Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 207


__ADS_3

Diego yang sudah berlalu pergi dari dalam mansionnya Vicktor, dia lalu mengendarai mobilnya menuju kesebuah taman yang belum terlalu ramai itu.


Ketika sudah sampai ditaman itu, Diego langsung saja memarkirkan mobilnya diparkiran mobil yang sudah disediakan disitu.


Setelahnya Diego langsung saja keluar dari dalam mobilnya menuju kedalam taman untuk menikmati waktu senggangnya, sebab Diego hari itu ternyata dia tidak ada dinas kerumah sakit, hanya mengecek beberapa pasien saja nanti sedikit siangan.


Diego yang melihat ada sebuah bangku kosong dibawah pohon yang sangat rindang, dan terlihat sejuk sekali dipandangan mata, membuat Diego langsung saja melangkahkan kakinya menuju kebangku tersebut.


Dari bangku itu bisa terlihat dengan jelas pemandangan jalan raya, dan orang yang berlalu lalang sambil jalan kaki serta beberapa orang yang sedang bersantai ditaman itu.


Ditaman itu juga Diego tidak sedikit melihat beberapa pasangan entah yang sudah menikah atau belum, namun terlihat sangat mesra, serta Diego juga melihat beberapa pasangan yang sudah membawa seorang anak ditengah-tengah mereka.


"*Lihat mereka berkumpul seperti itu, rasanya membuatku iri saja*",, kata Diego dengan sambil terus memperhatikan semua keluarga yang terlihat sangat bahagia dengan pasangan dan anak-anak mereka.


"*Rexley yang playboy saja besok sudah mau menikah dengan Neni, Vicktor juga sudah bahagia dengan Celyn dan dikaruniai tiga anak sekaligus, sedangkan aku??*",, kata Diego lagi seperti meratapi nasib percintaannya.


"*Apakah nasib percintaanku akan semulus kedua sahabatku, sedangkan orang yang aku cintai saja dia sedang berada nan jauh disana*",, kata Diego lagi untuk dirinya sendiri sambil menundukkan kepalanya diatas meja taman yang ada didepannya.


Ketika Diego baru saja menundukkan kepalanya diatas meja, dia dikejutkan dengan suara seseorang yang berdeham didekatnya.


Dan ketika Diego mendongakkan kepalanya untuk melihat orang tersebut, alangkah terkejutnya Diego ketika melihat wajah orang tersebut.


"*Apakah aku mengganggu kamu Diego??*",, tanya orang itu kepada Diego sambil melepaskan kaca mata hitam dan topi pantainya yang sangat modis dengan pakaian yang sedang dipakainya saat itu.


Diego yang masih terbengong dengan sambil menatap lekat orang tersebut, dia hanya bisa menjawab dengan menggelengkan kepala saja.


"*Bolehkah aku duduk disini??*",, tanya orang itu lagi kepada Diego sambil menunjuk bangku kosong yang ada disebelahnya Diego.


Diego yang masih belum sadar dari rasa terkejutnya itu, dia hanya menanggapinya dengan anggukan saja.


Dan orang itu langsung saja duduk disebelahnya Diego ketika dia sudah melihat anggukan kepalanya Diego.


"*Apa kabar Diego??*",, tanya orang itu kepada Diego.


"*Baik, apakah aku sekarang sedang bermimpi??*",, kata Diego kepada orang tersebut.


Orang tersebut tiba-tiba langsung saja mencubit hidung mancungnya Diego dengan sangat gemas sekali.

__ADS_1


Membuat Diego reflek langsung mengaduh kesakitan tapi tidak terlalu sakit.


"*Sakit ya, sini aku obatin dulu Pak Dokter*",, kata orang itu kepada Diego.


Dan orang itu langsung saja mendekatkan wajahnya kewajahnya Diego.


Ketika sudah sampai didepan wajahnya Diego, dia langsung saja mencium lembut hidung mancungnya Diego, membuat Diego semakin terbengong saja dengan mata yang sedikit melotot.


"*Apakah sudah tidak sakit lagi hidungnya??*",, tanya orang itu lagi kepada Diego.


Dan Diego masih sama seperti tadi, dia hanya menggelengkan saja sambil membuka sedikit mulutnya.


Setelah menggeleng seperti itu, Diego lalu melihat orang yang sudah duduk disebelahnya itu dari atas sampai bawah, karena takutnya Diego hanya berhalusinasi saja, dan orang yang duduk disebelahnya tidaklah nyata.


Diego lalu mencoba menggenggam tangan orang itu dengan sangat erat sekali.


Ketika dirasa Diego tidak bermimpi Diego langsung saja membawa orang itu kedalam pelukannya.


