
Kita enaknya pindah keRexley dulu atau keVicktor ya,
keRexley dulu sepertinya lebih mudah saya bahas.
Rexley yang sudah bisa menuntaskan ha***tnya itu, dia langsung saja menjatuhkan badannya disampingnya Neni.
Sedangkan Neni sendiri dia juga menjatuhkan badannya seperti Rexley dengan posisi tengkurap.
"*Tuan........*",, perkataannya Neni langsung terpotong dengan perkataannya Rexley.
"*No Tuan, Rexley Neni*",, kata Rexley kepada Neni sambil menghadap kearahnya Neni.
"*Rex, apa yang sudah kita lakukan, bagaimana kalau saya hamil??*",, kata Neni kepada Rexley dengan sedikit ketakutan.
"*Tidak perlu khawatir, kan tadi aku mengeluarkannya diluar Neni*",, jawab Rexley kepada Neni.
Namun Neni tidak menjawab perkataannya Rexley, dan malah beranjak turun dari atas ranjang, sambil menutupi badannya dengan selimut yang ada diatas ranjang.
Ketika baru beberapa langkah berjalan, Neni merasakan bagian sensitifnya sangat sakit sekali, hingga membuat dia langsung berhenti dengan tiba-tiba sambil menahan rasa sakit dibagian pentingnya itu.
Rexley yang melihat Neni seperti itu, dia dengan sigap langsung beranjak dari atas ranjang dan berjalan mendekati Neni.
"*Are you Ok Neni??*",, tanya Rexley kepada Neni.
"*Ok-ok mata lo rabun, tidak lihat ini jika aku sedang kesakitan seperti ini, ini semua juga gara-gara kamu, aduuh*",, kata Neni kepada Rexley dengan nada juteknya seperti biasanya dengan sambil mengaduh.
"*Mari aku bantu Neni*",, kata Rexley kepada Neni dan dia langsung saja menggendong Neni menuju kedalam kamar mandi.
Ketika sudah sampai didalam kamar mandi, Rexley langsung saja menurunkan Neni dengan sangat hati-hati sekali.
"*Mana baju untuk aku, masa aku harus keluar dengan tidak menggunakan baju seperti ini, kan baju aku sudah kamu robek??*",, kata Neni kepada Rexley.
__ADS_1
"*Iya tidak apa-apa, lagi pula aku lebih suka kamu tidak memakai baju seperti ini ko*",, jawab Rexley sambil menggoda Neni.
Neni langsung menunjukkan muka marahnya kepada Rexley ketika dia mendengar perkataannya Rexley.
"Ok tunggu sebentar, akan aku ambilkan pakaianku saja*",, kata Rexley kepada Neni ketika dia melihat wajah marahnya Neni.
Rexley setelah berkata seperti itu kepada Neni, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar mandi untuk mengambil pakaiannya yang ada didalam ruang walk in closet miliknya dengan cara asal saja.
Setelahnya dia langsung saja memberikan bajunya itu kepada Neni ketika dia sudah mengambil bajunya itu.
"*Ini pakai saja, dan ini masih baru belum pernah aku pakai*", kata Rexley sambil menyerahkan kemejanya yang masih baru kepada Neni.
"*Sudah sana keluar, aku mau mandi, dan kamu segera belikan aku baju*",, kata Neni setelah menerima kemejanya Rexley dengan sambil mendorong badannya Rexley yang masih bertelanj4ng bulat seperti itu untuk keluar dari dalam kamar mandi.
"*Iya-iya*",, jawab Rexley kepada Neni.
Rexley dengan keadaan yang masih tidak memakai bajunya dia lalu berjalan kearah meja samping ranjangnya untuk mengambil ponselnya untuk menelfon butik langganannya untuk memilihkan baju perempuan beserta ********** dan segera meminta diantarkan keapartemennya sekarang juga.
Setelah selesai menelfon, Rexley lalu menaruh lagi ponselnya itu keatas meja yang sama seperti tadi, dan dia juga langsung memakai celana pendeknya itu yang tadi dia lepas.
Dan Rexley serta Neni mereka berdua tidak sadar jika mereka daritadi berbicara dengan menggunakan panggilan aku kamu.
Sambil menunggu Neni yang sedang mandi, Rexley lalu mengambil ponselnya lagi dengan duduk bersandar disandaran ranjang.
