
Singkat cerita sudah dua minggu saja Celyn pergi dari kehidupannya Vicktor, dan Vicktor yang selama dua minggu itu ketika ditingalkan oleh Celyn, dia hanya memfokuskan dirinya untuk bekerja dan menyalurkan hobi melukisnya untuk sejenak menghilangkan rasa sesak didadanya karena teringat dengan Celyn.
Sepele memang perkataannya Vicktor, namun Vicktor tidak tahu saja jika perkataannya sangat besar artinya untuk seorang perempuan seperti Celyn, dan mungkin bukan Celyn saja, melainkan ada beberapa wanita diluar sana yang sama sepemikiran dengan Celyn.
Laki-laki jika marah kekuatannya sangat terlihat sekali, namun wanita yang terlihat tidak mempunyai kekuatan dan terlihat lemah, jika marah bahkan mereka bisa menghancurkan dunia hanya keterdiamannya.
Karena wanita tidak seperti laki-laki jika marah yang diserang adalah fisiknya, kalau wanita jika marah yang mereka serang adalah perasaan dan juga hatinya, jadi jangan pernah sesekali membuat wanita bersedih dan juga marah.
Walau wanita mudah sekali memaafkan sebuah kesalahan, namun ingatlah bekas luka yang pernah ditorehkan akan selalu teringat dan tersimpan jauh dilubuk hatinya yang terdalam.
Vicktor yang berada diruang galerinya dia meluapkan kerinduannya dengan Celyn, dengan cara menggambar wajahnya Celyn yang sedang tersenyum, semua hal tentang Celyn dia tuangkan kedalam kanvas mahal miliknya, hingga sudah banyak lukisan wajahnya Celyn yang tanpa sadar sudah dilukis olehnya.
Sampai dua minggu itu para anak buahnya belum ada satu pun yang mengetahui dimana keberadaanya Celyn, mereka semua lupa atau bodoh tidak mengecek kesemua bandara apakah ada nama Celyn tertera didaftar penumpang atau tidak.
Dan selama dua minggu itu pula anak buahnya yang ditugaskan untuk mengawasi Dixa, mengatakan jika Dixa benar-benar mencari tahu siapakah istri dari Vicktor Reagan.
Dan Vicktor semakin ketat saja mengawasi Dixa secara diam-diam untuk mengetahui semua pergerakannya Dixa, supaya Vicktor dan para anak buahnya bisa mengantisipasi jika Dixa tiba-tiba nanti akan menyerang Celyn, jika Celyn sudah diketemukan.
Ketika Vicktor sedang sibuk dengan melukisnya, tiba-tiba Vicktor mendengar ponselnya yang ia taruh diatas meja dekat dengannya melukis berdering dengan cukup kencang.
Vicktor lalu meletakkan kuas kanvasnya terlebih dahulu, dan setelahnya dia berjalan kearah ponselnya yang berdering itu.
Nama Ian tertera dipanggilan masuk ponselnya, dan Vicktor segera mengangkat panggilan masuk itu.
"*Tuan saya sudah mengetahui dimana Nyonya Celyn berada Tuan*",, kata Ian diseberang telefon ketika sambungannya sudah diangkat oleh Vicktor.
Vicktor langsung saja cerah wajahnya ketika mendengar kabar dari Ian.
"*Kamu sekarang dimana Ian, cepat datang kemansion saya*",, kata Vicktor kepada Ian dengan wajah senangnya.
"*Saya sudah ada dibawah Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja menyuruh Ian untuk masuk kedalam ruang kerjanya.
Setelah itu Vicktor lalu mematikan sambungan telefonnya dan langsung juga meninggalkan semua kanvas-kanvasnya serta dia langsung saja berlalu keluar menuju kedalam ruang kerjanya.
Sesampainya diruang kerja Vicktor melihat Ian sudah berdiri didepan meja kerjanya, dan Ian yang mendengar pintu terbuka langsung saja melihat kearah orang yang membuka pintu itu dan ternyata adalah Vicktor orangnya.
"*Ayo Ian jelaskan dimana Celyn*",, kata Vicktor kepada Ian dengan sangat tidak sabaran sekali ketika baru saja duduk dikursi kerjanya.
__ADS_1
Ian lalu memberikan sebuah map yang isinya semua data-data informasi dimana Celyn berada.
Vicktor yang membaca isi didalam map itu dia sangat terkejut sekali, ketika mengetahui Celyn menghindarinya dengan cara pergi kePortugal.
Pantas saja anak buahnya Vicktor tidak menemukan dimanapun keberadaannya Celyn, karena ternyata Celyn dengan cara menghindarinya dia pergi keluar negeri.
"*Apa semua informasi ini benar Ian??*",, tanya Vicktor ketika sudah membaca semua informasi yang ada didalam map.
"*Benar Tuan, karena anak buah kita kemarin sudah mengecek sendiri diberbagai bandara, dan ternyata disalah satu bandara ada namanya Nyonya Celyn tertera didaftar penumpang tujuan keNegara Portugal*",, jawab Ian kepada Vicktor.
"*Apakah kamu sudah melacak kartu atm dan kartu creditnya Celyn Ian??*",, tanya Vicktor lagi kepada Ian.
"*Karena disini tertera jika Celyn menggunakan kartu kreditnya hanya untuk keperluan kecil, serta penarikan kartu atmnya pun hanya sekali dan itu juga jumlahnya sangat banyak*",, sambung lagi perkataannya Vicktor kepada Ian.
