
Sedangkan kita berpindah tempat lagi yaitu didalam Perusahaan parfumnya Rexley yang bernama King Rexley yang ada diNegara Prancis sana.
Saat ini Rexley memang sedang berada diPrancis, sebab dia memang satu bulan sekali harus terbang kesana untuk mengecek Perusahaannya itu.
Namun Rexley masih terus menyuruh orang atau lebih tepatnya anak buahnya untuk terus mengawasi Neni.
Dan Neni sendiri yang sudah tidak menerima telefon, pesan serta melihat Rexley selama dua minggu lamanya, dia benar-benar rasanya seperti kehilangan sekali.
"*Masa aku harus datang menemuinya sih, kan malu*",, kata Neni untuk dirinya sendiri pada waktu itu.
Neni saat ini sedang berada ditoko roti cabang milik Ayahnya, karena memang toko roti Ayahnya dialah yang menghandlenya.
Tidak terasa juga sudah dua minggu saja Rexley tidak mendekati Neni dengan secara terang-terangan.
Dan Rexley sendiri sejak kemarin juga sudah berada diPrancis selama satu minggu lamanya .
Namun Rexley selalu tahu apa yang dikerjakan dan dilakukan oleh Neni diSwiss dari para anak buahnya tentunya.
Ketika Rexley sedang meminum kopi didalam ruang kerjanya dia dibuat sangat terkejut sekali sampai menyemburkan kopinya, sebab dia mendapat laporan dari anak buahnya yang dia suruh untuk mengawasi Neni, jika Neni sedang jalan dengan seorang laki-laki dimall dengan sangat akrab sekali.
"*Si4l4n siapa laki-laki itu*",, kata Rexley dengan sambil mengusap bibirnya yang kotor karena kopi tadi.
Rexley lalu memperhatikan sekali video dan foto yang dikirimkan anak buahnya tentang Neni yang saat ini sedang jalan dengan seorang laki-laki kemall dengan wajah yang sangat cerah ceria sekali.
Bahkan laki-laki itu tidak segan-segan menggandeng tangannya Neni dengan mesra bahkan terkadang merangkul pinggangnya Neni jika melewati segerombolan para laki-laki.
Rexley sangat marah sekali ketika dia melihat semua video dan foto-foto antara Neni dan laki-laki itu.
Rexley yang sudah terbakar api cemburu dia langsung saja menghubungi salah satu orang suruhannya itu yang masih setia membuntuti Neni kemanapun Neni berada.
__ADS_1
"*Halo Tuan Rexley*",, kata orang suruhannya Rexley ketika dia mengangkat sambungan telefonnya Rexley sambil terus berjalan mengikuti Neni dan cowok yang berjalan dengan Neni.
Setidaknya tidak cuma satu atau dua orang saja orang suruhannya Rexley, melainkan empat orang sekaligus.
"*Halo kalian semua ada dimana??*",, kata Rexley kepada orang suruhannya yang dia telefon.
"*Kami masih terus mengawasi Nona Neni dan cowok itu Tuan*",, jawab orang suruhannya Rexley kepada Rexley.
"*Bagaimana Neni bisa jalan dengan laki-laki si4l4n itu??!!*",, kata Rexley dengan nada menahan amarahnya sambil berdiri dari duduknya.
"*Kami yang selalu setia menunggui dan mengawasi Nona Neni, sangat tahu sekali Tuan jika laki-laki itu dia tadi datang kerumahnya Nona Neni dan ketika satu jam kemudian kami melihat Nona Neni keluar menggunakan mobil laki-laki tersebut, dan ternyata mereka datang kemall ini Tuan*",, jawab anak buahnya Rexley tersebut.
"*Apakah kalian tahu siapa laki-laki yang saat ini sedang jalan bersama kekasihku itu??*",, tanya Rexley kepada anak buahnya sambil menghadap kejendela yang ada diruangannya.
"*Belum tahu Tuan, lagi kami selidiki, tapi mereka sangat mesra dan sangat akrab sekali Tuan, bahkan kami tadi melihat jika Nona Neni sedang menyuapi laki-laki tadi dengan es krim yang dimakannya*",, lapor lagi anak buahnya kepada Rexley.
