
Tidak terasa hari pun silih berganti.
Dan pagi ini kita awali dirumah pasangan setengah kita, siapa lagi kalau bukan Neni dan juga Rexley.
" Papiiiiiiiiii ",, begitulah teriakan dari Neni setiap pagi untuk membangunkan Rexley yang sangat super sekali susah dibangunkan itu.
Neni dan juga Rexley sejak menikah baru satu bulan, mereka berdua sudah langsung tinggal dirumah mewah yang Rexley beli dulu.
Dan teriakan menggelegar dari Neni setiap pagi hanya ditanggapin tutup telinga oleh Rexley dengan menutupinya menggunakan bantal.
Tapi Neni tidak kehabisan akal ketika dia membangunkan Rexley.
Pernah suatu ketika, disaat Rexley susah sekali dibangunkan, Neni yang sudah kehabisan akal dia lalu mempunyai ide yang cukup lucu untuk membangunkan Rexley.
"* Salah siapa susah sekali dibangunkan, hmm tunggu sebentar *",, kata Neni pada waktu itu.
Dan setelah berkata sepert itu, Neni langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kedapur dan mengambil sesuatu.
Ketika Neni sudah mengambil barang yang dia inginkan, Neni langsung saja kembali lagi kedalam kamarnya, namun ketika Neni sudah masuk kedalam kamar, Neni langsung saja masuk kedalam kamar mandi.
Hanya sekitar dua menitan saja mungkin Neni didalam kamar mandi, dan ketika sudah selesai, Neni langsung saja keluar dari kamar mandi sambil membawa barang yang dia ambil dari dapur tadi.
Neni terus melangkahkan kakinya itu kearah ranjang untuk membangunkan Rexley.
Dan.............
Dorrrrrr .............
Neni meletuskan kantong plastik putih yang berukuran sedang itu yang sudah dia isi dengan kentutnya yang aromanya cukup yaaah begitulah readers tepat didepan wajahnya dan hidungnya Rexley.
Rexley yang terkejut karena suara letusan plastik itu, dia langsung saja bangun dari tidurnya dengan mencium aroma yang sudah sangat dia hafal sekali.
"* Akhirnya bangun juga *",, kata Neni pada waktu itu yang sudah bisa membangunkan Rexley.
Dan cara itu masih ampuh Neni gunakan sampai sekarang.
Namun itu juga tetap tidak bisa membuat seorang Rexley jera.
Padahal Neni juga sudah pernah menyiram air kewajah tampannya pun, itu juga sama saja tidak membuat Rexley jera sekalipun.
__ADS_1
Sungguh serasi sekali, yang satu suka kentut dan yang satunya kalau tidur sudah seperti orang mati, komplit, semoga anak mereka kelak tidak seperti kedua orang tuanya.
...........>>>>><<<<<...........
"* Mah, Mamah sudah bangun, mau Ayah bantu *",, kata Dion kepada Felya setiap pagi semenjak perutnya Felya sudah semakin besar saja.
Karena kita akan membahas Dion dan Felya terlebih dahulu.
"* Iya Ayah, Mamah mau kekamar mandi rasanya perut Mamah yang bagian bawah serasa penuh sekali *',, jawab Felya kepada Dion sambil memegangi perut bawahnya.
Yah wajar saja, jika Felya sering kekamar mandi hanya untuk buang air kecil, karena Felya saat ini usia kehamilannya sudah memasuki bulan kesembilan.
Dan Felya serta Dion sudah membiasakan diri memanggil diri mereka dengan panggilan Mamah dan juga Ayah untuk anak mereka kelak.
Dion yang mendengar perkataannya Felya, dia langsung saja membantu Felya untuk turun dari atas ranjang menuju kedalam kamar mandi.
Dion juga berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi suami yang siaga untuk Felya.
Ketika Felya sudah selesai urusannya didalam kamar mandi, dia langsung saja disiapkan air hangat oleh Dion untuk Felya mandi.
Sebab jika pagi-pagi semenjak hamil, kalau Dela mandi dengan air dingin terkadang membuat perutnya sedikit kram.
Setelah selesai mandi, dan Dion juga sudah bersiap-siap untuk berangkat kekantor, sebab Dion belum mengambil cuti.
..........>>>>><<<<<..........
Sedang kita pindah kerumah sakit lagi, pagi itu pagi-pagi sekali Celyn sudah terbangun dari tidur lelapnya semalaman.
Dan ketika Celyn sudah bangun dari tidurnya, dia melihat Vicktor sedang tertidur dengan posisi yang menurutnya kurang nyaman dikursi yang ada disebelah ranjangnya.
Sedangkan Celyn juga melihat Chris sedang tidur nyaman diatas shofa yang ada didalam ruang perawatannya.