"*Memang begitu Tuan laporannya, dan saya pun sudah mengecek semua kartu kreditnya Nyonya Celyn, dan itupun hanya digunakan cuma satu kali saja ketika baru saja sampai diPortugal*",, jawab Ian kepada Vicktor.
"*Tidak saya sangka istri saya sangat pemberani sekali*",, kata Vicktor untuk dirinya sendiri namun Ian masih bisa mendengar perkataannya Vicktor.
"*Apakah Tuan berkeinginan untuk menyusul Nyonya Celyn kePortugal Tuan, akan saya siapkan semuanya, termasuk pesawat jetnya Tuan??*",, tanya Ian kepada Vicktor.
"*Tidak perlu Ian, terus awasi saja Celyn disana dengan menghubungi salah satu detektif yang ada disana, karena saya ingin mengetahui sampai kapan Celyn bisa menghindar dari saya*",, jawab Vicktor kepada Ian sambil menutup map yang tadi dibacanya.
"*Kalau begitu kamu boleh pergi, dan tetap jalankan apa yang saya perintahkan kepadamu tadi*",, kata Vicktor kepada Ian.
"*Baik Tuan*",, jawab Ian lagi kepada Vicktor sambil sedikit menundukkan badannya kepada Vicktor sebelum berlalu keluar dari dalam ruang kerjanya Vicktor.
Vicktor langsung saja melihat isi didalam map itu lagi ketika Ian sudah pergi dari ruang kerjanya.
Dan Vicktor dia hanya tersenyum kecil saja, karena membayangkan Celyn yang sungguh sangat berani dan nekat sekali melarikan diri darinya keNegara yang jauh disana.
Vicktor tidak tahu saja, Celyn ketika baru saja sampai diPortugal dia langsung pergi menuju kesebuah mall yang ada diPortugal untuk membeli ponsel dan semua keperluannya dari baju dan lain-lainnya.
Ketika belum memasuki mall, Celyn sudah terlebih dahulu mengambil sejumlah uang dengan jumlah yang lumayan banyak di kartu atmnya dan dia lalu menukarkan uangnya itu kepenukaran uang yang ada diNegara tersebut dengan uang asli Portugal yaitu Euro.
Celyn sangat pintar sekali, karena dia sengaja tidak ingin sering-sering menggunakan kartu atmnya dan juga kartu creditnya, karena itu bisa sangat mudah untuk diketahui keberadaannya.
"*Sungguh sangat cerdik sekali aku, tidak akan aku biarkan Vicktor cepat menemukanku, jika didalam novel yang aku baca mereka bisa cepat menemukan pemeran wanitanya karena sering menggunakan kartu atm dan kredit card yang mereka punya, kali ini aku akan memakai uang cash disetiap pembayaran yang aku lakukan*",, kata Celyn sambil melihat semua uang yang baru saja dia tukarkan.
Ketika Celyn sudah membeli semua keperluannya termasuk ponsel sekalipun, dia lalu menyuruh sopir taksi untuk mengantarkannya kesebuah hotel yang tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah harganya, karena Celyn akan berlibur diPortugal cukup lama.
__ADS_1
Celyn yang sudah mendapatkan hotelnya dan juga kamar hotelnya yang sesuai keinginannya, dia langsung saja masuk kedakam kamar hotel itu dengan perasaan yang sangat happy walau sebenarnya ada sedikit kerinduan untuk Vicktor.
"*Akhirnya aku bisa bertemu dengan ranjang, capek sekali badanku*",, kata Celyn sambil merebahkan badannya diatas ranjang hotel tempatnya menginap.
Bahkan Celyn tanpa bersih-bersih dahulu badannya dia sudah langsung mudah terlelap dalam tidurnya, hingga sampai dua jam lamanya dia tertidur.
Ketika jam lima waktu setempat, Celyn baru saja membuka matanya dan dia dengan sisa nyawanya yang masih mengantuk lalu berjalan kearah kamar mandi untuk mandi dan bersih-bersih.
Setelah segar, Celyn lalu keluar dari dalam kamar mandi untuk berganti pakaian yang baru saja dibelinya tadi.
Ketika Celyn sedang menyisir rambutnya dia tiba-tiba melihat sebuah cincin berlian yang ada dijari manisnya yang mengingatkannya dengan Vicktor, dan cincin itu yang diberikan oleh Vicktor waktu mereka baru saja mengucap ikrar janji suci didepan Pak Pendeta kemarin.
"*Tidak-tidak, aku tidak boleh lemah, enak saja cepat menyerah, itu bukan diriku sama sekali, akan aku puas-puaskan berlibur disini dulu, baru setelahnya aku pulang, tapi aku tidak akan pulang kerumahnya Vicktor, no*",, kata Celyn kepada dirinya sendiri didalam pantulah cermin yang ada didalam kamar hotel tempat dia menginap ketika baru saja melihat cincin yang ada dijari manisnya.
Celyn diPortugal dia sangat menikmati sekali masa liburannya, Celyn pergi diperbagai destinasi liburan dan wisata yang ada dinegara itu.
Celyn sangat happy, dan Celyn juga sangat senang sekali bisa mengunjungi diperbagai petualangan yang belum pernah dia rasakan sama sekali.
Dan selama dua minggu itu Celyn pun walau happy dia juga sebenarnya merindukan akan sosok Vicktor yang baru hitungan jam menjadi suaminya itu.
...πππππππππππππ...
Walau sedih akan tetapi tetap tampan ko siVicktorπ
SiVicktor lagi merindu sambil melukisπ
Yang penting happy πππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1
***TBC***