Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 99


__ADS_3

Kita berpindah tempat yaitu dengan Ocil dan juga Diego.


Ocil hanya menunggu Diego sekitar lima menit saja seperti apa yang dikatakan oleh Diego.


Ketika Diego sudah membelokkan stir mobilnya dijalan yang dimaksudkan Ocil, dari kejauhan Diego sudah melihat Ocil berdiri didepan mobilnya dengan keadaan kap mobilnya yang dibuka oleh Ocil.


Samar-samar Ocil seperti familiar dengan mobil mewah yang sudah terlihat cukup jauh itu, karena dia tidak tahu pastinya apa merek dan jenis mobilnya Diego.


Dan benar saja, dari awal Ocil sudah melihat jenis mobil bermerek BMW i8 dengan harga yang sekitar Rp 3,5 Miliar mendekat kearahnya.ย 


BMW i8 membawa teknologi plug in hybrid dan E-mobility. Selain itu eksterior mobil ini benar-benar sangat mewah serta sporty.


Ocil terus mengamati mobil BMW itu hingga berhenti didepannya.


Ocil tidak bisa melihat dengan jelas siapa dibalik kemudi mobil tersebut, sebab kacanya dibuat kaca film, sangat gelap sekali.


Dan ketika mobil BMW itu sudah berhenti tepat didepannya Ocil, sang pengemudi keluar dari dalam mobil dan orang itu adalah Diego.


Ocil langsung tersenyum tipis ketika melihat Diego yang keluar dari dalam mobilnya.


"*Mobil kamu mogok kenapa Cil??*",, tanya Diego ketika dia sudah berada didepannya Ocil.


"*Tidak tahu Go, tiba-tiba saja mogok*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Sebentar aku cek dulu mesinnya*",, kata Diego kepada Ocil.


Dan Ocil lalu menyingkir kepinggir sebentar untuk memberikan ruang kepada Diego yang sedang memeriksa mesin mobilnya.


Cuma beberapa menit saja Diego melihat mesin mobilnya Ocil dan setelahnya dia lalu berkata Ocil.


"*Terakhir kali kamu service mobilnya kapan Cil??, ini sepertinya hanya kurang service saja, selebihnya saya lihat masih bagus semua mesinnya*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Oh ya ampun iya aku lupa menservicekan mobilnya, dan aku baru ingat jika aku terakhir kali service mobil dari dua bulan yang lalu*",, kata Ocil kepada Diego dengan sambil memukul kecil jidatnya.


"*Terlalu sibuk sih, jadinya mobilnya sampai lupa diservice kan, makanya cari pacar atau suami supaya ada yang ingatin jika kamu belum service mobil kamu*",, canda dan goda Diego kepada Ocil.


"*Kamu bisa saja Go*",, kata Ocil kepada Diego sambil tertawa kecil.


"*Oh ya kamu punya kenalan bengkel tidak Go, karena tadi aku sudah menelfon bengkel langganan aku, katanya dia sedang tutup karena ada acara*",, kata Ocil kepada Diego.

__ADS_1


"*Punya, sebentar aku telefonin pihak bengkelnya dulu ya*",, kata Diego dan dia lalu mengambil ponselnya yang ada disaku celananya untuk menghubungi bengkel langganannya.


Ocil hanya mengangguk saja kepada Diego sambil terus memperhatikan Diego yang sedang menelfon bengkelnya.


"*Oh ya Pak siap, kami tunggu disini segera ya*",, kata Diego kepada pihak bengkelnya dan dia lalu menutup telefonnya.


"*Bagaimana Go, mereka bisa??*",. tanya Ocil kepada Diego.


"*Bisa dan kita disuruh menunggu sebentar disini*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Bagaimana sambil menunggu mereka datang kita membeli makanan dulu disekitar sini, supaya kita tidak jenuh menunggunya*",, kata Diego lagi kepada Ocil.


"*Boleh*",, jawab Ocil kepada Diego.


Diego lalu mengalihkan pandangannya kesemua arah untuk melihat apakah ada Cafe atau restoran terdekat dari tempat mereka berdiri.


Dan ternyata ada sebuah Cafe kecil didekat mobil mereka berhenti.


"*Kita kesana yuk*",, ajak Diego kepada Ocil sambil menunjuk Cafe tadi, dan Ocil hanya mengangguk sambil tersenyum formal saja kepada Diego.


Diego dan juga Ocil mereka lalu melangkahkan kakinya kearah Cafe itu namun sebelumnya mereka tidak lupa untuk mengunci terlebih dahulu pintu mobil mereka.


