Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 145


__ADS_3

Dua hari kemudian, Vicktor akhirnya dia bisa sadar juga dari masa pemulihannya, dan saat ini dia bisa serta boleh dijenguk oleh yang lainnya.


Papah Adam dan Ayah Jo yang selalu setia menemani Vicktor pun mereka sangat senang sekali mengetahui jika Vicktor sudah membuka matanya lagi.


Sedangkan Ian, dia sudah sadar sejak satu hari yang lau.Walau Ian terluka dikakinya cukup parah, namun dia tidak mengalami apa-apa dikepalanya, itulah mengapa Ian bisa cepat sadar dibandingkan Vicktor.


Para wanita mereka semua belum ada yang menjenguk Vicktor, karena mereka masih menemani Celyn dirumah.


Dan saat ini rencananya mereka semua akan datang menjenguk Vicktor dirumah sakit.


Perusahaannya Vicktor, dihandle oleh sekretaris yang lainnya. Dan para sekretarisnya Vicktor mereka semua juga pada sedih mengetahui bos mereka mengalami kecelakaan, setelah memenangkan tender besar itu.


Untung saja Perusahaan yang menyerahkan proyek besar itu kepada Vicktor, mereka tidak menarik lagi proyek dari tangannya Vicktor ketika mengetahui Vicktor kecelakaan.


Bahkan pemilik Perusahaan besar itu mereka juga ikut membantu dalam menyelesaikan masalah yang sedang menimpa Vicktor saat ini.


Mereka yakin jika Vicktor adalah orang yang tepat untuk memegang proyeknya, karena dia bisa sampai terluka seperti itu, itu tandanya jika Vicktor orangnya bisa diandalkan, karena ada yang syirik dengan cara kerjanya.


Sedangkan untuk Perusahaannya Papah Adam sendiri, dihandle dulu oleh sekretarisnya juga.


Ayah Jo dan Mamah Gilda pun juga menyerahkan toko bunga mereka kepada orang kepercayaannya, sedangkan restoran tetap Chris yang menghandle.


Tepat dipukul sembilan pagi, para wanita yang terdiri dari Mamah Gilda, Mamah Vina dan juga Celyn, mereka bertiga sudah pada sampai dirumah sakit Indah Pemata tempat Vicktor dirawat.


Sedangkan Dela dia akan datang belakangan, karena dia harus mengurus kantor terlebih dahulu, sebelum dia tinggal menjenguk Kakaknya.


Celyn dia sungguh sangat tidak sabar sekali ingin segera menemui Vicktor.


Dan Ian sendiri dia juga ditunggui oleh kedua orang tuanya yang khusus datang dari luar kota menuju tempat dimana Ian sekarang dirawat.


Kedua orang tuanya Ian, setelah Ian selesai operasi mereka langsung saja diberitahu kabar mengenai Ian oleh Papah Adam.


Dan sore itu juga kedua orang tuanya Ian, beserta adik perempuannya Ian, langsung berangkat untuk melihat kondisinya Ian.


Celyn yang membuka pintu ruang perawatannya Vicktor, dia melihat jika Vicktor sudah bisa duduk dengan brankar yang sedikit dinaikan keatas.


Dan Papah Adam dia duduk dikursi yang ada disebelah brankar menemani Vicktor, sedangkan Ayah Jo dia sedang rebahan diatas shofa yang ada didalam kamar inapnya Vicktor sambil menonton televisi yang ada didalam situ juga.

__ADS_1


Vicktor yang melihat pintu terbuka dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu, dan ketika dia melihat Celyn beserta para Mamah, senyum dibibirnya langsung saja mengembang dengan sempurna diwajahnya yang penuh luka, dan dahi yang diperban.


"*Vicktor*",, kata Celyn sambil berjalan mendekat kearah ranjang, dengan wajah yang sedang meneteskan air matanya.


"*Hey baby, don't cry, I'm fine, look at me, I can already sit like this and smile at you*", ( hei sayang, jangan menangis, aku baik-baik saja, lihat aku, aku sudah bisa duduk seperti ini dan tersenyum kepadamu )*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil mengusap air matanya Celyn yang sedang terjatuh itu, menggunakan tangan kirinya yang baik-baik saja.


Celyn dia masih menangis sambil tersenyum senang kepada Vciktor, karena dalam keadaan seperti itu, Vicktor masih bisa berkata manis kepadanya.


Celyn langsung saja menghujani wajahnya Vicktor dengan ciuman yang bertubi-tubi, karena rasa bahagianya yang sangat membuncah sekali, melihat Vicktor sudah baik-baik saja.


