
Mobil yang Vicktor dan juga Celyn tumpangi akhirnya sampai juga dimansionnya Papah Adam.
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh menit, karena mansionnya Vicktor dan mansionnya Papah Adam memang sedikit jauh jaraknya karena itu sengaja Vicktor lakukan untuk jauh dari kedua orang tuanya.
Tadi ketika diperjalanan, Celyn yang berada didalam mobil dia sudah merasa familiar dengan jalan yang dilaluinya itu, dan bahkan Celyn menjadi bingung dan bertanda tanya kemana Vicktor akan membawanya malam itu.
"*Jalan ini seperti jalan menuju kerumahnya Dela*",, batin Celyn ketika masih berada didalam mobil.
Dan ketika mobil yang ditumpanginya itu berhenti tepat didepan pintu gerbang yang tinggi dan sangat tidak asing sekali dipandangannya Celyn membuat Celyn semakin bertanda tanya sekali.
"*Ini kan rumahnya Dela*",, kata batin Celyn lagi sambil melihat kearah depan pintu gerbang.
Sedang Vicktor dia hanya diam saja sambil melihat kearah ponselnya terus.
Dan ketika mobil masuk kedalam pintu gerbang yang sudah terbuka, semakin yakinlah jika rumah yang saat ini dia datangi dengan Vicktor adalah rumahnya Dela sahabatnya.
"*Ini sebenarnya mansionnya siapa Vicktor??",, kata Celyn mencoba bertanya kepada Vicktor.
"*Ini mansionnya kedua orang tuaku*",, jawab Vicktor tanpa megalihkan pandangannya kearahnya Celyn.
"*Dan aku malam ini akan mengenalkanmu dengan mereka dan juga adikku*",, kata Vicktor lagi dengan masih membaca ponselnya.
Vicktor dia lupa jika Dela adiknya adalah sahabatnya Celyn, dan ketika Celyn mendengar perkataan dari Vicktor dia sedikit membuka mulutnya karena terkejut sekali.
"*Orang tua???, adik???*",, kata Celyn tanpa suara ketika mendengar perkataannya Vicktor tadi.
"*Apa Dela adiknya Vicktor??, ko aku tidak tahu ya??",, kata batin Celyn lagi.
"*Ayo Celyn keluar, kamu apa mau didalam mobil terus??*",, kata Vicktor yang mengagetkan Celyn yang masih melamun didalam mobil, sedang Vicktor dia sudah keluar dari dalam mobil yang ditumpanginya tadi.
"*Eh iya Vicktor*",, kata Celyn sambil terkejut ketika mendengar perkataannya Vicktor karena malah asik melamun ketika mendengar perkataannya Vicktor tadi.
Celyn lalu keluar dari dalam mobil, dan langsung berdiri disampingnya Vicktor. Dan Vicktor langsung saja memeluk pinggangnya Celyn dengan mesra.
Vicktor lalu memencet bel pintu yang ada dimansion Papahnya, dan ketika ointu sudah dibuka benar saja jika isi didalam rumah itu adalah memang benar-benar rumahnya Dela, sahabatnya Celyn.
__ADS_1
Ketika pintu rumah yang sudah dibukakan oleh pelayan yang ada dimansion Papahnya, Vicktor dan juga Celyn langsung saja masuk kedalam dengan Celyn yang menunjukkan ekspresi bingungnya, namun tidak dia ungkapkan kepada Vicktor.
"*Tuan besar dan Nyonya sudah menunggu Tuan Muda diruang keluarga*",, kata pelayan yang tadi membukakan pintu untuk Vicktor.
Dan Vicktor hanya mengangguk saja kepada pelayan itu, sedang Celyn dia masih bertanda tanya besar didalam hatinya.
Vicktor dan juga Celyn langsung saja melangkahkan kakinya kedalam ruang keluarga yang ada dimansion Papah Adam, dan benar saja didalam sana sudah ada Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela yang duduk dishofa sudah menunggu Vicktor dan juga Celyn datang.
Dela sepulang dari bekerja, tadi dia langsung saja diberitahu oleh Mamah Vina jika Kakaknya Vicktor akan datang kerumah bersama istrinya.
Sungguh Dela sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Mamah Vina, karena setahu Dela Kakaknya Vicktor tidak lagi sedang dekat dengan seorang perempuan, dan setahu Dela juga Kakaknya Vicktor dia tidak mempunyai seorang pacar.
Mamah Vina dia langsung saja memberitahukan akan rencana dari Papah Adam untuk mengerjai Vicktor terlebih dahulu, dan disinilah mereka semua sudah pada duduk berkumpul dishofa yang ada diruang keluarga mansionnya Papah Adam.
Ketika Vicktor dan juga Celyn masuk kedalam ruang keluarga, Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela mereka sangat terkejut sekali melihat perempuan yang digandeng mesra oleh Vicktor adalah orang yang mereka kenal.
Akan tetapi sebelum Vicktor curiga, Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela mereka bertiga langsung saja merubah mimik mukanya yang terkejut menjadi biasa saja.
