
Felya dan Dion mereka berdua berharap-harap cemas menantikan hasil testpack yang sedang dilakukan oleh Helga Kakak mereka, dan Felya serta Dion berdoa semoga hasilnya seperti apa yang selama ini mereka impikan.
Sebab mereka berdua sudah menikah selama satu tahun lamanya belum mendapatkan keturunan juga.
Ketika Kak Helga mengangkat testpack yang tadi dicelupkan kedalam air kecilnya Felya, Felya dan juga Dion mereka berdua semakin sangat tidak sabar ingin melihat hasil testpacknya.
Dan ketika Kak Helga berbalik badan untuk berjalan kemeja kerjanya yang sudah ada Felya dan juga Dion yang sedang menunggunya.
Kak Helga berjalan kemeja kerjanya sambil tersenyum tipis kepada Felya dan juga Dion, dan itu membuat Felya serta Dion semakin bingung dengan arti senyum tipis dari sang Kakak.
"*Kak bagaimana hasilnya??*",, tanya Felya kepada Helga dengan sangat tidak sabaran sekali ketika Helga baru saja duduk dikursi kerjanya.
"*Iya Kak, jangan senyum terus seperti itu, ayo segera beritahukan kepada kami*",, kata Dion juga kepada Helga.
"*Ini lihat saja sendiri*",, jawab Helga kepada Dion dan juga Felya sambil memberikan kemasan testpack tadi.
Sebab Helga sengaja memasukkan testpacknya tadi kedalam kemasannya lagi.
Felya dan juga Dion yang sudah tidak sabar untuk segera melihat hasilnya, mereka berdua lalu membuka kemasan testpack tadi dengan sangat tergesa-gesa sekali.
Dan ketika sudah terbuka kemasan testpacknya, Felya dan juga Dion, mereka berdua langsung saja meneteskan air mata mereka secara bersamaan, sebab hasil dari tespack yang dipegang oleh mereka, menunjukkan garis dua, yang artinya jika Felya benar-benar sedang hamil anaknya Dion.
"*Kak ini beneran, kalau Felya.......??*",, kata Felya kepada Helga sampai tidak bisa melanjutkan perkataannya.
"*Iya Felya, Dion, kamu saat ini sedang hamil Felya, selamat ya, akhirnya yang ditunggu-tunggu terkabul juga*",, jawab Helga kepada Felya dan juga Dion sambil tersenyum senang.
Sebab dengan Helgalah Felya sering berkeluh kesah kenapa belum diberikan momongan, serta kepada Kak Helga jugalah Felya meminta tips untuk bisa segera hamil.
Dari segi pantangan, makanan, pola hidup, tidur yang baik dari jam berapa untuk program hamil, semua Felya konsultasikan kepada Kak Helga.
Dion dan Felya mereka berdua langsung saja berpelukan dengan sangat erat sekali, ketika sudah mengetahui hasil dari tes yang dilakukan oleh Kak Helga tadi.
__ADS_1
"*Sayang, aku hamil, ini anak kita, anak yang sudah ditunggu-tunggu oleh kita selama ini*",, kata Felya kepada Dion sambil tersenyum manis, dengan mata yang terus berkaca-kaca.
"*Iya sayang, aku sangat bahagia sekali, dan aku berjanji akan terus menjaga kalian berdua, supaya kalian berdua tetap sehat hingga waktu melahirkan nanti*",, kata Dion kepada Felya sambil tersenyum juga.
Sedangkan Helga dia hanya melihat saja adegan sang adik yang sedang saling mengutarakan rasa bahagia mereka masing-masing.
"*Terus Kak, ini Felya harus bagaimana??, maksudnya pantangan apa saja untuk ibu hamil dan lain sebagainya??*",, tanya Dion kepada Helga dengan sedikit bingung.
Wajar saja jika Dion masih bingung, karena itu adalah kehamilan pertamanya Felya, dan lagi pula pertanyaannya Dion masihlah hal yang lumrah yang sering ditanyakan oleh semua orang yang sedang mengalami kehamilan yang pertama.
Helga lalu menjelaskan kepada Dion dan juga Felya pantangan-pantangan untuk ibu hamil, dan makanan yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil, semuanya Helga jelaskan kepada Felya dan juga Dion.
Serta Helga juga menyarankan kepada Felya untuk rawat inap beberapa hari dikliniknya, supaya Felya bisa sedikit mengurangi rasa mual, pusing yang cukup berat yang dirasakan oleh Felya sejak semalam.