"* Apakah dia suamiku?? *",, kata batinnya Celyn sambil melihat kearahnya Vicktor yang masih memejamkan matanya.
"* Jika dia benar-benar suamiku, apakah dia tidak akan malu jika jalan bersamaku nanti ketika aku sudah bisa berjalan, dengan penampilanku yang sudah tidak cantik lagi seperti dulu *",, kata batinnya Celyn lagi sambil terus melihat kearahnya Vicktor.
"* Sungguh tampan sekali suamiku ini, dan aku sangat beruntung sekali bisa memilikinya *",, kata batinnya Celyn lagi.
Dan setelah Celyn berkata seperti itu, ada kilasan memori sekilas melintas diingatannya ketika dia pertama kali diperk054 oleh Vicktor.
__ADS_1
"* Aduuuh!! *",, kata Celyn dengan pelan sambil memegangi kepalanya.
"* Apa dia pernah memperk054ku, kenapa aku mengingatnya dia pernah memaksaku untuk melayaninya?? *",, kata batinnya Celyn sambil meringis memegangi kepalanya sambil juga melihat kearah wajahnya Vicktor.
"* Tapi jikalaupun iya, semoga saja dia sudah berubah, karena semenjak aku sadar dari komaku, dia begitu baik dan perhatian sekali kepadaku *",, kata batinnya Celyn lagi sambil melihat kearahnya Vicktor terus.
Dan ketika Celyn terus berkata didalam hatinya sambil terus juga melihat kearah wajahnya Vicktor.
Tiba-tiba Vicktor menggeliatkan badannya untuk bangun dan langsung melihat kearahnya Celyn, yang sedang tersenyum manis kepadanya.
"* Mommy??, Mommy sudah bangun daritadi?? *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn hanya mengangguk dan tersenyum manis saja kepada Vicktor.
"* Daddy??, bolehkah Mommy bertanya kepada Daddy?? *",, kata Celyn juga kepada Vicktor.
"* Tanyalah sesuka hati kamu Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn sambil memposisikan duduknya untuk lebih dekat dan juga menghadap kearahnya Celyn.
"* Daddy, apakah Daddy masih mencintai Mommy, dan apakah Daddy tidak malu dengan keadaan Mommy yang seperti ini, yang sudah tidak cantik seperti dulu lagi, sedangkan Daddy terlihat begitu sangat tampan sekali *",, tanya Celyn kepada Vicktor.
Sebelum menjawab pertanyaannya Celyn, Vicktor tersenyum manis sekali kepada Celyn sambil mengusap wajah tirusnya Celyn.
"* Mommy, apapun keadaannya Mommy, cinta Daddy tidak akan pernah luntur sama sekali *",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum manis.
"* Walau kita bertemu dengan cara tidak sengaja, dan kelanjutannya membuat Mommy membenci Daddy, tapi dari situlah kita disatukan dan akhirnya cinta kita bisa tumbuh sampai sebesar ini sayang *",, lanjut lagi perkataannya Vicktor kepada Celyn.
"* Percayalah Mommy, Daddy tidak sedikitpun malu dengan keadaannya Mommy, dan jika seumpama rambut kepalanya Mommy tidak bisa tumbuh seperti sedia kala, tenang saja masih banyak rambut palsu yang bagus yang dijual diluaran sana *",, sambung lagi perkataannya Vicktor kepada Celyn dengan sangat begitu romantis sekali.
Celyn sungguh sangat bahagia sekali mendengar perkataannya Vicktor, dan Celyn lalu mengambil tangannya Vicktor untuk dia cium dengan sangat lembut dan mesra sekali.
Begitu juga dengan Vicktor, dia juga mencium balik tangannya Celyn yang ada selang infusnya itu.
"* Tahukah Mommy, ketika Mommy kemarin pernah dinyatakan tidak tertolong oleh Dokter, dunia Daddy seakan runtuh seketika, Daddy pada waktu itu tidak tahu apakah Daddy bisa melanjutkan hidup Daddy tanpa adanya Mommy disisi Daddy, ditambah sikembar pastinya akan membutuhkan kasih sayang seorang Mamah disisinya juga, yang tidak bisa Daddy berikan *",, cerita Vicktor kepada Celyn.
Sungguh Celyn tanpa sadar dia meneteskan air matanya ketika mendengar ceritanya Vicktor dan melihat ada cinta yang begitu mendalam dimatanya Vicktor untuknya.
"* Peluk Mommy Daddy *",, hanya kata itu yang bisa Celyn katakan kepada Vicktor.
Dan dengan senang hati Vicktor langsung saja ikut merebahkan tubuhnya disampingnya Celyn untuk memberikan pelukan hangat dipagi hari itu kepada Celyn.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...