Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 260


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu bulan saja Celyn berada dimansion.


Walau Celyn masih terikat dengan obat-obatan dan terapi jalan, namun semangat sembuh yang dimiliki oleh Celyn sangat besar sekali, karena adanya orang-orang yang menyayanginya terutama dengan kehadirannya sikembar dikehidupannya.


Dan tidak terasa pula, usia kehamilannya Felya pun tinggal menghitung hari saja untuk dia melahirkan anak pertamanya.


Saat ini Felya dan Mamah Parisya Mamah kandungnya Felya sedang berbincang santai sambil berjemur pagi ditaman yang ada dihalaman depan rumah mewahnya Felya.


Iya, Mamah Parisya dia sudah menemani Felya sejak tiga hari yang lalu, karena takut jika Felya akan melahirkan mendadak didalam rumah.


Sedangkan Dion saat ini dia juga berada dirumah dan juga sudah mengambil cuti sejak satu minggu yang lalu.


"* Mamah sudah tidak sabar ingin segera melihat cucu Mamah ini Fel *",, kata Mamah Parisya kepada Felya.


"* Sabar Mah, sebentar lagi juga ini ko *",, jawab Felya kepada Mamahnya sambil mengusap-usap lembut perut buncitnya itu.


"* Oh ya Mah, Felya mau tanya dong *",, kata Felya kepada Mamah Parisya.


"* Tanya apa Fel?? *",, jawab Mamah Parisya kepada Felya.


"* Perut Felya rasanya dari kemarin, nanti sakit, terus hilang sendiri rasa sakitnya, nanti tiba-tiba sakit lagi, apa itu tandanya jika Felya mau melahirkan Mah?? *",, tanya Felya kepada Mamahnya.


Mamah Parisya yang mendengar perkataannya Felya dia langsung saja sedikit terkejut sebab itu memang tanda-tanda wanita yang mau melahirkan.


"* Iya Nak, itu tanda-tanda jika mau melahirkan, nanti jika rasa sakit atau mulas yang kamu rasakan diperut kamu dan tidak hilang malah semakin sakit saja rasanya, bilang sama Mamah atau Dion suami kamu ya Nak *",, jawab Mamah Parisya kepada Felya.


"* Iya Mah *",, jawab Felya kepada Mamahnya sambil tersenyum.


Siang harinya ketika mereka semua sedang makan siang bersama dimeja makan.


Felya yang sudah selesai makan terlebih dahulu, tiba-tiba dia merasa perutnya seperti mulas ingin buang air besar.


Dan Felya lalu meminta tolong kepada Dion untuk membantunya kekamar mandi.


"* Yah, tolong antarin Mamah kekamar mandi dong *",, kata Felya kepada Dion.


Dion yang sedang meminum air putih, dia langsung saja bergegas berdiri membantu Felya.


"* Ayo Mah *",, jawab Dion kepada Felya.

__ADS_1


Dan Dion dia langsung saja berdiri memapah Felya yang sudah kesulitan berjalan itu.


"* Tunggu sebentar ya Yah, perut Mamah rasanya sakit sekali, seperti ingin buang air besar *",, kata Felya lagi kepada Dion.


"* Apa mau sekalian Ayah ikut masuk kedalam Mah?? *",, tanya Dion kepada Felya.


"* Tidak perlu, Mamah bisa sendiri ko *",, jawab Felya kepada Dion.


Dan Felya lalu masuk kedalam kamar mandi yang tidak jauh letaknya dari ruang makan rumah mereka.


Ketika sudah sampai didalam kamar mandi, Felya yang mencoba untuk membuang air besar pun, dia tidak bisa, dan malahan perutnya semakin sakit saja.


" Ayaaaahhh!! *",, teriak Felya memanggil Dion yang masih setia berdiri didepan kamar mandi.


Dion yang mendengar teriakannya Felya, dia lalu bergegas membuka pintu kamar mandinya dan melihat Felya sedang kesakitan sambil memegangi perutnya.


"* Mamah!! *",, panggil Dion sambil mendekati Felya dengan nada yang sangat khawatir sekali.


"* Yah, perutnya Mamah semakin sakit sekali, dan Mamah tidak bisa buang air besar, apa Mamah mau melahirkan Yah?? *",, tanya Felya kepada Dion, sambil terus menahan rasa sakit yang ada diperutnya.


