
Chris yang sudah membaca serta melihat apa yang ada didalam map itu, dia langsung saja menaruhnya diatas meja lagi dengan sedikit kasar.
Celyn dia hanya tersenyum saja seperti tanpa dosa kepada Chris yang sedang melihat kearahnya.
Dan Ayah Jo yang melihat Chris sudah selesai membaca isi didalam map itu, gantian dia yang mengambil map itu dan melihatnya isinya.
Sedangkan Mamah Gilda dia masih terus mengamati wajahnya Vicktor yang sungguh sangat tidak asing sekali dimatanya.
Mamah Gilda dia terus mengingat-ingat dimanakah dia pernah bertemu dengan Vicktor, begitulah isi yang ada didalam benaknya Mamah Gilda.
Tidak menunggu lama, Ayah Jo juga sudah membaca semua isi dan foto-foto yang ada didalam map itu.
"*Celyn, Ayah bertanya kepadamu, apakah semua ini benar??*",, tanya Ayah Jo kepada Celyn dengan nada yang sedikit tegas.
"*Benar Ayah, kami sudah menikah tadi pagi*",, jawab Celyn kepada Ayahnya dengan perasaan yang sedikit takut.
"*Dan kamu tega menikah tidak memberitahukannya kepada Ayah??, kami ini kamu anggap keluarga atau tidak Celyn!!!??*",, kata Ayah Jo kepada Celyn dengan nada yang sedikit kecewa.
"*Bukan begitu Ayah, ini semua mendadak dan sangat cepat sekali kejadiannya*",, jawab Celyn kepada Ayahnya dengan rasa bersalahnya.
Vicktor yang melihat Ayah Jo sedikit marah kepada Celyn dia lalu ikut meluruskan semua permasalahan itu dengan cara yang sudah disusun diotaknya.
"*Ehemm.....*",, Vicktor sengaja berdeham untuk memulai berbicaranya dan mengalihkan pandangan semuanya kepadanya.
"*Begini Tuan Jo, ini semua tidak sepenuhnya salahnya Celyn, ini semua juga salah saya, karena sudah memakasa Celyn untuk menikah dengan saya secara tiba-tiba*",, kata Vicktor kepada Ayah Jo dan masih didengar oleh Chris dan juga Mamah Gilda.
"*Saya sudah mencintai Celyn sejak lama Tuan, dan saya sudah sering mengajak Celyn untuk menikah akan tetapi Celynnya yang tidak mau dan malah lebih asik mencari laki-laki diluar sana untuk diajaknya berpacaran*",, kata Vicktor kepada Ayah Jo.
Dan perkataannya Vicktor langsung saja mengalihkan pandangannya Ayah Jo, Chris dan juga Mamah Gilda kearahnya Celyn dengan tatapan yang menurut Celyn sangat menyeramkan sekali.
Sedang Celyn yang mendengar perkataannya Vicktor dia langsung saja sedikit geregetan kepada Vicktor.
__ADS_1
"Iiiiih awas saja sudah berani berkata seperti itu kepada keluargaku, pasti mereka menganggap aku wanita yang nakal, akan aku balas nanti kamu Vicktor*",, kata batin Celyn sambil menahan rasa marahnya kepada Vicktor.
"*Rasakan, memangnya enak kamu aku kerjain balik*",, batin Vicktor sambil tersenyum kecil kepada Ayah Jo.
"*Karena saya sudah tidak tahan dengan rasa cinta ini kepada Celyn, akhirnya saya memaksa Celyn untuk menikah dengan saya Tuan, karena saya tidak mau jika Celyn salah memilih laki-laki diluaran sana*",, sambung perkataannya Vicktor kepada Ayah Jo.
"*Pandai juga aktingnya siVicktor ini*",, batin Celyn lagi ketika mendengar lagi perkataannya Vicktor.
"*Dan kamu berarti merasa lebih baik dari laki-laki yang mencoba mendekati Celyn begitu artinya??*",, kata Ayah Jo kepada Vicktor.
"*Tentu saja Tuan Jo*",, kata Vicktor kepada Ayah Jo dengan mantap.
"*Kamu merasa lebih baik bukan karena kamu pemilik Perusahaan VR COMPANY kan??*",, kata Ayah Jo kepada Vicktor.
Dan Ayah Jo bisa tahu jika Vicktor pemilik dari Perusahaan VR COMPANY karena Ayah Jo sering membaca koran bisnis yang mana wajahnya Vicktor sering keluar masuk koran maupun majalah, khususnya majalah bisnis.
"*Ya salah satunya itu Tuan*",, jawab Vicktor kepada Ayah Jo dengan tenang dan bangga.
