
Ketika jam makan malam pun tiba, Vicktor dia rasanya tidak tega sekali ingin membangunkan Celyn yang sudah tertidur itu.
Vicktor lalu akhirnya dia tidak membangunkan Celyn, dan menyuruh Pak Hu untuk menyimpan makanannya dulu, sebab Vicktor dia tidak bisa jika disuruh untuk makan sendiri tanpa Celyn.
Vicktor lalu memilih untuk ikut berbaring disampingnya Celyn untuk menemani Celyn saja.
Disaat baru setengah jam ikut berbaring disampingnya Celyn, Vicktor tiba-tiba mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Dan Vicktor langsung saja beranjak berdiri dari rebahannya untuk membukakan pintu kamarnya itu.
Ketika pintunya sudah dibuka oleh Vicktor, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Ian.
"* Ini Tuan, obat pereda nyeri untuk Nyonya Celyn, dan ini saya membelikannya yang terbagus diantara obat yang lainnya *",, kata Ian kepada Vicktor sambil menyerahkan obat yang sudah dibelinya itu.
Vicktor lalu menerima obat yang sudah dibelikan oleh Ian itu.
"* Jangan lupa Ian, kerjakan apa yang sudah saya suruh untuk Dora *",, kata Vicktor kepada Ian.
"* Iya Tuan, saya faham *",, jawab Ian kepada Vicktor.
"* Tuan, jika Nyonya Celyn mengalami cidera seperti itu, cidera yang dialami oleh Nyonya Celyn bisa dibuat bukti tambahan supaya bisa lebih memberatkan hukuman untuk Nona Dora Tuan *",, kata Ian kepada Vicktor ketika mereka berdua sudah berada didepan kamarnya Vicktor.
"* Iya inginku juga seperti itu, tapi Celynnya tidak mau diajak periksa kerumah sakit *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
"* Besok Dokternya biar saya suruh untuk sekalian memberikan bukti visum untuk lukanya Nyonya Celyn Tuan *",, kata Ian kepada Vicktor.
"* Iya boleh juga ide kamu Ian, dan nanti kamu temanin Dokternya jika datang kesini *",, kata Vicktor kepada Ian.
"* Baik Tuan *",, jawab Ian kepada Vicktor.
"* Apakah masih ada lagi yang ingin Tuan sampaikan kepada saya Tuan?? *",, tanya Ian kepada Vicktor.
"* Tidak ada, kamu boleh pulang Ian *",, kata Vicktor kepada Ian.
"* Kalau begitu saya permisi dulu Tuan *'',, jawab Ian kepada Vicktor sambil sedikit menundukkan badannya.
Vicktor hanya mengangguk saja kepada Ian, dan setelahnya Vicktor langsung saja berlalu masuk lagi kedalam kamarnya.
__ADS_1
Ketika Vicktor sudah masuk kedalam kamarnya, dia lalu membangunkan Celyn yang sudah tertidur itu untuk meminum obatnya.
"* Mommy, Mommy bangun yuk, Mommy minum obatnya dulu *",, kata Vicktor kepada Celyn dengan suara lembutnya sambil mengusap lembut pipinya Celyn.
Celyn yang sedikit terganggu dengan gerakan dan suaranya Vicktor, dia langsung saja membuka matanya dengan sangat perlahan sekali.
"* Atau Mommy mau makan malam saja dulu yuk sedikit sebelum meminum obatnya *",, kata Vicktor kepada Celyn ketika Vicktor melihat Celyn sudah membuka matanya.
"* Mommy rasanya belum lapar Daddy, masih kenyang karena makan direstoran tadi *",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil menampilkan wajahnya yang masih pucat.
"* Ya sudah, Mommy minum dulu ya obatnya *',, kata Vicktor kepada Celyn.
Celyn lalu mencoba untuk duduk dari tidurannya, untuk meminum obat yang diberikan oleh Vicktor kepadanya.
Dan Vicktor juga membantu Celyn untuk duduk dari tidurannya itu.
Celyn lalu meminum obat yang sudah diberikan oleh Vicktor, dan setelah sudah meminum obatnya, Celyn langsung saja mencoba untuk tidur lagi.
