
Vicktor setelah menembakkan pelurunya keperutnya Hans, dia lalu berbalik badan serta berjalan menuju kearah pintu keluar dan ditemani dengan setia para anak buahnya.
Papah Adam dan Rexley yang melihat kelakuan dari Vicktor mereka hanya menggelengkan kepalanya saja, karena pasti seperti itu.
Ketika Vicktor baru saja membunuh seseorang, Vicktor pasti meninggalkannya dan tidak mau mengurusnya.
Sebab fikir Vicktor, buat apa mengurus orang mati, dia saja semasa hidup menyusahkannya, kalau pun mau membusuk didalam situ, akan Vicktor biarkan saja, begitulah apa yang ada didalam benaknya Vicktor.
Papah Adam dan Rexley lalu menyuruh para anak buahnya untuk menguburkan mayatnya Hans kelahan yang biasanya mereka untuk menguburkan para musuh-musuhnya.
Sedangkan Chris dia masih tersenyum miring sambil terus memperhatikan punggung Vicktor yang sudah berlalu keluar dari dalam ruangan tersebut.
"*Lumayan, tapi aku suka gayanya*",, kata Chris dengan pelan untuk Vicktor sambil tersenyum miring.
"*Tidak aku sangka ternyata menantuku sangat kejam sekali*",, kata Ayah Jo sambil melihat mayatnya Hans yang sudah meninggal diatas lantai itu.
Papah Adam dan Rexley mereka berdua lalu berjalan mendekati Beall yang sedang duduk meringkuk ketakutan ketika dia melihat sendiri betapa tidak berperi kemanusiaannya siVicktor tadi kepada atasannya Hans.
"*Kamu......*",, kata Rexley kepada Beall sambil menjedanya sejenak.
"*Mau kami bebaskan??*",, lanjut lagi perkataannya Rexley kepada Beall.
"*Mau Tuan, mau-mau, jangan bunuh saya Tuan*",, kata Beall dengan ketakutan kepada Rexley.
"*Baiklah, akan kami lepaskan asal dengan satu syarat*",, kata Papah Adam ikut menimpali juga.
Beall lalu mengangguk dengan sangat semangat sekali kepada Papah Adam dan juga Rexley.
"*Jangan beritahukan kepada siapa pun tentang kejadian ini, atau......*",, kata Papah Adam kepada Beall sambil menjedanya juga.
"*Atau jika sampai kamu ketahuan berbicara dengan orang lain, kami tidak segan-segan mengejarmu sampai keliang lahat sekalipun dan lalu kami akan memotong lidah kamu menggunakan gunting panas*",, sambung Rexley kepada Beall.
"*Faham kamu!!!*",, kata tegas dari Papah Adam lagi kepada Beall.
"*Saya faham Tuan, saya berjanji tidak akan membocorkannya kepada siapapun*",, jawab Beall dengan segera kepada Papah Adam dan juga Rexley.
"*Awas saja jika kamu sampai berbohong kepada kami, kami akan terus mengawasi kamu dimanapun kamu berada, dan terus akan menjadi ancaman bagi kamu setiap saat, camkan itu!!*",, kata Rexley dengan sangat tegas sekali kepada Beall.
Dan setelah berkata seperti itu kepada Beall, Papah Adam dan juga Rexley mereka berlalu pergi dari hadapannya Beall.
__ADS_1
Dan lalu menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Beall saat itu juga.
Papah Adam dan juga Rexley, mereka sengaja melepaskan Beall, karena mereka melihat jika Beall dia bukanlah orang yang jahat, hanya saja mempunyai atasan yang jahat, jadinya dia terlihat seperti orang jahat juga.
Sedangkan Ayah Jo dan Chris mereka langsung saja berlalu pergi dari markasnya Papah Adam untuk kembali kerumah sakit.
Didalam mobil, Ayah Jo dia lalu membicarakan sikapnya Vicktor tadi kepada Chris.
Namun Chris menanggapinya dengan tenang dan santai sekali.
"*Malah bagus Ayah, jadi Chris akan tenang melepaskan Celyn kepada Vicktor, sebab Vicktor ternyata bisa diandalkan*",, jawab Chris kepada Ayah Jo sambil terus mengendarai mobilnya.
"*Tapi bagaimana jika Vicktor sampai melukai Celyn atau cucu-cucunya Ayah Chris??*",, kata Ayah Jo lagi kepada Chris.
"*Tidak Ayah, tenang saja aku yakin itu, dan jikalaupun Vicktor sampai seperti orangnya, akulah orang pertama yang akan membunuhnya*",, jawab Chris lagi kepada Ayahnya.