Ocil dan Diego langsung saja duduk dikursi yang masih kosong yang ada disitu.


Dan ketika Ocil serta Diego baru saja duduk, mereka langsung didatangi oleh pelayan Cafenya.


Ocil hanya menyebutkan sebuah minuman saja kepada sang pelayan, dan Diego yang melihatnya dia lalu bertanya kepada Ocil.


"*Kamu hanya pesan minum saja Cil, tidak sama makanannya juga??*",, tanya Diego kepada Ocil.


"*Aku masih kenyang Go, karena tadi aku baru saja makan bersama client aku diCafe yang tidak jauh juga tempatnya dari sini*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Baiklah*",, jawab Diego kepada Ocil.


Dan Diego lalu menyebutkan makanan serta minuman yang ingin dimakannya kepada sang pelayan Cafe itu.


Sambil menunggu makanan dan minuman yang dipesan mereka siap, Diego dan juga Ocil mereka berdua lalu mengobrol ringan saja.


Dan selang beberapa menit kemudian, pesanan minuman dan makanan yang tadi mereka pesan sudah siap dan sedang dihidangkan diatas meja mereka.

__ADS_1


Diego lalu memakan makanannya sambil terus melihat kearahnya Ocil.


Membuat Ocil sangat malu karena dilihatin sama Diego.


"*Kamu kenapa sih Go melihatku seperti itu, apakah ada yang salah dengan wajahku??*",, kata Ocil kepada Diego dengan sambil menutupi rasa malunya.


"*Tidak hanya saja kamu jika dilihat-lihat terus ternyata cantik juga*",, kata Diego kepada Ocil.


Membuat Ocil langsung saja tersenyum tidak memperdulikan dengan gombalannya Diego tadi.


Karena Ocil tidak mau semakin berharap dengan Diego yang pastinya akan membuatnya sakit hati nantinya.


"*Jangan menggombaliku atau merayuku Go, ingat jika kamu sudah mempunyai seorang tunangan*",, kata Ocil kepada Diego dengan wajah biasa saja tanpa ada ekspresi senang sama sekali ketika digombali oleh Diego tadi.


Diego yang diingatkan dengan tunangannya dia lalu menampilkan wajah yang kurang sukanya, karena itu sama saja membuat Diego teringat dengan hubungannya yang entah bagaimana mengatakannya.


"*Sebetulnya beberapa bulan ini, aku sudah tidak tahu apakah masih ada rasa untuk dia atau tidak Cil, karena dia lebih sibuk mementingkan karirnya tanpa memperdulikanku*",, kata Diego dengan tiba-tiba kepada Ocil.


"*Aku ingin mempunyai seorang kekasih yang selalu ada untuk aku diwaktu aku membutuhkannya Cil, bukan seperti ini, bahkan dalam satu tahun saja mungkin kita bisa dihitung dengan jari intensitas kita bertemu*",, sambung lagi perkataannya Diego kepada Ocil.


Dan tanpa sadar Diego malah bercurhat kepada Ocil.


Sedangkan Ocil sendiri dia masih setia mendengarkan cerita dari Diego dengan sedikit menampilkan wajah terkejutnya.


"*Apakah kamu mencintainya Go??*",, tanya Ocil dengan berani kepada diego.


"*Dibilang mencintainya, dulu aku memang mencintainya, tapi sekarang aku tidak tahu apakah aku masih mencintainya atau tidak*",, jawab Diego kepada Ocil dengan jujur.


"*Namun sekarang ada orang baru yang mengisi kekosongan hatiku itu Cil, jika aku berdekatan dengannya, aku bahkan merasakan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan tunanganku itu Cil*",, kata Diego lagi kepada Ocil, dan entah kenapa perkataannya Diego yang itu membuat perasaannya Ocil tiba-tiba sedikit nyeri.


"*Apakah aku salah Cil jika perasaan cinta itu tumbuh diwaktu aku sudah memiliki pasangan seperti sekarang??*",, tanya Diego kepada Ocil.


"*Karena aku juga seorang laki-laki Cil, aku juga ingin disayang layaknya pasangan pada umunya, apalagi ketika melihat keromantisannya Celyn dan Vicktor, membuatku berfikir jika hubunganku yang seperti ini bisa dikatakan jauh dari hubungan yang aku inginkan*",, kata Diego lagi kepada Ocil


Sebelum menjawab perkataannya Diego, Ocil dia berdiam diri sebentar dan setelahnya dia lalu tersenyum kepada Diego.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2