Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 187


__ADS_3

Ketika Dela sudah keluar dari dalam ruang kerjanya sang Kakak yaitu Vicktor yang ada dilantai bawah pun, Dela lalu langsung saja kembali lagi kedalam kamarnya menggunakan lift yang berada diarea ruang keluarga.


Didalam ruang Keluarga Dela juga melihat Chris sedang tiduran sambil menonton televisi yang ada disitu.


Chris dan Dela mereka saling pandang, namun Dela langsung saja memalingkan mukanya lagi dan serta tidak memperdulikan Chris yang sedang tersenyum kepadanya.


Dela langsung saja masuk kedalam lift ketika pintu lift sudah terbuka, dan Chris pun merasa bertambah heran dengan sikapnya Dela yang seperti itu lagi kepadanya.


Dela yang sudah sampai didalam kamarnya, dia lalu mengambil tas, dompet, ponsel, dan kunci mobilnya untuk segera pulang kemansion sang Papah.


Chris yang sudah menunggu Dela didepan pintu lift pun dia lalu mencegah Dela ketika kakinya Dela ingin melangkahkan pergi dari dalam mansionnya Vicktor.


Chris sudah menebak jika Dela akan menggunakan lift lagi, dan tebakannya Chris pun benar, jadi Chris sengaja menunggu Dela didepan pintu lift.


"*Dela kamu mau kemana??*",, tanya Chris kepada Dela sambil mencegah Dela untuk pergi.


"*Bukan urusan kamu Chris!!*",, jawab Dela kepada Chris dengan nada yang sedikit marah dan dingin.


"*Kamu kenapa Dela, kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini kepadaku??*",, tanya Chris kepada Dela dengan wajah kebingungannya.


"*Tanyakan saja kepada diri kamu sendiri, sudah aku mau pergi, dan singkirkan tangan kamu dari tanganku*",, kata Dela lagi kepada Chris.


"*Tidak!!!, aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu menjawab perkataanku, kenapa kamu tiba-tiba marah kepadaku??!!*",, kata tegas dari Chris kepada Dela.


"*Suka-suka hatiku mau bersikap bagaimana dengan kamu, lagi pula kamu bukan siapa-siapa aku, kekasih bukan!!, apalagi suami juga bukan, jadi kamu tidak berhak melarang dan banyak bertanya kepadaku!!!*",, kata tegas dan pedas dari Dela kepada Chris.


Chris yang terkejut mendengar Dela bisa berkata kasar kepadanya pun, dia reflek langsung saja melepaskan cekalan tangannya ditangannya Dela dengan wajah yang sedikit tidak percaya.


"*Aku bukan mainan kamu Chris, yang bisa kamu mainkan sesuka hatimu, aku juga punya hati yang bisa tersakiti jika kamu sesuka hatimu mendekatiku*",, kata Dela lagi dengan wajah yang sungguh sangat marah sekali kepada Chris.


Dan setelah berkata seperti itu, Dela langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Chris, meninggalkan Chris yang masih terpaku dan terbengong karena perkataannya Dela tadi kepadanya.


Dela berlalu pergi dari hadapannya Chris sambil mengusap air matanya yang menetes dari mata cantiknya itu.

__ADS_1


Sedangkan Chris masih saja diam sambil menatap kepergiaannya Dela yang sikapnya sangat membingungkannya sekali.


Vicktor yang melihat sendiri ketika dia baru saja keluar dari dalam ruang kerjanya yang tempatnya tidak jauh dari ruang keluarga pun, dia hanya bisa diam saja sambil terus memperhatikan apa yang terjadi dengan Chris dan juga Dela.


Vicktor tidak mau ikut campur dalam urusan mereka, sebab fikir Vicktor, mereka sudah pada dewasa yang pastinya bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Dan adiknya Dela juga tidak adik kecilnya seperti dulu lagi, Dela sudah menjadi bisnis women yang cukup sukses mengelola Perusahaan sang Papah.


Vicktor yang tidak mau keberadaannya terlihat oleh Dela maupun Chris, Vicktor lalu berputar arah untuk melewati tangga saja.


Dan Vicktor yang sudah sampai didepan kamarnya pun, dia langsung saja masuk kedalam kamarnya, namun dia tidak menemukan Celyn dimana pun dia berada.


Alhasil Vicktor lalu melangkahkan kakinya kedalam kamarnya sikembar, dan benar saja Celyn masih ada didalam sana bersama Mamah Gilda, yaitu Mamah mertuanya.


