Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 144


__ADS_3

Mamah Gilda yang melihat Chris tidak langsung berbicara dan membuatnya sangat penasaran sekali, dia langsung saja bertanya kepada Chris apa yang dikatakan oleh Ayah Jo tadi kepadanya melalui sambungan telefon.


Namun sebelum Mamah Gilda bersuara, sudah keduluan oleh Celyn.


"*Cepat katakan apa yang tadi Ayah katakan kepadamu??*",, kata Celyn kepada Chris sambil melihat Chris.


Chris tersenyum dulu kepada Celyn sebelum menjawab perkataannya Celyn, supaya membuat Celyn untuk sedikit lebih tenang.


"*Suami kamu tidak apa-apa Celyn, dia hanya mengalami patah tulang dibagian tangan dan robek dikepala serta dahinya*",, jawab Chris kepada Celyn.


"*Tidak parah kan Nak, keadaannya Vicktor*",, tanya Mamah Vina kepada Chris dengan wajah yang masih menunjukkan rasa khawatir yang mendalam.


"*Tidak Tante, Vicktor tidak parah lukanya, cuman dia belum sadar sampai sekarang*",, jawab Chris kepada Mamah Vina.


"*Syukurlah*",, kata Mamah Gilda dan Mamah Vina secara bersamaan dan bisa sedikit lega.


Namun tidak bagi Celyn, sebelum dia melihat sendiri keadaannya Vicktor dia belum bisa tenang sama sekali perasaannya.


"*Ayo Chris antarkan aku melihat Vicktor saat ini juga*",, kata Celyn kepada Chris.


"*Besok saja Celyn, karena saat ini kata Ayah Jo, Vicktor belum bisa dijenguk oleh siapa pun, untuk memulihkan keadaannya terlebih dahulu*",, jawab Chris kepada Celyn.


"*Iya Celyn, besok saja ya, sekalian Mamah sama mertua kamu juga akan ikut menjenguk suami kamu*",, bujuk Mamah Gilda kepada Celyn.


Dan Celyn hanya bisa mengangguk lemah saja kepada para Mamah yang berada didekatnya.


Ketika mereka sedang sibuk berbincang, tiba-tiba pintu terbuka lagi, dan masuklah Neni dan juga Felya yang baru saja datang.


Neni tadi sengaja menunggu Felya didepan kamarnya Celyn, dan ketika Felya sudah datang, dia langsung saja mengajak Felya untuk segera masuk kedalam kamarnya Celyn.


"*Celyn, aku turun prihatin dengan kabar yang menimpa kamu ini*'',, kata Felya dengan sedih kepada Celyn dan langsung mendekati Celyn.


"*Iya*",, jawab Celyn dengan singkat kepada Felya.


Sedangkan Neni dia langsung saja duduk disebelahnya Chris yang duduk diranjang sebelahnya Celyn.

__ADS_1


Neni tidak tahu malunya dia malah menyandarkan dagunya kepundaknya Chris yang duduk didepannya itu.


Chris dia biasa saja dengan Neni, karena memang Neni sudah dekat dengannya.


Jika Rexley melihat Neni seperti itu, pastilah dia akan sangat marah sekali kepada Neni, dan mungkin juga kepada Chris yang dikira akan merebut Neni darinya.


Ketika mereka sedang pada terhenyak dengan fikiran mereka masing-masing, pintu kamarnya Celyn terbuka lagi dari luar dengan cukup kasar sekali.


Dan ternyata yang membuka adalah Dela yang baru saja selesai meeting dengan clientnya dan langsung menuju kemansionnya Vicktor.


"*Mah, bagaimana keadaannya Kak Vicktor Mah, dan Celyn yang sabar ya, kamu yang kuat biar Kakakku Vicktor juga ikut kuat*",, kata Dela dengan tiba-tiba kepada Celyn dan juga Mamah Vina.


"*Iya Del*",, jawab Celyn dengan suara pelannya kepada Dela.


Dela yang melirik sekilas kearahnya Neni yang lagi seperti itu dengan Chris yang begitu dekat sekali, sungguh dia sangat iri sekali dengan Neni.


Karena Dela juga ingin bisa dekat dengan Chris seperti Neni itu.


Tapi Dela malu dan tidak bisa, bahkan berada didalam satu ruangan dengan Chris seperti saat ini saja, Dela rasanya seperti sesak bernafas.


