
" Satu, dua, satu, dua, satu, dua *", yah begitulah suara orang menghitung namun cuma sampai dua saja.
"* Mami.........., mami itu sedang apa sih, kenapa daritadi satu, dua, satu dua terus?? ",, tanya Rexley kepada sang istri tercintanya ketika dia baru saja pulang dari bekerja disuguhkan pemandangan sang istri yang sedang menggerakkan badannya dengan tidak jelas.
Yaps orang yang berhitung tidak jelas itu adalah Neni.
"* Sedang berlatih Papi *",, jawab Neni kepada Rexley sambil menggerakkan badannya seperti video yang dilihatnya.
"* Mami kenapa melihat video seperti itu??, untuk apa??,, apa kurang bodyguard yang Papi kerjakan untuk menjaga rumah ini, Mami dan juga baby Mahira?? ",, tanya Rexley kepada Neni yang sedang menonton video orang sedang berlatih karate.
"* Iya Mami ingin bisa karate tentunya dong Papi, Papi ish begitu saya tidak tahu, ciaaaaaattt *",, kata Neni kepada Rexley sambil terus menggerakkan badannya seperti gerakan yang ada dilayar televisi didepannya.
"* Iya Papi tahu untuk bisa karate, tapi buat apa, kan kita sudah mempunyai banyak bodyguard Mami *",, jawab Rexley kepada Neni.
"* Dan ini baby Mahira ngomong-ngomong ko tidak ada suaranya?? *",, tanya Rexley kepada Neni.
"* Sedang diajak sama Mamah dan Ayah *",, jawab Neni kepada Rexley dengan mata yang terus fokus menatap kelayar televisi didepannya, dengan tubuh yang terus memperagakan jurus seperti yang dia tonton itu.
Rexley yang mendengar perkataannya Neni, dia langsung saja mempunyai ide yang enak-enak.
Dan dengan tanpa sepengetahuannya Neni, Rexley langsung saja berjalan mendekati Neni dan langsung juga memeluk Neni dari belakang.
Neni yang terkejut, dia langsung saja mempraktekkan jurus yang sudah beberapa hari dia pelajari itu.
"* Ciaaaaaaatttt .............!!! *",,
Braaaaakkkkk !!!!!
Suara dari Neni dan suara jatuh tubuhnya Rexley yang dibanting oleh Neni keatas lantai yang dingin itu.
"* Rasakan itu, makanya jangan mengagetkanku *",, kata Neni kepada Rexley yang sedang merasa sakit dipinggangnya karena baru saja dibanting oleh Neni.
"* Mami sakit tahu Mami!!! *",, kata Rexley dengan gemas kepada Neni.
"* Hebat kan Mami, Papi, sudah bisa membanting tubuh beratnya Papi *",, kata Neni dengan nada yang sangat bangga sekali, tanpa ada niatan membantu Rexley yang masih terlentang diatas lantai dengan sambil memegangi pinggangnya.
"* Hebat ya hebat, tapi sini bantuin Papi *",, kata Rexley kepada Neni.
Dan Neni hanya tertawa lucu saja kepada Rexley, sebab dia malah lupa untuk membantu Rexley bangun.
__ADS_1
Setelah itu Neni langsung saja mengulurkan tangannya untuk membantu Neni.
Namun ternyata Rexley dia tidak langsung bangun, malah langsung menarik tangannya Neni, hingga Neni akhirnya jatuh menimpa tubuh kekarnya itu.
Seperti kelinci percobaan ya seperti itulah yang ada didalam fikirannya Neni untuk Rexley, ketika Neni ditarik begitu dan langsung jatuh keatas tubuhnya Rexley.
Neni langsung saja memelintir tangannya Rexley yang sedang memegangi tangannya, dan juga langsung menyikut dengan kencang sekali perut sixpacknya Rexley.
Membuat Rexley semakin kesakitan lagi, karena gerakan tiba-tiba dari Neni yang seperti itu.
Setelah mempraktekkan jurus yang dia pelajari itu kepada Rexley.
Neni langsung saja bangun dari tubuhnya Rexley, dengan sangat girang sekali.
"* Yeeeeaaayy akhirnya aku berhasil dan bisa *",, kata Neni dengan sangat senang sekali.
"* Aku bersumpah akan membuang kaset CD karate itu nanti ketika Neni istri gilaku tidur, sakit semua badanku ini *",, kata batinnya Rexley sambil memegangi badannya yang sakit sambil juga menatap wajahnya Neni yang sedang senang itu dengan tatapan jengkelnya.
"* Sekarang Papi sudah tahu kan, untuk apa Mami belajar beladiri,............. bukan karena untuk melindungi diri sendiri, tapi untuk menghukum Papi jika Papi macam-macam diluar sana sama perempuan lain *",, kata Neni kepada Rexley sambil sedikit membungkuk menghadap Rexley yang masih tiduran itu diatas lantai.
