
Nah siapa ini yang berfikir bab ini akan hareudang๐
Maaf ya tebakan anda hampir saja benar wkwkwk๐
Tapi mohon maaf, bab yang hareudangnya author skip saja dulu ya, tidak apa-apa kan๐๐
..........>>>>><<<<<..........
Vicktor dan Celyn mereka melakukan ciuman dibibir penuh dengan perasaan dan penuh dengan kemesraan sekali.
Dan selanjutnya mereka melakukan hubungan suami istri yang memang semestinya mereka ingin lakukan dikamar hotel itu.
Vicktor melakukan itu penuh dengan penuh kehati-hatian, karena Celyn sedang mengandung anaknya lagi.
Dan Vicktor juga tidak pernah merasa bosan melakukan lagi dan lagi bersama Celyn.
Setelah puas melakukan hal itu, dan mereka berdua juga sudah merasa capek, Vicktor dan Celyn mereka lalu mengistirahatkan badan mereka yang memang belum beristirahat dari keluar dari dalam pesawat tadi.
Vicktor dan Celyn mereka berdua tertidur dengan keadaan masih belum memakai pakaian mereka sama sekali.
Dan Vicktor juga tidur sambil memeluk Celyn dengan erat untuk memberikan kehangatan sambil juga mengusap lembut perutnya Celyn yang sudah terlihat sangat membuncit.
Tidak terasa juga, Celyn dan juga Vicktor mereka tertidur hampir tiga jam lamanya.
Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore waktu setempat.
"* Mommy, Mommy bangun yuk *",, kata Vicktor yang sudah bangun lebih dulu dari Celyn.
Celyn yang tidak bangun-bangun, Vicktor lalu mencoba menciumin seluruh wajahnya Celyn dengan mesra, dan alhasil berhasil juga cara yang digunakan Vicktor untuk membangunkan Celyn.
"* Aaah Daddy, basah semua kan wajahnya Mommy *",, kata Celyn kepada Vicktor.
Namun Vicktor hanya tersenyum saja ketika melihat wajah sebalnya Celyn, karena memang Celyn sedikit tidak suka jika diciumin seperti itu.
"* Bangun yuk Mommy *",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.
"* Kemana Daddy, Mommy masih mengantuk, ranjangnya sangat nyaman dan empuk sekali ini *",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil memiringkan badannya dengan sambil memeluk guling.
"* Ayo Mommy bangun, terus mandi, Daddy mau mengajak Mommy kesuatu tempat lagi *",, kata Vicktor kepada Celyn.
__ADS_1
Celyn bukannya menjawab perkataannya Vicktor, dia hanya menampilkan bibirnya yang cemberut dengan mata yang benar-benar masih mengantuk sekali.
"* Ayo, come on Mommy *",, kata Vicktor lagi dan lagi kepada Celyn.
"* Iya-iya baiklah *",, jawab Celyn dengan malas-malasan, sambil beranjak turun dari atas ranjang.
Celyn yang sudah turun dari atas ranjang, dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi yang ada disitu, dan Celyn juga belum memakai pakaiannya sama sekali.
Sedangkan Vicktor yang masih terduduk diatas ranjang, dengan posisi bersandar disandaran ranjang, dia langsung saja mengambil ponselnya yang dia letakkan dimeja yang ada disamping ranjangnya.
"* Halo Tuan Vicktor *",, kata seseorang yang ditelefon oleh Vicktor.
"* Apakah semuanya sudah siap?? *",, tanya Vicktor kepada orang itu.
"* Semuanya sudah siap dan juga sudah beres Tuan *",, jawab orang itu lagi kepada Vicktor.
"* Baiklah jaga baik-baik, jangan sampai rencana saya berantakan *",, pesan Vicktor kepada orang itu.
"* Siap Tuan *",, jawab singkat anak buahnya Vicktor itu kepada Vicktor.
Dan setelahnya sambungan telefonnya Vicktor terputus sudah.
"* Helo Mr. Vicktor *",, kata orang itu ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Vicktor.
"* Madam, apakah yang kemarin saya pesan sudah siap semuanya *",, tanya Vicktor kepada seseorang yang dipanggil dengan Madam.
"* Off course Mr.Vicktor, semuanya sudah siap dan beres *",, jawab orang itu kepada Vicktor.