Sedangkan para Mamah, dan juga Ayah serta Papah, mereka hanya menyaksikan adegan antara Celyn dan juga Vicktor duduk dishofa yang ada didalam ruangannya Vicktor.


"*Aku sungguh sangat khawatir sekali denganmu Daddy, dan sipara baby pun mungkin mereka juga merindukanmu, makanya dari kemarin mereka tidak berhenti bergerak hingga membuat perutku serasa ngilu*",, kata Celyn kepada Vicktor.


Vicktor yang mendengar perkataan dari Celyn, dia lalu mencoba mengusap lembut perutnya Celyn sambil mengajak berbicara kepada para calon babynya itu.


"*Bonjour chΓ©rie, tu manques papa les gars d'accord, d'accord chΓ©ri lΓ -dedans, ne dΓ©range pas maman, on se reverra dans quelques semaines mon cher*",, ( halo sayang, kalian merindukan Daddy ya, baik-baik ya sayang didalam sana, jangan menyusahkan Mommy, sampai bertemu lagi beberapa minggu lagi sayang )*",, kata Vicktor mengajak berbicara kepada para calon babynya menggunakan Bahasa Prancis dengan suara yang lembut.


"*Apakah kamu sudah makan sayang??*",, tanya Celyn kepada Vicktor dengan tiba-tiba.


"*Belum sayang*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum tipis.


"*Suapin saja Celyn, dia tadi mau Papah suapin tapi tidak mau, malu katanya*",, kata Papah Adam menimpali perkataannya Celyn, sambil menggoda Vicktor.


Dan membuat Celyn langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Papah Adam.


Perkataannya Papah Adam membuat Vicktor langsung saja tersenyum lucu, padahal aslinya Vicktor bukannya tidak mau disuapin oleh Papah Adam, tapi Vicktor sengaja menunggu kedatangannya Celyn, ketika Papah Adam mengatakan jika Celyn sedang berada didalam perjalanan bersama Mamah Gilda dan juga Mamah Vina menuju kerumah sakit.


Celyn langsung mengambil makanan yang ada diatas meja samping brankar, dan dia lalu menyuapin Vicktor dengan penuh perhatian sekali.


Mamah Vina dia tiba-tiba lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Vicktor yang sedang disuapin oleh Celyn.


"*Untung saja Puji Tuhan, kamu selamat Nak, Mamah sama seperti Celyn, sangat mengkhawatirkanmu ketika mendengar kabar kecelakaan kamu kemarin*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor ketika sudah sampai disamping brankarnya Vicktor yang satunya.


Vicktor yang melihat ada raut kesedihan diwajah wanita yang melahirkannya itu, dia lalu memegang tangan sang Mamah dengan lembut sambil berkata dengan kata-kata yang membuat Mamah Vina merasa senang dan juga terharu.


"*Ya sudah kamu makan yang banyak ya Nak, supaya kamu cepat sembuh dan biar bisa cepat kembali pulang*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor.

__ADS_1


Dan Vicktor hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Mamahnya.


Setelahnya Mamah Vina dia kembali duduk lagi disamping suaminya yaitu Papah Adam.


Dan Celyn terus menyuapi Vicktor hingga makanan khas rumah sakit itu habis tidak tersisa, padahal aslinya Vicktor tidak mau memakannya, namun karena Vicktor melihat Celyn dan perut besarnya Celyn yang sebentar lagi akan melahirkan ketiga calon buah hatinya itu, membuatnya semangat ingin segera cepat sembuh saja.


Diparkiran rumah sakit, Chris yang baru saja sampai diparkiran, dia langsung saja keluar dari dalam mobilnya dengan menggunakan kaos putih, jaket kulit hitam dan celana jins robek yang fashionable.


Serta jangan lupakan dengan kaca mata hitamnya yang menambah dia semakin kece saja.


Chris langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit untuk menuju keruang perawatannya Vicktor yang sudah diberitahukan oleh Ayah Jo tadi.


Namun ketika Chris sudah hampir saja sampai didepan ruang perawatannya Vicktor, Chris tidak sengaja menabrak seroang wanita yang bertubuh mungil tidak terlalu pendek, namun juga tidak terlalu tinggi, dan hampir saja terjatuh keatas lantai, jika tidak segera ditangkap oleh Chris.


Chris dan wanita itu dia saling pandang, dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.


Bak adegan didalam film, mereka sangat romantis sekali, membuat jantungnya Chris tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya, ketika melihat wajah cantik dari wanita yang ada didalam pelukannya itu.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


Nah lho, siapa wanita itu, apakah itu jodohnya Chris, terus bagaimana nasibnya Dela πŸ€”


Makanya ikutin terus readers😁😁


Dan ini *CHRIS***😘😍**






...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2