"*Saya tidak mau tahu, kalian harus terus awasi dan cari tahu siapa laki-laki yang sudah berani mendekati Neniku, jika sampai kalian telat memberikanku informasinya, kalian semua akan menerima akibatnya!!*",, kata tegas dari Rexley kepada anak buahnya yang dia suruh untuk selalu mengawasi Neni.
Tanpa menjawab lagi perkataan dari anak buahnya Rexley langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Didalam ruang kerjanya, Rexley menjadi tidak fokus bekerja lagi.
Karena fikirannya masih tertuju kepada Neni dan Neni, serta laki-laki yang sedang menemani Neni pergi kemall.
Rexley melihat ada pesan masuk diponselnya dan ketika dia membukanya, itu adalah kiriman video dari anak buahnya lagi.
Dan kali ini dia melihat Neni sedang digendong oleh laki-laki tadi menuju keparkiran mobil.
Sungguh darahnya Rexley sangat-sangat mendidih sekali, bahkan bila bisa diukur suhunya mungkin akan melebihi panasnya lava gunung berapi.
__ADS_1
Rexley yang sudah melihat semua rekaman video yang dikirimkan oleh anak buahnya dia lalu kembali duduk kemeja kerjanya lagi untuk melihat semua pekerjaannya apakah bisa ditinggal atau tidak.
"*Si4l4n, beren9s3k, kenapa pekerjaanku masih banyak begini, kapan aku bisa kembali lagi keSwiss dan memberi hukuman kepada Neni*",, kata Rexley ketika dia melihat bila pekerjaannya masih banyak sekali.
Rexley lalu menghubungi sekretarisnya melalui telefon yang ada diatas meja kerjanya untuk masuk kedalam ruangannya.
"*Iya Tuan Rexley, apa ada yang bisa saya bantu??*",, kata sekretarisnya Rexley yang berjenis kelamin perempuan itu ketika dia sudah berada didepannya Rexley.
"*Apa jadwalku untuk beberapa hari kedepan??*",, tanya Rexley kepada sekretarisnya itu.
Sekretarisnya lalu berpamitan sebentar kepada Rexley untuk mengambil catatannya.
Ketika sudah mengambil catatannya, sekretarisnya Rexley yang bernama Caitlin itu lalu membacakan semua jadwalnya Rexley.
"*Apakah tidak bisa saya tinggalkan, karena saya harus kembali keSwiss secepatnya*",, kata Rexley kepada Caitlin ketika dia sudah mendengar semua jadwalnya.
"*Maaf Tuan Rexley, untuk dua hari yang akan datang, Tuan Rexley tidak bisa meninggalkannya, sebab besok diPerusahaan ini ada pameran parfum yang diselenggarakan perusahaan kita setiap beberapa bulan sekali Tuan, karena disana nanti akan banyak perusahaan besar dan para model, desainer yang akan datang keacara pameran parfum yang kita luncurkan Tuan, sedangkan dihari berikutnya Tuan Rexley juga tidak bisa meninggalkannya juga sebab Tuan Rexley harus menghadiri acara kerjasama dengan Perusahaan kaca yang membuatkan botol parfum yang sangat limited edition itu Tuan Rexley*",, jawab Caitlin kepada Rexley.
"*Dan hari berikutnya apakah sudah bisa saya tinggalkan??*",, tanya Rexley lagi kepada Caitlin.
"*Bisa Tuan, karena hari berikutnya hanya meeting biasa dan saya bisa menghandlenya seperti biasanya*",, jawab Caitlin kepada Rexley.
"*Baiklah, kamu boleh keluar*",, kata Rexley lagi kepada Caitlin.
Dan Caitlin langsung saja berpamitan keluar kepada Rexley ketika dia sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Rexley.
Rexley semakin uring-uringan saja, ketika dia harus menahan selama dua hari lagi untuk bisa terbang keSwiss dan menemui Neni secepatnya.
Sedangkan hatinya sudah tidak karuan sekali saat ini, ketika melihat kedekatannya Neni dengan laki-laki yang ada didalam video yang dikirimkan oleh anak buahnya itu.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...