
Masih didalam pelukannya, Papah Adam masih terus mengusap lembut punggung kokoh dari anak laki-lakinya itu.
Seumur hidupnya Papah Adam yang merawat Vicktor dari kecil hingga tumbuh besar menjadi laki-laki dewasa nan tampan, Papah Adam baru kali itu melihat kesedihan yang mendalam diwajahnya Vicktor.
Papah Adam tidak menyangka jika anaknya yaitu Vicktor dia begitu mencintai Celyn, sahabat dari adiknya yaitu Dela.
"* Kamu harus kuat Nak, Celyn didalam sana dia sedang berjuang untuk sembuh supaya bisa berkumpul lagi dengan kamu dan sikembar *",, kata Papah Adam sambil melepaskan pelukannya Vicktor.
Diego, Rexley, Dela, Chris, dan juga Ayah Jo, mereka semua hanya bisa menatap Vicktor dan Papah Adam dengan tatapan sedih mereka sambil terus mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh Papah Adam kepada Vicktor.
"* Kamu jangan pernah sekali-sekali menunjukkan wajah sedihmu itu dihadapannya Celyn Nak *",, kata Papah Adam lagi kepada Vicktor.
"* Ini semua salahnya Vicktor Pah, yang tidak becus menjaga Celyn tadi, hingga akhirnya menyebabkan Celyn menjadi seperti ini *",, kata Vicktor kepada Papah Adam sambil menatap kosong dinding yang ada didepannya.
"* Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri seperti itu Nak, semua terjadi diatas kuasa kita, kita juga sudah melakukan hal sebaik mungkin untuk menghindari hal buruk seperti ini terjadi *",, jawab Papah Adam kepada Vicktor sambil memberinya sedikit semangat.
"* Iya Vicktor, jangan menyalahkan diri kamu sendiri, sekarang kuatlah, dimana Vicktor yang kita kenal *",, kata Rexley ikut masuk didalam pembicaraannya Papah Adam dan juga Vicktor.
"* Iya sedih boleh, tapi jangan membuat kamu lupa jika Celyn sangat membutuhkan dukungan kamu saat ini, apalagi sikembar mereka juga masih sangat membutuhkan kedua orang tuanya *",, kata Diego juga ikut-ikutan berbicara.
Vicktor dia masih saja diam mendengarkan semua orang yang sedang berbicara kepadanya.
"* Nak Vicktor, Ayah mengucapkan terimakasih banyak kepada kamu *",, kata Ayah Jo yang tiba-tiba juga ikut-ikutan berbicara.
"* Sedikit pun Ayah tidak menyalahkan kamu sama sekali Nak, sebaliknya Ayah justru sangat bahagia sekali, puteri Ayah yang selama ini Ayah besarkan dengan tangan Ayah sendiri bisa mempunyai suami seperti kamu Nak Vicktor *",, sambung lagi perkataannya Ayah Jo kepada Vicktor sambil tersenyum menenangkan Vicktor.
Vicktor masih saja diam, ketika Ayah Jo juga ikut-ikutan berbicara kepadanya.
Ketika mendengar semua orang pada berbicara kepada Vicktor, Chris yang berada didalam pelukannya Dela pun, tiba-tiba dia beranjak berdiri untuk mendekati Vicktor.
Dan Chris lalu berdiri didepannya Vicktor yang sedang duduk melamun itu.
Vicktor dan yang lainnya masih memperhatikan apa yang ingin dilakukan Chris kepada Vicktor.
__ADS_1
"* Aku lupa, sesedih apapun aku, pastilah masih sedih kamu yang sebagai suaminya *",, kata Chris kepada Vicktor ketika dia sudah berdiri didepannya Vicktor.
"* Kita juga tidak boleh berlarut sedih seperti ini Vicktor, kita harus tetap kuat dan sehat, supaya kita masih bisa terus menemani Celyn *",, lanjut lagi perkataannya Chris kepada Vicktor.
"* Lagi pula, laki-laki seperti kita tidak pantas untuk bersedih *",, sambung lagi perkataannya Chris sambil menghibur Vicktor.
"* Iya kamu benar sekali Chris, kita harus tetap sehat dan terus memberikan semangat untuk Celyn *",, jawab Vicktor kepada Chris dengan sambil berdiri didepannya Chris.
