Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 261


__ADS_3

Saat ini Felya dan babynya sudah dipindahkan keruang perawatan biasa yang ada dirumah sakit tersebut.


Dan berita Felya yang sudah melahirkan sudah sampai ketelinga semua sahabat serta semua keluarganya.


Keluarga besarnya Felya dan juga Dion pun, mereka semua sudah pada berkumpul dan silih berganti datang menjenguk Felya yang ada didalam perawatan ruang VIP.


Mamah Parisya dia sangat senang sekali dengan cucu pertamanya itu yang sudah sangat lama dia ingin timang-timang.


Celyn dan Vicktor yang saat itu sedang bersama dengan sikembar didalam ruang keluarga mereka sambil bermain dengan sikembar juga.


Sangat senang sekali ketika ditelefon oleh Ocil, jika Felya sahabat mereka sudah melahirkan siang tadi.


Sebab sahabat-sahabatnya Felya yang dibuhubungi terlebih dahulu oleh Dion adalah Ocil.


Sungguh Celyn sangat bahagia mendengar kabar itu, namun Celyn juga belum bisa berpergian jauh, jadi dia hanya bisa titip salam saja kepada Ocil, dan akan menjenguk Felya ketika sudah pulang kerumah.


"* Kita beneran menjenguk Felya dirumahnya kan Daddy??, Daddy mau kan mengantarkan Mommy untuk menjenguk Felya?? *",, kata Celyn kepada Vicktor ketika dia sudah selesai menerima telefon dari Ocil tadi.


"* Iya sayang, nanti akan Daddy antarkan menjenguk Felya dan babynya itu *",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum manis sekali.


Selama satu bulan itu, ingatannya Celyn sudah semakin meningkat saja, namun tidak sepenuhnya, hanya sekitar empat puluh lima persenan saja yang sudah dia ingat.


Seperti kebersamaannya dengan sikembar yang paling dominan diingat oleh Celyn.


Namun begitu Vicktor masih tetap sabar mengingatkan hal-hal indah yang terjadi dihidupnya Celyn bersama dirinya.


Kita bergeser kepasangan setengah kita, siapa lagi kalau bukan LeyNe, alias Rexley dan Neni.


Neni yang mendapatkan telefon dari Ocil jika Felya sudah melahirkan pun, dia langsung saja menyuruh Rexley pulang malam itu juga, padahal Rexley sedang berada diPerancis sana dan sedang mengecek Perusahaan parfumnya itu.


Jika Rexley tidak pulang hari itu juga, Neni akan menjenguk Felya sendirian naik mobil.


Karena semenjak mengetahui jika Neni hamil, Rexley melarang keras Neni untuk menyetir mobil sendiri, makanya Neni mengancam Rexley seperti itu.


Sedikit keterlaluan memang Neni menyuruh Rexley untuk segera pulang, padahal urusan Rexley diPerancis sana belum selesai.


Itu semua semata-mata Neni lakukan, karena Neni sudah tidak sabar ingin melihat babynya Felya.

__ADS_1


Dan otaknya Neni kan memang sedikit rada, jadi ya tahu sendirilah readers jika Neni sudah mempunyai keinginan, bagaimana.


Rexley yang mendengar sang istri menyuruhnya untuk segera pulang pun, dia langsung saja mengiyakan tapi tidak malam itu juga.


Sebab malam itu Rexley harus menyiapkan berkas-berkas yang akan segera dia serahkan kepada sekretarisnya.


"* Biarlah ngambek siOon dan tukang kentut itu, enak saja dia menyuruhku untuk pulang malam ini juga, memangnya dia fikir Perancis keSwiss tidak membutuhkan persiapan jika ingin pulangnya *",, kata Rexley sambil menggerutu sendiri dengan terus meneruskan pekerjaannya.


"* Lagipula pekerjaanku masih banyak disini *",, lanjut lagi perkataannya Rexley dengan mata yang terus fokus pada berkas-berkas yang ada didepannya.


Bagus Rexley, secinta apapun dengan pasangan kita, jangan mau selalu menuruti kemauan pasangan kita yang tidak terlalu penting itu, toh kamu kan bekerja untuk Neni juga. Author dukung kamu kali ini TiRex.


"* Permisi Thor, bisa tidak jangan memanggilku seperti itu??!! *",, kata Rexley dengan nada sebalnya.


............>>>>><<<<<.............


Sedang kita geser keFelya lagi, dia saat ini sedang merasa sangat bahagia sekali dengan lahirnya putri pertamanya itu.


Felya tidak menyangka jika mengandung, melahirkan dan menjadi Ibu ada rasa tersendiri yang tidak bisa dia sampaikan dengan kata-kata.


Karena disitu tidak cuma ada Mamah Parisya saja, melainkan ada Mamah Lishan yaitu Mamah mertuanya.


