
Rexley, Neni, Felya, Dion dan juga Diego mereka yang sudah berpamitan pulang kepada semua orang yang ada diruang perawatannya Celyn dan Vicktor.
Mereka semua lalu pulang dengan tujuan mereka masing-masing.
Felya dan juga suaminya Dion mereka berdua langsung saja menuju kekantornya Dion, karena Felya ingin ikut bekerja bersama Dion.
Sedangkan Diego dia lalu menghabiskan waktu sendiriannya didalam apartemennya, tepatnya dibalkon kamar apartemennya, sambil melihat kearah balkon apartemennya Ocil yang kosong tidak berpenghuni itu, sebab sang pemilik apartemen sedang berada diBrazil sana.
Diego yang duduk bersantai, sambil meminum satu botol minuman beralkohol, dia lalu mengstalking instagramnya Ocil yang sudah banyak foto dia update ketika sudah sampai diBrazil sana.
"*Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku Ocil, sebegitu marahkah kamu denganku??*",, kata Diego sambil melihat semua foto-fotonya Ocil.
"*Kamu tambah cantik sekali Ocil*",, kata Diego kepada salah satu fotonya Ocil, dan dia langsung saja mengscreenshot fotonya Ocil itu dan dia simpan didalam ponselnya.
"*Aku akan menunggumu Ocil, semoga kita ditakdirkan berjodoh oleh authornya*",, kata Diego lagi sambil mengusap fotonya Ocil.
Dan ketika kita berpindah tempat keRexley dan juga Neni.
Rexley dan juga Neni mereka berdua tadi, sebelum pergi dari parkiran rumah sakit, mereka berdua bertengkar kecil didalam mobilnya Rexley.
Sebab Neni menginginkan untuk pulang kerumahnya sendiri, namun Rexley tidak mau, Rexley ingin mengajak Neni keapartemennya atau tidak kerumah barunya kemarin.
"*No, kamu pasti akan bermacam-macam denganku kan ketika sudah sampai disana*",, kata Neni kepada Rexley ketika masih didalam mobil tadi.
"*Tahu saja apa yang ada didalam otakku ini sayang*",, jawab Rexley kepada Neni sambil tertawa tanpa dosa.
"*Tidak, cepat antarkan aku pulang saja, aku mau istirahat dirumah*",, kata Neni kepada Rexley dan langsung saja mengalihkan pandangannya kearah depan.
Rexley lalu mengambil tangannya Neni dengan lembut dan dia arahkan kesesuatu miliknya yang sudah siap siaga itu.
Neni yang merasa janggal dengan apa yang dia pegang, dia lalu mengalihkan pandangannya kearah tangannya yang sedang dipegang oleg Rexley itu.
"*Kamu itu ya*",, kata Neni dengan nada yang terkejut sambil menarik tangannya ketika dia melihat jika tangannya sedang diusap-usapkan Rexley keular peliharaannya itu.
"*Iya-iya sayang, mau ya*",, kata Rexley dengan wajah memelasnya kepada Neni.
"*Tidak mau ya tidak mau, pokoknya aku mau pulang*",, jawab Neni kepada Rexley.
"*Baiklah*",, jawab Rexley akhirnya dengan pasrah kepada Neni.
__ADS_1
Dan Rexley dia lalu menjalankan mobilnya untuk keluar dari dalam parkiran rumah sakit.
Neni yang melihat Rexley menurut dengannya, dia tersenyum tipis sekali, dan juga sangat senang, ketika Rexley perhatian dengannya.
Didalam perjalanan Neni dan Rexley mereka saling pada diam dengan fikirannya masing-masing.
Mobil yang nyaman, ac yang sejuk, dan jam pun sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, membuat Neni lama-kelamaan dia menata kursi mobil yang didudukinya itu untuk dia bisa tiduran dengan nyaman.
Rexley yang melihatnya pun dia membiarkan saja apa yang sedang dilakukan oleh Neni kepada mobilnya.
Dan tidak lama kemudian, akhirnya Neni tertidur juga dengan cukup lelap didalam mobilnya Rexley.
Rexley yang melihat Neni sudah tertidur cukup lelap itu, dia lalu tersenyum licik didalam diamnya.
Mobil yang seharusnya stirnya membelok kearah rumahnya Neni, Rexley sengaja dia luruskan untuk menuju kesebuah tempat, dan tempat itu adalah rumah pribadinya yang kemarin dia datangi bersama Neni.
