiknya masuk kedalam ruang perawatannya dengan wajah yang berseri-seri, membuat dia sebagai Kakak menjadi bertanda tanya sekali.
"*Kamu darimana dek??*",, tanya Ian kepada Karyl yang sudah duduk dishofa yang ada disitu.
"*Oh dari luar, dari berbincang dengan Kak Chris*",, jawab jujur dari Karyl kepada Kakaknya yaitu Ian.
Ian hanya diam saja ketika sudah mengetahui jawaban jujur dari adiknya itu.
Karena Ian juga bingung apa yang ingin dia katakan lagi kepada adiknya.
Sedangkan didalam ruang perawatannya Vicktor, Celyn yang melihat wajah dari kembarannya yaitu Chris, dia menjadi sangat curiga sekali.
Karena biasanya wajahnya Chris sangat datar dan kaku, kali ini sangat cerah sekali seperti orang jatuh cinta saja, dan memang Chris saat itu dia sedang jatuh cinta kepada Karyl.
"*Ehem sepertinya ada yang sedang jatuh cinta ini*",, goda Celyn kepada Chris dan langsung saja mengalihkan pandangan semua orang kepada Chris.
Chris pun yang disindir pun dia tidak merasa, karena dia sedang sibuk dengan ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Karyl sambil tersenyum sendiri.
"*Iya Celyn, sepertinya Kakak kamu itu sedang jatuh cinta, lihat saja sendiri dia tersenyum sendiri seperti itu sambil memainkan ponselnya*",, jawab Mamah Gilda kepada Celyn sambil melihat kearahnya Chris.
Chris yang menjadi bahan tontonan dia sangat tidak tahu sekali, karena dia sedang sangat konsen dengan ponselnya.
Dan Ayah Jo yang duduk tidak jauh dari Chris, dia lalu menendang kecil kakinya Chris hingga membuat Chris mengalihkan pandangannya kearah Ayahnya.
"*Ada apa Ayah??*",, tanya Chris kepada Ayahnya.
"*Kenalkan kepada Ayah, siapa wanita yang bisa membuat kamu jatuh cinta seperti ini*",, kata Ayah Jo menggoda Chris.
Membuat Chris langsung saja gelapan sekali, dan itu bukanlah sikapnya Chris yang bisa sampai gelagapan seperti itu.
Semua orang langsung saja tertawa geli dan lucu ketika melihat sikapnya Chris yang sedang malu dan juga gelagapan karena ketahuan jika dirinya sedang jatuh cinta kepada Karyl.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...