
Kita pindah tempat nih guys, tepatnya direstorannya Ocil.
Ocil yang lagi mempersiapkan berkas bersama manajer restorannya, dia melihat ponselnya yang ada diatas meja menyala dan bergetar.
Ocil yang melihatnya dia membiarkannya saja dan tidak memperdulikannya.
Ocil terus meneruskan pekerjaannya lagi bersama manajer restorannya yang bernama Milo itu.
Milo menjelaskan kepada Ocil jika investor yang datang kali ini adalah investor besar yang berasal dari negara Brazil.
Milo juga menjelaskan jika investor ini ingin menawarkan Ocil bekerja sama dengannya dan membuat restoran diBrazil dengan menu yang tentunya berbeda dari yang lain, sebab investor ini sangat tertarik sekali dengan menu makanan yang ditawarkan yang ada diRestorannya Ocil, karena semua resep makanan yang ada diRestorannya Ocil sebagian besar adalah resep turun temurun dari Neneknya yang sudah meninggal.
Dan Milo juga menjelaskan kepada Ocil jika investor itu jika tertarik dengan presentasinya Ocil nanti, dia akan menanamkan saham diRestorannya Ocil yang jumlahnya cukup lumayan besar sekali.
Ocil yang mendengar penjelasaan dari Milo dia langsung semangat dan ingin segera menyambut para investor itu datang kerestorannya.
Ocil yang melihat lagi ponselnya bergetar dan menyala pun dia masih abaikan lagi.
Namun lama-kelamaan ketika ponselnya bergetar terus menerus tanpa henti itu sangat mengganggunya sekali.
Tanpa melihat siapa yang menelfonnya, Ocil lalu mengangkatnya dan langsung mengatakan perkataan yang cukup sopan kepada sipenelfon.
"*Maaf saya mau meeting dengan investor saya, jika ada hal sangat penting dan mendadak silahkan tinggalkan pesan, selamat siang*",, kata Ocil ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya itu dan Ocil terus langsung saja mematikan sambungan telefonnya beserta ponselnya juga.
Orang diseberang sana yang mendengar perkataannya Ocil, dan tidak diberi kesempatan untuk berbicara serta langsung dimatikan, dia hanya tersenyum kecil saja.
Setelahnya dia mencoba menghubungi Ocil lagi namun tidak bisa karena ponselnya Ocil sudah dimatikan oleh Ocil.
Orang itu dia semakin kagum kepada Ocil, karena bisa menjadi seorang bisnis women yang sukses diusianya yang sangat muda sekali.
"*Dokter Diego operasinya sudah siap*",, kata seorang asisstan Dokter yang berkata seperti itu kepada seseorang yang dipanggil dengan Dokter Diego.
Yaps orang yang tadi mengirimkan pesan kepada Ocil dan selalu menelfon Ocil adalah Diego.
__ADS_1
Ketika Ocil melihat ponselnya menyala dan bergetar sebentar, Diego saat itu sedang mengirimkan sebuah pesan kepada Ocil.
"*Hai Ocil ini nomor telefon saya, Diego*",, bunyi pesan yang dikirimkan Diego kepada Ocil.
"*Selamat beraktfitas disana, dan jangan lupa mengesave nomor saya*",, pesan Diego lagi untuk Ocil.
Sekitar lima belas menit kemudian Diego yang menunggu balasan dari Ocil namun tidak kunjung ada, Diego lalu mencoba menghubungi Ocil.
Percobaan pertama gagal, tidak diangkat Ocil, percobaan kedua telefonnya juga tidak diangkat oleh Ocil juga.
Dan dipercobaan yang terkahir akhirnya telefonnya diangkat juga oleh Ocil, namun ketika Diego sedang membuka mulutnya ingin berbicara sudah keduluan oleh Ocil dan langsung juga dimatikan oleh Ocil.
Diego entah kenapa ketika mengetahui jika Ocil wanita idamannya, perasaannya jika melihat dan berdekatan dengan Ocil selalu bergetar dan ada rasa tersendiri berbeda sekali dengan tunangannya Belinda.
Sebab Belinda adalah wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya kepada Diego, dan ketika Diego dan juga Belinda setelah mengenal selama empat bulan mereka akhirnya mau ketika kedua orang tua mereka memutuskan untuk mengadakan pertunangannya mereka.
