
Vicktor semalaman dia tidak bisa tidur, dan dia menghabiskan malamnya untuk melukis dan melukis.
Dia baru bisa tidur sekitar tiga jam saja, namun dijam empat pagi dia sudah terbangun dari tidurnya.
Vicktor yang ingin melaksanakan rencananya dengan bertanya kepada para sahabat-sahabatnya Celyn pun dia langsung berusaha duduk dari tidurannya dengan menyandarkan punggungnya disandaran ranjang.
Vicktor lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Celyn, namun tiba-tiba Vicktor teringat jika dia menyimpan ponselnya Celyn dilaci meja sebelah ranjang.
Dan Vicktor lalu mengambil ponselnya Celyn itu untuk menghubungi semua sahabat-sahabatnya Celyn.
Orang pertama yang dihubungi Celyn adalah Felya, dan Felya dia masih dalam keadaan yang tertidur sangat lelap sekali karena semalaman dia baru saja lembur membuat adonan bersama suami tercintanya, dengan keadaan yang setengah sadar Felya lalu mengangkat ponselnya yang berdering itu.
"*Halo*",, kata Felya ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Vicktor dengan keadaan yang setengah sadar dan tidak melihat dulu nama siapa yang tertera dipanggilan masuknya.
"*Apakah ini Nona Felya, sahabatnya Celyn??*",, kata Vicktor kepada Felya.
"*Iya, dan ini siapa??*",, jawab Felya dengan keadaan yang masih setengah sadar dan dalam mata yang masih terpejam.
"*Saya Vicktor suaminya Celyn, bisakah kita nanti bertemu jam delapan pagi diThe Ocil Resto Nona??*",, kata Vicktor kepada Felya dengan jujur mengakui jika dia adalah suaminya Celyn.
"*Oh suaminya Celyn, iya bisa-bisa, nanti saya akan datang kesitu menemui anda Tuan*",, jawab Felya dengan keadaan yang masih setengah sadar dan dengan suara malasnya.
"*Baiklah saya tunggu kalau begitu*",, jawab Vicktor kepada Felya dan dia langsung saja mematikan sambungannya telefonnya setelah mendengar jawabannya Felya.
Felya lalu melanjutkan tidurnya lagi, dan untuk beberapa menit ketika sambungan telefonnya sudah terputus, Felya langsung terbangun dengan tiba-tiba karena dia baru saja sadar sepenuhnya dengan perkataannya Vicktor yang mengatakan jika Vicktor adalah suaminya Celyn sahabatnya.
Bangunnya Felya dengan tiba-tiba membuat suaminya yang tadi masih terlelap juga terkejut dengan Felya yang tiba-tiba bangun itu.
"*Sayang kenapa, apa kamu tadi mengalami mimpi buruk??*",, tanya suaminya Felya yang terbangun juga karena Felya yang bangun dengan tiba-tiba.
"*Tidak sayang, tadi saya bermimpi ada seorang laki-laki yang bernama Vicktor dia mengaku suaminya Celyn dan mengajak ketemuan denganku direstorannya Ocil sayang??*",, kata Felya kepada suaminya.
"*Kan kita tahu sendiri jika Celyn dia belum menikah sayang??*",, jawab suaminya Felya lagi yang bernama Dion itu.
"*Tapi suara itu sungguh nyata sayang, sebentar saya cek dulu ponselku*",, kata Felya lagi kepada suaminya.
Dan Felya langsung saja mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang.
__ADS_1
Felya langsung mengecek panggilan masuk yang ada diponselya, dan ketika Felya melihat nama Celyn tertera dipanggilan masuk yang ada diponselnya serta jam juga tanggal yang memperlihatkan pagi itu, Felya semakin yakin jika tadi dia tidak bermimpi.
"*Ya sudah nanti kamu datang saja kesana untuk memastikannya, dan siapa tadi nama suaminya Celyn, Vicktor ko nama dia seperti rekan bisnisku yang tampan dan sukses itu ya*",, kata si Dion lagi kepada Felya istrinya.
"*Ya sayang terimakasih sudah mengijinkanku, aku pasti akan datang kesana, kamu kalau mau melanjutkan tidur, tidur saja sayang, karena aku mau menelfon Ocil sama Neni dulu sebentar*",, kata Felya kepada suaminya.
Dion hanya mengangguk saja kepada Felya dan dia langsung saja melanjutkan tidurnya lagi, sedang Felya dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjang sambil memakai baju tidurnya lagi, karena dia tidur dalam keadaan tidak berpakaian sama sekali.