Dan juga ada keluarga yang lainnya yang sedang pada datang menjenguknya, membuat Mamah Parisya dan juga Mamah Lishan menjadi bningung, siapa sebenarnya yang dipanggil oleh Felya.


"* Kamu memanggil Mamah Parisya atau Mamah Lishan sayang?? *",, tanya Dion kepada Felya, karena Dion sedang duduk dikursi samping ranjangnya Felya.


Sedangkan untuk baby Chloe sendiri dia sedang ditimang oleh Keluarga yang ada disitu.


"* Iya Nak, kamu memanggil Mamah atau Mamah mertua kamu?? *",, tanya Mamah Parisya juga kepada Felya sambil berdiri dari duduknya untuk mendekati brankar pasiennya Felya.


Dan perkataannya Mamah Parisya langsung dianggukin oleh Mamah Lishan.


"* Dua-duanya Mah, Yah *",, jawab Felya kepada Mamah Parisya dan juga Dion.


Mamah Lishan yang mendengar jawabannya Felya dia lalu berdiri dari duduknya untuk mendekati sang besan yang sudah berdiri disamping ranjangnya Felya.


Sedang Dion dia langsung menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada kedua Mamahnya yang sedang ingin berbicara kepada Felya istrinya.

__ADS_1


"* Ada apa Nak?? *",, tanya Mamah Lishan juga kepada Felya ketika dia sudah berdiri disampingnya Mamah Parisya.


"* Mah, maafkan Felya, jika Felya mempunyai banyak salah kepada Mamah, tidak bisa menjadi anak yang baik untuk Mamah, sekarang Felya sudah tahu bagaimana susah dan sakitnya melahirkan seorang buah hati Mah *",, kata Felya kepada Mamah Parisya ketika Mamah Lishan sudah beridiri disamping Mamahnya.


Mamah Parisya dia sangat terharu dengan ungkapan tulus dari Felya kepadanya.


Dan Mamah Parisya dia langsung saja memeluk Felya sambil meneteskan air mata bahagianya.


"* Iya Nak, Mamah maafin, karena sebesar apapun kesalahan kamu, Mamah yang sudah mengandung dan melahirkan kamu, tidak bisa jika Mamah disuruh marah lama kepadamu Nak *",, jawab Mamah Parisya kepada Felya.


Felya hanya tersenyum manis saja menanggapi perkataannya Mamah Parisya tadi kepadanya.


Setelah itu Felya dia langsung beralih kepada Mamah mertuanya yaitu Mamah Lishan yang daritadi hanya diam saja memperhatikan interaksi antara dirinya dan juga Mamah Parisya.


"* Mah, terimakasih juga Mamah sudah mau menerima Felya untuk menjadi menantu Mamah, dan mengijinkan anak kesayangan Mamah menjadi suami Felya *",, kata Felya gantian memegang kedua tangannya Mamah Lishan.


"* Mamah adalah mertua yang sabar, tidak pernah menyinggung Felya kapan Felya akan punya anak, maafkan Felya juga ya Mah, jika Felya selama menjadi menantu Mamah sering merepotkan atau membuat Mamah marah dan tersinggung *",, lanjut lagi perkataannya Felya kepada Mamah Lishan.


Mamah Lishan dia tersenyum manis kepada Felya sebelum dia menjawab perkataannya Felya.


"* Kamu anak baik Felya, pantas saja Dion begitu mencintai kamu dari dulu hingga sekarang *",, jawab Mamah Lishan kepada Felya.


"* Dan lagi pula kamu tidak pernah membuat Mamah marah, serta selama ini kamu juga sudah menjadi menantu yang baik untuk Mamah, jangan sungkan untuk bertanya ya kepada Mamah, jika nanti kamu sedikit kerepotan menjaga baby Chloe *",, lanjut lagi perkataannya Mamah Lishan kepada Felya sambil mengusap lembut tangannya Felya yang sedang menggenggam tangannya.


Felya langsung saja tersenyum manis kepada Mamah Lishan dan juga Mamah Parisya ketika sudah mendengar jawabannya Mamah Lishan tadi.


Dion yang daritadi juga memperhatikan interaksi dari Mamah kandung serta Mamah mertuanya kepada Felya istrinya, dia juga begitu sangat senang dan terharu.


Memang penampilannya Felya super seksi, tapi hatinya dia sungguh sangat baik sekali, dan Dion sangat bersyukur bisa memiliki istri seperti Felya.


Dion lalu berjalan menghampiri ketiga wanita yang sedang bermelow-melow itu ketika mereka semua sedang berbahagia.


Dan Dion lalu menggoda mereka bertiga dengan candaannya, hingga mereka bertiga yang tadinya pada terharu, sekarang langsung tertawa karena candaannya Dion, hingga membuat Mamah Lishan sampai menjewer telinganya Dion dengan gemas.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2