"*Aku cariin dikamar tidak ada, ternyata kamu masih disini sayang*",, kata Vicktor kepada Celyn yang sedang menyusui baby Bastein, anak kedua mereka.


"*Iya, rasanya aku ingin selalu disamping mereka terus sayang, kapan mereka bisa tidur bersama kita ya*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil mengusap lembut pipinya baby Bastein.


"*Sabar, paling sebentar lagi Celyn, karena Mamah lihat badan mereka juga sudah cukup berisi tidak sekecil kemarin*",, kata Mamah Gilda kepada Celyn.


Celyn hanya mengangguk dan tersenyum saja kepada Mamah dan juga suaminya.


"*Oh ya Mamah lagi menggendong siapa Mah, apakah baby Fey??*",, tanya Vicktor kepada Mamah Gilda.


"*Iya ini, Mamah rasanya senang sekali menggendong dia, karena badan dia lebih berisi dari Kakak-kakaknya, jadi membuat Mamah lebih gemas dengan dia karena pipinya yang chubby ini*",, kata Mamah Gilda kepada Vicktor dengan wajah gemasnya kepada baby Feyrin.


Vicktor hanya tersenyum senang saja, menjawab perkataannya sang Mamah mertua.


"*Jika sudah selesai biarkan mereka tidur sayang, ayo kita keluar saja*",, kata Vicktor kepada Celyn.


"*Ya sudah ayo, Mamah mau ikut keluar atau disini dulu??*",, kata Celyn kepada Vicktor dan juga Mamah Gilda.


"*Mamah disini dulu untuk sebentar saja, kamu jika mau keluar, keluar saja tidak apa-apa Celyn*",, kata Mamah Gilda kepada Celyn sambil tersenyum.

__ADS_1


"*Iya Mah*",, jawab Celyn kepada Mamahnya.


Celyn dan Vicktor akhirnya langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya sikembar menuju kedalam kamar mereka sendiri.


Ketika didalam kamar, Vicktor langsung saja bercerita kepada Celyn tentang Dela dan juga Chris yang baru saja didengarnya dari Dela tadi.


"*Tapi Mommy rasa Chris juga mencintai Dela deh Daddy, karena jika Chris tidak mencintai Dela, tidak mungkin Chris sampai mencium Dela dan berbuat seperti itu kepada Dela*",, kata Celyn kepada Vicktor.


"*Tapi ya itu yang dikatakan Dela kepada Daddy tadi Mommy*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil merebahkan badannya dengan kepala yang dia alaskan p4h4nya Celyn.


Sebab mereka berdua sedang berada diatas ranjang mereka.


"*Mungkin Dela tidak mendengarkan perkataannya Chris selanjutnya, jadi dia beramsumsi seperti itu, dan membuat Dela menjadi marah dengan Chris*",, jawab Celyn lagi kepada Vicktor sambil mengusap lembut rambut kepalanya Vicktor.


"*Bisa jadi, tadi Daddy juga lupa tidak menanyakan hal itu kepada Dela*",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.


"*Apakah Mommy tahu, jika tadi Dela dan Chris mereka bertengkar diruang keluarga*",, cerita Vicktor lagi kepada Celyn.


"*Oh ya*",, jawab Celyn dengan singkat kepada Vicktor.


"*Iya, biarlah mereka mau apa, lagipula mereka sudah pada dewasa, jika mereka berjodoh juga akan bersatu seperti kita, iya kan*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum menggoda.


"*Kita itu sebenarnya tidak berjodoh, kamu saja yang memaksakan kehendak*",, jawab Celyn sambil bercanda juga kepada Vicktor.


Vicktor langsung saja tertawa kecil kepada Celyn, ketika mendengar perkataannya Celyn tadi.


"*Tapi kamu suka kan ketika sudah menjadi istriku seperti sekarang??*",, kata Vicktor lagi kepada Celyn sambil mendongak melihat wajahnya Celyn.


"*Ya mau bagaimana lagi, kamu sudah menjadi suamiku, jadi mau tidak mau aku terpaksa harus mencintai kamu dong*",, jawab Celyn juga kepada Vicktor sambil menunduk melihat wajahnya Vicktor dengan bibir yang sedang tersenyum menggoda.


Vicktor lalu berpura-pura cemberut ketika mendengar perkataannya Celyn tadi, namun tangan kirinya Vicktor yang tidak sakit malah dengan perlahan menarik tengkuknya Celyn hingga mendekat kewajahnya.


Dan mereka akhirnya berciuman dengan sangat lembut dan penuh dengan perasaan sekali, saling menuangkan perasaan bahagia mereka masing-masing.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...


__ADS_2