Setelah memakai baju tidurnya lagi, Felya langsung saja menghubungi Ocil terlebih dahulu baru Neni setelah itu.
Ocil yang sudah terbangun daritadi bahkan dari siVicktor belum menelfonnya dia langsung saja mengangkat sambungan telefonnya Felya.
"*Halo Fel, ada apa??, apa kamu ingin menanyakan tentang suaminya Celyn kepadaku??*",, kata Ocil ketika baru saja mengangkat sambungan telefonnya Felya.
Felya diseberang sana langsung saja terkejut mendengar perkataannya Ocil yang tahu akan fikirannya.
"*Ko kamu tahu Cil, apa yang ingin aku tanyakan kepadamu??*",, tanya Felya dengan sangat penasaran kepada Ocil.
"*Iya karena aku tadi juga ditelefon oleh laki-laki yang bernama Vicktor dan dia juga mengaku kepadaku jika dia adalah suaminya Celyn, namun setelah aku bertanya kepadanya dia menjawab akan menjelaskannya nanti setelah bertemu*",, jawab Ocil kepada Felya.
Karena tadi memang setelah menelfon Felya, Vicktor lalu menelfon Ocil orang kedua yang dihubunginya.
"*Tadi aku kira adalah mimpi, namun ternyata benar nyata adanya, karena tadi ketika ditelefon aku masih mengantuk sekali, dan dalam keadaan setengah sadar*",, jawab Felya kepada Ocil.
"*Iya ini memang nyata Fel*",, jawab Ocil kepada Felya.
"*Sudah dulu ya aku telefonnya, aku mau gantian menelfon siNeni*",, kata Felya kepada Ocil.
"*Jangan menelfon dia sekarang, dia pasti masih tidur, dan jika kalau kamu telefon, pasti dia hanya menjawab iya-iya saja*",, kata Ocil kepada Felya.
"*Iya juga ya, lupa aku, iya sudah akan aku telefon nanti saja ketika dia sudah bangun*",, jawab Felya kepada Ocil.
Dan sambungan telefon mereka langsung saja terputus ketika Felya sudah mendengar jawabannya Ocil.
Sedang Vicktor tadi setelah menelfon ketiga sahabatnya Celyn, dia langsung saja mengirimkan pesan kepada adiknya Della untuk datang menemuinya direstorannya Ocil, yaitu The Ocil Resto.
Setelah itu Vicktor lalu beranjak turun dari atas ranjang dan berjalan kearah ruang galeri lukisnya yang tersembunyi untuk melihat hasil semua lukisannya itu.
__ADS_1
"*Semakin lama kamu meninggalkanku, semakin aku tertantang ingin mendapatkanmu Celyn, dan mungkin ini hukuman untuk aku, karena kemarin sudah memaksamu untuk menikah denganku*",, kata Vicktor kepada lukisan wajahnya Celyn yang sedang tersenyum sambil membawa sebuah bintang yang sangat bersinar ditangannya.
"*Maafkan aku yang kemarin tidak mengerti akan perasaanmu dan malah memaksamu untuk menuruti semua permintaanku walaupun itu tentang hasr4tku yang menggila ketika melihat bodymu*",, kata Vicktor lagi kepada lukisannya Celyn yang menggambarkan tentang dirinya dan juga Celyn yang lagi berhubungan badan yang dia lukis kemarin.
"*Let's go Celyn, akan aku terima tantanganmu, tidak akan bersantai-santai lagi aku dalam mencarimu, semua tenagaku sendiri akan aku ikut sertakan dalam mencarimu*",, kata Vcktor lagi masih berbicara sendiri seperti orang gila dengan gambar lukisannya Celyn dengan gaya yang sangat sensu4l yang dibuat oleh Vicktor.
Karena memang dari kemarin, Vicktor hanya mengandalkan Ian dan para anak buahnya untuk mencari Celyn.
Setelah puas melihat dan mengamati semua lukisan tentang Celyn, Vicktor lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruang galerinya dan berjalan menuju kedalam kamar mandi untuk menunaikan rutinitasnya dipagi hari seperti biasanya.
...🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀...
Kalian semua boleh mempunyai pendapat sendiri-sendiri ya readers, namun alangkah baiknya sebagai pembaca harus mengikuti alur cerita yang kalian baca ya 😘
Tapi jika kalian mempunyai pendapat yang berbeda bisa dong komen dibawah, karena pendapat yang baik dan sopan serta masuk akal, akan menambah referensinya Author yang terkadang buntu idenya 🤣🤣🤣
Dan ini author perkenalkan teman-temannya Celyn 😉
Felya
Ocil
Neni
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
***TBC***