Diego memeluk orang itu dengan sangat erat sekali, bahkan seperti ingin meremukkan tulang dari orang tersebut.


"*Ops, sorry-sorry, ini beneran kamu Ocil, iya Ocil wanita yang sudah sangat aku rindukan??*",, kata Diego lagi kepada orang itu dengan masih sangat tidak percaya sekali.


Dan orang yang daritadi membuat Diego terbengong serta terpana adalah Ocil, wanita yang sudah membuat hatinya terombang-ambing karena cinta, rindu, sakit, marah bertumpuk menjadi satu.


Ocil langsung saja tersenyum sangat manis sekali kepada Diego.


Dan Diego dia lalu membawa Ocil kedalam pelukannya lagi dan kali ini lebih lembut dengan mata yang sedikit terharu.


"*Kamu.......kamu ko bisa ada disini??, dan kapan kamu datang Ocil??*",, tanya Diego kepada Ocil dengan nada yang sangat senang sekali ketika sudah melepaskan pelukan dari tubuhnya Ocil.


"*Aku sudah pulang sejak kemarin Go untuk menghadiri pernikahannya Rexley dan Neni*",, jawab Ocil kepada Diego.


"*Dan aku tadi rencananya ingin berkunjung kemansionnya Celyn untuk melihat sikembar, tapi entah kenapa ketika aku melihat taman ini aku ingin sekali singgah walau sebentar*",,lanjut lagi perkataannya Ocil kepada Diego.


"*Dan ketika aku duduk disana tadi*",, sambung lagi perkataannya Ocil sambil menunjuk bangku yang didudukinya tadi.


Dan Diego juga mengikuti arah yang ditunjuk oleh Ocil.

__ADS_1


"*Aku tidak sengaja melihat kamu duduk disini sambil melamun, dan akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekatimu seperti ini*",, jawab Ocil selanjutnya kepada Diego dengan panjang lebar.


Memang Ocil sudah pulang sejak kemarin, karena mendapat undangan langsung dari Rexley untuk menghadiri pesta pernikahannya dengan Neni.


Rexley sengaja mengundang Ocil langsung supaya Ocil bisa menemani Neni nanti diacara pernikahan mereka.


Bahkan Rexley sengaja rela terbang keBrazil hanya untuk menemui Ocil saja, dan setelah itu Rexley kembali pulang keSwiss lagi ketika sudah bertemu dan bercerita dengan Ocil.


"*Rexley mengundang kamu??*",, kata Diego seperti tidak percaya kepada Ocil.


Ocil langsung mengangguk kepada Diego.


"*Tapi bagaimana bisa??, maksud aku, aku.........*",, kata Diego seperti bingung mau berkata apa kepada Ocil.


Tapi untungnya Ocil mengerti apa yang ingin dikatakan oleh Diego.


Ocil langsung saja menceritakan perihal Rexley yang datang langsung menemuinya kemarin diapartemennya yang ada diBrazil, dan Ocil juga bercerita jika Rexley memaksanya untuk segera pulang keSwiss supaya bisa menemani Neni sang sahabat tercintanya untuk menikah esok harinya.


Sungguh awalnya Ocil sangat terkejut sekali ketika kedatangan Rexley keapartemennya, dan Ocil semakin terkejut pula ketika Rexley bercerita kepadanya jika dia akan menikah dengan Neni lusa depan.


Ocil baru percaya dengan semua perkataannya Rexley, ketika Ocil sudah membaca sendiri kartu undangan yang diberikan oleh Rexley.


Diego yang mendengar semua ceritanya Ocil, dia sungguh sangat berterima kasih sekali kepada Rexley yang sudah mendatangkan Ocil tanpa sepengetahuannya.


Dan Rexley tadi ketika dimansionnya Vicktor juga tidak menceritakannya kepadanya.


Namun sungguh Diego sangat senang sekali dan merasa behutang budi kepada Rexley, karena Rexley membuatnya bisa berjumpa dengan Ocil lagi setelah sekian lama dia tidak bisa berjumpa karena keadaan dan kondisi.


Ocil dan Diego mereka lalu menghabiskan waktu mereka beberapa jam ditaman itu dengan saling mengutarakan perasaan rindu serta cinta dan juga bercerita tentang banyak hal yang indah-indah diantara mereka berdua saja.


Rasa bahagia yang dirasakan oleh Diego saat itu membuat bibirnya selalu tersenyum dengan sangat manis sekali dihadapannya Ocil.


Sedangkan Ocil sendiri, dia sudah tidak malu lagi jika berdekatan dengan Diego seperti sekarang, sebab saat ini statusnya Diego sudah tidak lagi milik seseorang seperti dulu.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2