
Ketika mereka semua sudah pada selesai makan malamnya, Vicktor lalu ingin berpamitan pulang kepada Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela akan tetapi ditahan sebentar oleh Mamah Vina untuk mengobrol sebentar lagi diruang Keluarga.
"*Kenapa kalian berdua tidak menginap disini saja malam ini, Mamah masih kangen dengan Celyn yang cerewet ini*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor dan juga Celyn sambil tersenyum.
Karena Mamah Vina memang sudah sangat dekat sekali dengan Celyn, sifatnya Celyn yang humble, mudah berbaur dengan yang muda sampai yang tua, serta sifatnya Celyn juga yang ceria dan cuek membuat Mamah Vina langsung jatuh hati dari pertama kali mengenal Celyn dulu. Dan jangan lupakan sifat usil dan jahilnya Celyn juga.
"*Lain kali saja Mah, malam ini kita sudah ada janji mau kerumah kedua orang tuanya Celyn*",, jawab Vicktor kepada Mamah Vina dan langsung mengalihkan pandangannya Celyn kearahnya Vicktor.
Mereka semua saat ini masih duduk diruang Keluarga yang ada dimansionnya Papah Adam, karena keinginannya Mamah Vina tadi.
"*Kalau kalian menginap disini kan, Mamah bisa menceritakan kejahilannya Celyn yang dulu pernah digunakan untuk menjahili kamu Vicktor*",, kata Mamah Vina lagi kepada Vicktor sambil tertawa kecil.
"*Dulu, memangnya dulu Vicktor apa sudah mengenal dengan Celyn??*",, kata Vicktor kepada Mamahnya dengan ekspresi bingungnya.
"*Dulu kapan sih Mah, Dela lupa??*",, kata Dela juga kepada Mamah Vina sambil berfikir, begitupun dengan Celyn, sedang Papah Adam dia hanya diam saja sambil mendengarkan pembicaraan mereka semua.
"*Dulu itu lho waktu Kakak kamu lagi berulang tahun yang kedua puluh berapa sih lupa Mamah, dan dia kita kerjai dia sampai dia malu karena sampai mau disuruh memakai dasternya Mamah*",, jawab Mamah Vina kepada Dela sambil tertawa cukup keras karena teringat masa yang dulu mengerjai Vicktor.
Vicktor yang masih ingat sekali dengan kejadian itu dia langsung saja melototkan matanya kepada Celyn yang duduk disampingnya itu, sedang Celyn dia tidak menyadari atau pura-pura tidak sadar dengan pelototan matanya Vicktor itu, karena Celyn terlihat tidak memperdulikan Vicktor yang sedang melotot kepadanya.
"*Oh yang itu ya Mah, Celyn kira itu idenya Celyn digunakan untuk Papah Adam*",, jawab Celyn kepada Mamah Vina sambil tertawa kecil dan sambil melirik Vicktor yang lagi melotot kepadanya.
"*Tapi kenapa dulu aku tidak melihat Celyn Mah??*",, kata Vicktor kepada Mamah Vina.
"*Karena Celyn waktu itu harus terburu-buru pulang, karena dirumahnya sedang kedatangan Kakek dan juga Neneknya yang dari luar negeri Vicktor*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"*Papah tidak menyangka dunia ini ternyata sangat sempit sekali*",, kata Papah Adam ikut-ikutan berbicara setelah daritadi hanya diam saja mendengarkan keluarganya mengobrol.
__ADS_1
"*Ok sekarang Vicktor sudah tahu siapa dalang dari kejadian yang tidak pernah Vicktor lupakan itu, jadi siap-siap saja dia akan menerima hukuman dariku nanti*",, kata Vicktor sambil melirik kearahnya Celyn.
Membuat Celyn langsung merinding ketika mendengar perkataannya Vicktor, karena suaranya Vicktor terdengar ditelinga Celyn seperti iblis yang sedang berbisik.
Sedangkan Mamah Vina dan juga Dela mereka hanya tertawa saja kepada Vicktor dan juga Celyn karena teringat dengan kejadian waktu ulang tahunnya Vicktor dulu.
Dan Papah Adam dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat ekspresinya Vicktor kepada Celyn.
