
Vicktor yang sudah menutup panggilan telefonnya dia lalu dengan segera menyusul Celyn, yang Vicktor pastikan sedang menuju kedalam kamar mandi.
Ketika tebakannya Vicktor benar, Vicktor melihat Celyn sedang muntah-muntah dengan cukup banyak pagi itu, dan makanan yang tadi baru saja dimakan oleh Celyn juga keluar semuanya.
Vicktor dia tidak risih dan jijik membantu Celyn yang sedang seperti itu didalam kamar mandi.
Para sahabat-sahabatnya Celyn pun mereka juga sedikit khawatir dengan Celyn yang tiba-tiba seperti itu.
Ketika Celyn sudah selesai dengan muntahannya, dia langsung saja meminta Vicktor untuk membawanya keruang keluarga menyisahkan para sahabatnya yang masih makan diruang makan.
Vicktor yang ikut duduk dishofa sebelahnya Celyn pun dia langsung membantu menaikan penyangga kaki otomatis yang ada dishofanya untuk Celyn.
Ketika sudah Vicktor langsung saja meminta tolong Pak Hu untuk mengambilkan obat serta Vitaminnya Celyn yang berada diatas meja didalam kamarnya.
"*Sudah enakan sayang*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil memeluk Celyn dari samping dengan tangan yang mengusap lembut perutnya Celyn.
Celyn dia hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Vicktor pertanda dia belum baik-baik saja sambil menutup matanya.
Vicktor yang masih duduk disampingnya Celyn dengan sambil mengusap lembut perut buncitnya Celyn pun dia sudah tidak lagi banyak bertanya kepada Cely, dan membiarkan Celyn untuk menenangkan diri dulu.
Pak Hu yang sudah selesai mengambilkan apa yang disuruh Vicktor, dia langsung saja memberikannya kepada Vicktor beserta air putih yang juga sudah dia ambil dari dapur tadi.
"*Minum obat sama vitaminnya dulu yuk, ini kamu pasti belum minum obat sama vitaminnya kan??*",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan walau Celyn masih merasa mual, Celyn tetap menurut dengan Vicktor.
Vicktor langsung membantu Celyn untuk meminum obatnya, setelah minum obat Celyn langsung menyandarkan tubuhnya lagi kesandaran shofa yang ada dibelakangnya sambil masih memejamkan matanya.
Vicktor yang melihatnya pun dia menjadi tidak tega dan menyuruh Pak Hu lagi untuk menyiapkan buah-buahan segar untuk Celyn supaya bisa menetralisir rasa mual yang ada diperutnya Celyn.
Diruang makan pun para sahabatnya Celyn dan Vicktor, mereka pada bertanda tanya kenapa Celyn dan juga Vicktor tidak kembali lagi keruang makan dan meneruskan makannya lagi.
Mereka semua yang sudah pada selesai sarapannya langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan menuju keruang keluarganya Vicktor lagi.
Ketika mereka semua sudah pada masuk keruang keluarganya Vicktor, mereka melihat Vicktor sedang mengusap-usap perutnya Celyn, sedangkan Celyn dia sedang memejamkan matanya dengan menyandarkan badannya disandaran shofa.
__ADS_1
"*Celyn apakah kamu tidak apa-apa??*",, tanya Ocil kepada Celyn ketika dia dan yang lainnya sudah pada duduk diruang Keluarga.
"*Tidak apa-apa, hanya mual seperti biasanya saja*",, jawab Celyn dengan suara pelannya serta sambil tersenyum kepada Ocil.
"*Apakah itu yang dinamakan morning sickness Celyn??*",, tanya Felya kepada Celyn.
Sedang Neni dia masih banyak diamnya karena dia rasanya masih malu sekali ingin ikut berbicara sama seperti yang lainnya, padahal aslinya lidahnya sudah gatal ingin bertanya kepada Celyn.
"*Iya Fel, aku doakan semoga kamu segera menyusulku untuk cepat memiliki momongan ya*",, jawab Celyn sambil mendoakan tulus kepada Felya.
"*Aamiin*",, jawab Felya mengaamiinin perkataannya Celyn.
"*Oh ya Vicktor aku permisi pamit dulu ya karena nanti jam sebelas siang aku ada operasi dirumah sakit*",, kata Diego menyela pembicaraannya Celyn.
"*Iya Go tidak apa-apa, dan terimakasih kamu sudah mau menginap dirumahku lagi setelah sekian lama kita pada sibuk dengan urusan kita masing-masing*",, jawab Vicktor dengan ramah sambil tersenyum kepada Diego.
Dan Diego dia hanya diam saja sambil tersenyum serta memeluk Vicktor ala khas laki-laki dewasa sebelum dia benar-benar pulang.