Felya dan Dion mereka hanya menurut saja apa kata dari sang Kakak, jika memang itu yang terbaik untuk Felya dan calon buah hati mereka.
Felya yang sudah dipindahkan keruang inap biasa untuk pasien yang VIP kelasnya, dia yang sedang tiduran diatas ranjang pasiennya tiba-tiba menangis dengan sendirinya.
Dion yang baru saja masuk setelah membeli makanan diluar pun, dia sangat terkejut sekali ketika melihat Felya sedang menangis sambil mengusap perutnya yang masih rata itu.
"*Peluk aku Kak, peluk aku sayang*",, kata Felya kepada Dion sambil merentangkan kedua tangannya dengan mata yang penuh dengan air mata.
Dion yang bingung dengan sikapnya Felya pun, dia langsung saja memeluk Felya dengan sambil ikut tiduran diatas brankarnya Felya.
"*Kamu kenapa Felya??, apa yang membuat kamu menangis??*",, tanya Dion kepada Felya dengan posisi sambil berpelukan.
"*Aku hanya merasa terharu dan bahagia sekali Kak, karena tidak menyangka jika aku akan bisa merasakan hamil juga seperti ini*",, jawab Felya kepada Dion.
Dion lalu sedikit merenggangkan pelukannya dari tubuhnya Felya untuk melihat wajahnya Felya.
"*Sussst, jangan menangis lagi sayang, Ibu hamil tidak boleh bersedih, nanti dedek yang ada didalam sini juga ikutan sedih*",, kata Dion kepada Felya sambil mengusap air matanya Felya dan sambil juga gantian mengusap lembut perut ratanya Felya.
__ADS_1
"*Kakak juga sangat bahagia sekali jika sebentar lagi Kakak akan menjadi seorang Ayah, dan Kakak juga berjanji kepadamu akan menjaga kalian berdua sebaik mungkin*",, kata Dion lagi kepada Felya sambil tersenyum menenangkan Felya.
"*Senyum dong, sudah yuk makan dulu, harus dipaksa ya sayang, walau mual, demi calon anak kita, lagi pula semalam kamu juga belum makan kan*",, kata Dion kepada Felya sambil berusaha turun dari atas brankar pasiennya Felya.
Perkataannya Dion, mengingatkan Felya yang pernah berkata kepada Celyn, jika dia rela gemuk asal bisa merasakan hamil dan mempunyai seorang anak.
Dan ketika Felya teringat perkataannya itu, dia langsung saja semakin bertambah semangat lagi untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk calon buah hatinya.
Dion yang ingin menyuapi Felya, Felya langsung menolaknya karena Felya ingin makan sendiri.
"*Aku makan sendiri saja sayang, kamu juga ikut makan bersamaku, karena kamu sebagai calon Ayah juga harus kuat ketika aku akan membutuhkan sesuatu secara tiba-tiba kepadamu*",, kata Felya kepada Dion sambil mengambil makanan yang tadi sedang dibawa oleh Dion.
Dion hanya tersenyum manis saja kepada Felya menanggapi perkataannya Felya.
Walau sedikit mual, namun masih bisa Felya tahan, Felya tetap meneruskan makannya itu, hingga sudah habis setengahnya.
"*Oh ya sayang, nanti Mamah Lishan, Papah Rery, Ayah Albern, sama Mamah Parisya, mereka semua akan menyusul kita disini, dan menemani kamu sebentar disini tidak apa-apa kan, karena Kakak nanti ada meeting yang sangat penting sekali, tidak bisa Kakak tinggalkan sayang*",, kata Dion kepada Felya ketika mereka berdua sudah pada selesai makannya tadi.
"*Iya tidak apa-apa ko sayang, tapi janji ya, nanti setelah dari kantor langsung datang kesini*",, kata Felya kepada Dion.
"*Pastinya dong istriku yang cantik ini*",, jawab Dion kepada Felya sambil mencubit gemas pipi mulusnya Felya.
Papah Rery dan Mamah Lishan adalah kedua orang tuanya Dion, sedangkan Ayah Albern dan Mamah Parisya adalah kedua orang tuanya Felya.
Pagi yang cerah, dan bagus untuk Dion dan juga Felya, sebab mereka diberikan kabar yang sudah cukup lama mereka nanti-nantikan selama satu tahun belakangan ini.
...πππππππππππππ...
Mampir yuk say, biar author semakin semangat mengetiknya dinovel author yang iniπππ€π
__ADS_1
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...***TBC***...