"* Dan.......... *",, kata Neni lagi sambil mengacungi teripangnya Rexley.
"* Akan Mami injak dengan high heelsnya Mami yang runcing itu, jika sampai berani berpindah tempat bersemayam!! *",, kata Neni kepada Rexley dengan wajah yang dibuat garang.
Namun malah semakin terlihat menjengkelkan saja dimatanya Rexley wajahnya Neni yang sedang seperti itu.
Dan setelah mengatakan itu kepada Rexley, Neni langsung saja pergi meninggalkan Rexley yang belum bangun dari atas lantai nan dingin itu.
Ketika Neni baru saja melangkahkan kakinya untuk beberapa langkah, tiba-tiba saja dia langsung menghentikan langkahnya itu untuk menghadap kearahnya Rexley lagi.
"* Dan jika Papi sampai berani merusak kaset CD karatenya Mami, siap-siap saja Papi tidur sendiri dirumah ini, karena Mami akan menginap dirumah Mamah dan Ayah *",, pesan Neni untuk terakhir kalinya kepada Rexley.
Sebab setelah itu, Neni langsung saja benar-benar pergi meninggalkan Rexley yang sedang memerah wajahnya karena gemas, geram dan jengkel secara bersamaan kepada Neni.
"* Aaaaaarrrrgghhhhh, aku tidak tahan, istriku sudah benar-benar gilaaaaaa !!!!! *",, teriak dari Rexley ketika Neni sudah berlalu dari depannya.
Namun teriakan itu, masih didengar jelas oleh Neni, dan Neni yang mendengar teriakannya Rexley, dia malah tersenyum lucu sekali.
Sebetulnya bukan Neni yang gila, tapi Rexleylah yang sudah gila karena tidak tahan dengan sikapnya Neni.
__ADS_1
"* Kenapa juga aku bisa ditakdirkan mencintai wanita seperti istriku itu *",, kata Rexley sambil berusaha bangun dari rebahannya diatas lantai.
"* Aduh tulangku *",, kata Rexley lagi sambil memegangi pinggangnya.
"* Ini semua gara-gara kamu, coba kamu tidak direkam dan dibuat kaset CD seperti ini, pastilah sigila itu tidak ingin belajar beladiri seperti sekarang *",, kata Rexley mengajak berbicara televisi yang ada didepannya, yang masih menunjukkan gambar orang yang sedang belajar beladiri.
Neni yang tadi mendengar teriakannya Rexley, dia langsung saja balik lagi untuk mengintip Rexley dari balik tembok.
Dan ketika Neni melihat Rexley mengajak berbicara televisi seperti itu, dia langsung saja tertawa lucu tanpa suara.
"* Sebenarnya yang gila itu aku atau dia, atau jangan-jangan kita berdua yang sama-sama gila *",, kata Neni untuk dirinya sendiri.
"* Aha.....?? sebentar aku cek dulu *",, kata Neni lagi untuk dirinya sendiri, dan setelahnya dia langsung saja berlalu pergi untuk menuju kedapur.
Dan ketika sudah sampai didapur, Neni langsung saja mengambil baskom dan dia juga isi air setengah, setelah itu Neni langsung saja berlalu mendekati Rexley lagi.
"* Heh, heh, heh, ada apa ini???, Mommy kenapa?? *",, kata Rexley dengan bingung ketika melihat Neni yang sedang memercikkan air kepadanya, sambil berdengung seperti dukun yang sedang baca mantra.
"* Sadarlah suami tampanku, jangan gila lagi *",, kata Neni sambil memutari Rexley dengan air yang masih dia percikkan kepada Rexley.
"* Siapa yang gila Mami?? , yang gila itu Mami bukannya Papi?? *",, kata Rexley lagi kepada Neni sambil menahan percikkan air dari Neni.
Rexley yang tidak tahan dengan kelakuannya Neni tersebut, dia langsung saja berteriak cukup kencang sekali, namun lagi-lagi Rexley yang kena si4l.
Sebab Neni yang terkejut dengan teriakannya Rexley, dia malah menyiramkan air yang ada dibaskom itu kewajahnya Rexley semua, membuat Rexley langsung saja diam seketika sambil membuka mulutnya.
Sebab Rexley juga terkejut ketika disiram begitu dengan tiba-tiba oleh Neni.
Sedangkan Neni dia langsung saja tertawa cukup keras sekali ketika sudah bisa membuat wajahnya Rexley basah seperti itu dan setelah itu Neni langsung saja segera berlalu pergi dari hadapannya Rexley.
Namun sebelum pergi, Neni malah menaruh baskom yang dibawanya itu dikepalanya Rexley, membuat Rexley semakin gemas saja dengan kelakuannya Neni dengan sambil membanting baskom yang tadi ditangkupkan diatas kepalanya.
...πππππππππππππ...
Sungguh pasangan yang unik bukanππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...***TBC Boncabe***...
__ADS_1