Setelah berkata seperti itu Vicktor lalu melihat kearah jam tangannya yang melingkar apik dipergelangan tangan kekarnya itu.
"*Oh ya Pah, Mah, Dela kami permisi mau pulang, takut kemalaman nanti sampai dirumahnya Celyn*",, kata Vicktor ketika sudah melihat jam yang ada ditangannya.
Setelah berkata seperti itu kepada semua keluarganya, Vicktor lalu menggandeng Celyn dengan mesra untuk keluar dari dalam mansion, dan langsung juga diikuti Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela untuk mengantarkan mereka sampai didepan.
"*Iya Nak, hati-hati dijalan ya, jangan diusili siCelyn, nanti kamu akan menyesal sendiri*",, pesan Mamah Vina kepada Vicktor sebelum Vicktor dan juga Celyn masuk kedalam mobil.
"*Hati-hati saja Vicktor dijalannya, dan jangan memberi hukuman yang berat-berat kepada Celyn, nanti kamu sendiri yang kebingungan*",, pesan Papah Adam kepada Vicktor sambil tertawa juga.
"*Iya Pah, Mah Vicktor tidak akan macam-macam dengan Celyn, akan tetapi Vicktor akan sedikit bermain dengannya nanti*",, jawab Vicktor kepada kedua orang tuanya sambil tersenyum miring.
Membuat Papah Adam langsung menepuk pundaknya Vicktor, sedangkan Mamah Vina langsung tertawa kecil kepada Vicktor.
"*Hati-hati Kakak Ipar, kalau Kak Vicktor macam-macam tendang saja terongnya*",, kata Dela kepada Celyn membuat Vicktor langsung saja melototkan matanya kepada Dela.
"*Siaaaaaaaappp!!!!*",, jawab Celyn kepada Dela sambil mengangkat tangannya seperti hormat kepada Dela, dan Dela langsung saja mengacungkan jempolnya kepada Celyn sambil tertawa.
Karena Dela sifatnya yang sedikit tomboy dan sangat jago bela diri, sangat cocok berteman dengan Celyn yang sifatnya sangat feminim dan terlalu kecewekan sekali.
__ADS_1
Setelah bercakap-cakap seperti itu, Vicktor dan juga Celyn langsung saja masuk kedalam mobil yang masih disopiri sopir pribadinya Vicktor tadi.
Vicktor langsung saja menyuruh sopirnya kearah jalan yang menuju kerumahnya Celyn.
Celyn yang mendengar Vicktor menyebutkan jalan kearah rumahnya dia langsung saja sedikit takut akan reaksi dari kedua orang tuanya, terutama Chris yang sifatnya tidak mudah ditebak itu.
Sifatnya Chris sangat terbanding terbalik dengan Celyn yang ceria dan tidak mudah marah.
"*Apa kita akan benar datang kerumah kedua orang tuaku Vicktor??*",, kata Celyn kepada Vicktor dengan perasaan yang sangat was-was sekali.
"*Iya*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearah depan kaca mobil.
"*Sudah malam, lain kali saja ya kita datang kesananya, pasti kedua orang tuaku sudah pada tidur*",, kata Celyn mencari alasan kepada Vicktor, karena dia belum siap untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dalam keadaan yang sudah menikah dengan tiba-tiba.
"*Kenapa Celyn, apa kamu malu dan takut??*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn.
"*Emmm........*",, kata Celyn belum sempat terucapkan akan tetapi sudah disela terlebih dahulu oleh Vicktor.
"*Kenapa mesti takut Celyn, bukannya sifat kamu tidak mudah takut dengan semua orang*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum miring dengan gaya devilnya.
"*Terserah kamu sajalah*",, jawab Celyn dengan sedkit cuek akan tetapi dia sebenarnya sangat deg-degan sekali perasaannya.
Celyn setelah berkata seperti itu kepada Vicktor dia lalu langsung diam sambil mengalihkan pandangannya kearah jendela mobil yang ada disampingnya, sedang Vicktor dia hanya tersenyum tipis melihat sikapnya Celyn yang sangat terlihat jelas jika dia belum mau berkunjung kerumah kedua orang tuanya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***
__ADS_1