
Vicktor yang melihat wajah keterkejutan dari para sahabat-sahabatnya, dia hanya bisa menampilkan senyum tipisnya saja kepada mereka berdua.
"*Iya kalian tidak salah dengar, aku memang memperk0sanya, dan sehari setelahnya aku mengajaknya menikah secara sah dihadapan Tuhan dan Negara tanpa ada Keluarga kami yang hadir*",, kata Vicktor lagi melanjutkan ceritanya lagi.
"*Sungguh tidak mudah memang meluluhkan Celyn pada waktu itu, dari ketidak sengajaan menjadi saling mencintai seperti sekarang*",, sambung lagi perkataannya Vicktor kepada kedua sahabatnya.
"*Tidak aku sangka, laki-laki pendiam dan cuek sepertimu yang aku kira tidak tertarik dengan perempuan, bisa juga hilang kendali dan memeperk0sa seorang gadis*",, kata Diego kepada Vicktor ketika dia sudah bisa menguasai rasa keterkejutannya tadi.
Sebab fikir Diego kisah cintanya Vicktor tidak sebegitu rumitnya ketika menakhlukkan hatinya Celyn.
Tiba-tiba pandangan dari Vicktor dan Diego teralihkan kearahnya Rexley ketika mereka berdua mendengar Rexley bertepuk tangan.
"*Kamu kenapa bertepuk tangan seperti itu Rex??*",, tanya Diego kepada Rexley.
"*Aku yang sudah sering mencicipi j4l4ng tidak menyangka jika sahabatku yang kaku ini bisa juga berdiri burungnya ketika melihat Celyn, aku kira Vicktor orangnya belok*",, kata Rexley sambil bertepuk tangan untuk Vicktor.
Vicktor yang mendengar perkataannya Rexley, dia reflek memukul kecil pundaknya Rexley karena tidak suka mendengar perkataannya Rexley tadi.
"*Oh ya kamu sendiri bagaimana hubungan kamu dengan Linda Go??*",, kata Vicktor kepada Diego.
Vicktor sengaja bertanya kepada Diego seperti itu, karena Vicktor sudah diceritakan oleh Dela adiknya tentang Linda, namun Vicktor belum menceritakannya dengan Diego.
Sebab Vicktor ingin Diego mengetahuinya sendiri nanti apa yang yang dilakukan Linda dibelakangnya Diego.
"*Tidak tahu, aku merasa aku sudah tidak mencintainya lagi, dan rasa cintaku sudah berpindah kewanita lain yang selalu ada untuk aku*",, jawab Diego kepada Vicktor, dan masih didengar oleh Rexley.
"*Ocil kan orangnya Go??*",, kata Vicktor kepada Diego.
Dan tebakannya Vicktor benar adanya.
"*Iya, Ocil orangnya Vick*",, jawab Diego kepada Vicktor.
"*Tapi kamu tahu darimana jika aku sudah mulai mencintai Ocil??*",, tanya Diego kepada Vicktor dengan wajah penasarannya.
"Terlihat jelas dimata kamu ketika kemarin kamu memandang Ocil*",, jawab Vicktor kepada Diego sambil tersenyum.
__ADS_1
"*Mau bagaimanapun juga kita sebagai laki-laki juga menginginkan kasih sayang dan perhatian dari seorang perempuan, dan aku tidak mendapatkan semua itu dari Linda*",, kata Diego kepada Vicktor sambil memainkan gelas winenya yang baru.
"Sabar bro, jika kamu tidak suka dengan Linda, putuskan saja dia dan segera dekati Ocil*",, kata Rexley menyemangati Diego.
"*Itu yang memang akan aku lakukan Rex, dan aku menunggu Linda untuk pulang lusa depan*",, jawab Diego kepada Rexley.
"*Dan aku dengar dari Celyn, Ocil mau merintis usahanya diBrazil kan??*",, kata Vicktor kepada Diego.
"*Iya Vick, itu yang membuat aku kefikiran terus, apakah aku harus berlanjut mendekati Ocil atau berhenti saja, karena aku takut akan sama saja Ocil dengan Linda jika Ocil sudah pindah keBrazil nanti*",, kata Diego kepada Vicktor.
"*Sepertinya aku lihat Ocil tidak seperti itu deh Go sifatnya*",, kata Vicktor kepada Diego.
"*Aku juga merasa seperti itu Vick, tapi aku tetap sedikit ada rasa takut jika berhubungan dengan jarak jauh lagi*",, jawab Diego kepada Vicktor.
