
Meninggalkan sejenak Celyn dan Vicktor yang sedang berbahagia, kita beralih keDiego dan juga Ocil sebentar.
Pagi itu masih sama seperti pagi pada biasanya yang Ocil maupun Diego lakukan.
Namun ketika Ocil ingin bangun dari atas ranjangnya, tiba-tiba ada air yang mengalir dari kakinya dan langsung saja membasahi lantai marmer yang dipijak oleh OCil.
"* Ayaaaaah!!!! *",, panggil Ocil kepada Diego dengan sambil berteriak.
Diego yang pada saat itu sedang berada didalam kamar mandi untuk menuntaskan rutinitas paginya, dia sedikit tidak mendengar teriakannya Ocil.
"* Ayaaaaaahhhhh!!! *",, teriak untuk kedua kalinya Ocil memanggil Diego.
Dan Diego yang mendengar teriakannya Ocil yang kedua itu, dia langsung saja dengan segera bergegas keluar dari dalam kamar mandi untuk melihat kondisnya Ocil.
"* Ada apa sayang?? *",, kata Diego kepada Ocil dengan wajah yang sangat khawatir sekali.
"* Aya lihat, air *",, kata Ocil kepada Diego sambil menundukkan wajahnya kekakinya.
"* Ya ampun Bunda, itu pasti ketubannya Bunda sudah pecah *",, kata Diego kepada Ocil dengan sangat khawatir sekali ketika melihat air ketuban mengalir dari kakinya Ocil.
Diego sangat takut sekali, jika terjadi apa-apa dengan Ocil maupun calon babynya itu.
Tanpa menunggu waktu lama, Diego langsung saja menggendong Ocil untuk keluar dari dalam kamar.
Dan ketika sudah diluar kamar, Diego langsung saja berteriak memanggil Mamah dan Ayah mertuanya.
Teriakannya Diego yang sangat menggelegar didalam rumah itu, langsung saja memancing semua penghuni rumah, dan mereka langsung saja pada berjalan mendekati Diego yang sedang turun dari atas tangga.
"* Ya ampun Nak, Ocil kenapa?? *",, tanya Mamah Esme kepada Diego yang melihat Diego turun dari atas tangga sambil menggendong Ocil.
"* Diego mau membawa Ocil kerumah sakit Mah, ketuban dia sudah pecah tadi didalam kamar *",, jawab Diego kepada Mamah Esme sambil terus berjalan menuruni tangga.
"* Bawa kedalam mobilnya Ayah saja yang sudah ada diluar, biar Ayah yang menyopirinya *",, kata Ayah Felix kepada Diego.
Dan Diego langsung saja membawa masuk Ocil kedalam mobilnya Ayah Felix yang posisi mobilnya memang mudah sekali untuk langsung keluar.
"* Mamah ambil semua perlengkapannya Ocil, dan Mamah meminta tolong antarkan Pak sopir saja ya kerumah sakitnya *",, kata Ayah Felix kepada Mamah Esme dengan segera, sebelum berlalu keluar dari dalam rumah.
Mamah Esme hanya mengangguk saja kepada Ayah Felix, dan setelahnya Ayah Felix langsung saja berlalu pergi menyusul Diego yang sudah masuk kedalam mobil bersama Ocil.
__ADS_1
Ayah Felix dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan cukup kencang, supaya cepat sampainya dirumah sakit, dan tidak terjadi apa-apa kepada Ocil.
Sedangkan Diego dia terus mencoba menenangkan Ocil yang sedang menahan rasa sakit diperutnya.
"* Ayah sakit sekali *",, kata Ocil kepada Diego.
Sebab Ocil memanggil Diego dengan panggilan Ayah, namun disitu juga ada Ayah Felix, dia pun juga ikut menimpali perkataannya Ocil.
"* Sabar Nak, Ayah akan segera menuju kerumah sakit *",, jawab Ayah Felix kepada Ocil.
Dan sekitar setengah jam lamanya, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Ayah Felix sampai juga dirumah sakit yang jaraknya cukup dekat dengan rumah mewahnya.
Ketika mobil sudah berhenti tepat didepan rumah sakit, Diego langsung saja membawa Ocil untuk keluar dari dalam mobil, sambil sedikit berteriak untuk memanggil Dokter dan suster jaga yang ada diUGD.
Dokter dan suster yang melihat ada keadaan darurat dengan Ocil, mereka langsung saja bergerak dengan segera mungkin.
Dengan sigap dua orang Dokter, dan beberapa asisstan Dokter beserta suster langsung saja membawa Ocil keruang bersalin.
Diego dengan senantiasa terus mengikuti brankarnya Ocil kemana didorongnya.
