
Ketika Debi sedang termenung melihat nasib kalungnya yang sudah tidak berbentuk, Celyn menyadarkan pandangannya Debi dengan semakin menekan pistol yang berada didalam mulutnya Debi.
Sehingga Debi langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn.
"*Cepat jawab, siapa yang menyuruh kamu huh!!*",, kata Celyn kepada Debi dengan menarik pelatuk yang ada dipistolnya.
"*Mommy*",, kata Vicktor dengan reflek yang melihat keberaniannya Celyn menarik pelatuknya.
"*Sepertinya saya harus mundur saja, saya serahkan kepada istri saya saja ya Debi*",, kata santai Vicktor kepada Debi sambil tersenyum miring.
Dan Debi hanya melirik sekilas saja kepada Vicktor.
Karena fikir Vicktor, Celyn istrinya pasti bisa menyelesaikan masalah itu sendirian, dan Vicktor akan maju untuk membantu Celyn ketika situasi sudah tidak terkendali.
Vicktor setelah berkata seperti itu, dia langsung saja memundurkan langkah kakinya kebelakang lagi untuk duduk dikursi yang tadi didudukinya sambil terus memantau dan memperhatikan Celyn siapa tahu Celyn nanti akan diserang balik oleh Debi tanpa sepengetahuannya Celyn.
"*Cepat katakan!!!!, atau akan saya hitung sampai tiga, jika kamu tidak juga mengatakannya salah satu peluru ini akan melesat kesalah satu tubuh kamu*",, kata Celyn lagi dengan nada yang super dingin kepada Debi.
Celyn sebenarnya bukan tipe wanita yang kasar dan suka marah seperti itu, namun sifat pemarahnya benar-benar keluar seperti saat ini jika orang-orang yang dia sayangi terluka atau disakiti oleh orang lain, apalagi ini seorang bayi yang tidak tahu apa-apa dan bayi itu adalah anaknya Celyn.
Ya bukan jiwa pemarah lagi yang ada didalam dirinya Celyn, melainkan jiwa iblis didalam sosok seorang ibu yang membela anaknya.
Celyn lalu mulai menghitung dengan perlahan, namun Debi masih tidak kunjung bicara, Debi masih saja diam, hingga hitungan Celyn sudah sampai keangka tiga.
Dan tidak pakai lama lagi, Dooorrrr!!!!.
Celyn menembak p4h4nya Debi menggunakan pistol yang tadi dibawanya dan tepat mengenai sasaran.
"*Aww*",, ejek Vicktor ketika melihat Debi merintih kesakitan ketika Celyn menembak p4h4nya.
"*Masih tidak mau mengaku kamu Debi!!!*",, kata Celyn kepada Debi dengan nada yang sangat santai sekali sambil menarik pelatuk pistolnya lagi.
__ADS_1
"*Satu......., dua........, ti.............,*", kata Celyn mulai menghitung lagi sambil menjeda angka tiganya, karena siapa tahu Debi akan berbicara kepadanya.
"*Ti...............*",, lanjut Celyn lagi kepada Debi, namun Debi masih mengunci mulutnya dengan rapat-rapat sambil menahan sakit dikakinya dengan sambil juga menatap Celyn dengan tatapan benci.
"*Ga..............*", kata Celyn lagi kepada Debi sambil menembak pah4nya Debi yang satunya lagi, hingga membuat Debi langsung saja berteriak dengan sangat kencang sekali, karena saking sakitnya p4h4nya.
"*Kenapa kamu kira saya cuma menggeretak kamu saja hmm???!*",, kata Celyn kepada Debi sambil tersenyum miring.
"*Ternyata bermain bak mafia yang ada didalam novel yang aku baca menyenangkan juga*",, kata Celyn seperti psikopat sambil mengusap pistol yang dibawanya itu.
Sedangkan Vicktor dia malah duduk dengan gayanya yang bossy sambil menikmati pertunjukkan yang sedang ditontonkan oleh Celyn kepadanya itu.
Celyn lalu menarik pelatuk yang ada dipistolnya lagi, dan kali ini dia arahkan kekepalanya Debi.
"*Cepat katakan Debi, saya bisa meladeni kamu hingga kamu jujur kepadaku*",, kata tenang dari Celyn kepada Debi sambil mengarahkan pistol yang dibawanya kekepalanya Debi.
Dan ketika Celyn berkata seperti itu, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dari luar, dan masuklah semua anggota keluarga yang lainnya, yaitu Ayah Jo, Chris, serta Papah Adam.