Dion yang mendengar perkataannya Felya, dia lalu berteriak memanggil Mamah mertuanya itu.


"* Ya ampun Dion, Felya, apa Felya mau melahirkan Dion?? *",, tanya Mamah Parisya kepada Dion.


"* Iya Mah, sepertinya begitu, ayo segera kita bawa Felya kerumah sakit sekarang *",, jawab Dion kepada Mamah Parisya sambil terus menuntun Felya menuju kedalam mobil.


"* Mah tolong bantu Felya sebentar, Dion mau mengambil perlengkapan babynya yang ada didalam kamar *",, kata Dion kepada Mamah Parisya.


Dan Mamah Parisya lalu menggantikan posisinya Dion untuk membantu Felya berjalan kearah mobil mereka.


Tidak lama akhirnya mereka bertiga sudah berada didalam mobilnya Dion untuk menuju kerumah sakit yang terdekat dari rumah mereka.


Dion juga sudah berpesan kepada bibi yang ada dirumahnya untuk mengabari keluarganya jika dia sedang membawa Felya menuju kerumah sakit.


Dion sebisa mungkin mengendarai mobilnya secepat yang dia bisa, sebab Dion juga harus berhati-hati ketika mengendarai mobil tersebut.


Setelah sekitar tiga puluh menitan berjibaku dijalan raya, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Dion, sampai juga dirumah sakit yang mereka tuju.


Dion dan Mamah Parisya langsung saja memanggil Dokter maupun suster yang berjaga diruang UGD untuk membantu mereka membawa Felya.

__ADS_1


Dan Felya saat ini dia sedang didorong brankarnya oleh Dokter untuk menuju keruang bersalin yang ada dirumah sakit tersebut.


"* Apa anda suaminya Nyonya ini Tuan?? *",, tanya salah satu suster kepada Dion.


"* Iya Suster, saya suaminya *",, jawab Dion kepada suster tersebut dengan nada yang sangat khawatir sekali.


"* Mari ikut saya Tuan, dan Nyonya tolong segera urus administrasinya ya *",, kata Suster itu lagi kepada Dion dan juga Mamah Parisya.


"* Sudah kamu temanin saja Felya, biar Mamah yang mengurus administrasinya dulu *",, kata Mamah Parisya kepada Dion.


Dan Dion lalu ikut masuk bersama suster tersebut, sedangkan Mamah Parisya dia langsung mengurus untuk administrasi rumah sakitnya Felya.


"* Tuan, istri anda sudah mengalami pembukaan kesembilan, sebentar lagi dia akan segera melahirkan *",, kata Dokter Kandungan itu kepada Dion.


"* Tolong bantu dia sebentar Tuan Dion untuk jalan-jalan didalam ruangan ini *",, kata Dokter Kandungan itu lagi kepada Dion.


Dan Dion lalu membantu Felya untuk turun dari atas brankar pasien tersebut.


Dengan telaten dan juga sabar Dion terus membantu Felya memutari area ruangan tersebut.


Sedangkan Dokter dan para asisstannya, mereka masih setia menunggu didalam ruangan tersebut sambil menyiapkan alat-alat yang akan mereka gunakan nantinya.


Setelah beberapa menit lamanya Felya memutari ruang bersalin itu, Felya tiba-tiba merasakan perutnya semakin sakit sekali, dan rasanya seperti ingin cepat keluar saja babynya dari dalam perutnya itu.


Dan Dokter yang melihat Felya seperti itu, dia langsung saja bergerak dengan cepat untuk membantu Felya melahirkan anak pertama mereka.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Felya melahirkan babynya, sebab hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit saja bayi yang dikandung oleh Felya sudah lahir dengan selamat dan dia berjenis kelamin perempuan.


Dion yang melihat sendiri perjuangannya Felya dalam melahirkan buah hati mereka yang pertama pun, tanpa sadar Dion langsung meneteskan air matanya ketika mendengar suara tangisan baby yang sudah sangat ditunggu-tunggu olehnya maupun Felya itu.


Sungguh perasaan bahagianya Dion tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Dan Dion langsung saja memberi nama anak pertamanya itu dengan nama Chloe Olivia Lindsey yang artinya ( Anak perempuan yang cantik, indah seperti bunga yang mekar dan segar mempunyai kepribadian yang kuat serta tangguh ).


Panggilan untuk anak pertamanya Dion dan Felya adalah baby Chloe.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2