
Setelah selesai mengolesi salep yang dibawanya tadi, Vicktor langsung saja menyuruh Celyn untuk beristirahat saja.
Sedangkan Vicktor dia langsung saja memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, sebab dia daritadi memang belum mandi.
Ketika Vicktor sedang mandi, pintu kamarnya diketuk dari luar, alhasil Vicktor tidak mendengar suara ketukan pintu tersebut.
Celyn yang sudah tertidur, dia sedikit terganggu dengan suara ketukan pintu kamarnya.
Dengan malas berjalan untuk membukakan pintu kamarnya, Celyn langsung saja menyuruh untuk masuk saja orang yang sudah mengetuk pintu kamarnya itu dengan suara yang sedikit berteriak.
Dan orang yang tadi mengetuk pintu kamarnya Celyn pun ketika sudah mendengar suruhan untuk masuk, dia langsung saja masuk kedalam kamarnya Celyn.
Ketika pintu sudah dibuka, ternyata yang mengetuk pintunya tadi, adalah Mamah Gilda dan juga Ayah Jo.
"* Celyn, bagaimana keadaan kamu Nak?? *",, tanya Mamah Gilda kepada Celyn sambil berjalan menuju kearah ranjangngya Celyn.
"* Kata Vicktor, kamu mengalami memar, apa sebenarnya yang terjadi Nak *",, kata Ayah Jo yang ikutan bertanya kepada Celyn, ketika mereka berdua sudah sampai disamping ranjangnya Celyn.
"* Ya begitulah Ayah, biasa para wanita murahan yang ingin mencari muka dihadapannya Vicktor *",, jawab Celyn dengan suara yang sedikit lirih kepada Ayah Jo.
"* Mana Nak, Mamah lihat luka memar kamu itu *",, kata Mamah Gilda kepada Celyn dengan nada yang sedikit khawatir.
Celyn langsung saja memiringkan badannya membelakangi Mamah Gilda dan juga Ayah Jo supaya kaos oblong size kebesarannya itu bisa sedikit dibuka keatas sampai pundaknya.
Dengan sangat pelan-pelan sekali, Mamah Gilda menaikan kaos besarnya Celyn itu hingga keatas pundaknya.
Dan ketika Mamah Gilda serta Ayah Jo yang sudah melihat luka memarnya Celyn, mereka sedikit terkejut, sebab luka memarnya warnanya sangat ungu sekali sekali serta sudah seperti bengkak.
"* Aah sakit Mah *",, kata Celyn ketika Mamah Gilda tidak sengaja sedikit menekan luka memarnya.
Disaat Mamah Gilda dan Ayah Jo sedang memperhatikan luka memarnya Cleyn.
Vicktor yang sudah selesai mandi pun, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk saja seperti biasanya.
Vicktor sedikit terkejut ketika melihat kedua mertuanya sudah berada didalam kamarnya.
"* Mamah, Ayah?? , sudah lama kalian sampainya?? *',, tanya Vicktor kepada Mamah Gilda dan juga Ayah Jo.
__ADS_1
"* Tidak baru saja *",, jawab Ayah Jo kepada Vicktor sambil tersenyum.
"* Kalau begitu Vicktor ganti baju dulu ya Mah, Yah *",, kata Vicktor lagi kepada Mamah Gilda dan Ayah jo.
Mamah Gilda dan Ayah Jo mereka berdua hanya mengangguk saja kepada Vicktor.
Sedangkan Vicktor dia langsung saja berlalu masuk kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju.
Setelah beberapa menit berganti baju dengan mengambil baju asal yang dia lihat didalam lemari pakaiannya.
Vicktor langsung saja keluar dari dalam ruang walk in closetnya untuk bergabung dengan Celyn dan kedua mertuanya itu yang sedang pada saling mengobrol.
"* Vicktor, apakah luka memarnya Cleyn sudah kamu kasihkan salep seperti yang Mamah suruh tadi?? *",, tanya Mamah Gilda kepada Vicktor.
"* Sudah Mah *",, jawab Viktor kepada Mamah Gilda sambil duduk disamping ranjang sebelahnya Celyn.
"* Apakah kamu sudah memanggil Dokter kesini??, biasanya juga kamu kan meminta tolong kepada Diego?? *",, tanya Ayah Jo kepada Vicktor juga.
