
Mamah Vina yang tadi dia sudah masuk kedalam mansion, dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya Vicktor.
Vicktor yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang sampingnya Celyn pun, dia mendengar tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.
Vicktor langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintu kamarnya.
Dan ketika sudah dibuka pintunya oleh Vicktor, ternyata Mamah Vinalah yang mengetuknya tadi.
"* Mamah??, kapan sampainya Mah?? *",, tanya Vicktor kepada Mamah Vina.
"* Ini Mamah baru saja sampai, Celynnya mana?? *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor.
"* Itu dia sedang tidur *",, jawab Vicktor kepada Mamah Vina.
Mamah Vina langsung saja masuk kedalam kamarnya Vicktor untuk melihat kondisinya Celyn.
Dan ketika Mamah Vina sudah masuk, Mamah Vina melihat Celyn tertidur dengan keadaan yang masih tengkurap.
"* Ko Celyn tidurnya seperti itu sih Vicktor, kasihan jantung dia bekerjanya sedikit terhambat, dan bisa menyebabkan penyakit yang lainnya Vicktor *",, tegur Mamah Vina kepada Vicktor.
Karena Vicktor memang belum membangunkan Celyn daritadi, alhasil Celyn masih tertidur dengan posisi yang masih sama seperti tadi, yaitu tengkurap.
"* Habisnya Vicktor kasihan sekali Mah sama Celyn, dia sedikit kesusahan untuk tidur, karena sakit memarnya itu, jadinya ketika Vicktor melihat Celyn nyenyak begitu tidurnya ya Vicktor biarkan saja *",, jawab Vcktor kepada Mamah Vina dengan suara pelanannya, supaya tidak mengganggu Celyn yang sedang tertidur.
"* Biar Mamah saja yang membangunkan Celyn dengan pelan-pelan *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor.
Vicktor hanya diam saja ketika mendengar perkataannya Mamah Vina, dan Mamah Vina langsung saja duduk disamping ranjang sebelahnya Celyn.
"* Celyn, Nak, bangun yuk, jangan tidur dengan posisi seperti ini terus *",, kata Mamah Vina membangunkan Celyn dengan mengusap lembut punggungnya Celyn, dan tidak sengaja malah menyentuh luka memarnya Celyn.
Membuat Celyn langsung saja mengaduh kesakitan sekali, sambil mengeluarkan air matanya juga.
"* Aduuuuuhhh *",, kata Celyn mengaduh dengan suara pilunya dengan air mata yang mengalir juga dari kelopak matanya.
Mamah Vina langsung saja kebingungan ketika melihat Celyn mengaduh dan menangis secara bersamaan seperti itu.
Sedangkan Vicktor dia langsung saja menenangkan Celyn, sampai obat yang diberikan oleh Dokter tadi, ditebus oleh Ian diapotek.
__ADS_1
"* Mamah sakit sekali Mah *",, kata Celyn kepada Mamah Vina ketika Celyn sudah membuka matanya dan melihat Mamah Vina ada disitu.
"* Mana yang sakit Nak??, mana??, apa Mamah tadi menyakiti kamu ketika membangunkanmu?? *",, tanya Mamah Vina kepada Celyn dengan nada yang sangat bingung sekali.
Vicktor langsung saja berinisiatif langsung saja menaikan kaos oblongnya Celyn hingga sampai kepundaknya.
Dan akhirnya terlihatlah luka memar dipunggung atas sebelah kanannya Celyn yang orang melihatnya pasti ikut merasakan ngilu juga.
Sebab warna memar dipunggungnya Celyn sangat ungu dan hitam sekali bercampur merah.
Mamah Vina langsung saja menutup mulutnya sambil reflek mengusap pundaknya sendiri, karena rasanya Mamah Vina seperti merasa sakit juga dipunggungnya itu ketika melihat luka memarnya Celyn.
Dan wajar saja jika Celyn tadi langsung saja menangis sambil mengaduh kesakitan ketika luka memarnya tidak sengaja disentuh oleh Mamah Vina.
"* Astaga Celyn, Vicktor, kenapa itu bisa sampai seperti itu punggungnya Celyn??!! ",, kata Mamah Vina dengan nada yang sedikit terkejut sekali.
