
Acara yang ditunggu-tunggu Celyn serta Vicktor pun akhirnya datang juga.
Tepat hari ini dimansionnya Vicktor sudah sangat sibuk sekali sejak pagi, bahkan sejak pagi buta tadi, sekitar jam lima subuh.
Para WO pun yang bekerja mengerjakan semua pekerjaan itu, mereka semua disediakan tempat menginap untuk semalam oleh Vicktor dimansionnya dibagian belakang, yang cukup untuk menampung sekiranya sekitar lima puluh orang.
Mamah Vina, Papah Adam, Dela, Chris, Mamah Gilda, dan Ayah Jo mereka semua sudah pada datang sejak jam tujuh pagi tadi, dan sarapan bersama dimansionnya Vicktor.
Karena sangat excited sekali ingin segera merayakan kehamilannya yang ketujuh bulan, Celyn bangun tidur tadi, dia tiba-tiba merasakan perutnya yang tiba-tiba langsung kram.
Sebab Celyn bangun dari atas ranjang dengan begitu terburu-buru sekali.
Vicktor yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi pun dia dengan segera menghampiri Celyn yang mengaduh kesakitan sambil memegangi perutnya itu.
"*Sayang perut aku sakiiiiit!!!*',, kata Celyn sambil meneteskan air matanya karena perutnya merasa kram lagi.
Vicktor langsung saja membantu Celyn untuk merebahkan badannya keatas ranjang lagi, padahal waktu itu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.
"*It's Ok Celyn, yang tenang jangan panik dan jangan bingung ya*",, kata Vicktor memberikan sugesti kepada Celyn.
Dan Celyn dia langsung saja menghirup nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan secara perlahan supaya dia bisa lebih tenang lagi.
Vicktor pun dia tidak luput mengusap lembut perutnya Celyn yang sudah sangat besar itu secara berkala dan pelan-pelan.
"*Sayangnya Daddy, yang baik dong ah didalam sana, kasihan Mommy sayang, jangan membuat Mommy seperti ini terus ya*",, kata Vicktor mengajak berbicara kepada ketiga calon buah hatinya itu dengan sayang.
Dan langsung mendapatkan respon berupa tendangan yang teratur dari sang baby.
Ketika melihat Celyn memejamkan matanya sambil menahan rasa sakitnya, Vicktor seperti biasanya dia lalu merebahkan tubuhnya disampingnya Celyn dengan sambil mengusap perutnya Celyn terus.
Celyn pun jika sudah merasakan kenyamanan seperti itu dari Vicktor, lama-kelamaan fikiran dan juga perutnya merasa tenang dan lebih enakan dengan sendirinya.
Tidak kerasa juga, jam pun sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dan para keluarga mereka juga sudah pada datang sekitar lima menit tadi.
Papah Adam yang tidak melihat Vicktor serta Celyn didalam mansion, dia lalu bertanya kepada Pak Hu.
"*Tuan dan Nyonya masih berada didalam kamarnya Tuan*",, jawab Pak Hu kepada Papah Adam dan masih didengar oleh semua orang yang sudah pada duduk dishofa yang ada diruang keluarga.
__ADS_1
Diantara mereka semua ada satu orang yang selalu curi-curi pandang dengan Chris, siapa lagi kalau bukan Dela orangnya.
Sebab Dela sudah mencintai Chris sejak awal dia mengenal Celyn dan diajak berkunjung kerumahnya Celyn.
Dan Celyn sendiri dia tidak mengetahui jika sahabatnya Dela dia mencintai Chris saudara kembarnya, yang tahu jika Dela mencintai Chris adalah Ocil.
Karena Ocil pada waktu itu dia tidak sengaja mendengar perkataannya Dela yang sedang berbicara sendiri dan membicarakan Chris.
Dari situlah Dela bercerita semuanya kepada Ocil jika dia sudah menyukai bahkan sudah mencintai Chris sejak mereka baru pertama kenal.
Namun Dela berpesan kepada Ocil untuk tidak menceritakannya kepada Celyn terlebih dahulu, karena dia masih malu.
Dela akan bercerita sendiri kepada Celyn jika waktunya sudah pas.
"*Tolong panggilkan mereka Pak Hu*',, kata Papah Adam kepada Pak Hu.
Dan Pak Hu hanya menganggguk saja kepada Papah Adam sambil sedikit menundukkan badannya, lalu setelahnya dia berlalu pergi menuju kekamarnya Vicktor dan juga Celyn.