"* Vicktor sudah menyuruh Ian Ayah, untuk mencari Dokter, tapi jika untuk meminta bantuan Diego untuk sekarang, Vicktor tidak bisa Ayah, karena hari ini Ocil dia baru saja melahirkan dan Diego dia sedang berada dirumah sakit menemani Ocil *",, jawab Vicktor kepada Ayah Jo dan masih didengar oleh Mamah Gilda juga.
Sebab semua sahabat-sahabatnya Celyn, semuanya sudah dianggap anak sendiri oleh Ayah Jo maupun Mamah Gilda.
"* Sebentar Vicktor telefon Ian dulu Ayah *",, kata Vicktor lagi kepada Ayah Jo.
Dan Ayah Jo hanya mengangguk saja kepada Vicktor sedangkan Celyn dia memilih memejamkan matanya sambil mendengarkan pembicaraan semua orang yang ada disampingnya itu.
Vicktor langsung saja menghubungi Ian untuk menanyakan apakah Dokternya sudah dia dapatkan apa belum.
"* Sebelumnya maaf Tuan Vicktor, Dokternya bisanya besok jam delapan pagi datangnya, dan ini saya tadi mau menelfon anda, tapi sudah keduluan oleh anda Tuan *",, jawab Ian kepada Vicktor.
"* Kalau begitu, kamu kesini belikan obat pereda rasa nyeri dulu untuk Celyn Ian *",, perintah Vicktor lagi kepada Ian.
"* Baik Tuan *",, jawab Ian lagi kepada Vicktor.
Dan setelahnya sambungan telefonnya Vicktor dengan Ian, terputus sudah.
"* Dokternya bisanya besok Ayah datangnya, tapi Vicktor sudah menyuruh Ian untuk membelikan obat untuk Celyn sementara waktu dulu *",, kata Vicktor kepada Ayah Jo ketika Vicktor sudah mematikan sambungan telefonnya tadi.
__ADS_1
"* Kalau begitu Mamah sama Ayah pulang saja dulu ya, Celyn biar bisa beristirahat, Mamah cuma mau melihat keadaannya Celyn sama sikembar, besok Mamah kesini lagi *",, pamit Mamah Gilda kepada Vicktor dan juga Celyn.
"* Kenapa tidak menginap disini saja Mah, Yah?? *",, tanya Vicktor kepada Mamah Gilda dan juga Ayah Jo.
"* Maunya, tapi tidak bisa, besok toko bunganya Mamah Puji Tuhan sedang mendapatkan orderan pesananan bunga yang cukup banyak sekali Vicktor, jadi Mamah sama Ayah harus memantau keadaan toko dulu sebelum kesini *",, jawab Mamah Gilda kepada Vicktor.
"* Ya sudah kalau begitu Mah, Mamah sama Ayah jika kekurangan orang untuk membantu ditokonya Mamah, Mamah bisa bilang sama Vicktor *",, kata Vicktor lagi kepada Mamah Gilda.
Mamah Gilda hanya mengangguk saja menanggapi perkataannya Vicktor.
"* Celyn jika nanti malam, dia menggigil demam dan luka memarnya terlihat bengkak, kamu segera kompres dengan air dingin saja ya Nak, supaya bisa untuk meminimalisir terjadinya peradangan diluka memarnya itu *",, pesan Mamah Gilda kepada Vicktor sebelum berlalu keluar dari dalam kamar.
"* Iya Mah, akan Vicktor lakukan nanti *",, jawab Vicktor kepada Mamah Gilda.
"* Kamu istirahat saja ya Nak, biar cepat sembuh, Mamah mau lihat sikembar dulu *",, kata Mamah Gilda kepada Celyn.
Dan Cleyn hanya mengangguk kecil saja tanpa membuka matanya kepada Mamah Gilda.
Sedangkan Ayah Jo dia hanya mengusap lembut rambut kepalanya Celyn.
Setelah itu Ayah Jo dan mamah Gilda mereka berdua langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Vicktor dan Celyn untuk menuju kedalam kamarnya sikembar.
Sedangkan Vicktor, dia terus mengusap lembut rambut kepalanya Celyn, sambil sedikit menenangkan Cleyn, supaya Celyn tidak terlalu fokus dengan rasa nyeri yang sedang dirasakannya itu.
Didalam hatinya Vicktor, tidak ada kata ampun untuk Dora yang sudah membuat wanita tercintanya sudah terluka seperti itu.
Dan Vicktor bertekad akan menghancurkan Perusahaannya Dora hingga keakar-akarnya.
...π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±...
Mampir yuk ππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...***TBC***...
__ADS_1