Sebab Diego pada waktu itu dia berfikir tidak ada salahnya jika dicoba menjalaninya dengan Belinda.
Namun lama-kelaman cinta mereka tidak sekuat yang sebelumnya sebab mereka harus sering melakukan hubungan jarak jauh, karena pekerjaannya Belinda yang mengharuskannya untuk sering pergi keluar negeri untuk menjalani fashion show atau pemotretan.
Diego selama beberapa bulan ini dia menjadi bingung sendiri dengan perasaannya dengan Linda, apakah masih ada cinta dihatinya atau tidak untuk Linda, sebab Diego dia merasa tidak ada getaran dan juga rasa lebih jika berdekatan dengan Linda ketika Linda pulang keSwiss kenegara asal mereka.
Dan Diego juga pernah kefikiran untuk memutuskan tali pertunangannya dengan Linda, sebab Diego merasa jenuh berhubungan jarak jauh seperti itu dengan Belinda.
Karena yang diinginkan Diego adalah wanita seperti Ocil atau Celyn yang mau dengan setia menemaninya disetiap waktu.
Diego sendiri dia sangat percaya dengan Linda jika Linda nan jauh disana dia tidak akan menghianati cinta mereka.
Namun semenjak adanya Ocil yang tiba-tiba datang didepannya Diego, entah kenapa Diego merasa jika Diegolah yang menghianati cintanya dengan Linda.
Semakin berusaha Diego melupakan Ocil, semakin kuat pula Ocil terbayang diangannya Diego.
Dan tadi ketika Ocil yang mengatakan sedang ingin meeting dengan investornya, membuat Diego tanpa sadar tersenyum sendiri dan bangga dengan Ocil.
__ADS_1
Kembali keOcil yang sudah selesai meeting dengan investornya setelah sekitar hampir dua jam meetingnya, dan Ocil dia merasa sangat lega sekali, karena ternyata presentasinya tadi disukai oleh investornya dan investornya itu langsung saja menanamkan saham direstorannya sebesar lima puluh persen.
Itu artinya Restorannya Ocil bisa semakin berkembang dengan pesat dan dia juga bisa membuka cabang lagi di kota lainnya.
Dan bahkan investornya tadi tidak main-main ketika mereka berkata ingin membiayai semua pembukaan cabang Restorannya Ocil yang baru dan itu harus ada diNegara Brazil.
Ocil langsung mau saja senang dan menyutujui semuanya itu, dan Ocil merasa sangat bangga dengan dirinya sendiri karena bisa merebut hati investor kelas kakap itu.
Ketika Ocil sudah selesai meeting, dia yang kembali lagi keruang kerjanya, Ocil langsung saja menyalakan ponselnya yang tadi dia matikan dan juga dia tinggal diatas meja kerjanya.
Ocil yang sudah menyalakan ponselnya lalu dia membaca pesan masuk yang ada diponselnya.
Alangkah terkejutnya Ocil ketika membaca pesan dari nomor yang tidak dikenalnya dan ternyata itu dari Diego.
Ketika teringat Diego sudah mempunyai tunangan, Ocil lalu melupakan rasa senangnya itu. Dan Ocil langsung membalas pesannya Diego tadi.
"*Iya Go, maaf baru sempat membalas pesan dari kamu, dan nomor kamu sudah saya simpan*",, balas Ocil kepada Diego.
Dan Ocil lalu melihat kepanggilan masuk tadi yang ada diponselnya, ternyata yang menelfonnya adalah Diego juga.
Ocil yang melihatnya dia lalu mencoba menghubungi Diego, namun tidak diangkat oleh Diego karena Diego lagi membersihkan tangannya yang baru saja selesai melakukan operasi pada pasiennya.
Ketika Diego sudah selesai dan sedang berjalan menuju keruang kerjanya, ponsel yang ada disaku baju operasinya bergetar lagi, dan langsung dilihat oleh Diego siapakah yang menelfonnya.
Kali ini gantian Diegolah yang merasa tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat ketika melihat nama Ocil dipanggilan masuknya.
"*Kenapa perasaanku seperti ini cuma karena mengetahui Ocil menghubungiku*",, kata Diego sambil melihat ponselnya dan menghentikan jalannya ditengah jalan.
Sambil tarik nafas yang panjang dan serta menetralisir degub jantungnya, ketika sudah tenang Diego lalu mengangkat sambungan telefonnya Ocil.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1