Sedangkan Neni sendiri yang sedang berada didalam kamar mandi, dia tidak langsung mandi, melainkan menenangkan dirinya terlebih dahulu dengan apa yang baru saja dialami dan lakukan bersama Rexley tadi.
"*Sumpah demi apapun, aku tidak pernah membayangkan jika aku akan berakhir diranjangnya Rexley*",, kata Neni sambil melihat dirinya sendiri dipantulan cermin yang ada didalam kamar mandi dengan melihat semua tanda cinta yang diberikan oleh Rexley tadi.
"*Sepertinya aku harus lebih hati-hati lagi dengan dia, dan aku juga harus menghindarinya, karena aku tidak mau terjerat lagi diatas ranjangnya*",, kata Neni sambil menyemangati dirinya sendiri dengan sambil melihat dirinya didalam cermin.
"*Karena sejujurnya permaianan ranjangnya TiRex itu sangat nikmat sekali, apalagi milik dia sangat besar sekali seperti itu, dan masih sangat terasa dimilikku ini*",, kata Neni lagi dengan sambil memegang goa pribadinya sendiri.
__ADS_1
"*Aduh jadi basah lagi kan, karena terbayang miliknya TiRex itu*",, kata Neni untuk kesekian kalinya dia berbicara sendiri.
Setelah berkata seperti itu, Neni langsung saja masuk kedalam bathub yang airnya sudah dia isi daritadi.
Ketika bagian intinya terkena air, Neni sedikit merasakan perih dibagiannya itu, sebab Neni baru saja melakukan hubungan itu untuk pertama kalinya dihidupnya.
Neni berendam untuk merilaxkan semua otot-otot ditubuhnya yang tadi sedang tegang karena baru saja main berkuda dengan Rexley.
Sekalian juga Neni berendam untuk menenangkan fikiran dan detak jantungnya yang masih berdetak dengan cukup kencang sebab efek permainannya Rexley tadi.
Neni sangat menimati sekali masa berendamnya itu, hingga dia tidak memikirkan Rexley yang sedang teringat dengan kegiatan indah mereka tadi.
Rexley yang baru saja melihat-lihat isi dalam ponselnya, dia lalu meletakkan lagi ponselnya itu, dan dia langsung menyangga kepalanya dengan kedua tangannya dibelakang kepalanya sambil membayangkan kegiatan indahnya tadi dengan Neni.
"*Ternyata bermain dengan wanita yang masih bersegel itu lebih nikmat sekali*",, kata Rexley yang juga berbicara sendiri sambil membayangkan adegan tadi dengan Neni dengan sambil tersenyum.
"*Rasanya aku ingin sekali mengulanginya lagi dengan Neni untuk kedua, ketiga dan keseterusnya*",, kata Rexley lagi untuk dirinya sendiri.
"*Pokoknya aku harus membuat Neni menjadi milikku seutuhnya, walau dia sudah aku takhlukkan diatas ranjang, namun aku yakin jika Neni orangnya sangat susah untuk aku ajak menikah*",, kata Rexley lagi dan lagi.
"*Iya pokoknya Neni harus menjadi istriku, harus!!!, walau Nanti aku harus ditertawakan oleh Diego dan juga Vicktor tidak apalah, yang terpenting Neni bisa menjadi istriku*",, kata Rexley untuk menyemangati dirinya sendiri.
Karena Rexley sudah pernah berkata kepada Vicktor dan Diego jika dia ingin menikah nanti jika umurnya sudah sekitar empat puluh tahun, walau terbilang cukup tua, namun prinsip Rexley jika ada uang pasti para wanita akan mendekat kearahnya.
Kali ini sepertinya Rexley harus mengingkari perkataannya itu kepada Vicktor dan juga Diego, karena diumurnya yang masih tiga puluhan dia sudah ingin segera menikah, dan pastinya Nenilah wanita yang diinginkan oleh Rexley.
Jika kedua orang tuanya Rexley mengetahui kalau Rexley ingin menikahi seorang gadis, mereka pasti akan mengadakan sykuran dan pesta terutama Mamahnya Rexley.
Sebab jika Rexley ditanya oleh kedua orang tuanya terutama Mamahnya kapan mau menikah, dia selalu menjawab nanti jika sudah berumur empat puluh tahun.
Itulah jawaban yang membuat Mamahnya Rexley sedikit frustari merasakan pemikiran anehnya Rexley.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...