Tapi sebelum keluar dari dalam mansionnya Vicktor, Diego meminta waktunya sebentar kepada Ocil untuk berbicara berdua saja dengannya.
"*Maaf ada apa ya Go mengajakku kesini??*",, kata Ocil ketika dia sudah berdua saja dengan Diego.
Ocil dia sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Diego, disaat dia sudah lebih biasa saja kepada Diego, kenapa Diego malah membuatnya untuk semakin sulit melupakannya, begitulah batinnya Ocil.
Ketika Ocil terdiam untuk beberapa detik, akhirnya Ocil dia memberikan nomor ponselnya kepada Diego, karena fikir Ocil tidak apalah untuk menambah teman, dan Ocil dia tidak mau berfikir yang lebih kepada Diego, sebab Diego sudah ada yang punya.
"*Terimakasih Cil, aku akan segera menghubungimu nanti*",, kata Digeo kepada Ocil ketika dia sudah mendapatkan nomor telefonnya Ocil.
Ocil hanya tersenyum saja kepada Diego dan dia langsung saja melangkahkan kakinya masuk lagi kedalam ruang keluarga miliknya Vicktor ktika dia sudah melihat Diego sudah mau masuk kedalam mobilnya.
Ketika Ocil sudah masuk kedalam ruang keluarganya Vicktor dia melihat Felya dan Dion sedang berpamitan kepada Vicktor serta Celyn untuk pulang.
"*Lho kalian mau pulang sekarang??*",, tanya Ocil kepada Felya.
"*Iya baru saja Mamah aku menelfon katanya dia dan Papah mau berkunjung kerumah kami Cil*",, jawab Felya kepada Ocil.
__ADS_1
Dan ketika Felya sudah berkata seperti itu dia langsung juga berpamitan dengan Ocil serta langsung melangkahkan kakinya pergi dari ruang keluarga miliknya Vicktor bersama Dion suaminya.
Tinggalnya hanya Ocil dan Neni beserta Rexley bertiga saja yang menemani Vicktor dan Celyn diruang Keluarga.
"*Neni kamu kenapa diam saja daritadi??*",, kata Celyn kepada Neni.
"*Eh emm, bagaimana ya??*",, jawab Neni yang bingung ingin menjawab apa kepada Celyn.
Tiba-tiba Ocil yang sudah ikut duduk bergabung dishofa yang tadi dia duduki, ponselnya yang dia taruh diatas meja berdering serta bergetar, ketika Ocil lihat ternyata yang menelfonnya adalah manajer restorannya.
Yang mengatakan jika nanti siang jam sebelas ada investor baru yang ingin mengajak kerjasama dengan restorannya.
Ocil langsung saja berpamitan pulang kepada Celyn dan juga Vicktor, karena ada urusan yang tiba-tiba mendadak itu.
"*Kamu duluan saja, biar Nona Neni saya yang mengantarkannya*",, kata Rexley kepada Ocil ketika Rexley melihat Ocil sedang terburu-buru ingin pulang.
Walau jam sebelas siang masih lama, namun Ocil dia belum menyiapkan berbagai persiapan untuk menyambut investor itu.
Walau Neni sudah mengkode Ocil memalui gerak wajahnya supaya menolak perkataannya Rexley, karena fikiran Ocil yang sedang buyar, dia tidak mengerti akan kode yang diberikan oleh Neni.
"*Apakah tidak merepotkan anda Tuan Rexley??*",, jawab Ocil kepada Rexley.
"*Untuk mengantarkan kekasih saya pulang, tidak ada kata merepotkan Nona*",, jawab Rexley sambil tersenyum manis kepada Neni yang sedang melototkan matanya kepadanya karena terkejut mendengar perkataannya Rexley tadi.
Vicktor dan Celyn mereka berdua juga sangat terkejut mendengar perkataannya Rexley yang mengatakan jika Neni adalah kekasihnya.
Begitupun dengan Ocil yang juga sangat terkejut sekali.
"*Apakah itu benar Neni jika kamu sudah menjadi kekasihnya Tuan Rexley*",, tanya Ocil kepada Neni.
Sebelum Neni menjawab sudah disela terlebih dahulu oleh Rexley, dan Celyn serta Vicktor mereka berdua masih diam saja mendengarkan percakapannya Rexley dengan Ocil.
"*Percuma anda bertanya dengannya Nona, pasti dia akan menjawab tidak, padahal tadi malam dia begitu sangat menikmatinya sekali, iya kan sayang*",, kata Rexley dan sengaja membuat malu Neni sambil menggodanya juga.
Neni langsung saja menunjukkan wajah marah dan mata molototnya kepada Rexley yang sedang tersenyum manis kepadanya.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...