Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 117


__ADS_3

Sore pun tiba, sesuai yang dibicarakan melalui pesan singkat tadi didalam ponsel, Diego dan Ocil mereka jadi ketemuan juga ditaman kota.


Ocil yang sudah datang duluan, dia yang sedang duduk dikursi taman sambil menikmati pemandangan orang-orang dan anak kecil yang sedang pada bersantai dan bermain.


Ocil duduk bersantai sambil menunggu Diego datang menemuinya.


Ketika baru sepuluh menitan duduk, Ocil melihat Diego sedang bingung mencarinya ada dimana.


Dan Ocil lalu berinisiatif untuk memanggil Diego menggunakan ponselnya.


Namun sebelum panggilannya terhubung, Diego sudah melihat Ocil terlebih dahulu, dan Ocil langsung saja melambaikan tangannya kepada Diego.


Dan Diego dia langsung saja melangkahkan kakinya kearahnya Ocil.


"*Sudah lama menunggunya Cil??*",, tanya Diego kepada Ocil ketika dia sudah sampai didepannya Ocil dan langsung duduk disebelahnya Ocil.


"*Tidak juga*",, jawab Ocil kepada Diego sambil tersenyum.


"*Kamu kenapa tumben mengajakku ketemuan, apakah ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku??*",, tanya Diego kepada Ocil.


"*Ada, aku cuma mau bilang jika aku akan keBrazilnya minggu depan Go, dan ini hadiah perpisahan dari aku*",, kata Ocil kepada Diego sambil menyerahkan hadiah yang sudah disiapkannya kepada Diego.


Ocil sendiri sengaja mengajak ketemuan Diego dan memberikannya hadiah juga karena diBrazil nanti, Ocil sudah bertekad untuk melupakan Diego sepenuhnya.


Sebuah jam merek ternama Ocil berikan kepada Diego sebagai hadiah kenang-kenang darinya.


Diego sendiri yang mendengar perkataannya Ocil, sungguh dia menjadi tambah galau dan bingung sendiri, dengan apa yang harus dia lakukan sekarang.


Disatu sisi dia sedang bingung menghadapi perkataannya Vicktor tentang Linda, disisi lain dia tidak ingin berjauhan dengan Ocil.


"*Kenapa terlalu cepat sekali Ocil, aku kira kamu perginya masih lama*",, kata Diego kepada Ocil sambil melihat kearahnya Ocil tanpa menerima hadiah pemberian dari Ocil.

__ADS_1


"*Ternyata jadwal aku dimajukan Go, dan pihak investorku disana ingin aku segera datang keBrazil*",, jawab Ocil kepada Diego.


Padahal aslinya Ocil ingin segera keBrazil karena Ocil sudah tidak tahan jika harus terus menerus bertemu Diego disini, karena itu sama saja dia memupuk perasaannya lagi kepada Diego.


"*Apakah tidak bisa diundurkan lagi Cil, dan memberikanku kesempatan untuk menyelesaikan masalahku dengan Linda terlebih dahulu??*",, kata Diego lagi kepada Ocil dengan perasaan sedihnya.


"*Maaf Go tidak bisa*",, jawab Ocil kepada Diego sambil menggelengkan kepalanya.


"*Baiklah akan aku katakan sejujurnya kepada dirimu, kalau aku sebetulnya sangat mencintaimu Ocil, walau statusku memang bertunangan dengan Linda, tapi perasaan ini sudah lama hilang dan kamulah orang yang mengisi kekosongan hatiku ini Cil*",, kata Diego dengan jujur kepada Ocil sambil menggenggam kedua tangannya Ocil.


Ocil walau sebenarnya dia sudah tahu jika Diego mencintainya namun tetap saja dia terkejut mendengar perkataannya Diego kepadanya tadi yang mengungkapkan perasannya.


"*Tapi maaf Go, aku tidak bisa menerimamu??*",, jawab Ocil dengan nada sedih kepada Diego sambil melepaskan genggaman tangannya Diego kepadanya.


"*Jawab aku dengan jujur, apakah kamu juga mencintaiku Ocil??*",, tanya Diego kepada Ocil.


"*Jawab Ocil, aku mohon*",, kata Diego lagi kepada Ocil ketika Ocil hanya diam saja kepadanya.


