
Vicktor dan juga Celyn yang mendengar pintu ruang kerjanya Vicktor diketuk dari luar, Vicktor langsung saja menyuruh masuk saja orang yang mengetuk pintunya.
Sebab Vicktor dan Celyn sangat tahu sekali, jika orang itu pastinya adalah Pak Hu.
Dan benar saja, yang mengetuk pintu itu adalah Pak Hu.
Pak Hu langsung saja masuk ketika sudah dipersilahkan masuk okeh Vicktor.
Dan Vicktor sendiri dia langsung saja menyuruh Pak Hu untuk duduk dishofa yang ada diseberangnya.
"*Pak Hu ada yang ingin kami bicarakan kepada anda*",, kata Vicktor kepada Pak Hu ketika Pak Hu sudah duduk dishofa yang ada diseberangnya Vicktor.
"*Iya Tuan*",, jawab Pak Hu kepada Vicktor dengan sopan.
"*Tolong Pak Hu awasi kedua calon baby sister tadi, karena kami meresa sedikit curiga kepada salah satunya*",, kata Vicktor kepada Pak Hu.
"*Iya Pak Hu, saya harap anda jangan lengah, karena kami tidak ingin terjadi apa-apa kepada anak-anak kami*",, kata Celyn juga kepada Pak Hu.
"*Baik Tuan, Nyonya saya mengerti*",, jawab Pak Hu dengan sopan kepada Celyn dan juga Vicktor.
"*Serta jelaskan kepada mereka berdua apa saja yang harus mereka berdua kerjakan, namun mereka tidak boleh masuk kedalam kamarnya sikembar tanpa seijin dari kami berdua*",, kata Vicktor lagi kepada Pak Hu.
"*Apakah Pak Hu faham??!*",, tanya Celyn kepada Pak Hu.
"*Faham Nyonya, saya akan selalu mengawasi mereka berdua, karena itu sudah menjadi tugas saya, apalagi mereka itu adalah orang-orang baru yang ada dimansion ini*",, jawab Pak Hu kepada Celyn.
Dan Celyn langsung saja mengangguk kepada Pak Hu.
"*Baiklah, Pak Hu kalau begitu boleh kembali bekerja lagi, dan terus awasi mereka berdua*",, kata Vicktor kepada Pak Hu.
"*Baik Tuan*",, jawab Pak Hu kepada Vicktor sambil berdiri dari duduknya dengan sedikit menundukkan badannya sebelum dia berlalu pergi dari dalam ruang kerjanya Vicktor.
Vicktor dan Celyn hanya mengangguk saja menanggapi Pak Hu.
Dan setelah kepergian dari Pak Hu, Vicktor langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn dengan senyum yang membuat Celyn menjadi curiga kepada Vicktor.
"*Kenapa??!!*",, tanya Celyn kepada Vicktor yang sedang tersenyum seperti itu.
"*Apakah kamu belum selesai sayang??*",, tanya Vicktor kepada Celyn.
__ADS_1
"*Iya belumlah Daddy, ini itu baru dapat berapa hari, darahnya itu keluar paling tidak sekitar satu bulanan*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"*Lama sekali sih sayang, rasanya Daddy sudah tidak tahan tahu*",, kata Vicktor kepada Celyn dengan nada manjanya.
"*Solo karir saja sendiri dulu Daddy*",, kata Celyn kepada Vicktor.
"*Iya solo karir, tapi pakai tangan kamu ya, ini*",, kata Vicktor kepada Celyn, sambil menonjolkan palu thornya itu kepada Celyn.
"*Tidak mau!!*",, jawab Celyn kepada Vicktor dan langsung berdiri dari duduknya.
Celyn langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang kerjanya Vicktor, untuk berlalu menuju kedalam kamar mereka yang ada dilantai dua mansion mereka.
Vicktor yang ditinggal pergi begitu saja oleh Celyn, dia langsung saja dengan segera menyusul Celyn dan mengejar Celyn yang sudah hampir saja masuk kedalam lift.
Dan ketika sudah sampai didalam lift, Vicktor langsung saja memojokkan Celyn kedinding lift dan langsung mencium Celyn tepat dibibirnya.
Celyn sengaja tidak membalas ciumannya Vicktor itu, dia hanya diam saja membiarkan Vicktor memainkan lidahnya dimulutnya.
"*Balas dong Mommy*",, kata Vicktor kepada Celyn dengan wajah memelasnya ketika ciumannya tadi tidak dibalas oleh Celyn.
"*Tidak mau*",, jawab Celyn kepada Vicktor dengan gayanya yang cuek.
Ketika baru saja masuk kedalam kamar, Vicktor langsung saja mendekap Celyn dengan tangan kirinya yang tidak diperban itu.
