Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 103


__ADS_3

Kembali keDiego dan juga Ocil yang masih berada didalam kamar apartemennya Ocil.


Ocil yang sudah selesai mengambil baju yang diinginkannya dari dalam lemari pakaiannya, dia langsung saja keluar dari dalam kamarnya dan segera mencari Diego karena merasa tidak enak sudah meninggalkan Diego terlalu lama .


Ocil yang baru saja turun dari atas tangga dan melihat Diego sedang melihat-lihat diruang keluarganya sambil melihat-lihat juga semua foto-foto yang ada diruang keluarga, dia langsung saja menghentikan langkahnya dengan sambil memperhatikan Diego dari dekat tangga.


Deigo sendiri dia tidak menyadari jika Ocil sudah keluar dari dalam kamarnya dan sedang memperhatikannya.


"*Siapa dia, sepertinya dia sangat dekat sekali dengan kedua orang tuanya Ocil, terlihat sekali didalam foto ini*",, kata Diego untuk laki-laki didalam fotonya Ocil.


Bahkan Ocil mendengar sendiri dengan jelas ketika Diego berkata seperti itu sambil melihat foto-fotonya.


Diego sendiri dia lalu melanjutkan lagi langkah kakinya untuk melihat-lihat foto-foto miliknya Ocil.


Ketika Diego membalikkan badannya untuk melihat isi apartemennya Ocil yang lainnya, dia sangat terkejut sekali ketika dia melihat Ocil sudah berdiri didekat tangga dengan tersenyum tipis kearahnya.


"*Ocil, maaf aku melihat semua koleksi fotomu, dan kamu juga mengagetkanku*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Kenapa tidak bilang jika kamu sudah selesai, apakah kamu sudah lama berdirinya disitu??*",, sambung lagi perkataannya Diego kepada Ocil.


"*Tidak apa-apa Go, lagi pula aku juga tidak terlalu lama berdiri disini*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Sepertinya kamu sangat penasaran sekali dengan laki-laki yang ada didalam foto itu Go*",, sambung perkataannya Ocil lagi kepada Diego sambil berjalan mendekati Diego yang masih berdiri diruang keluarga miliknya.


Diego hanya mengangguk saja kepada Ocil ketika mendengar perkataannya Ocil.


"*Iya aku sangat penasaran Cil, namun aku tidak menuntutmu untuk menjelaskan siapa dia kepadaku, karena aku tidak punya hak akan hal itu*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tersenyum tipis.


Padahal didalam hatinya Diego dia teringin sekali mengetahui siapa laki-laki itu, tapi apalah daya akan terlalu lancang bagi Diego jika menanyakannya kepada Ocil.

__ADS_1


Sedangkan Ocil sendiri dia ingin sekali Diego bertanya kepadanya siapa laki-laki yang ada didalam foto itu.


Namun siapalah Ocil, sebab Ocil juga tidak siapa-siapanya Diego, untuk apa Diego perhatian kepadanya, begitulah apa yang sedang dibatin oleh Ocil.


"*Baiklah kalau begitu lain kali saja aku menjelaskan dan menceritkannya kepadamu siapa laki-laki itu*",, jawab Ocil kepada Diego dengan sambil tersenyum tipis juga.


"*Oh ya Go, aku mau segera pulang dan ingin segera menemui kedua orang tuaku, apakah kamu masih ingin disini??*",, kata Ocil kepada Diego.


"*Aku ikut keluar juga sama sepertimu, masa aku didalam sini sendirian kan aku bukan yang punya apartemennya*",, jawab Diego kepada Ocil.


"*Baiklah ayo, aku pulang sendiri saja ya, dan terimakasih atas tumpangannya tadi*",, kata Ocil kepada Diego sambil tersenyum dan sambil berlalu keluar dari dalam apartemennya.


"*Akan aku antar lagi Ocil, ayo tidak apa-apa*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Tidak perlu Go, lagipula aku sudah memesan taksi, aku mau pulang sendiri saja*",, tolak Ocil kepada Diego dengan nada ramah dan sopannya.


Diego sangat sedih ketika Ocil menolak ajakannya ketika dia menawarkan untuk mengantarkannya pulang.


