Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 217


__ADS_3

Setelah puas menghadiri acara pesta pernikahannya Rexley dan juga Neni, akhirnya mereka semua berpisah dengan sendiri-sendiri untuk menuju kerumah dan tujuan mereka selanjutnya.


Celyn dan Vicktor pastilah mereka berdua akan langsung pulang kemansion mereka untuk segera melihat anak-anak mereka.


Begitu pula dengan Felya dan juga Dion, mereka juga langsung pulang kerumah mewah mereka sendiri.


Namun berbeda dengan Dela, Chris Diego dan juga Ocil, mereka tidak langsung pulang kerumah mereka masing-masing, melainkan pergi kesuatu tempat untuk menghabiskan waktu berdua saja.


Dela dan Chris mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua saja didaerah puncak yang sedang mengadakan festival tahunan didaerah tersebut.


Sedangkan Ocil dan juga Diego, mereka berdua sedang menghabiskan waktu mereka berdua saja didalam apartemennya Ocil.


Entah kenapa Diego sangat teringin sekali masuk kedalam apartemennya Ocil, sekalian ada yang ingin Diego tanyakan kepada Ocil nanti ketika sudah sampai didalam apartemen.


Diego dan Ocil saat ini mereka berdua masih berada didalam mobil, dan baru saja pulang dari acara pesta pernikahannya Rexley dan juga Neni.


Tadi ketika akan berangkat kepernikahannya Neni dan Rexley, Diego dia sudah memberanikan diri untuk menjemput Ocil dirumahnya.


Bahkan Diego tadi juga ditemui sebentar oleh Ayahnya Ocil yang bernama Ayah Felix.


Ayah Felix dia juga bertanya-tanya kepada Diego apa pekerjaannya Diego dan lain sebagainya.


Serta Ayah Felix juga bertanya apakah Diego serius dengan anaknya yaitu Ocil.


Ayah Felix menyarankan kepada Diego jika Diego benar-benar serius kepada Ocil, Diego tidak boleh terlalu lama membuat Ocil untuk menunggu.


Sebab Ayah Diego ingin anaknya yaitu Ocil mempunyai kepastian dan segera menikah.


Jika Diego tidak pasti dengan Ocil, Ayah Felix juga berkata kepada Diego jika Ayah Felix akan menjodohkan Ocil kepada anak dari temannya itu.


Sungguh perkataan dari Ayah Felix membuat Diego semakin mantap untuk menjadikan Ocil sebagai istrinya, karena Diego tidak rela jika Ocil sampai dimiliki oleh laki-laki lain.


Dan setelah beberapa menit menempuh perjalanan yang cukup melelahkan karena mereka harus terjebak macet dijalan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Diego sampai juga digedung apartemen mereka berdua.


Ocil dan Diego mereka berdua langsung saja masuk kedalam lift untuk segera naik kedalam apartemen mereka ketika mereka berdua sudah pada keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


Dan ketika lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai apartemen mereka, akhirnya mereka melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift, dan Diego juga ikut masuk kedalam apartemennya Ocil.


"*Mau minum apa Go??*",, tanya Ocil kepada Diego yang sudah duduk dishofa yang ada diruang tamunya itu.


"*Apa saja terserah yang ada didalam kulkas, air putih pun juga boleh*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tersenyum manis.


"*Ya sudah kalau begitu tunggu sebentar ya aku ambilkan dulu*",, jawab Ocil kepada diego.


Dan Ocil langsung saja berlalu menuju kedalam dapur setelah melihat anggukannya Diego tadi.


Diego yang ditinggal sementara oleh Ocil yang sedang mengambilkan minuman untuknya, Diego lalu melepaskan jas yang dipakai olehnya untuk membuat dirinya merasa rilax dan bebas.


Tidak lama Ocil keluar dari dalam dapur sambil membawa dua buah gelas orange jus untuk Diego dan juga dirinya.


"*Ini Go, hanya ada orange jus kemasan saja didalam kulkas ternyata*",, kata Ocil kepada Diego sambil tertawa kecil.


"*Tapi masih layak dikonsumsi kan, tidak expired kan ini Ocil??*",, tanya Diego kepada Ocil sambil bercanda juga.


"*Ya belumlah, masa sudah expired aku berikan kepadamu, nanti jika kamu kenapa-kenapa bagaimana dengan nasib hatiku*",, jawab Ocil kepada Diego sambil bercanda juga.