"* Ya seperti yang kemarin Vicktor ceritakan Mah, makanya Vicktor tidak mau membangunkan Celyn, walau Celyn tidurnya tengkurap seperti itu, sebab kata Dokter dia tidak boleh banyak bergerak karena akan membuat Celyn tambah sakit *",, kata Vicktor kepada Mamah Vina sambil mengompres luka memarnya Celyn.
Luka memar dilengannya Celyn juga berwarna ungu dan sedikit bengkak, namun yang paling sakit yang dirasakan oleh Celyn adalah dibagian punggungnya.
Celyn dia tidak menutup matanya lagi, dan Celyn juga sedang mendengarkan percakapannya Vicktor dan Mamah Vina, tapi Celyn rasanya sangat malas sekali ingin ikut berbicara juga.
"* Maafkan Mamah ya Celyn, Mamah tadi tidak sengaja, pasti sakit sekali ya tadi *",, kata Mamah Vina kepada Celyn sambil terus membantu Celyn mengompres luka memarnya yang masih bengkak itu.
Celyn hanya mengangguk kecil saja kepada Mamah Vina.
"* Mamah belum melihat sikembar Vicktor, apa mereka baik-baik saja?? *",, tanya Mamah Vina kepada Vicktor.
"* Mereka baik-baik saja Mah, Celyn rela mengorbankan nyawanya Celyn untuk mereka Mah *",, jawab Celyn kepada Mamah Vina.
"* Iya Mah, baby Shane yang kemarin juga ikut terjatuh bersama Celyn, dia juga baik-baik saja, dan sekarang sedang dijaga sama baby sister Neva *",, jawab Vicktor juga kepada Mamah Vina.
"* Astaga, Mamah kira ketika kamu bercerita kemarin ditelefon itu yang didorong cuma Celyn saja Vicktor?? *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor.
"* Bukan Mah, bukan cuma Celyn saja melainkan dengan baby Shane juga *",, jawab Vicktor kepada Mamah Vina.
Vicktor langsung saja menceritakan perihal jatuhnya Celyn kemarin direstorannya Ayah Jo kepada Mamah Vina.
__ADS_1
Dan Mamah Vina sangat serius sekali ketika mendengarkan Vicktor bercerita.
"* Sungguh begitulah seorang Mamah, akan selalu melindungi anaknya, walau dia sendiri harus mengalami luka yang cukup mematikan *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor ketika sudah selesai mendengarkan semua ceritanya Vicktor tadi.
"* Iya Mah, Mamah benar sekali *",, jawab Celyn kepada Mamah Vina.
"* Mamah apa kesini sendirian?? *",, tanya Vicktor kepada Mamah Vina.
"* Tidak, Mamah sama Papah kesininya *",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"* Terus Papahnya mana?? *",, tanya Vicktor lagi kepada Mamahnya.
"* Tadi katanya mau mengobrol sebentar dengan Ian dibawah, palingan segentar lagi Papah akan menyusul kesini *",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
Dan benar saja Papah Adam yang sudah selesai berbicara dengan Ian, dia langsung saja masuk kedalam kamarnya Vicktor yang pintunya tidak tertutup rapat itu.
"* Bagaimana Nak, keadaan kamu?? *",, tanya Papah Adam kepada Celyn ketika Papah Adam sudah sampai disamping ranjangnya Celyn.
Belum sempat Celyn menjawab, sudah keduluan Mamah Vina yang menjawabnya.
"* Ini Pah lukanya Celyn bisa sampai seperti ini *",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam, sambil menunjukkan luka memarnya Celyn yang sedang dikompresnya itu.
Papah Adam yang melihat lukanya Celyn, dia juga langsung merasa kasihan sekali dengan Celyn.
Dan papah Adam berfikir jika hukuman yang dia berikan untuk Dora sangatlah pantas sekali dia dapatkan.
Karena Dora sudah berani melukai dan membuat menantunya terluka hinga seperti itu warnanya.
Ketika Papah Adam dan Mamah Vina sudah puas berbincang sedikit dengan Celyn dan Vicktor.
Mereka berdua lalu memutuskan untuk berpamitan keluar kepada Celyn dan Vicktor, supaya Celyn bisa beristirahat lagi.
Dan Papah Adam serta Mamah Vina mereka memutuskan juga untuk melihat cucu kembar mereka serta main-main dengan mereka terlebih dahulu sebelum mereka pulang kemansion mereka sendiri.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1