"*Sudah tahu dirumah lagi mau ada acara dan lagi banyak orang, sudah jam tujuh mereka malah belum pada keluar kamar sih*",, gerutu Papah Adam ketika Pak Hu sudah berlalu pergi dari hadapannya, dan masih didengar oleh semua orang.
"*Jangn begitu Pah, siapa tahu mereka ada sesuatu hal makanya belum pada turun sampai jam segini dari dalam kamar*",, sahut Mamah Vina kepada Papah Adam.
Dan Ayah Jo yang berada tepat disamping telefon itu, dia langsung saja mengangkatnya.
"*Halo dikediaman Vicktor Reagan, disini Ayah Jo yang berbicara??*",, kata Ayah Jo kepada si penelfon.
"*Halo Ayah Jo, sebentar ya Celyn perutnya sedang kram lagi dengan tiba-tiba ketika kami akan keluar*",, kata sipenelfon kepada Ayah Jo.
Dan ternyata yang menelfon adalah Vicktor, tadi ketika Pak Hu memanggil Vicktor dan juga Celyn yang masih berada didalam kamar.
Vicktor menyuruh Pak Hu untuk turun terlebih dahulu, setelahnya Vicktor lalu mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang dan langsung menghubungi telefon rumahnya.
Semua orang yang mendengar telefon berbunyi dan Ayah Jo yang mengangkatnya mereka semua langsung mengalihkan pandangan mereka kearahnya Ayah Jo.
Dan Ayah Jo yang mendengar perkataannya Vicktor dia sedikit terkejut, pasalnya dia juga sangat khawatir dengan keadaannya Celyn.
"*Ya ampun Nak, tapi Celynnya tidak kenapa-kenapa kan??*",, jawab Ayah Jo kepada Vicktor dan langsung membuat semua orang langsung saja bertanda tanya.
__ADS_1
Bahkan Mamah Gilda dia langsung saja bertanya kepada suaminya ada apa dengan Celyn.
"*Celyn kenapa Yah??*",, tanya Mamah Gilda kepada Ayah Jo dengan reflek ketika telefon masih tersambung.
Namun Ayah Jo menyuruh Mamah Gilda untuk diam terlebih dahulu menggunakan kode tangannya.
"*Celyn tidak apa-apa Ayah, dia sedang Vicktor tenangkan, supaya perutnya bisa lebih enakan lagi*",, jawab Vicktor kepada Ayah Jo.
"*Syukurlah kalau begitu, kami akan menunggu kalian disini saja dulu ya*",, jawab Ayah Jo kepada Vicktor.
"*Iya Ayah*",, jawab Vicktor kepada Ayah Jo.
Dan panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga ketika Vicktor sudah mematikannya terlebih dahulu.
Ketika panggilan sudah terputus dan Ayah Jo sudah menaruh lagi gagang telefonnya, mereka semua langsung pada bertanya kepada Ayah Jo.
"*Celyn perutnya katanya sedang kram, jadi Vicktor sedang menenangkan Celyn dahulu didalam kamar*",, jawab Ayah Jo kepada mereka semua.
Jawabannya Ayah Jo membuat semua orang langsung khawatir sekali kepada Celyn.
"*Kalau begitu Mamah mau melihat kondisinya Celyn dulu Yah, Mamah khawatir sekali dengan keadaannya*",, kata Mamah Gilda kepada Ayah Jo.
"*Aku ikut Jeng, ayo kita kesana saja sama-sama*",, kata Mamah Vina menimpali perkataannya Mamah Gilda.
"*Aku ikut Mah*",, kata Dela juga ikutan berbicara.
"*Chris juga ya*",, kata Chris yang juga ikut-ikutan, membuat jantungnya Dela tiba-tiba langsung berdetak lebih cepat dari biasanya sambil melihat kearahnya Chris yang lagi tersenyum kepadanya.
"*Ya susah kalau begitu kita semua kesana saja yuk*",, kata Mamah Vina kepada semuanya.
"*Papah disini saja Mah*",, jawab Papah Adam kepada Mamah Vina.
"*Iya Nyonya, saya juga disini saja menemani Tuan Adam*",, kata Ayah Jo juga kepada Mamah Vina.
"*Baiklah kalau begitu kami saja yang kesana*",, kata Mamah Gilda kepada Ayah Jo.
Dan mereka berempat akhirnya langsung saja beranjak berdiri dari duduk mereka untuk menuju kedalam kamarnya Vicktor, menyisahkan Ayah Jo dan Papah Adam berdua saja didalam ruang keluarga.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...