
Setengah jam kemudian, ketika Diego sudah berlalu keluar dari dalam ruangannya, Vicktor lalu mendengar pintu ruangannya diketuk lagi dari luar, Vicktor langsung saja memencet tombol otomatisnya, dan masuklah Ian sekretarisnya kedalam ruangannya Vicktor.
"*Ada apa Ian??*",, kata Vicktor kepada Ian ketika Vicktor melihat Ian masuk kedalam ruangannya.
"*Tuan Pak Hu tadi menelfon Tuan dan mengatakan jika Nyonya Celyn sedang tidak enak badan dan merasakan kencang diperutnya*",, jawab Ian dengan segera kepada Vicktor, membuat Vicktor langsung saja menghentikan dengan segera kegiatannya sambil melihat kearahnya Ian dengan ekspresi yang terkejut.
"*Tadi katanya Tuan Vicktor sudah dihubungi berulang kali oleh Nyonya Celyn maupun Pak Hu Tuan", sambung lagi perkataannya Ian kepada Vicktor.
"*Apaaa!!!*",, kata Vicktor dengan terkejut kepada Ian.
Dan Vicktor langsung saja melihat ponselnya yang memang benar sudah ada panggilan tidak terjawab lima kali dari nomornya Celyn dan lima kali juga dari telefon rumahnya.
"*****!!!, ini gara-gara ponselku yang aku silent*",, kata Vicktor dan dia langsung saja berdiri dari duduknya.
"*Kamu bereskan pekerjaanku dan tolong simpankan berkas-berkas yang sudah saya kerjakan ini*",, perintah Vicktor kepada Ian, dan Vicktor langsung saja berlalu keluar dari dalam ruangannya.
Sedangkan Ian dia hanya menundukkan sedikit badannya saja kepada Vicktor ketika Vicktor berlalu pergi dari hadapannya.
Ian langsung saja mengerjakan apa yang diperintahkan Vicktor kepadanya, sedangkan Vicktor dia sudah berlalu masuk kedalam lift untuk segera turun kebawah.
"*Celyn kenapa tiba-tiba seperti itu, sepertinya tadi pagi dia tidak kenapa-kenapa ketika akan aku tinggal berangkat kekantor*",, kata Vicktor sambil berusaha menghubungi Celyn ketika berada didalam lift namun tidak terhubung dan tidak diangkat oleh Celyn.
Vicktor tidak bisa dipungkiri jika dia sangat khawatir sekali ketika mendengar kabar itu dari Ian, sebab keadaan Celyn sedang hamil besar seperti itu.
Ketika Vicktor sudah sampai diloby kantornya dia langsung dengan segera berlari keluar menuju kedalam mobilnya yang sudah stanbye menunggunya didepan pelataran kantor.
Sedangkan kita berpindah posisi keDiego, Diego yang tadi sudah keluar dari dalam kantornya Vicktor sambil membawa sebuah amplop besar yang berisi tentang semua informasinya Linda.
Diego langsung saja mengendarai mobilnya menuju kesebuah rumah mewah dan besar yang dia sudah sangat hafal sekali alamatnya.
__ADS_1
Rumah siapa lagi kalau bukan rumah kedua orang tuanya Belinda.
Ketika sudah memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah kedua orang tuanya Belinda, Diego langsung saja disambut ramah oleh para pekerja yang ada dirumah tersebut.
"*Nyonya ada Bi??*",, tanya Diego kepada Bibi yang bekerja dirumah kedua orang tuanya Belinda.
"*Ada Tuan Diego, mari saya antarkan*",, jawab siBibi kepada Diego dengan nada ramah dan sopan.
Dan Diego langsung saja diantarkan oleh Bibi keruang keluarga rumah tersebut.
Mamahnya Belinda yang bernama Mamah Erica ketika dia sedang menonton televisi, pandangannya langsung teralihkan kearah Diego yang baru saja masuk kedalam ruang keluarganya diantakan oleh Bibi.
Mamah Erica langsung menyambut hangat kedatangannya Diego dengan senyum yang merekah sempurna.
"*Silahkan duduk Nak, tumben pagi-pagi begini kamu sudah berkunjung kerumah Mamah*",, kata Mamah Erica dengan ramah kepada Diego, dan Diego memang memanggil Mamahnya Belinda dengan sebutan Mamah.