Sedangkan Ayah Felix dia sedang sibuk memindahkan mobilnya untuk dia parkirkan ketempat parkir rumah sakit tersebut.
Diego hanya mengangguk saja mengikuti perkataannya asisstan Dokter tersebut.
Dan Ocil yang sudah dibawa masuk kedalam ruang bersalin, dia langsung saja mendapatkan perawatan dengan segera.
Cuma sekitar sepuluh menitan saja, salah satu Dokter yang menangani Ocil dia keluar dari dalam ruang bersalin.
Dan Diego yang melihatnya dia langsung saja berjalan mendekati Dokter tersebut.
"* Anda suaminya Nyonya yang didalam?? *",, tanya Dokter itu kepada Diego.
"* Iya Dok, saya suaminya *",, jawab Diego kepada Dokter itu.
"* Kami akan segera mengoprasi caesar istri anda Tuan, sebab cairan ketubannya sudah sedikit karena pecah duluan tadi, dan istri anda jadi sedikit kesusahan untuk lahiran normal *",, kata Dokter itu kepada Diego.
"* Lakukan saja Dok, jika itu memang yang terbaik *",, jawab Diego dengan mantap kepada Dokter tersebut.
Dan Dokter itu hanya mengangguk saja kepada Diego, setelahnya dia masuk lagi kedalam ruang bersalinnya Ocil, untuk mendorong keluar brankarnya Ocil menuju keruang operasi.
__ADS_1
Ketika brankarnya Ocil sedang didorong menuju keruang operasi, Ayah Felix yang sudah selesai memarkirkan mobilnya tadi, dari jauh Ayah Felix ketika melihat Diego dan yang lainnya, tanpa banyak bertanya, langsung saja mengikuti brankarnya Ocil.
"* Ocil mau dibawa kemana Diego?? *",, tanya Ayah Felix kepada Diego ketika dia sudah bisa mensejajarkan langkah kakinya disampingnya Diego.
"* Dibawa keruang operasi Yah, sebab ketubannya Ocil sudah pecah duluan tadi dirumah, dan tinggal sedikit *",, jawab Diego kepada Ayah Felix sambil terus ikut mendorong brankarnya Ocil.
Dan ketika Ocil sudah sampai diruang operasi, dia langsung saja ditindak lanjuti oleh para Dokter untuk segera mengeluarkan baby pertamanya itu.
Ayah Felix dan Diego mereka berdua terus berdoa untuk kelancaran operasinya Ocil didalam sana supaya berjalan lancar, dan Ocil beserta sang baby baik-baik saja.
Satu jam lamanya menunggu, akhirnya Diego dan Ayah Felix mereka berdua mendapat kabar dari salah satu asisstan Dokter yang keluar, jika babynya sudah bisa dikeluarkan dari rahimnya Ocil dengan selamat, begitupun dengan Ocilnya.
Dan babynya Diego berjenis kelamin laki-laki, Diego dan Ayah Felix mereka berdua langsung saja bersyukur mendengar berita gembira itu.
Ocil beserta sang babynya, mereka berdua sedang medapatkan penanganan terlebih dahulu, sebelum dipindahkan keruang perawatan biasa.
"* Apakah kamu sudah menyiapkan nama untuk anak kamu itu Diego?? *",, tanya Ayah Felix kepada Diego sambil menunggu Ocil dibawa keluar menuju keruang perawatan biasa.
"* Sudah Ayah, Diego dan Ocil sudah menyiapkan nama untuk cucu Ayah itu *",, jawab Diego kepada Ayah Felix sambil tersenyum senang.
"* Siapa namanya?? *",, tanya Ayah Felix lagi kepada Diego.
"* Nama dia adalah Quirino Achilleo Wycliff yang artinya anak laki-laki yang mempunyai bibir yang tipis, bijaksana, serta kuat seperti pejuang yang tangguh dari tebing putih *",, jawab Diego kepada Ayah Felix.
"* Jadi nama panggilannya siapa?? *",, tanya Ayah Felix untuk kesekian kalinya kepada Diego.
"* Rino atau Leo ya yang bagus mana Ayah?? *",, gantian Diego yang tanya kepada Ayah Felix.
Sebab Diego memang sedikit bingung menentukan nama panggilan untuk babynya.
"* Rino saja bagaimana, sepertinya Ayah lebih suka Rino daripada Leo *",, jawab Ayah Felix kepada Diego.
"* Baiklah, berarti panggilannya, baby R, alias baby Rino *",, kata Diego kepada Ayah Felix sambil tersenyum senang sekali.
Dan Ayah Felix menanggapi perkataannya Diego dengan mengangguk serta tersenyum manis juga.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1