Vicktor terus melangkahkan kakinya maju, supaya Celyn semakin mundur dan terjatuh keatas ranjang.
Dan ketika Celyn sudah terjatuh keatas ranjang, Vicktor langsung saja merem45 bukit mochinya Celyn dengan lembut sekali.
Membuat Celyn reflek langsung mende***h karena ulah tangannya Vicktor tadi.
Vicktor langsung tersenyum miring ketika mendengar suara d***hannya Celyn tadi.
"*Daddy apa yang kamu lakukan, lihat ini ASInya tumpah kan??*",, kata Celyn kepada Vicktor, karena ketika Vicktor merem45 bukit mochinya tadi, langsung menyemburlah ASInya Celyn yang cukup deras itu.
Tanpa memperdulikan perkataannya Celyn tadi, Vicktor malah langsung mengh***p pucuk bukit mochinya Celyn dengan sangat lahap sekali, bak seorang baby yang sedang sangat kehausan sekali.
"*Daddy stop!!!, Daddy stop!!!, hei nanti buat sikembar tidak ada*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil menjewer telinganya Vicktor dengan gemas.
Namun Vicktor masih terus melancarkan aksinya itu, dan tidak menghentikan apa yang dia lakukan kepada Celyn.
__ADS_1
Celyn sudah berusaha menyingkirkan Vicktor dari atas tubuhnya, namun tenaganya Celyn tidak ada apa-apanya dengan kekuatannya Vicktor yang sedang menindih badannya itu.
Celyn yang sudah sedikit semakin gemas dengan ulahnya Vicktor yang tidak menghentikan aksinya itu, dia langsung saja memencet hidung mancungnya Vicktor dengan cukup keras sekali.
Dan benar sekali apa yang dilakukan oleh Celyn, Vicktor langsung saja melepaskan hi***pan dibukit mochinya itu.
"*Kamu itu sebagai Daddy tidak mau mengalah sama anak sendiri*",, kata Celyn kepada Vicktor dengan nada gemas-gemas jengkelnya ketika Vicktor sudah melepaskan hi***pan dibukit mochinya.
"*Iya sekali-sekali tidak apa-apalah, lagipula mereka sudah menang banyak dari kemarin*",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan sikapnya yang seperti anak kecil tidak seperti biasanya.
Celyn langsung saja tersenyum dengan sangat gemas sekali kepada Vicktor, sambil mencubit pipinya Vicktor karena baru melihat sikapnya Vicktor yang seperti anak kecil itu.
"*Baru kali ini Mommy melihat sikapnya Daddy yang seperti anak kecil ini*",, kata Celyn kepada Vicktor.
"*Makanya Daddy masih seperti anak kecil, ayo minum cucu lagi, masih kurang tadi*",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan sedikit memanyunkan bibirnya dengan manja.
Celyn yang melihat wajah dan tingkahnya Vicktor seperti itu, dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.
Dan ketika sudah puas tertawanya, Celyn langsung saja beranjak berdiri dari rebahannya tadi dipinggir ranjangnya untuk berlalu menuju kedalam kamar mandi.
Sedangkan Vicktor dia masih diam anteng dari rebahannya dipinggir ranjang, sambil memperhatikan Celyn terus.
Namun ketika Vicktor memperhatikan Celyn, Vicktor dibuat melototkan matanya karena ulahnya Celyn.
Sebab Celyn ketika sudah turun dari atas ranjang, Celyn langsung saja melepaskan baju yang dipakainya itu beserta branya, hanya menyisahkan cel4n4 d4l4mnya saja.
Hingga terlihatnya tubuh mulus dan montoknya Celyn didepannya Vicktor.
Celyn yang sudah melepaskan baju yang dipakainya itu dia langsung saja memeletkan lidahnya kepada Vicktor, dan Celyn langsung berlari menuju kedalam kamar mandi serta langsung juga menguncinya dari dalam ketika melihat Vicktor langsung beranjak berdiri dari rebahannya.
Celyn yang sudah masuk kedalam kamar mandi, dia langsung saja tertawa dengan sangat senang sekali, karena sudah berhasil mengerjai Vicktor.
Dan menyisahkan Vicktor yang terus menggedor pintu kamar mandi, karena berhasil dikerjai oleh Celyn.
"*Sungguh sikapnya tidak pernah berubah walau sudah mempunyai tiga anak sekaligus*",, kata Vicktor dengan gemas sekali kepada Celyn yang sudah masuk kedalam kamar mandi.
Dan Vicktor langsung saja menghembuskan nafasnya dengan sedikit kasar karena sikapnya Celyn tadi.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...