"* Saya akan segera kesana bersama istri saya sekarang *",, kata Vicktor lagi kepada orang yang dipanggil Madam itu.
"* Yes, I am always waiting for your arrival Mr. Vicktor " ( ya, saya selalu menunggu kedatangan anda Tuan Vicktor ) *",, jawab orang itu lagi kepada Vicktor.
Dan setelah itu Vicktor langsung saja menutup sambungan telefonnya lagi.
Sedangkan Celyn yang tidak mau berlama-lama didalam kamar mandi pun, akhirnya dia selesai juga mandinya, dan dia lalu memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobe yang ada sudah disediakan didalam kamar mandi.
Sedangkan Vicktor, setelah selesai menelfon tadi, dia masih saja mengecek ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.
Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Vicktor langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi itu.
__ADS_1
"* Sekarang gantian Daddy yang mau mandi dulu Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn, sambil turun dari atas ranjang, dengan keadaan yang sama seperti Celyn, belum berpakaian sama sekali.
"* Iya *",, jawab singkat dari Celyn kepada Vicktor sambil membuka kopernya untuk mengambil baju yang ingin dipakainya.
Sepuluh menit kemudian, Vicktor yang sudah selesai mandi pun, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk yang disediakan disitu.
Sedangkan Celyn dia sudah cantik dan rapi berhias dan memakai baju terbaiknya yang dia bawa dari mansion tadi.
Rambutnya Celyn pun, juga sudah cukup panjang, walau belum sepanjang yang sebelumnya, tapi setidaknya rambutnya itu panjangnya sudah sampai sebahu dan sudah membuat Celyn semakin percaya diri saja ketika berjalan keluar bersama Vicktor.
"* Mommy cantik sekali *",, kata Vicktor kepada Celyn, sambil mencium pipinya Celyn.
"* Daddy, sebenarnya kita mau kemana sih??, ini bajunya Mommy pas tidak sih dengan tempat yang nanti akan Daddy tunjukkan kepada Mommy?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor.
"* Pas, tenang saja, jikalaupun tidak pas, mana ada yang berani menegur Mommy, istri Daddy yang paling cantik ini *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn hanya tersenyum tipis saja ketika mendengar perkataannya Vicktor.
"* Baru beberapa jam tidak bertemu dengan sikembar, Mommy sudah kangen sekali *",, kata Celyn sambil berbicara sendiri dengan bibir yang cemberut, sambil juga melihat semua foto-foto serta videonya sikembar yang ada didalam ponselnya.
Vicktor yang sedang memakai kemejanya pun yang mendengar perkataannya Celyn, dia lalu menenangkan Celyn, supaya tidak cemas dengan keadaannya sikembar.
"* Tapi ini baru pertama kali Mommy pergi tidak sama sikembar, rasanya Mommy ada yang kurang begitu Daddy *",, jawab Celyn lagi kepada Vicktor.
"* Percaya deh Mommy sama Daddy, sikembar mereka baik-baik saja, jika Mommy rindu, telefon saja, tapi saran Daddy jangan menelfon mereka deh, takutnya mereka malah rewel ketika melihat wajah atau mendengar suaranya Mommy, itu malah membuat Ayah sama Mamah sedikit kerepotan menenangkan mereka *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Vicktor sengaja berkata seperti itu, supaya tidak ketahuan rencananya.
Celyn hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya Vicktor, namun dia masih terus melihat foto-foto dan juga videonya sikembar yang ada didalam ponselnya.
Sedangkan Vicktor yang melihat Celyn seperti itu, dia hanya menampilkan senyum yang penuh dengan arti, namun Celyn tidak melihatnya.
Ketika Vicktor sudah selesai, dan Celyn serta Vicktor sudah pada siap, Vicktor langsung saja mengajak Cleyn untuk keluar dari dalam kamar hotel dan turun kebawah untuk menuju kemobil yang sudah disiapkan oleh anak buahnya Vicktor, menuju ketempat yang memang sudah disiapkan juga oleh Vicktor dari jauh-jauh hari.
Dan Celyn dia semakin tidak sabar ingin segera cepat sampai ditempat itu, dan semakin penasaran saja dengan kejutan yang akan diberikan oleh Vicktor kepadanya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1