"*Ya sudah kalau begitu*",, kata Ayah Jo sedikit tenang kepada Chris.
Dan ketika kita pindah keVicktor, tadi ketika Vicktor baru saja selesai menembak Hans, dia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengantarkannya pulang kemansionnya.
Sebab dia ingin mandi dan berganti baju dulu sebelum dia menemui Celyn yang masih dirumah sakit.
"*Tuan*",, sapa Pak Hu kepada Vicktor.
Namun Vicktor tidak menjawab sapaannya Pak Hu, melainkan langsung saja melangkahkan kakinya naik keatas tangga untuk menuju kedalam kamarnya.
Vicktor yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia lalu dengan perlahan-lahan melepaskan baju yang dipakainya dengan bersusah payah.
Setelah bisa melepaskan semua yang melekat ditubuhnya, Vicktor langsung saja masuk kedalam kamar mandi, untuk berendam sejenak dibathupnya dan untuk merilaxkan perasaannya sebelum dia menemui sang istri tercinta.
Setengah jam kemudian Vicktor yang sudah merasakan enakan, dia lalu melanjutkannya dengan mandi.
Dan setelah selesai semuanya, Vicktor lalu berganti baju dengan hanya memakai kaos singletnya saja untuk memudahkannya memakai bajunya sendiri.
Sedangkan kakinya dia memakai sandal mahal miliknya, dan tidak memakai sepatu.
Vicktor sudah terlihat sangat fresh dan segar sekali dengan penampilannya yang sekarang.
Dengan jaket yang bersih yang baru mengambil dari dalam lemari, masih sama seperti tadi hanya Vicktor sampirkan saja kepundaknya.
__ADS_1
Vicktor lalu bergegas keluar dari dalam kamarnya untuk menuju kerumah sakit.
Namun sebelum itu, Vicktor teringat jika Celyn sudah mulai latihan berjalan, jadi Vicktor putuskan untuk membawakan beberapa baju untuk Celyn.
Dan setelahnya Vicktor langsung saja menuju kerumah sakit.
Sedangkan dirumah sakit setelah sepeninggalan Vicktor tadi, Celyn dia lalu mulai latihan berjalan dengan perlahan-lahan dan sambil berdoa semoga Vicktor baik-baik saja.
Ketika Celyn sedang tertidur sejenak, sekitar pukul setengah lima sore, Chris dan Ayah jo sudah kembali lagi kerumah sakit setelah dari markasnya Papah Adam tadi.
Dan Chris yang melihat disitu ada Dela, jantungnya tiba-tiba menjadi berdetak dengan cukup kencang sekali, seakan mau meledak saja.
Begitu pula dengan Dela yang tersenyum manis kepada Chris.
"*Bagaimana Ayah, apakah masalahnya sudah selesai??*",, tanya Mamah Gilda kepada Ayah Jo.
"*Sudah selesai, tenang saja Mah*",, jawab Ayah Jo kepada istrinya sambil duduk disebelahnya Mamah Gilda.
Sedangkan Chris dia langsung saja duduk dishofa yang lainnya yang masih ada didalam ruangan itu.
Chris dia selalu mencuri pandang kepada Dela, sehingga membuat Dela menjadi senang dan malu sendiri.
"*Apakah Chris sudah tahu akan perasaanku kepadanya??*",, kata batin Dela yang juga sama-sama sedang memandang kearahnya Chris.
"*Kenapa Dela sore ini dia terlihat cantik sekali dimataku??*",, kata batinnya Chris sambil tersenyum manis kepada Dela yang sedang melihat kearahnya.
Jelang beberapa menit kemudian, Papah Adam dia baru saja masuk kedalam ruang perawatannya Celyn.
Sedangkan Rexley sendiri, dia tidak ikut kerumah sakit bersama Papah Adam, karena dia sedang mengurusi hatinya dengan Neni.
"*Apakah Vicktor belum datang kesini??*",, kata Papah Adam sambil duduk dishofa seberangnya Dela.
"*Belum Pah, memangnya Vicktor apa tidak bersama dengan kalian semua??*",, tanya Mamah Vina kepada Papah Adam.
"*Tidak, biarlah nanti dia akan datang kesini sendiri, tidak mungkin dia akan membiarkan Celyn dirumah sakit ini sendirian*",, jawab Papah Adam kepada Mamah Vina.
Dan setelahnya mereka semua lalu mengobrol dengan ringan saja, sambil sedikit bercanda, serta jangan lupakan Chris dan Dela sedang saling berbincang melalui pesan diponsel mereka masing-masing tanpa sepengetahuan dari semua orang.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...