
Saat ini Celyn dia sudah dipindahkan keruang perawatan biasa, dan selang-selang ditubuhnya Celyn pun juga sudah dilepaskan hampir semuanya, kecuali selang pernafasan dan juga selang infus, serta selang air seni.
Vicktor begitu sangat bahagianya sekali, dia benar-benar sampai lupa untuk mengabari semua keluarganya, dan Vicktor lebih memilih memeluk Celyn berdua diatas ranjang rumah sakit yang khusus untuk Celyn yang bisa muat untuk dua orang itu.
"* Tuan saya mau tanya kepada anda?? *",, kata Celyn kepada Vicktor sambil membalas pelukannya Vicktor, sebab Celyn merasa sangat nyaman sekali dipeluk oleh Vicktor seperti itu.
Dan wajar saya jika cara berbicaranya Celyn kepada Vicktor menjadi kaku dan formal seperti itu.
Vicktor yang mendengar Celyn berbicara kepadanya seperti pertama kali melihatnya, membuat dia langsung saja mendongakkan kepalanya menatap Celyn dengan sambil tersenyum manis sekali.
"* Sayang, panggil Daddy, dan kamu adalah panggilannya Mommy, seperti itulah panggilan kita semenjak kita sudah menikah dan mempunyai tiga orang baby sayang *",, kata Vicktor kepada Celyn dengan nada lembutnya.
"* Mommy??, Daddy?? *",, jawab Celyn sambil memegang dad4nya sendiri dan juga dad4nya Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja mengangguk kecil kepada Celyn sambil tersenyum.
"* Sekarang apa yang ingin Mommy tanyakan kepada Daddy?? *",, tanya Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearah wajahnya Celyn.
"* Maukah Daddy menunjukkan foto-foto pernikahan kita sama foto-foto anak kembar kita Daddy?? *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
Dengan senang hati Vicktor langsung saja mengambil ponselnya, dan dia juga langsung membuka galeri ponselnya yang banyak foto-foto pernikahan mereka, foto-fotonya sikembar dan juga video-video mereka semua, termasuk video kelucuannya sikembar.
Celyn meneteskan air matanya ketika perlahan tapi pasti melihat semua foto-foto yang diperlihatkan oleh Vicktor didalam ponselnya.
Sedangkan Vicktor dia memilih terus memeluk Celyn, sambil mendekapnya dengan erat sekali, serta juga sambil menghirup aroma tubuhnya Celyn yang bercampur dengan obat-obatan rumah sakit.
Walau Celyn sudah tidak secantik dulu, dengan kepala botak, karena faktor operasi kemarin, namun cintanya Vicktor tidak pernah luntur sama sekali kepada Celyn.
Disaat Vicktor sedang memejamkan matanya sambil menikmati pelukan tubuhnya Celyn, yang sudah kembali kurus lagi, karena koma kemarin.
Tiba-tiba Vicktor dibuat terkejut ketika Celyn mengaduh kesakitan sambil memegangi kepalanya.
Vicktor yang melihatnya dia langsung saja menenangkan Celyn dan langsung mengambil ponselnya dari tangannya Celyn.
Selama Celyn koma, Vicktor sering membaca artikel dan buku-buku tentang orang hilang ingatan serta koma, jadi ketika dia melihat Celyn seperti itu, Vicktor sangat tenang sekali menghadapi Celyn, dan juga tidak perlu memanggil Dokter.
"* Tenang sayang, perlahan, jangan dipaksakan, nanti lama-kelamaan Mommy pasti akan ingat sendiri siapa Mommy sebenarnya *",, kata Vicktor kepada Celyn dengan nada yang sangat lembut sekali sambil mengusap wajah tirusnya Celyn.
__ADS_1
Celyn langsung saja sedikit tenang ketika Vicktor memperlakukannya dengan sangat lembut sekali seperti itu.
Dan Celyn bisa tiba-tiba pusing seperti itu, sebab ketika dia melihat semua kenangannya didalam ponselnya Vicktor, seperti ada kilasan balik didalam memori otaknya Celyn.
Celyn yang sudah tenang, dia langsung saja memejamkan matanya sambil menikmati pelukannya Vicktor.
Serta Vicktor juga terus mengusap lembut lengannya Celyn untuk membuat Celyn semakin tenang dalam tidurnya.
Baru setengah jam, Celyn sudah lelap dalam tidurnya, sebab ada pengaruh obat juga didalam infus yang masih tertancap ditangannya.
Vicktor yang melihat Celyn sudah tenang dan juga tertidur, dia langsung saja dengan perlahan turun dari atas ranjangnya Celyn untuk menghubungi semua keluarganya.
Sebab Vicktor baru saja teringat jika dia belum menghubungi semua keluarganya.