Dengan berat hati Diego mengiyakan Ocil untuk pulang sendirian, dan setelahnya Diego lalu masuk kedalam kamar apartemennya sendiri.


Namun ketika Diego yang baru saja masuk kedalam kamar apartemennya, dia tiba-tiba mempunyai fikiran untuk membuntuti Ocil supaya tahu dimana tempat tinggal kedua orang tuanya Ocil.


Diego langsung saja keluar dari dalam kamar apartemennya lagi dan dia langsung memencet tombol lift supaya cepat terbuka dan supaya dia bisa dengan segera turun kebawah.


Ketika pintu lift sudah terbuka, Diego segera masuk kedalamnya dan dia segera memencet tombol lantai dasar untuk segera menyusul Ocil.


Didalam lift Diego sangat tidak tenang sekali, karena takut jika dia kehilangan jejaknya Ocil.


Keberuntungan bagi Diego, ketika lift yang dia naiki sudah sampai diloby apartemen, dia melihat Ocil lagi berjalan kearah halaman apartemennya.

__ADS_1


Diego lau berlari dengan segera menuju keparkiran apartemen untuk mengambil mobilnya, dan ketika sudah sampai didepan mobilnya Diego langsung saja masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mesinnya.


Ketika mobil baru keluar dari parkiran apartemen, Diego melihat Ocil baru saja masuk kedalam taksi, dan Diego langsung saja mengikuti taksi yang ditumpangi oleh Ocil dari jarak yang cukup jauh, sebab Diego tidak mau jika Ocil sampai tahu jika dia mengikutinya pulang.


Empat puluh lima menit ketika berkendara, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Diego sampai juga diperumahan yang cukup elite, karena taksi yang ditumpangi oleh Ocil membelokkan stirnya dikawasan itu.


Sejauh ini Ocil tidak menyadari jika Diego mengikutinya dari belakang, dan sang sopir taksi yang sudah curiga melihat mobilnya Diego yang mengikutinya dari keluar apartemen tadi, dia sudah siap siaga jika yang mengikutinya adalah orang berbahaya.


Namun sang sopir taksi belum bilang kepada Ocil tentang kecurigaannya yang sedang diikuti oleh Diego.


Ocil yang sudah membayar ongkos taksi yang dia naiki, dia lalu langsung saja keluar dari dalam taksi dan masuk kedalam rumah mewah tepat dimana taksi itu berhenti.


Diego yang melihat dari jarak yang cukup jauh, dia masih melihat dengan sangat jelas, jika Ocil masuk kedalam rumah mewah itu.


Ketika Ocil sudah masuk kedalam rumah mewah itu, Diego langsung saja menjalankan mobilnya untuk mengamati dan mengingat-ingat bentuk pagar dan cat serta nomor rumahnya Ocil.


"*Ternyata dia tinggal disini, baiklah dia sudah pulang dengan selamat dan juga sudah masuk kedalam rumahnya*",, kata Diego dengan sambil melihat pintu gerbang dan pagar rumahnya Ocil.


Setelahnya Diego lalu mengendarai mobilnya menuju keapartemennya lagi untuk beristirahat.


Sedangkan Ocil sendiri yang sudah masuk kedalam rumahnya, dia lalu masuk kedalam kamarnya untuk bersih-bersih badannya dan setelahnya dia lalu menceritakan tentang proyeknya yang ada diBraziln kepada kedua orang tuanya.


Kedua orang tuanya Ocil sangat senang dan bangga mendengar cerita dari Ocil, mereka sangat bahagia dengan pencapaian yang diperoleh oleh Ocil, bisa sukses tanpa bantuan mereka.


Kedua orang tuanya Ocil, terus mendukung Ocil selagi itu bermanfaat dan baik untuk perkembangan kehidupannya Ocil yang akan mendatang, serta kedua orang tuanya Ocil tidak pernah mengekang Ocil jika Ocil akan melakukan hal-hal baru, dengan satu syarat yaitu adalah hal yang positif.


Sedang Ayahnya Ocil dia juga seorang pengusaha karpet ekspor impor dari perbagai negara, yang terkadang pula bekerjasama dengan Papah Adam, Papahnya Vicktor.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2