
Karena Ocil sedang diburu-buru waktu dia jadinya tidak bisa menanggapi perkataannya Rexley lebih lanjut lagi, dan dia akhirnya membiarkan saja serta langsung berpamitan dengan Celyn dan juga Vicktor.
Ketika Neni berkata tetap ingin pulang bersama Ocil, Rexley dia langsung saja mencegahnya, bagaimana pun juga Neni harus bisa pulang bersamanya, begitulah fikirnya Rexley, dan untungnya Ocil kali itu bisa diajak kerjasama.
Neni langsung saja menunjukkan wajah cemberutnya kepada Rexley dengan memajukkan bibirnya kedepan.
Dan Rexley yang melihatnya dia tidak kehabisan akal untuk menggoda Neni.
"*Uluh-uluh bibirnya dimajukan begitu, minta dicium ya sayang*",, goda Rexley kepada Neni, dan membuat Neni langsung melototkan matanya kepada Rexley.
Namun Rexley bukannya marah kepada Neni dia langsung saja tertawa dengan sangat keras ketika melihat wajahnya Neni yang lagi seperti itu.
Begitu juga dengan Celyn dan juga Vicktor yang sama-sama tertawa melihat tingkahnya Neni yang seperti itu kepada Rexley.
"*Kalian berdua memang benar-benar pasangan yang sangat serasi sekali*",, kata Vicktor kepada Neni dan juga Rexley disela-selam tertawanya.
"*Terimakasih bro*", kata Rexley kepada Vicktor sambil tertawa juga.
"*No, kita tidak serasi Tuan Vicktor, yang ada nanti saya bisa darah tinggi terus jika berdekatan dengannya*",, kata Neni juga kepada Vicktor.
"*Tapi aku lihat kamu memang cocok Nen, dengan Tuan Rexley*",, kata Celyn juga kepada Neni.
"*Kamu sama saja dengan Tuan Vicktor Cel*",, kata Neni kepada Celyn dengan sedikit sebal.
"*Kan kita memang serasi, namanya saja jodoh*",, jawab Celyn semakin memojokkan Neni saja.
"*Oh ya Nona Celyn dan kamu Vicktor, kami permisi pulang dulu ya, karena aku ada urusan juga setelah ini, dan kamu tahulah apa urusanku itu*",, kata Rexley kepada Celyn dan juga Vicktor sambil melirik Neni.
Vicktor dan juga Celyn yang mengetahui lirikannya Rexley mereka langsung saja mengangguk dan juga tersenyum lucu.
"*Iya kamu hati-hati dijalan*",, jawab Vicktor kepada Rexley sambil bertos ria ala laki-laki.
Sedang Celyn dia hanya tersenyum ramah saja mendengar pamitannya Rexley.
Rexley langsung saja berjalan mendekati Neni sambil mengulurkan tangannya untuk supaya Neni genggam, namun Neni tidak memperdulikannya.
"*Saya tidak mau pulang dengan anda, dan saya mau pulang sendiri saja*",, kata Neni dengan judes kepada Rexley.
"*Well Ok, jika itu mau kamu*",, kata Rexley sambil menarik lagi tangannya dan langsung memasukkannya kedalam saku celananya lagi.
__ADS_1
"*See you Vicktor, Celyn*",, kata Rexley lagi kepada Vicktor dan juga Celyn sebelum dia benar-benar pergi.
Setelah berkata seperti itu kepada Celyn dan juga Vicktor, Rexley langsung saja melangkahkan kakinya pergi keluar dari mansionnya Vicktor.
Dan Rexley dia lalu benar-benar masuk kedalam mobilnya ketika dia sudah sampai didepan mobilnya.
Setelahnya Rexley langsung saja menyalakan mobilnya untuk keluar dari halaman mansionnya Vicktor.
Sedangkan Neni yang masih tinggal sendirian, dia lalu berpamitan juga kepada Celyn dan juga Vicktor.
Cely dan juga Vicktor mereka sengaja menggoda Neni terlebih dahulu tanpa menawarinya untuk mengantarkannya pulang.
Namun ketika Neni hampir saja keluar dari ruang Keluarganya Vicktor, Celyn langsung memanggil Neni lagi.
"*Kamu akan diantarkan pulang sama sopir aku nen, masa iya aku tega membiarkan teman aku pulang sendirian seperti ini*",, kata Celyn kepada Neni sambil tertawa lucu dan langsung menghentikan langkahnya Neni.
Neni dia langsung menhadap kearahnya Celyn dengan memasang wajah yang sedang berpura-pura cemberut kepada Celyn, namun dia juga langsung tertawa bahagia setelahnya.
Vicktor lalu memanggil Pak Hu untuk masuk keruang Keluarga.
"*Iya Tuan*",, kata Pak Hu ketika Pak Hu sudah berada didepannya Vicktor.
"*Tolong antarkan Nona Neni kedepan dan suruh sopir untuk mengantarkannya pulang kerumahnya*",, kata Vicktor kepada Pak Hu.
Dan setelahnya Pak Hu langsung saja mengantarkan Neni sesuai dengan yang diperintahkan oleh Vicktor.