"* Daddy olesin salep lagi ya Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Setelah Celyn sudah tengkurap, Vicktor lalu membuka kaosnya Celyn dengan hati-hati, dan setelahnya Vicktor lalu dengan sangat perlahan sekali dia mengolesi salep keluka memarnya Celyn.
"* Sudah Mommy, Mommy silahkan jika mau tidur lagi *",, kata Vicktor kepada Celyn ketika sudah selesai mengolesi salepnya sambil menutup lagi kaosnya Celyn.
Setelah selesai mengolesi salep, Vicktor yang tidak bisa tertidur dia lalu memilih menyelesaikan pekerjaannya yang masih belum selesai, sambil menyuruh Pak Hu untuk membawakan buah-buahan kedalam kamarnya.
Vicktor memilih mengerjakan pekerjaannya didalam kamarnya, daripada didalam ruang kerjanya, sebab dia juga ingin sambil menjaga Celyn.
Malam pun semakin larut, dan tidak terasa juga, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat.
Vicktor dia sampai tidak sadar, jika daritadi dia hanya fokus kepada pekerjaannya saja.
Bahkan Vicktor juga lupa jika Mamah Vina ingin datang kemansionnya, namun tidak kelihatan itu Mamahnya didalam mansionnya.
Mungkin Mamah Vina ada keperluan yang mengakibatkan dia tidak jadi datang kemansionnya Vicktor.
Ketika Vicktor sedang fokus dengan laptop didepannya, tiba-tiba telinganya mendengar suara orang yang sedang berbicara.
__ADS_1
Dan disaat sudah dicari oleh Vicktor, ternyata suara itu berasal dari Celyn yang sedang mengigau dengan mata yang masih terpejam.
Vicktor langsung meninggalkan pekerjaannya, dan beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Celyn.
Alangkah terkejutnya Vicktor ketika Vicktor sudah berada disampingnya Celyn dan memegang tubuhnya Celyn yang sungguh sangat panas sekali.
"* Mommy?? *",, kata Vicktor mencoba untuk memanggil namanya Celyn.
Celyn lalu tersadar dari mengigaunya dan dia langsung saja membuka matanya dengan sangat perlahan sekali.
"* Daddy sakit sekali *",, kata Celyn kepada Vicktor dengan suara lirihnya.
"* Coba Daddy lihat lukanya Mommy *",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.
Dan ketika luka memarnya Celyn dilihat oleh Vicktor, Vicktor semakin terkejut saja sebab lukanya memarnya Celyn terlihat membengkak, pastinya itu sangat sakit serta menyiksa Celyn sekali.
Tanpa fikir panjang, Vicktor langsung saja mengambil air yang ada didalam kamar mandi untuk mengompres luka memarnya Celyn.
Dengan telaten dan dengan Celyn yang terus mendesis kesakitan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang ada dipunggungnya.
Celyn bahkan sampai meneteskan air matanya karena saking sakitnya punggungnya itu.
"* Mommy minum obatnya lagi ya, tapi Mommy harus makan, biar Daddy panggilkan Pak Hu untuk mengambilkan makanan untuk Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Celyn tidak menjawab perkataannya Vicktor, sebab dia sudah tidak tahan sekali dengan rasa sakit dipunggungnya itu.
Sedangkan Vicktor tanpa sepersetujuannya Celyn, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dan mencari Pak Hu untuk membawakan makanan kedalam kamarnya.
Setelah menyuruh Pak Hu, Vicktor langsung saja kembali lagi kedalam kamarnya, dengan wajah yang benar-benar sangat khawatir sekali dengan keadaannya Celyn.
Sambil terus mengompres luka memarnya Celyn, Vicktor terus mengusap lembut rambut kepalanya Celyn, supaya Celyn bisa sedikit nyenyak dan nyaman dalam tidurnya dengan posisi tengkurap seperti itu.
"* Cepat sembuh Mommy, rasanya Daddy juga ikut sakit melihat Mommy sakit seperti ini *",, kata batinnya Vicktor sambil bergadang dengan posisi yang masih sama.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1