"*Oh ya Go, apakah kamu percaya dengan kekasihmu Linda jika dia disana benar-benar bekerja??*",, kata Vicktor lagi kepada Diego.
"*Maksud kamu apa Vicktor??*",, kata Rexley kepada Vicktor.
"*Iya apa maksud kamu Vick??*",, tanya Diego kepada Vicktor.
Membuat Diego langsung saja diam sambil berfikir apakah maksud dari perkaataannya Vicktor tadi.
Sebab Diego sangat tahu, jika Vicktor sudah memberikannya clue seperti itu, itu tandanya ada yang tidak beres.
Tanpa terasa dan sadar, mereka bertiga sudah menghabiskan waktu bercerita dan mengumpul mereka sampai jam dua belas malam.
"*Sudah malam juga ternyata, kalian menginap disini lagikan, tidak mungkin juga dengan keadaan kalian yang setengah sadar seperti ini, kalian akan paksakan pulang malam ini??*",, kata Vicktor kepada kedua sahabatnya itu, ketika sudah melihat dijam sudah menunjukkan pukul dua belas malam.
"*Iya aku pulang besok saja*",, jawab Diego kepada Vicktor.
"*Aku juga*",, jawab Rexley juga kepada Vicktor.
"*Kalau begitu aku ijin kedalam kamar dulu guys, mau tidur dan melihat kondisinya Celyn, siapa tahu dia membutuhkan bantuanku*",, kata Vicktor kepada Diego dan Rexley.
"*Dan jika kalian ingin tidur didalam sini silahkan, atau didalam kamar tamu silahkan, kalian cari sendiri kamar tamunya*",,kata Vicktor lagi kepada kedua sahabatnya sebelum berlalu pergi dari dalam bar mininya.
__ADS_1
"*Iya siap*",, jawab Rexley kepada Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu menuju kedalam kamarnya sendiri.
Sedangkan Diego sepeninggalan dari Vicktor dia terus melihat kearah gelas winenya sambil memainkannya dengan fikiran melayang jauh entah kemana memikirkan perkataannya Vicktor tadi.
Dan Rexley sendiri dia sudah merebahkan badannya diatas shofa besar yang ada disitu sambil memejamkan matanya.
Vicktor yang sudah masuk kedalam kamar, dia melihat Celyn sedang tertidur dengan posisi berpindah-pindah seperti tidak nyaman dalam tidurnya.
Vicktor malam itu dia tidak mabuk, karena dia hanya meminum sedikit saja winenya.
"*Sayang hei, kamu kenapa??*",, tanya Vicktor sambil berusaha membangunkan Celyn yang sedang tidak bisa tidur itu.
"*Perut aku rasanya tidak nyaman dibuat tidur, besok tolong belikan bantal tidur untuk aku ya sayang, begah sekali rasanya perut aku*",, kata Celyn dengan suara pelannya karena dia sudah mengantuk namun tidak bisa tidur.
"*Iya nanti akan aku belikan, sekarang kita tidur yuk, akan aku temanin*",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Vicktio sebelum merebahkan badannya diatas ranjang, dia lalu melepaskan kemejanya terlebih dahulu.
Setelahnya dia lalu memposisikan badannya tidur disampingnya Celyn sambil memeluk Celyn dari samping untuk memberikan kenyamanan kepada Celyn.
Dengan sambil mengusap perutnya Celyn yang sangat buncit sekali itu, Vicktor terus memberikan kenyamanan untuk Celyn supaya Celyn bisa tertidur dengan nyaman.
"*Anak Daddy bobo ya, kasihan Mommy sayang*",, kata Vicktor mengajak berbicara kepada calon ketiga buah hatinya itu sambil terus mengusap lembut perutnya Celyn.
Dan langsung direspon oleh ketiga babynya itu dengan sebuah tendangan kecil.
Usapan tangannya Vicktor diperutnya, membuat Celyn lama-kelamaan menjadi nyaman dan dia akhirnya bisa tertidur juga dengan lelap.
Vicktor yang melihat Celyn sudah tertidur dengan pulas, dia lalu dengan gerakan perlahan ingin beranjak dari atas ranjang dan menuju kedalam kamar mandi untuk buang air kecil.
Dan ketika sudah selesai Vicktor kembali lagi keatas ranjang dan tidur disebelahnya Celyn, dengan membawa Celyn kedalam pelukannya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...