"*Terimakasih Mah*",, jawab Diego kepada Mamah Erica sambil tersenyum.
"*Apakah kamu tidak kerumah sakit Nak??*",, tanya Mamah Erica lagi kepada Diego.
"*Libur Mah hari ini*",, jawab Diego kepada Mamah Erica sambil tersenyum ramah.
Hari itu Diego memang tidak mempunyai jadwal dirumah sakit, dan kesempatan untuk Diego untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Linda tunangannya.
"*Baiklah, sekarang apa yang membuat kamu datang kesini Nak, dan itu apa yang kamu bawa??*",, kata Mamah Erica kepada Diego yang melihat Diego membawa semuah tas laptop.
Untung saja tadi didalam mobilnya ada laptopnya yang masih tertinggal didalam mobil, dan itu bisa membuat Diego untuk membuka flashdisk yang tadi diberikan oleh Vicktor kepadanya.
"*Diego kesini ingin mengakhiri hubungan pertunangan kami Mah, karena Diego sudah tidak merasa cocok dengan Belinda yang sibuk sendiri dengan karirnya dan tidak pernah memperdulikan Diego beberapa bulan belakangan ini*",, kata Diego dengan nada sopan kepada Mamah Erica.
__ADS_1
Sungguh perkataannya Diego membuat Mamah Erica langsung saja memegangi dadanya karena sangat terkejut sekali.
"*Apa yang kamu katakan Nak??*",, tanya Mamah Erica dengan nada syoknya.
"*Saya tidak bercanda Mah, dan ketika Diego merasa curiga dengan sikapnya Linda akhir-akhir ini, Diego menyelidikinya sendiri apa yang Linda lakukan dibelakangnya Diego selama ini*",, kata Diego lagi kepada Mamahnya Linda dengan merangkai kata yang pas dan pantas.
"*Ini buktinya Mah, Mamah bisa melihatnya sendiri*",, kata Diego kepada Mamah Erica sambil menyerahkan amplop besarnya tadi yang diberikan oleh Vicktor.
Sedangkan Diego langsung saja menyalakan laptopnya untuk membuka flashdisk yang tadi diberikan oleh Vicktor juga.
Mamah Erica sangat terkejut sekali melihat semua foto-fotonya Belinda dengan seorang laki-laki yang dia sudah sering lihat dimajalah maupun didalam layar televisi dengan begitu mesra dan romantis sekali.
"*Ini tidak mungkin jika Linda sampai seperti ini dibelakang kamu Nak Diego, mungkin foto ini adalah foto yang memang disengaja untuk berpose seperti ini Nak??*",, kata Mamah Erica masih menyangkal bukti foto anaknya dengan seorang model laki-laki.
Untung saja Vicktor memberikannya sebuah Flashdisk yang isinya semakin membuktikan jika Linda dia benar-benar selingkuh dibelakangnya Diego.
"*Kalau dengan ini apakah Mamah masih menyangkalnya juga??*",, kata Diego kepada Mamah Erica sambil memperlihatkan beberapa buah video yang benar-benar menunjukkan jika Linda ada sesuatu dengan model laki-laki itu.
Mamah Erica dia sampai menutup mulutnya tidak percaya ketika dia melihat sendiri anaknya seperti itu dibelakangnya Diego.
Bahkan didalam video itu terekam dengan sangat jelas sekali jika Linda dan model laki-laki itu berciuman dengan sangat intes dan mesra sambil tangan sang laki-laki itu memberikan cumb***nya kepada tubuhnya Linda dengan sangat buas sekali.
"*Maaf Mah, saya tidak mau mempunyai istri seperti Linda, dan saya tidak mau juga melanjutkan hubungan ini dengan Linda lagi, walau Linda memohon dan berjanji kepada Diego untuk berubah Mah*",, kata Diego kepada Mamah Erica.
Mamah Erica dia sampai tidak bisa berucap apa-apa kepada Diego, hingga Diego sampai berpamitan kepadanya.
Setelah menurutnya apa yang perlu Diego katakan kepada Mamahnya Linda sudah terselesaikan semuanya, selanjutkan Diego pergi untuk menjemput Linda dibandara.
Dan ketika Linda sudah sampai diSwiss nanti, Diego akan memberikan sebuah kejutan kepada Linda yang tidak dia sangka-sangka dan duga-duga.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...