
Mamah Gilda dan juga Ayah Jo mereka berdua benar-benar mengunjungi Celyn dihari berikutnya ditemani oleh Chris tentunya.
Celyn dia sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan dari kedua orang tuanya ditempat persembunyiannya.
Mamah Gilda dia menangis terharu melihat Celyn yang sudah beberapa minggu tidak dilihatnya itu. Sedangkan Ayah Jo dia hanya tersenyum sambil memeluk hangat Celyn saja.
"*Maafkan Celyn Mah, Yah, yang tidak bercerita kepada kalian tentang masalah yang sedang Celyn hadapi*",, kata Celyn kepada kedua orang tuanya.
"Iya tidak apa-apa Nak, kami tidak marah ko, lain kali kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bercerita kepada kami ya Nak*",, jawab Mamah Gilda dengan lembut kepada Celyn.
Karena memang watak dan sifatnya Celyn tidak bisa jika dikasarin sedikit.
"*Apakah Mamah sama Ayah tidak marah kepada Celyn??*",, kata Celyn kepada kedua orang tuanya lagi.
Sedang Chris dia hanya diam saja sambil mendengarkan percakapan Celyn dan kedua orang tuanya sambil duduk dishofa yang ada disitu.
"*Awalnya kami marah Nak, namun kami juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan kamu juga, karena kami sangat tahu bagaimana sifat kamu, jika Vicktor tidak memulainya terlebih dahulu*",, jawab Ayah Jo kepada Celyn.
"*Apa kamu tidak mencoba untuk berbicara baik-baik saja Nak dengan suami kamu Vicktor, kasihan dia, Mamah lihat sepertinya dia begitu sedih sekali ketika kamu tinggalkan seperti ini*",, kata Mamah Gilda kepada Celyn.
Celyn dia hanya diam saja sambil mengucapkan sebuah kalimat didalam hatinya.
"*Apa mungkin dia benar-benar bersedih dengan aku tinggalkan seperti ini, bukannya pernikahan ini terjadi karena unsur paksaan dan dengan tiba-tiba saja, serta belum ada kata cinta juga didalam pernikahan ini*",, batin Celyn ketika baru saja mendengar perkataan dari Mamahnya.
"*Celyn ko malah melamun*",, kata Mamah Gilda lagi yang melihat Celyn melamun dan tidak menjawab pertanyaannya tadi.
"*Eh Mah kenapa??*",, tanya Celyn kepada Mamahnya.
Mamah Gilda dia hanya tersenyum kecut saja ketika mendengar kalimatnya Celyn, sedang Ayah Jo dia hanya tersenyum lucu.
"*Mah, Yah, jangan beri tahu Vicktor dulu ya jika Celyn ada disini, biar Celyn memantapkan hatinya Celyn dulu untuk bertemu dengan Vicktor lagi*",, kata Celyn kepada kedua orang tuanya.
"*Sebenarnya Ayah tidak suka dengan sifat kamu yang satu ini Nak, suka lari jika ada masalah, namun Ayah kali ini setuju akan keputusanmu, karena Ayah juga ingin melihat kesungguhannya Vicktor dalam mempertahankan rumah tangga kalian berdua*",, jawab Ayah Jo kepada Celyn.
"*Terimakasih Ayah*",, jawab Celyn kepada Ayah Jo.
__ADS_1
Mereka lalu berbincang-bincang hangat, dan juga menanyakan kepada Celyn liburan kemana saja ketika pergi kePortugal, Celyn awalnya terkejut ketika mendengar kedua orang tuanya bisa mengetahui jika dia baru saja pergi kePortugal, namun setelah melihat kearahnya Chris, Celyn tahu jika Chrislah yang memberitahukan kepada kedua orang tuanya.
Setelah cukup lama mereka temu kangennya, Ayah Jo dan Mamah Gilda langsung saja berpamitan pulang kemansion mereka sendiri, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul delapan malam, karena ketika Ayah jo dan Mamah Gilda datang menemui Celyn waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
Satu minggu setelah kunjungan dari kedua orang tuanya, Celyn dia sudah memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyiaannya.
Walau dia keluar masih menggunakan hoody miliknya Chris yang sangat kebesaran untuknya yang bisa menutupi hingga kepalanya. Celyn tetap enjoy saja dalam memakainya.
Didalam satu minggu itu, ketika pagi Celyn menghabiskan waktunya untuk berjemur diatas rooftop yang ada dilantai paling atas restoran milik Ayahnya itu, yang terkadang juga digunakan oleh Chris untuk menghilangkan penatnya.
Restoran milik Ayah Jo mempunyai empat lantai, dan lantai paling atas ya rooftop itu. Sedangkan ketiga lantai dibawahnya digunakan untuk restoran berdasarkan kelasnya, biasa, VIP maupun VVIP.
Celyn yang sudah bangun dari jam enam pagi dan dia juga sudah selesai gosok gigi serta cuci muka langsung saja seperti biasa berjalan menuju kearah rooftop yang ada disitu dan tidak lupa pula hoodynya selalu dia pakai dan akan Celyn lepas ketika sudah berada dirooftop.
Dari satu minggu itu Celyn dia entah kenapa selalu merasakan sering pusing dikepalanya dengan tiba-tiba, serta nafsu makannya pun berkurang dengan sangat drastis dan menjadi pemilih dalam memilih makan, dan akan tiba-tiba muntah dengan sangat parah ketika melihat makanan yang tidak disukainya.