Diego langsung saja tertawa lucu mendengar jawaban dari Ocil, dan Diego langsung juga meminum orange jus yang dibuatkan oleh Ocil tadi.


"*Go aku ijin kekamar dulu ya, mau ganti baju, gerah banget rasanya*",, kata Ocil kepada Diego dengan tiba-tiba.


"*Iya*",,jawab Diego kepada Ocil sambil mengangguk.


Dan Ocil langsung saja beranjak pergi dari ruang tamunya untuk menuju kedalam kamarnya.


Sedangkan Diego yang ditinggal pergi Ocil lagi, dia lalu melangkahkan kakinya menuju keruang keluarganya Ocil sambil membawa minumannya dan minumannya Ocil untuk dia taruh diatas meja yang ada ruang keluarga.


Diego yang sudah sampai diruang keluarganya Ocil dia lalu duduk dishofa yang ada diruang keluarga sambil mengamati semua foto-foto yang dulu pernah dilihatnya.


Dan Ocil yang sudah beberapa menit didalam kamar untuk berganti pakaian yang lebih nyaman, dia langsung saja turun dan mencari keberadaannya Diego.


Ternyata ketika Ocil baru saja sampai dipertengahan tangga Ocil melihat Diego sedang duduk dishofa yang ada diruang keluarganya.

__ADS_1


Sedangkan Diego yang sama-sama melihat Ocil sudah sampai dipertengahan tangga, dia langsung saja melambaikan tangannya kepada Ocil untuk ikut duduk bergabung dengannya.


"*Maaf Go lama*",, kata Ocil kepada Diego sambil berjalan menuju keshofa kosong yang ada diruang keluarga.


"*Tidak juga*",, jawab Diego kepada Ocil.


Dan Ocil yang sudah sampai didekatnya Diego, dia langsung saja duduk disampingnya Diego.


"*Cil, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, dan tolong kamu jawab dengan jujur kepadaku*",, kata Diego kepada Ocil dengan sambil menunjukkan wajah seriusnya.


"*Apa itu Go, tanya saja, akan aku jawab jujur sejujur-jujurnya kepadamu*",, jawab Ocil kepada Diego, sambil melihat kearahnya Diego.


"*Laki-laki itu siapa Cil, kenapa dia bisa begitu dekat dengan kamu dan kedua orang tua kamu??*",, tanya Diego kepada Ocil sambil menunjuk semua foto yang tertempel didinding ruang keluarga.


"*Oh, dia Kakak kandung aku, aku dan dia hanya selisih dua tahun saja, makanya kami terlihat seperti seumuran*",, jawab Ocil kepada Diego dengan sangat jujur.


"*Kakak kamu??, kemana dia, ko aku tidak pernah melihat dia ketika sering berjalan dengan kamu??*",, tanya Diego lagi kepada Ocil.


"*Dia sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu, ketika umurnya masih dua puluh dua tahun, dan aku masih berumur dua puluh tahunan*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Dan foto itu diambil satu tahun sebelum dia meninggal*",, lanjut lagi perkataannya Ocil kepada Diego.


"*Apa yang menyebabkan dia meninggal Ocil??*", tanya Diego kepada Ocil.


"*Dia meninggal karena kecelakaan ketika dia akan berangkat kekampus*",, jawab Ocil kepada Diego sambil menatap lurus kedepan seperti teringat lagi dengan masa lalunya bersama sang Kakak.


"*Dan Kakakku itu dia langsung meninggal ditempat karena mengalami benturan yang cukup keras sekali dikepalanya pada waktu itu, sebab Kakakku waktu itu dia mengendarai motor bukannya mobilnya*",, sambung lagi perkataannya Ocil kepada Diego.


Diego yang melihat wajah sedihnya Ocil karena teringat tentang masa lalu dengan Kakaknya, dia langsung saja membawa Ocil kedalam pelukannya untuk memberikan ketenangan kepada Ocil.


Serta Diego juga meminta maaf kepada Ocil karena sudah mengingatkannya dengan sang Kakak yang sudah tenang disisi Tuhan Yang Maha Kuasa itu.


Sungguh jika Ocil disuruh untuk meneruskan cerita tentang Kakaknya dia sangat tidak sanggup sekali, sebab luka itu sangat sakit sekali dirasakan oleh Ocil, karena ditinggal teman, sekaligus Kakak yang selalu bersamanya sejak dia masih kecil untuk selama-lamanya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2