Bahkan Rexley dia sampai bersiul senang, ketika rencananya akan berhasil dan siulannya Rexley juga tidak membangunkan Neni sama sekali.
"*Jika sudah sampai rumahku tolong bangunkan aku Rexley, aku mengantuk sekali ini*",, kata Neni kepada Rexley dengan mata yang masih terpejam.
"*Siap sayang, tidurlah dulu yang nyenyak*",, jawab Rexley kepada Neni sambil mengusap lembut rambut kepalanya Neni dengan sayang.
Dan akhirnya setelah beberapa menit berkendara, sekitar lima puluh menitan didalam mobil.
Mobil yang dikendarai oleh Rexley sampai juga dihalaman rumah mewahnya itu.
Rexley yang melihat Neni sangat lelap sekali tidurnya, dia tidak jadi membangunkan Neni, melainkan langsung saja menggendong Neni masuk kedalam rumahnya itu yang sudah dia buka terlebih dahulu kuncinya.
"*Sudah sampai ya*",, kata Neni dalam igauannya.
"*Sussst sudah, kamu tidur saja dulu*",, jawab Rexley sambil berbisik kepada Neni.
Dan Neni dia masih saja memejamkan matanya serta samakin menempelkan wajahnya ked4d4nya Rexley yang sedang menggendongnya itu dengan gaya bridal style.
Rexley yang sudah bersusah payah dalam menggendong Neni, akhirnya dia sampai juga didalam kamar pribadinya yang kemarin dia masukin itu.
Dan Rexley langsung saja meletakkan Neni keatas ranjang empuk yang ada didalam situ dengan sangat perlahan sekali.
Ketika Rexley sudah meletakkan Neni diatas ranjang, Rexley lalu ikut berbaring disampingnya Neni, dan dia lalu mengusap, membelai lembut pipinya Neni turun kebawah lagi, hingga akhirnya sampai juga kebukit mochinya Neni yang dia sukai itu.
__ADS_1
Rexley juga langsung saja merem45nya dengan sangat lembut dan pelan sekali.
Membuat Neni langsung saja mende***h dan terbangun dari tidurnya.
"*Aaaah Rexley, apa yang kamu lakukan*",, kata Neni yang terkejut ketika bukit mochinya direm45 oleh Rexley.
"*Ayolah sayang, sudah tanggung ini*",, kata Rexley kepada Neni.
"*Sakit sekali menahannya tahu sayang*",, kata Rexley kepada Neni dengan wajahnya yag sungguh sangat memelas sekali.
"*No aku tidak mau, dan ini bukan kamarku, aku mau pergi*",, kata Neni kepada Rexley sambil beranjak turun dari atas ranjang.
Namun sebelum benar-benar turun dari atas ranjang Rexley langsung saja menarik tangannya Neni hingga membuat Neni terjatuh keatas ranjang.
Dan Rexley tidak tinggal diam, dia langsung saja menindih badannya Neni dan langsung menciumnya tepat dibibirnya.
Rexley mencium Neni dengan sangat lembut sekali, belaian demi belaian dari lid4hnya Rexley kepada bibirnya, membuat Neni sangat terbuai dengan permaianannya Rexley.
Dan tanpa sadar Neni lama-kelamaan membalas ciumannya Rexley itu.
Tangannya Rexley pun juga sudah membelai tubuhnya Neni, dari rambut hingga kelehernya dengan gerakan yang membuat Neni semakin terbuai saja.
Rexley lalu berpindah tempat dari bibirnya kepipinya Neni, telinga, hingga terakhir ked4d4nya Neni.
Begitu banyak tanda cinta yang Rexley berikan keleher putihnya Neni itu, membuat Neni dia sedikit mend***h akan sentuhan bibirnya Rexley kelehernya.
Semakin kebawah lagi, Rexley akhirnya sampai juga kebukit mochinya Neni yang masih tertutup dengan baju yang dipakai oleh Neni.
Rexley merem45nya dari luar bajunya Neni, dan itu pun juga sudah membuat Neni mend***h karenanya.
Dan perlahan tapi pasti, Rexley membantu Neni untuk melepaskan baju yang dipakainya itu, hingga akhirnya terlihatlah bukit mochinya Neni yang hanya tertutup bra berwarna putih.
...πππππππππππππ...
Silahkan mampir readers cerita barunya author ππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1
...***TBC***...