
Dua orang Dokter dan para suster serta asisstan Dokter mereka semua langsung saja menangani Celyn lagi sekuat tenaga mereka dan sebisa mereka.
Mereka terus berjuang dan berjuang untuk menyelamatkan nyawanya Celyn.
Sungguh tidak cuma para keluarga saja yang merasa jika ini adalah keajaiban dari Tuhan.
Melainkan para Dokter, suster dan asisstan Dokter yang menangani Celyn, mereka semua juga menganggap jika ini anugerah serta keajaiban dari Tuhan untuk Celyn.
Sebab para staff medis itu, mereka tadi menyaksikan sendiri ketika Celyn sedang menghembuskan nafas terakhirnya dan memang sudah tidak bisa terselamatkan lagi nyawanya karena benturan keras yang dialami Celyn dikepalanya itu.
Sedang para Keluarga dan sahabat yang ada didepan ruang perawatannya Celyn, mereka masih terus menanti dengan harap-harap cemas untuk mengetahui yang lebih lanjut lagi tentang keadaannya Celyn.
Vicktor sangat yakin jika Celyn akan bertahan demi dirinya dan juga sikembar anak mereka.
"* Ayo sayang, Daddy yakin, kamu pasti bisa melewati ini semua, Daddy akan terus berdoa untuk kesembuhan kamu sayang *",, kata batinnya Vicktor sambil menatap kosong dinding ruang perawatannya Celyn, sambil juga terus mendekap baby Shane didalam gendongannya.
Sedangkan baby Bastein dia masih berada didalam gendongannya Felya.
Mamah Vina yang tadi sedang pingsan pun, dia juga baru saja sadar, dan langsung diberitahu oleh Papah Adam, jika Celyn dia sedang mendapatkan pertolongan lagi dari Dokter karena tiba-tiba saja Celyn menunjukkan jika dia masih hidup.
Mamah Vina sangat senang sekali mendengar kabar itu, dan dia lalu berdoa sama seperti yang lainnya untuk kesembuhannya Celyn.
Dan untuk Mamah Gilda sendiri serta Ayah Jo, mereka hanya bisa bungkam tidak mau mengeluarkan suara mereka sama sekali, sebab hati dan fikiran mereka sedang tidak mood untuk berbicara.
Begitu pula dengan Chris, dia sama seperti Ayah Jo dan Mamah Gilda, hanya diam saja sambil melamun dengan hati yang terus berdoa untuk keselamatannya Celyn yang sedang berjuang didalam ruangan sana.
Kita geser sejenak keruang perawatannya baby Feyrin.
Ocil yang masih menangis dengan sangat histeris sekali, dia memaksa Diego untuk mengantarkannya menuju keruang perawatannya Celyn.
Sebab Ocil dia belum mengetahui jika Celyn sudah ada perkembangannya.
Para sahabat yang ada didepan ruang perawatannya Celyn, mereka terlupa untuk mengabari Ocil, sebab mereka masih pada sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
"* Iya sebentar ya sayang *",, jawab Diego kepada Ocil.
__ADS_1
Diego setelah berkata seperti itu kepada Ocil, dia lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Dion yang sedang duduk santai diatas shofa yang ada didalam ruangan itu sambil menonton televisi.
"* Em Tuan Dion, maukah anda menjaga baby Feyrin untuk sebentar, saya mau mengantarkan Ocil menemui yang lainnya dulu *",, kata Diego kepada Dion.
Dion langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Diego ketika merasa Diego mengajaknya berbicara.
"* Oh ya tentu, silahkan Tuan Diego, saya akan menjaganya untuk kalian semua *",, jawab Dion kepada Diego dengan ramah.
"* Terimakasih Tuan Dion, kalau begitu kami permisi dulu *",, kata Dion lagi kepada Diego.
Dan Dion hanya mengangguk saja kepada Diego.
Setelahnya Diego langsung saja berlalu pergi dari dalam ruang perawataannya baby Feyrin untuk menuju keruang perawatannya Celyn bersama Ocil tentunya.
Dion yang ditinggal sendirian seperti itu oleh Diego dan juga Ocil, dia lalu berpindah duduk dikursi samping ranjang yang tadi didudukin oleh Diego untuk menemani baby Feyrin.
"* Jujur aku takut ditinggal sendirian seperti ini, untuk menunggui seorang baby, karena aku belum berpengalaman sama sekali *",, kata Dion sambil mengusap lembut wajah cantiknya baby Feyrin.