Vicktor yang mendengar perkataan dari Chris dia sedikit terkejut, karena Chris bisa tahu darimana jika Celyn pernah pingsan dan digendongnya seperti itu, akan tetapi Vicktor langsung bisa menguasai rasa terkejutnya itu dengan menampilkan wajah tenangnya dihadapan semua Keluarganya Celyn.
"*Itu karena Celyn terkejut mendengar jika saya sudah menyiapkan semuanya untuk acara pernikahannya kami dan juga mengajak Celyn untuk menginap dimansion saya Tuan Chris, serta ketika Celyn pingsan saya tidak mau ambil pusing, langsung saja saya gendong dia dan saya bawa kemansion saya*",, jawab Vicktor kepada Chris dengan gayanya yang tenang.
Mamah Gilda yang daritadi masih diam sambil mendengarkan semua keluarganya berbicara dan sambil memikirkan sesuatu diotaknya, dia tiba-tiba langsung saja mengucapkan kalimat yang langsung mengalihkan pandangan mereka semua kearahnya Mamah Gilda.
"Ahaaaa, sekarang saya tahu, kamu kan anak muda yang setiap minggunya membeli bunga ditoko bunga saya??*",, kata Mamah Gilda kepada Vicktor dengan semangat karena sudah teringat dengan wajahnya Vicktor
"*Benar Nyonya*",, jawab Vicktor kepada Mamah Gilda sambil tersenyum manis.
Sebenarnya Vicktor juga terkejut tadi ketika melihat wajahnya Mamah Gilda yang membukakan pintu untuknya dan juga Celyn.
Karena wajahnya Mamah Gilda sangat mirip sekali dengan pemilik toko bunga yang sering didatanginya itu, dan ketika Vicktor lihat terus wajahnya Mamah Gilda, Vicktor semakin yakin jika Mamah Gilda adalah pemilik toko bunga langganannya.
__ADS_1
Dan memang benar tebakannya Vicktor, ketika dia sudah mendengar sendiri perkataan dari Mamah Gilda tadi.
"*Maksud Mamah apa Mah??*",, kata Ayah Jo kepada istrinya sambil melihat kearah Mamah Gilda.
"*Mamah kan pernah bercerita kepada Ayah, jika ada satu laki-laki tampan yang setiap minggu selalu datang ketoko bunga milik kita dan selalu membeli perbagai bunga yang menurutnya cantik*",, kata Mamah Gilda kepada Ayah Jo.
"*Hla terus??*",, jawab Ayah Jo kepada Mamah Gilda.
Karena setiap kalinya Ayah Jo ingin melihat laki-laki tampan yang diceritakan oleh istrinya itu dia tidak bisa melihatnya karena suatu hal, entah dia mengantar pesanan bunga atau ada kegiatan yang lainnya.
"*Ya dia ini orangnya Yah*",, kata Mamah Gilda kepada Ayah Jo.
Ayah Jo langsung saja terkejut mendengar perkataannya Mamah Gilda, begitupun dengan Celyn dan juga Chris, dia tidak menyangka jika laki-laki asing yang duduk bersama mereka semua diruang Keluarga mereka adalah langganan ditoko bunga milik Mamahnya.
Sedang Vicktor dia hanya tersenyum saja ketika semua orang melihat kearahnya.
"*Oh ya kalau boleh tahu, bunga-bunga yang kamu beli itu untuk siapa Nak??, apa untuk Celyn??*",, tanya Mamah Gilda kepada Vicktor.
"*Oh itu untuk Mamah saya Nyonya, karena dia sangat menyukai bunga*",, jawab Vicktor kepada Mamah Gilda sambil tersenyum.
Karena memang Mamah Vina setiap minggu selalu menyuruh Vicktor untuk membeli bunga, untuk menambah koleksi tanaman bunganya yang ada ditaman halaman rumahnya.
Vicktor tahu jika Mamahnya Celyn memiliki toko bunga, akan tetapi Vicktor tidak tahu jika toko bunga langganan Mamahnya adalah milik keluarganya Celyn.
Akan tetapi Mamah Vina tahu jika toko bunga itu adalah milik Mamahnya Celyn.
Mungkin Ayah Jo, Chris, dan juga Mamah Gilda akan terkejut jika mengetahui kalau Vicktor adalah anak dari orang yang sudah sangat dikenalnya sekali.
Dan Vicktor jangan merasa aman terlebih dahulu, karena didalam dadanya Chris dia masih ingin memberikan satu pelajaran kepada kamu Vicktor, entah pelajaran matematika atau kungfu, kamu harus persiapkan saja mentalnya nanti dipart selanjutnya ya๐.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
***TBC***