Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
BONCABE Level 8


__ADS_3

Tatapannya Vicktor yang berubah drastis seperti itu, membuat Jossie yang awalnya tersenyum didalam hati karena mengira jika Vicktor membelanya.


Namun dugaannya Jossi salah besar, karena Vicktor seperti itu bukan karena ingin membelanya, sebab Vicktor tidak mau terjadi apa-apa dengan istri dan kedua calon anaknya.


Sebelum berbicara kepada Jossie, dengan masih menatap Jossie dengan sangat lekat dan dengan sambil memperlihatkan wajah yang sangat menakutkan bagi Jossie.


Vicktor perlahan tapi pasti berjalan mendekat kearahnya Jossie sambil menatap dengan mata yang tidak berkedip sama sekali.


Dan ketika Vicktor sudah sampai didepannya Jossie, tangan kekarnya Vicktor langsung saja mencekik lehernya Jossie hingga membuat tubuhnya Jossie sedikit terangkat keatas sampai-sampai kakinya Jossie sudah melayang dari atas lantai.


Sungguh Jossie sangat kesakitan sekali, ketika sedang dicekik oleh Vicktor seperti itu.


Sedangkan Zweeta yang melihat temannya dicekik seperti itu oleh Vicktor, dia sampai membuka mulutnya dengan lebar, sambil ditutupi dengan kedua tangannya.


Bagitu juga dengan para pengunjung toko, karyawan toko serta manajer toko itu, mereka semua juga sangat terkejut sekali dengan tindakannya Vicktor kepada Jossie yang seperti itu.


Sang manajer toko yang berjenis kelamin perempuan, dan tidak bisa berbuat apa-apa, dengan sedikit menjauh, dia langsung saja menghubungi anak pemilik toko untuk segera datang ketoko Mamahnya, sebab Mamahnya sedang berada diluar Negeri untuk menghadiri pameran lukisan yang ada disana.


"* Kamu sudah membuat istri saya salah faham, dan marah kepadaku Nona!! *",, kata Vicktor kepada Jossie dengan suara yang sangat marah sekali.


"* Jika sampai terjadi apa-apa dengan istri dan calon kedua baby kembar saya, saya bersumpah akan menghancurkanmu dan semua keluarga kamu hingga kamu pantasnya berada dijalanan hidupnya!! *",, lanjut lagi perkataannya Vicktor kepada Jossie dengan masih mencekik lehernya Jossie.


"* Le.....lepasakan sa....ya Tu.....Tuan *",, kata Jossie kepada Vicktor dengan sambil terbata-bata karena lehernya sungguh sangat sakit sekali dicekik oleh tangan kekarnya Vicktor.


"* Sungguh saya sangat muak sekali, dengan wanita yang seperti anda, yang berpura-pura jatuh, atau ini dan itu, hanya cuma ingin mencari perhatian saya!! *",, kata Vicktor lagi kepada Jossie sambil melepaskan cekikannya dari lehernya Jossie dengan cukup kuat sekali.


Hingga membuat Jossie langsung saja terjatuh keatas lantai yang dingin itu dengan cukup keras.


"* Saya tidak perduli, jika kamu perempuan, karena bagi saya kalau dia bersalah dia pantas dihukum walau dia perempuan sekalipun *",, kata Vicktor lagi kepada Jossie dengan nada seperti menggertakkan giginya sangat marah sekali.


Ketika Vicktor sedang menggertak Jossie seperti itu, tiba-tiba saja ada dua orang laki-laki yang masih muda, dan yang satunya lagi dia sudah tua.


"* Ada apa ini?? *",, tanya laki-laki tua itu kepada Vicktor dan juga Jossie sambil terus berjalan mendekat kearahnya Vicktor dan juga Jossie.


Vicktor dan Jossie mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangannya kearah orang yang baru saja datang itu.

__ADS_1


Melihat orang yang baru saja datang, Jossie langsung saja berdiri dari duduknya diatas lantai karena dijatuhkan oleh Vicktor tadi, dan langsung memeluk laki-laki tua tadi.


"* Ayah *",, panggil Jossie sambil berdiri dari duduknya untuk mendekati laki-laki tua tersebut.


Dan laki-laki tua itu ternyata adalah Ayah kandungnya Jossie yang diam-diam sudah ditelefon oleh Zweeta tadi.


Sedangkan laki-laki muda yang juga baru saja datang, dia adalah anak dari sipemilik toko perlengkapan lukisan itu.


"* Oh jadi dia anak anda Tuan Ferguso *",, kata Vicktor kepada laki-laki tua Ayahnya Jossie.


Dan ternyata Vicktor mengenali Ayahnya Jossie, karena sesama pembisnis hampir semua pembisnis kenal satu sama lainnya, namun tidak semuanya.


"* Tuan Vicktor *",, kata Tuan Ferguso juga Ayahnya Jossie kepada Vicktor.