Sedangkan dirumah sakit, Papah Adam dan juga Diego yang sudah beberapa menit menunggui Ian selesai dioperasi, akhirnya selesai juga operasinya Ian.


Papah Adam langsung saja meminta Dokter untuk menempatan Ian diruang VVIP yang ada dirumah sakit itu.


Namun sebelumnya Papah Adam akan berbicara terlebih dahulu dengan para Dokter yang menangani Ian dan juga Vicktor.


Vicktor dan juga Ian, apakah bisa dipindahkan kerumah sakit yang terdekat dengan mansion mereka.


Jika bisa, pada saat itu juga Papah Adam meminta rujukan kepada semua Dokter yang menangani Vicktor dan juga Ian untuk segera dipindahkan dirumah sakit yang dekat dengan mansionnya.


Papah Adam sengaja melakukan itu, karena fikir Papah Adam jika Celyn ingin menjenguk Vicktor, akan lebih dekat tempatnya serta tidak akan memakan waktu.


Sebab Papah Adam juga sangat mengkhawatirkan keadaannya Celyn yang sedang hamil tua dan sangat besar sekali seperti itu.


Papah Adam yang sudah selesai berbincang dengan para Dokter, dan Dokter pun akhirnya mengijinkannya, mereka semua akhirnya dengan segera memindahkan Ian dan juga Vicktor dirumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Papah Adam.

__ADS_1


Ayah Jo dia sangat setuju sekali dengan keputusan yang diambil oleh besannya itu.


Dan Ayah Jo juga membantu Papah Adam untuk segera mengurus perpindahannya Ian dan juga Vicktor.


Setelah beberapa saat didalam mobil ambulance, Vicktor dan juga Ian, mereka berdua sudah pada sampai dirumah sakit yang dekat dengan mansionnya Vicktor.


Dan Vicktor serta Ian, mereka berdua langsung juga dipindahkan keruang VVIP sesuai keinginannya Papah Adam.


Papah Adam yang sudah berada didepan ruangannya Vicktor, dia langsung saja menghubungi Mamah Vina.


Dan ruangannya Vicktor dan Ian sendiri berada bersebelahan sesuai harapannya Papah Adam.


Mamah Vina yang mendengar ponselnya berdering yang ada didalam tasnya, dia langsung saja mengambilnya dan melihat ada nama Papah Adam dipanggilan masuk ponselnya.


"*Halo Pah*",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam, dan langsung saja mengalihkan pandangan semua orang yang ada didalam kamar kearahnya Mamah Vina.


"*Halo Mah, Papah sudah memindahkan Vicktor serta Ian dirumah sakit Indah Permata yang dekat dengan mansion kita dan juga Vicktor*",, kata Papah Adam memberitahukannya kepada Mamah Vina.


"*Ya Pah, malah bisa lebih dekat*",, jawab Mamah Vina kepada Papah Adam dengan sangat senang sekali.


"*Tapi kalian atau Celyn, baru bisa menjenguk Vicktor, besok Mah, jangan sekarang, karena Vicktor sedang masa pemulihan saat ini*",, kata Papah Adam lagi kepada Mamah Vina.


"*Iya baiklah Pah, besok saja kami akan kesananya*",, jawab Mamah Vina kepada Papah Adam, dan masih didengar semua orang.


Dan Papah Adam langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika dia sudah menjawab perkataannya Mamah Vina.


Sedangkan Mamah Vina setelah panggilan telefonnya sudah terputus dengan Papah Adam, dia langsung saja memberitahukan kepada semua orang tentang apa yang baru saja disampaikan oleh Papah Adam dipanggilan telefon.


Celyn sangat senang dengan keputusannya Papah Adam, yang artinya itu lebih dekat jika dirinya besok ingin segera melihat keadaannya Vicktor.


Sedangkan Rexley dia saat ini sedang bergerak untuk segera mencari tahu dalang dibalik kecelakaannya Vicktor.


Dan Rexley sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika dia bisa menemukan dalang dibalik kecelakaannya Vicktor, dia tidak akan memberi ampun kepadanya.


Rexley akan memberikan hukuman yang pantas kepada Hans dan juga sekretarisnya yang sudah mencelakakan Vicktor nanti.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...


__ADS_2