"*Perasaan ini sudah hilang sejak dulu Cil dengan Linda, dan aku juga sudah memutuskan untuk mengakhiri pertunangan ini besok lusa ketika Linda pulag keSwiss*",, kata Diego kepada Ocil.


"*Tapi aku tetap saja tidak bisa Go, maafkan aku, lebih baik aku yang terluka melepaskanmu sekarang, dari pada aku menerima kamu dan akan lebih banyak hati yang terluka karenaku*",, kata Ocil dengan suara pelan namun maknanya sangat mendalam sekali bagi Diego.


Selama berhubungan dengan Linda, Diego tidak pernah meneteskan air matanya ketika Linda meninggalkannya berminggu-minggu untuk keluar negeri dan jarang mengabarinya.


Sedangkan dengan Ocil yang baru sebentar, Diego bisa meneteskan air matanya ketika mendengar perkataannya Ocil yang sangat mendalam sekali artinya itu.


"*Ijinkan aku pergi Diego, dan ingatlah satu hal, jika kita berjodoh nanti, ketika aku pulang dari Brazil kita pasti akan bersatu kembali*",, kata Ocil kepada Diego sambil berdiri dihadapannya Diego.


"*Selamat tinggal*",, kata Ocil lagi sambil menaruh hadiahnya tadi ditelapak tangannya Diego.


Setelahnya Ocil lalu beranjak pergi dari hadapannya Diego, menyisahkan luka yang mendalam dihatinya Diego.

__ADS_1


"*Kenapa diwaktu aku bisa merasakan apa namanya itu cinta, dia datangnya diwaktu yang tidak tepat*",, kata Diego dengan lirih sambil melihat kepergiannya Ocil yang sudah semakin menjauh dari pandangannya.


"*Aku akan menunggu kamu pulang Ocil, dan aku akan segera menyelesaikan pertunanganku dengan Linda secepatnya, karena aku juga sudah tidak tahan berhubungan dengan cara seperti ini*",, kata Diego sambil melihat hadiah yang diberikan oleh Ocil tadi.


Diego setelah berkata seperti itu, dia lalu membuka kotak hadiah yang diberikan oleh Ocil tadi, dan ternyata adalah sebuah jam dengan merek yang ternama dan harganya cukup lumayan mahal sekali.


"*Bahkan aku tidak kamu beri kesempatan juga untuk memberikanmu hadiah kenang-kenangan dari aku Ocil*",, kata Diego lagi sambil mengambil jam dari kotak jamnya.


Setelah berkata seperti itu, Diego semakin mantap ingin segera memutuskan tali pertunangannya dengan Linda, dan dia semakin tidak sabar ingin bertemu dengan Linda.


Diego yang sudah berada didalam mobilnya, dia langsung saja mengendarai mobilnya menuju kerumah kedua orang tuanya untuk memberitahukannya tentang rencananya melepaskan Linda.


Ketika Diego sudah sampai dihalaman rumah kedua orang tuanya, dia langsung saja masuk kedalam, dan bertemu dengan Mamahnya.


Diego langsung saja mengutarakan niatnya itu kepada Mamahnya, Mamahnya Diego yang bernama Mamah Janet awalnya terkejut mendengar perkataan dari putranya tersebut.


Tapi ketika Mamah Janet mendengar alasan Diego mengakhiri hubungannya dengan Linda, dia bisa mengerti dan memaklumi, karena Mamahnya juga ingin melihat Diego bahagia.


Diego sangat senang sekali melihat Mamahnya tidak marah kepadanya dan malah memberikannya suport untuk meraih kebahagiaannya sendiri walau bukan bersama Linda.


Dan setelah berterus terang dengan Mamahnya, Diego lalu memikirkan waktu yang tepat untuk membicarakannya kepada Ayahnya juga.


Walau Ayahnya Diego bukan orang yang kolot, tapi Ayahnya Diego tetap tidak akan merestui keputusannya melepaskan Linda jika alasannya tidak masuk akal dan cuma akal-akalannya Diego saja.


Diego lalu kembali lagi pulang kepartemennya untuk mencari tahu semua informasi dari Linda, melalui orang-orang terdekatnya Linda sambil menyuruh orang untuk memata-matai Linda disana.


Dan keputusan yang diambil Ocil sangat tepat sekali, untuk pergi dari kehidupannya Diego, karena jika Ocil meneruskannya pastilah Ocil yang akan memikul beban yang cukup berat nanti dari perkataan semua orang yang ditujukan kepadanya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2