
Vicktor yang penasaran dengan perkataannya Celyn pun dia langsung saja bertanya kepada Celyn apakah Celyn beneran bisa beladiri atau tidak.
Sebelum menjawab perkataannya Vicktor sang suami, Celyn malah tertawa terlebih dahulu.
"*Ya tidak bisalah sayang, Mommy kalau berantem ya asal-asalan, nanti Mommy akan meminta Dela untuk mengajari Mommy supaya Mommy tangguh dan kuat dalam menjaga anak-anak Mommy terutama anak Mommy yang paling besar ini*",, kata Celyn kepada Vicktor, sambil menyindir Vicktor pula dengan suara tawanya.
"*Kamu ini ada-ada saja sayang, lagian siapa sih yang akan berani mengambil anak Mommy yang paling besar ini, hmm??*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil berjalan mendekati Celyn.
"*Lho jangan salah Daddy, diluar sana banyak wanita-wanita yang lebih suka dengan laki-laki yang sudah beristri, karena fikir mereka laki-laki yang sudah beristri itu lebih hot*",, kata Celyn kepada Vicktor.
"*Tapi kan tidak semua wanita seperti itu Mommy*",, jawab Vicktor lagi kepada Celyn.
"*Memang tidak, tapi kan masih banyak wanita-wanita yang seperti itu dan berkeliaran diluar sana Daddy*",, kata Celyn sambil mengajak Vicktor untuk keluar dari dalam kamarnya sikembar.
"*Ya terserah Mommy sajalah Momm, yang terpenting kan hati Daddy hanya untuk Mommy seorang*",, jawab Vicktor kepada Celyn, sambil dengan sedikit menggombal juga.
Celyn hanya tertawa lucu saja ketika mendengar gombalannya Vicktor kepadanya tadi.
Dan setelahnya Celyn dan Vicktor langsung saja melangkahkan kakinya untuk turun menemui para Mamah yang ada diruang keluarganya.
"*Sudah selesai kalian berdua??*",, tanya Mamah Gilda kepada Vicktor dan juga Celyn yang sedang berjalan kearah shofa kosong yang ada diruang keluarga.
"*Sudah Mah, lho Ayah kapan datangnya??*",, jawab Celyn kepada Mamah Gilda dan terkejut ketika melihat Ayah Jo yang ternyata sudah ikut duduk bergabung dengan Mamah Gilda dan Mamah Vina.
"*Sekitar sepuluh menit yang lalu*",, jawab Ayah Jo kepada Celyn dan Vicktor yang sudah duduk dishofa kosong yang ada disitu.
"*Berhubung kamu sudah ada disini, Mamah mau ijin pergi sebentar untuk menemani Ayah datang kekondangannya temannya Ayah*",, kata Mamah Gilda kepada Celyn.
Sedangkan untuk baby Fey sendiri dia sudah berpindah gendongan keMamah Vina.
"*Mau menghadiri acara kondangannya siapa Mah??*",, tanya Vicktor kepada Mamah Gilda.
"*Keacara sahabatnya Ayah yang sejak Kuliah dulu, sekarang dia sedang menikahkan anaknya diAmerika sana*",, bukan Mamah Gilda yang menjawab melainkan Ayah Jo.
"*Amerika??, berarti Mamah akan cukup lumayan lama dong perginya??*",, kata Celyn kepada Mamahnya.
"*Iya, sekitar tiga harinanlah Celyn*",, jawab Mamah Gilda kepada Celyn.
__ADS_1
"*Kamu tenang saja Celyn, kan masih ada Mamah Vina yang akan menggantikan Mamah kamu*",, kata Mamah Vina yang ikut masuk dalam obrolan mereka semua.
"*Iya baiklah Mah, hati-hati saja untuk Mamah sama Ayah ya disana*",, jawab Celyn kepada Mamahnya.
"*Apakah Ayah sudah membeli tiket pesawat??*",, tanya Vicktor kepada Ayah Jo.
"*Jika belum Ayah sama Mamah naik pesawat jetnya Vicktor saja, biar Vicktor telefonin pilotnya dulu*",, kata Vicktor kepada Ayah Jo.
"*Kami kebetulan sudah membeli tiket pesawatnya Nak Vicktor*",, jawab Ayah Jo kepada Vicktor sambil tersenyum.
"*Dibatalin saja kalau bisa Ayah, lebih baik Ayah naik pesawat jetnya Vicktor saja, biar lebih tenang dan nyaman*",, jawab Vicktor lagi kepada Ayah mertuanya itu.
"*Baiklah kalau begitu*",, jawab Ayah Jo kepada Vicktor.
Ayah Jo langsung saja membatalkan tiket pesawat yang sudah dibelinya itu secara online.
Dan setelahnya juga Vicktor langsung saja menghubungi pilotnya yang biasa menerbangkan pesawat jetnya itu.
Untungnya pilotnya Vicktor menyanggupinya, serta akan lepas landas nanti malam sekitar pukul delapan.
Mamah Gilda dan Ayah Jo setelah selesai urusannya dengan Celyn dan juga Vicktor, mereka lalu berpamitan pergi dari dalam mansionnya Vicktor, untuk pulang kemansion mereka sendiri sekalian bersiap-siap untuk nanti malam.