Dan Tuan Ferguso pun ternyata juga mengenal Vicktor, bagaimana tidak mengenal Vicktor, sebab Vicktor sudah keluar masuk ditelevisi, koran bisnis, majalah bisnis dan Perusahaannya pun sudah sangat besar, pastilah Vicktor sudah sangat dikenal dikalangan para pembisnis.


"* Hmm, sepertinya menarik,.......... mudah saja, saya telefon sekretaris dan anak buah saya sekarang, saya yakin kalian semua pasti besok tidur dijalanan *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso sambil tersenyum miring.


Sungguh Tuan Ferguso dia sangat ketakutan sekali, ketika mendengar perkataannya Vicktor.


Perusahaannya Tuan Ferguso masih berskala kecil, jika dibandingkan dengan Vicktor, sekitar sembilan puluh per seratus milik Vicktor dibanding tiga puluh perseratus miliknya Tuan Ferguso.


Pastilah sangat mudah sekali bagi Vicktor untuk menghancurkan Perusahaan kecil yang baru saja merintis itu.


"* Saya mohon maaf Tuan, jika anak saya sudah membuat anda marah, tolong jangan menghancurkan Perusahaan saya, yang sudah saya bangun dari nol dengan susah payah sendirian *",, mohon ampun dari Tuan Ferguso kepada Vicktor.


"* Mohon maaf Tuan, apa yang sebenarnya terjadi?? *",, tanya laki-laki muda anak pemilik toko perlengkapan lukis itu sambil menyela pembicaraannya Tuan Ferguso.


"* Begini Tuan Aden *",, kata Beca yang juga masih berada disitu dan dia mewakili Vicktor untuk menjawab.


Aden langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Beca, ketika mendengar suaranya Beca.


Dan Beca langsung saja menceritakan semuanya kepada Aden, anak dari bos tempatnya bekerja.


Tuan Ferguso pun juga mendengarkan cerita dari Beca tentang kejadian yang sebenarnya.

__ADS_1


Sungguh Tuan Ferguso dia menjadi sangat marah sekali, dengan kelakuan dari putrinya itu, ketika sudah mendengar cerita dari Beca.


"* Kamu membuat Ayah malu Jossie, bisa-bisanya kamu menggoda laki-laki yang sudah beristri!!! *",, kata Tuan Ferguso kepada Jossie dengan nada yang sangat marah sekali.


Sedangkan Jossie sendiri dia hanya bisa diam saja sambil terus menangis karena dimarahi oleh ayahnya.


Jossie pun dia semakin malu saja, ketika apa yang dia lakukan diketahui oleh semua orang, dan dipermalukan seperti itu oleh Vicktor dan yang lainnya.


Dan Aden yang sudah mendengar cerita dari Beca karyawannya tokonya, dia juga sedikit marah kepada Jossie, namun dia sebisa mungkin mengkontrol emosinya, supaya tidak semakin keruh saja keadaannya.


Serta Aden sendiri memberi kebebasan untuk Vicktor menghukum Jossie.


"* Tuan Vicktor, maafkan kelakuan anak saya, yang sudah membuat istri anda marah besar kepada anda Tuan *",, kata Tuan Ferguso lagi kepada Vicktor dengan nada yang sangat ketakutan sekali.


"* Huh!!!, anda bilang maafkan??!! *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso sambil menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya.


"* Walau anda baru saja merintis Perusahaan anda, pastilah anda sangat tahu sekali, hukuman apa yang pantas saya berikan kepada anda Tuan Ferguso?? *",, lanjut lagi perkataannya Vicktor kepada Tuan Ferguso dengan nada tenang, namun terdengar mematikan ditelinganya Tuan Ferguso.


"* Tuan jangan ambil alih Perusahaan saya Tuan *",, kata Tuan Ferguso sambil terus memohon kepada Vicktor.


"* Anak anda sudah mengusik ketenangan hidup saya, dan membuat istri saya salah faham kepada saya!! *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso dengan nada yang sedikit membentak.


"* Saya beri dua pilihan kepada anda Tuan Ferguso!! *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso dengan kembali tenang lagi gaya berbicaranya.


"* Yang pertama dalam satu kali dua puluh empat jam, jika saham yang anda miliki tidak anda rubah atas nama saya, saya pastikan anda akan menyesal Tuan Ferguso *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso.


"* Atau anda memilih anak anda dibawa oleh para anak buah saya dan saya suruh mereka yang menghukumnya?? *",, sambung lagi perkataannya Vicktor kepada Tuan Ferguso.


"* Pilihan ada ditangan anda Tuan Ferguso yang terhormat *",, kata Vicktor lagi kepada Tuan Ferguso.


Walau anaknya salaho Tuan Fergusi tetaplah tidak tega atau rela membiarkan anak gadisnya dibawa oleh para anak buahnya Vicktor, karena dia tidak mau masa depan dari anaknya hancur sia-sia karena kesalahan sepelenya itu.


Sepele bagi Tuan Ferguso, tapi tidak bagi Vicktor maupun Celyn, karena dunia bisnis itu kejam, dia yang kuat dia yang akan bertahan.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC Boncabe ***...


__ADS_2