Ayah Jo, Chris dan juga Papah Adam mereka bertiga sangat terkejut melihat Celyn sedang berpose seperti itu kepada Debi dengan sebuah pistol ditangannya.
Celyn yang melihat semua anggota keluarganya masuk kedalam ruangan itu, dia hanya melihatnya saja tanpa menyapanya sama sekali.
"*Celyn*",, panggil Chris kepada Celyn, karena Chris juga sejujurnya baru melihat Celyn berbuat seperti itu.
Dan Celyn hanya melirik saja kepada Chris ketika namanya dipanggil tadi.
Vicktor sendiri yang melihat semua keluarganya ikut masuk kedalam ruangan, dia hanya tersenyum miring saja dengan gaya bossynya.
Dan Papah Adam yang sudah berada didepannya Vicktor, dia langsung saja memukul pundaknya Vicktor dengan sedikit keras karena membiarkan saja Celyn melampiaskan amarahnya seperti itu.
"*Kamu ini suami yang bagaimana, istri sedang ingin membunuh seseorang kamu malah menikmati pertunjukkannya*",, kata Papah Adam dengan suara tertahannya kepada Vicktor sambil menunjukkan wajah jengkelnya dengan mata yang melotot kepada Vicktor.
__ADS_1
"*Santai saja Pah, slow*",, jawab Vicktor kepada Papahnya dengan nada yang sangat santai sekali.
Dan Ayah Jo sendiri dia sampai speechless melihat anak perempuannya bisa bertindak seperti yang dilihatnya sekarang.
"*Santai-santai kepala kamu botak*",, jawab Papah Adam sambil menjitak kepalanya Vicktor dengan cukup keras sekali.
Namun Vicktor malah menunjukkan wajah cemberutnya itu kepada Papahnya sambil mengusap kepalanya yang dijitak cukup keras tadi oleh Papah Adam.
"*Sudah diam kalian semua berisik!!!, jika kalian berisik silahkan keluar saja dari dalam sini!!*",, kata Celyn kepada semua orang, namun Vicktor malah tersenyum miring kepada Papah Adam.
"*Celyn, sudah hentikan ya Nak, biar Papah sama suami kamu saja yang mengurus masalah ini, Ok*",, kata Papah Adam membujuk Celyn supaya Celyn melepaskan Debi dan biar para laki-laki saja yang menyelesaikan masalahnya.
"*No Papah*",, jawab Celyn kepada Papah Adam.
"*Cepat katakan!!!, atau dalam hitungan sampai angka dua........... ya kamu tahu sendiri kan bagaimana kelanjutannya, kan memang kamu sendiri yang tidak mau mengatakannya sampai mati*",, kata Celyn lagi kepada Debi dan tidak memperdulikan Papah Adam yang ingin berbicara lagi kepadanya.
"*Devinisi pasangan yang cocok*",, gerutu Papah Adam ketika melihat kemarahannya Celyn yang seperti itu.
Dan Vicktor yang mendengar gerutuannya Papah Adam, dia langsung saja tersenyum miring dengan wajah sangat menjengkelkan sekali menurut Papah Adam.
"*Satu, du.......................*",, perkataannya Celyn langsung terpotong oleh perkataannya Debi yang langsung jujur siapa yang sudah menyuruhnya.
"*Ba......baik-baik akan saya katakan, jangan bu....bunuh sa...saya Nyonya*",, kata Debi dengan tertatih-tatih karena sambil menahan rasa sakit dikedua kakinya.
"*Sa....saya disuruh oleh seseorang yang bernama Tuan Daxton Kakaknya Tuan Hans untuk membalaskan dendamnya Tuan Hans kepada Tuan Vicktor Nyonya, karena Tuan Vicktor sudah membunuh Tuan Hans kemarin*",, lanjut lagi perkataannya Debi kepada Celyn.
Mendengar Debi menyebutkan kalimat yang sangat mengganggu sekali ditelinganya, Vicktor langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn, karena Vicktor takut jika Celyn akan salah sangka kepadanya kenapa dia sampai membunuh Hans tersebut.
Namun Vicktor salah menduga kepada Celyn, jika Celyn akan marah kepadanya, sebab mimik wajahnya Celyn biasa saja dan malah semakin menunjukkan wajah marahnya kepada Debi bukan kepadanya.
Sedangkan para anggota keluarga yang lain, mereka sangat salut kepada Celyn, karena sudah bisa membuat Debi mengakui informasi yang sangat penting sekali itu.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...