"*Mah sini Mah baby Feynya, jika Mamah mau istirahat, Mamah pasti capek kan*", kata Celyn kepada Mamah Vina sambil mengambil baby Fey dari dalam gendongannya Mamah Vina.
"*Baiklah, Mamah masuk kedalam kamar dulu ya kalau begitu*",, kata Mamah Vina kepada Celyn dan juga Vicktor.
Celyn dan Vicktor mereka berdua hanya mengangguk sambil tersenyum tipis kepada Mamah Vina.
Setelah kepergian dari Mamah Vina, Vicktor lalu mengajak Celyn untuk beristirahat didalam kamar mereka bersama baby Fey juga.
Sedangkan kita berpindah keDela dan juga Chris, mereka berdua sangat menikmati waktu berdua mereka dipuncak bukit sana.
Dela dan Chris tidak menyangka jika hubungan mereka bisa semakin dekat saja.
Dan semua urusan pesta pernikahan mereka pun, juga tidak sadar sudah berjalan empat puluh persen.
"*Apa kamu menikmatinya Dela??*",, tanya Chris kepada Dela sambil memeluk Dela dari belakang, dengan sambil menikmati pemandangan yang sangat indah sekali dari atas bukit tersebut.
__ADS_1
"*Sangat, disini sangat indah sekali pemandangannya, apalagi bisa ditemanin oleh kamu*",, jawab Dela kepada Chris dengan perasaan bahagianya.
"*Apapun akan aku lakukan supaya kamu bisa selalu tersenyum seperti ini sayang*",, kata Chris lagi kepada Dela sambil semakin mengeratkan pelukannya ketubuhnya Dela, karena udara disitu benar-benar sangat dingin sekali.
"*Dan apapun akan aku lakukan supaya aku bisa selalu bersama kamu Chris*",, jawab Dela kepada Chris sambil menikmati pelukannya Chris yang sangat nyaman sekali dirasakannya.
Jika Chris dan Dela sedang bermesraan sambil berpelukan, begitu pula dengan Diego dan juga Ocil.
Diego yang baru saja memeluk Ocil untuk memberikan ketenangan pun, saat ini Diego langsung membuat Ocil untuk menghadap kearahnya.
"*Maafkan aku ya Cil, aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu dengan Kakak kamu itu*",, kata Diego kepada Ocil sambil menangkup wajahnya Ocil menggunakan kedua telapak tangannya.
"*Iya Go, tidak apa-apa, lagipula kamu pasti penasaran kan sama Kakak aku itu, kenapa didalam foto itu bisa sebegitu dekat sekali dengan keluargaku terlebih aku*",, jawab Ocil kepada Diego.
Dan Diego langsung mengangguk kepada Ocil.
"*Tapi maaf Go, aku tidak bisa bercerita terlalu jauh lagi kepadamu tentang Kakak aku, karena rasanya sangat sakit sekali, mengingat Kakak yang sangat aku sayangi sudah pergi meninggalkanku didunia ini untuk selamanya*",, kata Ocil kepada Diego.
"*Aku berjanji tidak akan menyinggung lagi tentang Kakak kamu itu sayang, sudah tersenyum ya dan sekali lagi maafkan aku*",, kata Diego lagi kepada Ocil dengan sambil tersenyum manis.
Ocil langsung saja membalas senyum manisnya Diego tersebut.
"*Kalau boleh tahu nama Kakak kamu siapa ya Cil, maaf bukan maksud aku, aku hanya.......*",, perkataannya Diego langsung terpotong oleh perkataannya Ocil.
"*Tidak apa-apa, aku mengerti ko, Kakak aku bernama Andre Giovanni Damian*",, jawab Ocil kepada Diego sambil tersenyum kecil, karena Ocil seperti melihat wajah sang Kakak yang sedang tersenyum kepadanya ketika Ocil tadi menyebutkan nama sang Kakak.
"*Maukah kamu mengajakku untuk berziarah kemakan Kakak kamu, karena aku juga ingin meminta ijin kepadanya untuk segera menikahimu*",, kata Diego kepada Ocil.
"*Apa kamu serius Diego dengan perkataan kamu itu Diego*",, tanya Ocil kepada Diego dengan ekspresi yang sangat terkejut sekali.
"*Aku sangat serius sekali Ocil, aku tidak rela jika kamu dimiliki oleh laki-laki lain selain aku*",, jawab Diego dengan mantap kepada Ocil sambil tersenyum sangat manis sekali.
"*Baiklah kalau begitu besok saja jika kamu tidak kerumah sakit, akan aku antarkan kemakam Kakak aku, sekalian aku juga ingin menengoknya setelah beberapa lama aku tidak mengunjungi makamnya*",, kata Ocil kepada Diego.
"*Ok sayang, sudah ya senyum dong, sini peluk lagi*",, kata Diego lagi kepada Ocil.
Dan mereka akhirnya menghabiskan waktu berdua mereka dengan saling memeluk diatas shofa ruang keluarganya Ocil, sambil menonton televisi yang ada disitu
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...