
Sudah sekitar kurang lebih empat puluh lima menitan Celyn tertidur, dan Vicktor pun juga baru saja sampai dihotel tempat Celyn sedang melarikan diri darinya.
Ketika Vicktor baru saja menginjakkan kakinya diloby hotel, para satf hotel, karyawan hotel dan resepsionis, mereka semua langsung saja menyambut ramah kedatangan dari Vicktor, anak dari pemilik hotel tersebut.
"* Selamat sore Tuan Vicktor *",, sapa dari para karyawan hotelnya.
Vicktor hanya mengangguk saja kepada para karyawan hotel yang menyapanya.
"* Dimana manajer kalian *",, kata Vicktor kepada semua karyawan hotelnya.
Sang resepsionis langsung saja menelfon manajer hotel mereka sama seperti tadi untuk segera menemui Vicktor.
Dan sang manajer hotel yang mendapatkan telefon lagi dari resepsionisnya, dia langsung saja segera berlalu turun untuk menemui Vicktor lebih terburu-buru daripada menemui Cleyn tadi.
"* Tuan Vicktor *",, sapa ramah dari manajer hotel itu dengan bersikap profesional padahal aslinya nafasnya sudah seperti mau habis, karena berlari-larian supaya segera sampai diloby, walau dia naik lift, tapi keluar dan masuk kedalam liftnya tadi dia membutuhkan tenaga esktra, karena harus berlari-larian.
"* Dikamar mana istri saya menginap??!! *",, tanya Vicktor dengan to the point kepada manajer hotelnya.
Sang manajer hotel dia hanya diam saja sambil menunduk, sebab dia sangat bingung sekali mau menjawab atau tidak, karena dia sudah berjanji dengan Celyn.
Dan juga manajer hotel itu, dia sangat takut sekali jika memberitahukan kepada Vicktor akan dipecat oleh Papah Adam.
"* Cepat katakan!! *",, kata Vicktor lagi dengan nada yang sedikit meninggi sambil berdiri tepat dihadapannya sang manajer.
"* Ampuni saya Tuan Vicktor, saya takut dipecat karena sudah berjanji dengan Nyonya Celyn *",, kata manajer itu kepada Vicktor.
"* Saya tidak akan memecat kamu, jika kamu mau mengatakan dikamar mana istri menginap, tapi jika kamu tidak mengatakannya kepada saya, kalian semua yang ada dihadapan saya akan saya pecat saat ini juga!! *",, kata Vicktor dengan sangat tegas sekali kepada manajer hotel dan semua karyawannya.
Manajer hotel itu dan semua karyawan hotel yang ada didepannya Vicktor, mereka semua langsung pada ketakutan sekali ketika mendengar perkataannya Vicktor.
"* Ba........baik Tuan, akan saya katakan, tapi mohon jangan pecat kami Tuan Vicktor *",, kata manajer hotel itu kepada Vicktor dengan nada yang sangat ketakutan sekali.
"* Cepat katakan!! *",, kata Vicktor lagi dengan nada yang sangat tegas sekali.
"* Nyonya Celyn, dia berada didalam penthouse Tuan *",, jawab Manajer hotel itu kepada Vicktor.
__ADS_1
"* Ambilkan kunci cadangan dari penthouse saya itu *",, kata Vicktor lagi kepada manajer hotel itu.
"* Baik Tuan *",, jawab manajer hotel itu kepada Vicktor.
Dan setelahnya manajer hotel itu dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Vicktor untuk mengambil kunci cadangan penthouse yang ada diresepsionis.
"* Ini Tuan kuncinya *",, kata manajer hotel itu kepada Vicktor sambil memberikan kunci itu kepada Vicktor.
Vicktor langsung saja mengambil kunci itu, dan tanpa permisi atau mengucapkan terimakasih kepada manajer hotelnya, dia langsung saja berlalu pergi dari hadapan mereka semua untuk menuju kepenthousenya.
Dengan tenang, Vicktor terus menaiki lift hotelnya, dan ketika lift sudah sampai dilantai yang paling tinggi dan paling atas sendiri, Vicktor langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam lift, dan berlalu menuju kepenthousenya.
Sangat pelan-pelan dan juga tenang, Vicktor membuka pintu itu menggunakan kunci cadangan yang dibawanya tadi.
Dan ketika sudah terbuka pintunya, Vicktor langsung saja disuguhkan pemandangan ruang tamu yang ada dipenthouse itu sangat berantakan sekali.
Vicktor yang melihatnya dia langsung saja menggelengkan kepalanya.