"* Tapi tidak apalah, ini buat pelajaran untuk aku yang sebentar lagi akan mempunyai baby sendiri *",, kata Dion lagi sambil masih berbicara sendiri dengan tangan yang terus mengusap lembut pipi mulusnya baby Feyrin.
"* Kamu cantik sekali sayang, kasihan kamu, kamu masih kecil seperti ini sudah ditinggal orang yang seharusnya menemani kamu hingga kamu dewasa kelak Nak *",, kata Dion sambil menahan rasa sesak didad4nya karena mengingat Celyn baru saja meninggal.
Wajar saja Dion berkata seperti itu kepada baby Feyrin, sebab Dion juga belum mengetahui jika Celyn masih diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan.
"* Uncle Dion berjanji, Uncle dan Aunty Felya akan menyayangimu seperti anak kandung kami sendiri, walau Uncle tahu Daddy kamu sanggup membelikan kamu apa saja, tapi Uncle yakin Daddy kamu pasti sedikit susah untuk memberikan kasih sayang seorang Mommy kepada kamu *",, kata Dion lagi sambil terus mengajak berbicara baby Feyrin yang jelas-jelas tidak mengetahui apa yang Dion katakan.
"* Semoga saja ada keajaiban untuk kamu sayang, dan juga untuk kedua Kakak laki-laki kamu *",, doa tulus dari Dion untuk baby Feyrin sambil terus mengusap wajah tidurnya baby Fey.
Kembali kedepan ruang perawatannya Celyn, Diego dan Ocil mereka berdua baru saja sampai diruang perawatannya Celyn.
Neni, Felya, Ocil mereka bertiga langsung saja berpelukan khas seorang perempuan, sambil menangis.
Sedangkan Dela yang juga melihat Ocil baru saja datang itu, dia hanya tersenyum saja kepada Ocil sambil terus memeluk Chris yang masih sangat sedih itu.
"* Jangan menangis Ocil, Celyn dia masih hidup, aku yakin itu *",, kata Felya kepada Ocil yang baru saja bergabung dengan mereka itu.
__ADS_1
"* Apa maksud kamu Fel?? *",, kata Ocil kepada Felya dengan wajah bingungnya.
Felya lalu menceritakan dengan singkat kejadian yang dia serta Vicktor alami ketika tadi berada didalam ruang perawatannya Celyn.
Sungguh Ocil sangat senang sekali, dan juga berdoa sama seperti yang lainnya jika Celyn dia kuat, bisa bertahan dan tentunya juga masih hidup.
Sedangkan Diego dia tadi yang baru saja sampai, dia langsung saja duduk dikursi tunggu sampingnya Vicktor.
"* Vicktor yang sabar ya bro *",, kata Diego kepada Vicktor.
"* Aku sabar Go, apalagi Celyn dia masih hidup dan sedang berjuang untuk melawan keadaannya itu didalam sana *",, jawab Vicktor kepada Diego dengan nada yang sedikit tenang, tidak seperti tadi.
"* Apa maksud kamu Vick?? *",, tanya Diego kepada Vicktor.
"* Celyn dia masih hidup, tadi aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, jika dia tidak meninggal *",, jawab Vicktor kepada Diego dengan menampilkan senyum tipisnya.
Diego yang melihat ekspresi serta nada bicaranya Vicktor, Diego mengira jika Vicktor dia sedikit terguncang jiwanya karena baru saja kehilangan Celyn.
Namun dugaan itu terbantahkan ketika Ocil tiba-tiba menghampirinya dan langsung memeluknya sambil mengatakan jika Celyn masih hidup.
"* Apa maksud kamu Cil?? *",, tanya Diego kepada Ocil sambil melepaskan pelukannya Ocil.
Ocil lalu menceritakan kepada Diego apa yang tadi diceritakan oleh Felya kepadanya.
Vicktor yang mendengar ceritanya Ocil, dia hanya tersenyum tipis diwajahnya yang masih sayu itu.
"* Apakah itu benar Vicktor?? *",, tanya Diego kepada Vicktor yang duduk disampingnya itu.
"* Iya itu benar Go, aku melihatnya sendiri, jika Celyn diberikan kesempatan kedua oleh Tuhan, untuk berkumpul dengan kita lagi terutama denganku dan sikembar *",, jawab Vicktor kepada Diego.
Diego langsung saja tersenyum senang ketika dia mendengar jawabannya Vicktor, dan Diego juga sama seperti yang lain, mendoakan yang terbaik untuk Celyn, terutama supaya dia bisa berkumpul lagi dengan keluarga tercintanya itu.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1