Namun tadi Neni sebelum benar-benar keluar, Neni melambaikan tangannya dahulu sambil memberikan lambang love menggunakan jarinya kepada Celyn dan juga Vicktor.
Vicktor dan Celyn mereka hanya tertawa saja melihat tingkahnya Neni yang seperti itu kepada mereka.
Setelah kepergia semua tamunya, sekarang hanya tinggal Celyn dan juga Vicktor berdua saja diruang keluarga.
Dan tanpa terasa, usia kehamilannya Celyn juga sudah menginjak usia ketiga bulan, makanya perutnya Celyn semakin terlihat besar dengan bertambahnya usia.
"*Oh ya sayang, nanti ada pihak butik yang akan datang kesini untuk melakukan fitting baju pengantinnya kita*",, kata Vicktor kepada Celyn ketika sudah berdua saja.
"*Iya baiklah, memangnya tadi apa yang dikatakan oleh Papah Daddy ketika ditelefon, tadi Papahkan yang menelfon kamu ketika masih dimeja makan tadi*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memakan buah-buahan yang disuapi oleh Vicktor.
"*Iya tadi Papah yang menelfonku, dan dia berkata jika resepsi pernikahannya kita diadakan satu minggu dari sekarang, tepatnya hari Minggu depan sayang*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil terus menyuapi Celyn dengan buah-buahan yang tadi disiapkan oleh Pak Hu.
__ADS_1
"*Ok, dan semoga saja nanti perut dan kandunganku baik-baik saja semuanya*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"*Dan kalau tidak salah jadwal kontrol kandungan kamu besok kan sayang??*",, kata Vicktor lagi kepada Celyn yang sedang merebahkan badannya disandaran shofa yang dia sedikit miringkan kebelakang.
"*Iya Daddy, Daddy pasti menemaniku kontrol kan??*",, jawab Celyn lagi kepada Vicktor.
"*Pasti dong, Daddy akan selalu menemani kalian semua kontrol*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil mengusap lembut perutnya Celyn.
Ketika Celyn dan juga Vicktor sedang mengobrol, tiba-tiba masuklah dua orang perempuan yang suaranya sangat mereka kenal sekali.
Siapa lagi kalau bukan Mamah Vina Mamahnya Vicktor dan juga Mamah Gilda Mamahnya Celyn.
Vicktor dan juga Celyn langsung mengalihkan pandangan mereka kearah dua orang yang mereka cintai masuk keruang keluarga mereka.
"*Apa kamu capek Nak, kenapa wajah kamu terlihat lemas sekali seperti itu*",, tanya Mamah Gilda kepada Celyn yang masih merebahkan badannya dishofa.
"*Biasa Mah, baru saja muntah-muntah*",, jawab Celyn kepada Mamahnya.
"*Tapi kandungan kamu tidak apa-apa kan??*",, gantian Mamah Vina yang tanya kepada Celyn ketika dia sudah ikut duduk dishofa yang tadi diduduki oleh para tema-temannya Celyn dan juga Vicktor.
"*Syukur puji Tuhan tidak apa-apa Mah, hanya morning sickness seperti biasanya saja tadi*",, bukan Celyn yang menjawab melainkan Vicktor yang mewakili menjawab pertanyaan dari Mamahnya untuk Celyn.
"*Syukurlah kalau begitu*",, jawab Mamah Vina dan Mamah Gilda secara bersamaan.
"Mamah berdua kesini apa ingin mengurusi untuk fitting baju kita nanti??*",, tanya Vicktor kepada Mamah Vina dan juga Mamah Gilda.
"*Iya dong Vicktor, kan kita ingin kalian terlihat cantik dan tampan diacara kalian nanti, walau nanti perutnya Celyn sudah terlihat besar*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor sambil tersenyum senang.
"*Dan Mamah apa juga ikutan mengurusi baju pengantinnya kita??*",, gantian Celyn yang bertanya kepada Mamahnya yaitu Mamah Gilda.
"*Iya, Mamah diajak Mamah mertua kamu ini, katanya dia tidak enak jika tidak melibatkan Mamah juga*",, jawab Mamah Gilda kepada Celyn.
"*Iya kan lebih enak dan lebih adil jeng jika berdua dalam menentukan konsepnya untuk pesta perayaan pernikahan anak-anak kita*",, jawab Mamah Vina kepada Mamah Gilda.
"*Iya dan aku malahan suka ko bisa dilibatkan dalam merencanakan pesta pernikahan anak-anak kita jeng*",, jawab Mamah Gilda lagi untuk Mamah Vina sambil tersenyum senang.
Sedangkan Neni tadi yang baru beberapa meter keluar dari pintu gerbang mansionnya Vicktor, mobil yang dia tumpangi tiba-tiba dihadang oleh mobil sport mewah yang sepertinya dimata neni sangat familiar sekali.
Dan ketika sopir dari mobil sport turun dari dalam mobil, baru ingatlah Neni jika mobil yang sedang mengahadangnya adalah milik orang yang sedang dihindarinya.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...