Orang yang pertama Vicktor hubungi adalah kedua Mamahnya, yaitu Mamah Gilda dan juga Mamah Vina.
Mamah Vina yang sedang menunggui baby Bastein dan juga baby Feyrin diruang keluarga dia langsung saja mengangkat telefon mansionnya Vicktor yang sedang berdering itu.
Sedangkan Mamah Gilda dia sedang menidurkan baby Shane didalam kamarnya.
"* Halo kediaman Vicktor Reagan disini, maaf ini dengan siapa ya?? *",, kata Mamah Vina ketika sudah mengangkat sambungan telefon mansionnya Vicktor.
"* Iya ini Mamah Vicktor, ada apa Nak, Mamah lagi repot ini menunggui baby Fey dan baby Bastein ini yang sedang mengambilin vas bunga sambil memukul-mukul lemari kaca kamu *",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
Vicktor langsung saja tersenyum lucu membayangkan kelucuan dari anak-anaknya itu, sambil membayangkan Mamahnya yang pastinya sedang sangat repot sekali.
Wajah Vicktor sudah mulai terlihat cerah lagi dan juga sudah mau tersenyum lega seperti itu.
Walau kemarin-kemarin Vicktor bisa tersenyum, tapi senyum itu hanya untuk ketiga buah hatinya saja, namun dibalik senyum itu masih menyimpan perasaan sedih yang sangat mendalam.
"* Mah ada kabar gembira untuk Mamah, dan tolong sampaikan juga kepada Mamah Gilda, jika Celyn dia saat ini sudah siuman dan Celyn dia juga baru saja tidur setelah mengobrol dengan Vicktor panjang lebar Mah *",, kata Vicktor dengan nada yang sangat-sangat bahagia sekali kepada Mamah Vina.
Mamah Vina sangat terkejut sekali, hingga dia sampai reflek tadi menjatuhkan gagang telefonnya.
"* A......... Aaaapa Nak yang kamu bilang??, kamu tidak sedang bercanda dengan Mamah kan?? *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor dengan nada yang sangat terkejut sekali, bahkan Mamah Vina dia sampai gemetaran memegangi gagang telefonnya.
"* Demi Tuhan Mah, Celyn sudah sadar, cepatlah datang kesini, tapi nanti Mamah dan yang lainnya jangan terkejut, sebab Celyn tidak bisa mengingat kalian semua *",, jawab Vicktor kepada Mamah Vina.
__ADS_1
"* Baik-baik, Mamah akan segera kesana, bersama sikembar juga *",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor dengan segera, dan langsung menutup panggilan telefonnya.
Setelahnya Mamah Vina memanggil Pak Hu untuk menjaga sikembar terlebih dahulu, sebab Mamah Vina ingin memberitahukan kabar gembira itu kepada Mamah Gilda yang sedang berada didalam kamarnya sikembar.
Vicktor setelah menelfon kedua Mamahnya, dia lalu menelfon Ayah Jo, Papah Adam, Chris dan semua sahabat-sahabatnya.
Sungguh mereka semua langsung saja mengucap puji syukur untuk Tuhan, karena sudah membuat Celyn tersadar dari tidur panjangnya itu.
Semua orang yang diberitahu oleh Vicktor, mereka semua langsung saja bersiap-siap dan bergegas menuju kerumah sakit untuk melihat keadaannya Celyn.
Mereka bahkan langsung meninggalkan pekerjaan mereka, walau ada diantara mereka yang sedang meeting.
Ocil, Neni, Felya dan juga Dela mereka semua dengan perut berisinya, tetap kekeh untuk ingin datang kerumah sakit melihat keadaannya Celyn, dan alhasil para suami mereka langsung saja menjemput mereka semua dirumah terlebih dahulu sebelum berangkat kekantor.
Dela sendiri semenjak mengetahui jika dirinya hamil, dia langsung saja off dari kantor karena ingin fokus dengan kehamilannya dan juga suaminya.
Chris pun malah sangat senang sekali dengan keputusan yang Dela ambil.
Dan kembali keVicktor, Vicktor ketika menghubungi mereka semua, tidak lupa juga Vicktor mengatakan jika Celyn tidak akan mengingat mereka semuanya nanti ketika sudah bertemu dengan Celyn.
Mereka semua sangat tahu, dan mereka semua sudah berjanji didalam diri mereka sendiri, untuk membantu Vicktor menumbuhkan ingatannya Celyn yang hilang itu.
...πππππππππππππ...
Ini Vicktor, tua mana sama CelynπΆ
Kenapa banyak yang komen Celyn ketuaan sih kan author jadi tersungging, soalnya kan itu VERSI AUTHORπππππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1
...***TBC***...