Sedang Celyn sendiri yang sudah curiga daritadi, dia semakin terkejut lagi ketika melihat ketiga orang yang sudah sangat dikenalnya sekali sedang duduk dishofa yang ada diruang Keluarga yang tadi Vicktor sebut sebagai kedua orang tuanya dan juga adiknya.
"*Jadi ini istri kamu Vicktor??*",, kata Papah Adam memulai pembicaraan terlebih dahulu, ketika sudah lima menit duduk tapi masih saling pada diam.
Dan Celyn yang melihat pelototan mata itu, dia langsung saja mengurungkan niatnya untuk menjawab perkataannya Papah Adam.
"*Iya Pah, dan kami sudah resmi menikah, ini semua bukti dan surat-suratnya ada didalam map ini*",, jawab Vicktor kepada Papah Adam sambil menaruh sebuah map yang isinya semua foto-foto dan berkas pernikahannya yang tadi sudah diantarkan Ian kerumahnya.
Papah Adam langsung saja mengambil map itu dan membuka serta membacanya. Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela mereka semua sengaja menunjukkan muka marahnya kepada Vicktor dan juga Celyn, dan Celyn yang melihat wajah mereka seperti itu dia menjadi takut dan malu.
"*Mungkin ini semua palsu atau cuma editan kamu saja Vicktor*",, kata Papah Adam kepada Vicktor sambil melirik kearahnya Celyn ketika sudah membaca berkas yang ada didalam map itu.
"*Terserah saja jika Papah tidak percaya, yang penting Vicktor sudah jujur kepada kalian semua*",, jawab Vicktor kepada Papahnya, dan Mamah Vina serta Dela mereka masih diam saja mendengarkan pembicaraan dari Vicktor dan juga Papah Adam.
"*Kenapa kamu memutuskan menikah tanpa mengundang kami Vicktor, kami ini kamu anggap apa??*",, kata Mamah Vina ikut-ikutan marah dan mengintrogasi kepada Vicktor.
"*A......*",, kata Celyn tertahan lagi ketika Vicktor langsung saja meremas lembut tangannya Celyn.
__ADS_1
Karena Vicktor tidak mau jika nanti Celyn malah menjawab yang bukan-bukan, tidak sesuai rencananya.
Dan Celyn yang mendapat remasan lembut dari tangannya Vicktor langsung saja diam, tidak jadi berbicara.
Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela mereka bertiga juga mlihat apa yang dilakukan oleh Vicktor kepada Celyn.
"*Tolong bisa jelaskan Kak, kenapa kamu tiba-tiba bisa menikah dengan dia, karena setahu saya Kakak tidak lagi sedang dekat dengan seorang perempuan, dan juga tidak punya pacar*",, kata Dela kepada Vicktor Kakaknya sambil menunjuk kearah Celyn dengan nada marah yang dibuat-buat.
"*Tidak mempunyai pacar dan tidak dekat dengan seorang perempuan bukan berarti tidak mempunyai wanita yang dicintai Dela*",, jawab Vicktor dengan santai kepada Dela.
"*Dan kami menikah karena kami saling mencintai Mah, Pah, serta kenapa Vicktor melakukan pernikahan ini dengan terburu-buru karena Celyn sangat susah untuk diajak menikah walaupun sebenarnya dia mau menikah dengan aku*",, jawab Vicktor lagi untuk menjawab pertanyaan Mamah Vina tadi.
Papah Adam dan Mamah Vina mereka langsung saling pandang ketika mendengar perkataannya Vicktor.
Sedang Celyn dia langsung memeletkan lidahnya kesamping ketika mendengar kata manis dari Vicktor.
"*Sejak kapan kamu mengenal dia Vicktor??*",, tanya Mamah Vina lagi kepada Vicktor.
"*Sejak........*",, kata Celyn terpotong lagi karena Vicktor melakukan hal yang sama seperti tadi.
Dan Celyn langsung saja cemberut dibuatnya.
"*Biarkan dia menjawab Vicktor, kenapa kamu selalu melarangnya*",, kata Papah Adam yang melihat Vicktor meremas lagi tangannya Celyn.
"*Ayo coba ceritakan kepada kami sejak kapan kamu mengenal anak saya*",, kata Mamah Vina kepada Celyn dengan berpura-pura galak.
Celyn yang sudah curiga dari awal dengan gerak-geriknya Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela dia lalu mempunyai sebuah ide untuk membongkar itu semua.
Celyn yang sudah cukup lama mengenal Papah Adam, Mamah Vina dan juga Dela dia sangat tahu, bagaimana ekspresi marah dari ketiga orang yang ada dihadapannya itu.
Karena Celyn mempunyai insting yang sangat kuat jika bersangkutan dengan hal yang seperti itu, jadi jawaban dari Celyn akan membuat Vicktor malu dan terkejut secara bersamaan.
...π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»...
Hayo bisa tebak tidak nih, Celyn ingin menjawab apa kepada Mamah Vina π€£ π€£ π€£
__ADS_1
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
***TBC***