Chris yang sekarang tidak bisa setiap hari mengunjungi Celyn pun tidak menyadari dengan perubahan kondisinya Celyn, karena Celyn juga tidak bercerita kepada Chris, sebab Celyn tidak mau menambah beban untuk Chris.
Alasan Celyn yang tidak mau bercerita kepada Chris karena Chris pernah bercerita kepada Celyn jika restoran yang satunya sedang ada kekeliruan data yang dimasukkannya, alhasil Chris harus mengecek ulang dari tanggal awal bulan.
Diwaktu yang bersamaan, datanglah Vicktor beserta Ian masuk kedalam restoran Butterfly Resto, dan restoran itu adalah milik Ayah Jo, untuk bertemu dengan client mereka yang Perusahaannya tidak jauh dari restoran itu.
Vicktor dan juga Ian dia langsung saja berjalan menuju kelantai tiga tempat dimana ruang VVIP untuk kalangan bisnis berada.
Dan Celyn yang berada diatas rooftop dia juga sudah mulai berusaha turun dari tangga dengan terus memegangi kepalanya yang pusing itu untuk masuk kedalam ruangannya Chris yang berada dilantai tiga.
Vicktor yang sudah hampir saja sampai diruangan yang sudah dipesan oleh Clientnya, dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita yang berjalan dengan sedikit terhuyung sambil memegangi kepalanya dan sambil juga menunduk dengan rambut yang tergerai menjuntai menutupi wajahnya.
Vicktor yang dalam keadaan yang sehat dia terus mengamati wanita yang tidak asing dimatanya itu, sedangkan Celyn ia tidak sadar sama sekali jika dia baru saja menabrak seorang laki-laki yang sangat dikenalnya sekali.
"*Apa kamu melihat wanita itu Ian, dia mirip sekali dengan Celyn??*",, kata Vicktor kepada Ian sambil menunjuk Celyn yang sudah berjalan cukup jauh dari tempatnya berdiri.
"*Iya Tuan, dari bodynya dia mirip sekali dengan Nyonya Celyn, namun wajahnya saya tidak bisa melihatnya dengan begitu jelas karena wajahnya tertutup rambutnya yang tergerai itu*",, jawab Ian kepada Vicktor, karena Ian dia berjalan dibelakangnya Vicktor dan melihat juga adegan tabrakan tadi.
"*Untuk memastikannya saya akan mengikuti wanita itu, dan kamu lanjutkan saja menemui client saya, jika dalam waktu lima belas menit saya tidak datang, meetingnya handle kamu dulu Ian*",, kata Vicktor kepada Ian.
__ADS_1
"*Baik Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor dan Vicktor dia langsung saja melangkahkan kakinya mengikuti Celyn sebelum Celyn pergi terlalu jauh lagi dari pandangannya.
Sedangkan Ian dia langsung saja melanjutkan lagi kakinya menuju keruang VVIP yang sudah dipesan.
Vicktor terus mengikuti Celyn dengan diam-diam tanpa sepengetahuan dari Celyn, dan Celyn sendiri pun tidak menyadari akan hal itu.
Ketika Celyn membelokkan kesebuah lorong yang ada tulisannya Office, Vicktor pun juga mengikutinya.
Celyn yang sudah membuka pintunya dia langsung saja masuk dan tidak menguncinya seperti biasanya, karena memang tidak ada yang berani masuk keruang kantornya Chris tanpa seijin Chris tentunya.
Vicktor pun dengan langkah pelan dan tidak bersuara sama sekali dia langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya Chris, ketika Celyn sudah berada didalam kamar rahasianya Chris, barulah Vicktor dengan jelas bisa melihat wajah dari wanita yang sedang diikutinya itu, dan wanita itu benar-benar Celyn, karena Celyn ketika sudah masuk kedalam kamar rahasianya Chris, dia langsung saja mendongakkan kepalanya sambil menguncir rambutnya keatas dengan asal.
Hatinya Vicktor sangat senang sekali karena sudah bisa menemukan Celyn, dan Celyn sedang berada didepannya.
Vicktor yang masih bersembunyi dibalik pintu yang tidak tertutup rapat itu dia hanya memperhatikan Celyn saja untuk mengetahui apa yang akan diperbuat oleh Celyn.
"*Kepalaku kenapa sangat pusing sekali, dan pusingnya melebihi kemarin*",, kata Celyn sambil memijat lembut kepalanya yang pusing itu.
Dan Vicktor mendengar jelas apa yang sedang dikatakan oleh Celyn.
Celyn langsung saja meminum air yang ada diatas meja dekat dengan shofa untuk meredakan haus dan pusingnya.
Namun ketika sudah selesai minum Celyn yang ingin berjalan kearah ranjang untuk mengistirahatkan badannya, dia yang baru berjalan beberapa langkah hampir saja terjatuh jika tidak segera ditangkap oleh Vicktor.
Vicktor dengan segera berlari keluar dari tempat persembunyiaannya ketika melihat Celyn terhuyung akan jatuh.
Dan Vicktor langsung saja menangkap tubuhnya Celyn sebelum benar-benar terjatuh kelantai.
Sedang Celyn yang masih dalam keadaan setengah sadar dia samar-samar melihat wajahnya Vicktor yang sedang mendekap tubuhnya yang lemas.
"*Vicktor*",, kata Celyn dengan lirih sebelum mata dia benar-benar terpejam karena pingsan.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***
__ADS_1