"* Terimakasih Kakak Ipar dan adik iparku *",, kata Vicktor sambil sedikit bercanda kepada Chris dengan menunjukkan senyum tipisnya itu.
Dan yang lainnya langsung saja tertawa kecil ketika mendengar godaannya Vicktor kepada Chris.
Sejenak rasa sedih yang mereka alami sedikit berkurang dengan saling berbincang seperti itu.
Dan setelah berbincang seperti itu, Rexley lalu mengusulkan serta memutuskan untuk membeli makanan serta minuman untuk mereka semua dan juga untuk para wanita yang berada diruang perawatannya Rexley.
Rexley tidak sendirian pergi mencari makannya, dia ditemani oleh Diego untuk mencari makan didepan rumah sakit.
Dan waktu tanpa terasa juga sudah menunjukkan pukul satu dini hari, ternyata sudah enam jam Celyn berada diruang operasi.
Tidak sebentar memang operasi dibagian kepala, apalagi cidera yang dialami oleh Celyn cukup lumayan parah sekali.
Dan setelah sekitar satu jam lamanya Rexley serta Diego yang sedang mencari makan untuk mereka semua, akhirnya Rexley dan Diego kembali kedalam rumah sakit lagi sambil membawa cukup lumayan banyak makanan untuk para laki-laki.
Sedangkan untuk para wanita sudah Rexley dan Diego antarkan tadi sebelum menuju keruang operasinya Celyn.
Ketika Rexley dan Diego baru saja sampai didepan ruang operasinya Celyn.
Tiba-tiba pintu ruang operasinya Celyn terbuka dari dalam, dan keluarlah brankarnya Celyn beserta para asisstan Dokter serta suster yang sedang mendorong brankar berisi Celyn itu.
Vicktor dan yang lainnya langsung saja sigap berdiri dari duduk mereka untuk mendekati Celyn yang baru saja dioperasi itu.
Sungguh terlihat tidak seperti Celyn, dengan kepala yang diperban seperti mumy dengan banyak selang yang menempel ditubuh dan juga mulutnya.
__ADS_1
"* Suster, istri saya mau dibawa kemana?? *",, tanya Vicktor menghentikan para suster dan asisstan Dokter itu.
"* Mau kami bawa keruang perawatan biasa Tuan *",, jawab asistan Dokter kepada Vicktor.
Ketika Vicktor ingin bertanya lagi kepada suster dan asisstan Dokter itu, tiba-tiba beberapa Dokter ada sekitar empat orang Dokter keluar dari dalam ruang operasi.
Vicktor dan Chris langsung saja mendekati para Dokter itu, sedangkan yang lainnya masih terus mengikuti kemana brankarnya Celyn didorong.
"* Dokter apa kalian semua tadi yang mengoperasi istri saya?? *",, tanya Vicktor kepada keempat Dokter itu.
"* Apakah istri anda bernama Nyonya Celyn Tuan?? *",, jawab salah satu Dokter kepada Vicktor.
"* Iya *",, jawab singkat Vicktor kepada Dokter itu.
"* Untuk lebih jelasnya biar Dokter Frans yang menjelaskan kepada anda Tuan *",, jawab Dokter itu kepada Vicktor.
"* Iya Tuan, mari ikut saya keruangan saya *",, kata Dokter yang diperkirakan Vicktor yang bernama Dokter Frans itu.
Vicktor dan Chris mereka berdua langsung saja mengikuti langkah dari Dokter Frans yang sedang menuju keruangannya.
Ketika sudah sampai, Dokter Frans langsung saja mempersilahkan duduk Vicktor dan juga Chris dikursi yang ada didepan meja kerjanya.
"* Perkenalkan Tuan, saya Dokter Frans, Dokter Bedah Saraf yang tadi mengoperasi Nyonya Celyn *",, kata ramah dari Dokter Frans kepada Vicktor dan juga Chris.
"* Salam kenal juga Dokter, saya Vicktor suaminya Celyn, dan dia Chris Kakak kembarnya Celyn *",, kata Vicktor memperkenalkan diri juga kepada Dokter Frans.
Dokter Frans dia tersenyum ramah kepada Vicktor ketika Vicktor ikut memperkenalkan dirinya juga kepada dirinya.
Dan Dokter Frans sebelum memulai menjelaskan semua tentang kondisinya Celyn, Dokter Frans memandang Vicktor dan juga Chris dengan tatapan yang tidak bisa Vicktor serta Chris artikan.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1