"* Pasti Mommy sangat kelaparan sekali, atau bisa jadi memang pelariannya Mommy kemakanan seperti biasanya *",, kata Vicktor sambil melihat beberapa makanan yang masih ada diatas meja ruang tamu penthousenya.
Dan benar saja, ketika Vicktor sudah membuka pintu kamar utama, dia melihat Celyn sedang tertidur hanya menggunakan lingerienya saja sama seperti ketika tidur dimansion.
Vicktor langsung saja tersenyum lucu ketika melihat Celyn tidur seperti itu dengan perut yang cukup besar sekali.
Melihat Celyn sangat nyenyak sekali tidurnya, Vicktor langsung saja berinisiatif ingin ikut merebahkan badannya juga disampingnya Celyn.
Namun sebelum itu, Vicktor sudah melepaskan sepatu yang dipakainya terlebih dahulu.
Pelan-pelan Vicktor naik keatas ranjang itu, dan ketika Celyn bergerak Vicktor langsung saja diam seketika supaya tidak ketahuan oleh Celyn.
Dan akhirnya Vicktor bisa juga tidur diranjang sampingnya Celyn dengan nyaman.
Celyn yang ingin berganti posisi, dia tidak sengaja menyentuh sesuatu, dan hal itu membuatnya sangat tekejut sekali, ketika tangannya seperti menyentuh sesuatu.
Dengan sedikit susah membuka matanya, Celyn tetap paksakan untuk membuka matanya untuk melihat benda apa yang sedang dia pegang itu.
__ADS_1
Celyn sangat terkejut sekali ketika sudah membuka mata, melihat Vicktor sudah ikut tidur disampingnya.
Dan Celyn langsung saja berganti posisi dengan membelakangi Vicktor sambil memajukan bibirnya karena cemberut.
Melihat Celyn seperti itu, Vicktor langsung saja memeluk Celyn dari belakang sambil mengucapkan kata-kata mesra.
"* Mommy,..... Mommy masih marah ya sama Daddy....?? *",, kata Vicktor kepada Celyn sambil memeluk erat Celyn.
"* Maaf deh kalau Daddy salah ya Mommy, tadi kan maksud Daddy bukan seperti itu, dan wanita jalan9 tadi juga sudah Daddy kasih hukuman ko yang setimpal dengan perbuatannya, yang sudah membuat Mommy cantikku ini cemburu dan juga marah *",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.
Vicktor yang melihat tidak ada respon dari Celyn, dia lalu mencoba mengusap lembut perutnya Celyn sambil mengajak berbicara juga kepada calon baby twinsnya itu.
"* Sayang, Mommy kalian kelihatannya masih marah deh sama Daddy, kan Daddy sudah minta maaf, padahal Daddy juga tidak bersalah, Daddy harus apa dong sayang *",, kata Vicktor sambil mengusap lembut perutnya Celyn seolah-olah sedang berbicara dengan para babynya.
"* Ya Daddy coba bujuk Mommy terus dong, nanti Mommy lama-lama pasti akan luluh ko Daddy, percaya deh sama kita, apalagi Mommy tadi baru saja memberi kita makanan yang enak-enak Daddy, itu Daddy bisa lihat sendiri sisanya diatas meja ruang tamu *",, kata Vicktor menjawab perkataannya sendiri sambil menirukan suara anak kecil.
Sungguh Celyn langsung saja tersenyum lucu ketika mendengar perkataan dan suaranya Vicktor yang seperti itu.
Setelah itu Celyn langsung saja mengganti posisi tidurnya dengan terlentang sambil menampilkan wajah manjanya kepada Vicktor.
"* Kalau senyum begitu kan cantik Mommynya sikembar *",, kata Vicktor kepada Celyn.
"* Kenapa Daddy wajahnya tampan begini sih, semakin tua bukannya semakin keriput malah terlihat semakin hot, itulah mengapa yang membuat banyak wanita tergila-gila sama Daddy *",, kata Celyn kepada Vicktor sambil mengusap lembut wajahnya Vicktor.
"* Yang terpenting kan Daddy tergila-gilanya hanya kepada Mommy seorang *",, jawab Vicktor sambil menggombal kepada Celyn.
Membuat Celyn langsung saja tersenyum senang dibuatnya.
"* Jangan marah lagi ya sayang, dia sudah mendapatkan hukuman yang sesuai dengan apa yang dia perbuat, sekarang kita tidur lagi saja yuk, pulangnya nanti saja *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn hanya mengangguk saja kepada Vicktor.
Setelah itu mereka berdua langsung saja mencoba untuk tidur lagi dan mengistirahatkan badan mereka, sebelum kembali pulang kemansion mereka sendiri.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC Boncabe***...