
Taksi yang ditumpangi oleh Celyn ternyata menuju kesebuah bandara yang ada dinegaranya, Celyn ingin melarikan diri dari Vicktor sementara waktu, karena fikir Celyn jika ingin melarikan diri dari Vicktor masih dinegara yang sama dengan Vicktor, Vicktor pasti akan dengan mudah menemukannya.
Memang Celyn terkesan lari dari masalah, akan tetapi Celyn ingin memberi pelajaran kepada Vicktor karena seenaknya saja menginginkannya akan tetapi dia tidak mau mempublikasikan status pernikahan mereka.
Celyn yang sudah turun dari dalam taksi, dia langsung saja masuk kedalam bandara dan bertanya kepada kepetugas bandara tiket menuju kenegara mana yang masih ada, dan ternyata tiket yang masih tersedia adalah tiket menuju keNegara Portugal.
Tanpa fikir panjang Celyn langsung saja membeli tiket itu, dan dalam lima belas menit kemudian pesawat yang dinaiki Celyn langsung lepas landas dari bandara.
Celyn bukan tipe yang sering larut akan kesedihannya, jadi pelariannya kePortugal dia fikir untuk sekalian berlibur keNegara yang belum pernah dia datangi itu.
Sedang Vicktor yang ada sudah sampai dikantornya wajah dia tidak seperti biasanya. Jika yang biasanya dia dingin dan cuma menganggguk saja kepada para karyawannya yang menyapanya.
Kali ini Vicktor dia menunjukkan wajahnya yang mendung dan juga marah, bahkan dia tidak menanggapi sapaan dari para karyawannya.
Didalam bekerjanya Vicktor hari itu tidak bisa fokus sama sekali dengan apa yang sedang dijelaskan oleh clientnya yang sedang presentasi didepan.
Vicktor sering melihat jam yang melingkar apik dipergelangan tangannya, karena merasa bosan dan ingin cepat-cepat mencari Celyn.
Dan sekitar dua jam kemudian akhirnya meeting dengan client pentingnya itu sudah selesai juga. Vicktor langsung saja dengan segera kembali masuk kedalam ruangannya lagi dengan keadaan yang tidak tenang.
"*Ian keruanganku sekarang*",, kata Vicktor kepada Ian dengan menekan tombol telefon yang ada diatas meja kerjanya.
Dan Ian langsung saja masuk kedalam ruangannya Vicktor.
"*Tuan*",, sapa Ian kepada Vicktor sambil sedikit menundukkan badannya kepada Vicktor ketika sudah berada didepan meja kerjanya Vicktor.
"*Ian kerahkan semua anak buah saya dan juga anak buah kamu untuk mencari keberadaannya Celyn, dan saya tidak mau tahu bagaimana caranya harus cari Celyn sampai dapat*",, kata Vicktor kepada Ian dengan tegas.
"*Baik Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor.
"*Ian saya mau bertanya kepada kamu*",, kata Vicktor lagi kepada Ian.
__ADS_1
"*Iya Tuan*",, jawab Ian lagi kepada Vicktor.
"*Apakah saya salah jika saya belum mau mempublikasikan pernikahan saya dengan Celyn sampai waktu yang tidak ditentukan, karena saya belum ingin menyebarkannya kesemua orang??*",, tanya Vicktor kepada Ian.
Ian sebelum menjawab dia tersenyum tipis sekali kepada Vicktor, karena Ian berfikir itu adalah pertanyaan konyol yang harus diajukan dari seorang Vicktor Reagan.
"*Karena wanita ingin kepastian Tuan, dan perkataan Tuan tadi sama saja tidak menghargai sebuah hubungan pernikahan dan tidak bisa menghargai perasaan dari seorang istri*",, jawab Ian dengan singkat dan langsung mengskakmat Vicktor.
"*Maaf Tuan jika saya boleh bertanya, apakah Nyonya Celyn kabur karena dia meminta mempublikasikan pernikahan kalian namun Tuan Vicktor belum mau??*",, kata Ian kepada Vicktor dengan sangat hati-hati sekali, karena takut menyinggung perasaannya Vicktor.
"*Iya Ian, apakah terlihat sekali dari pertanyaanku yang tadi??*",, jawab Vicktor kepada Ian.
Dan Ian hanya mengangguk saja sambil tersenyum ramah kepada Vicktor.
"*Kalau begitu saya harus segera bertindak Tuan, karena jika seorang wanita yang marah dia lebih menakutkan daripada singa yang lapar*",, kata Ian lagi kepada Vicktor dan Ian langsung menundukkan sedikit badannya kepada Vicktor serta juga langsung berlalu pergi dari hadapannya Vicktor ketika Vicktor sudah mengangguk kepadanya.
Setelah kepergian dari Ian, Vicktor lalu termenung untuk sejenak memikirkan kemana perginya Celyn dan juga memikirkan perkataannya Ian tadi.
Mungkin jika Celyn belum menikah dengan Vicktor dia akan sangat senang bisa duduk bersebelahan dengan orang tampan.
"*Berfikirlah dahulu dan tanyakan hatimu sebelum menjemputku Vicktor, apakah aku ini benar-benar wanita yang ingin kamu ingin jadikan istri, atau cuma hanya pemuas n***u kamu saja*",, kata batin Celyn sambil melamun melihat awan-awan yang ada diluar kaca jendela pesawat, karena Celyn duduk disebelah jendela persis.
Celyn pergi tidak membawa apa-apa, baju atau juga ponsel, yang dia bawa adalah sebuah dompet dengan beberapa kartu atmnya dan kredit cardnya serta beberapa uang tunai, dan dia hanya bisa termenung sambil memikirkan barang-barang yang harus dibelinya ketika sampai diPortugal nanti.
Celyn hanya bermodal nekat, serta bermodal keberanian saja, dan Vicktor akan salah menilai jika Celyn adalah wanita yang lemah untuk dijadikan istri yang tertindas.
Celyn akan menghargai suaminya jika suaminya juga menghargainya, dan Celyn akan memberontak jika suaminya mempermainkan perasaannya dan pernikahan mereka, begitulah karakter seorang Celyn.
Berpindah tempat, hari itu Vicktor fikirannya sangat kacau sekali, dia bahkan menyuruh Ian untuk membatalkan semua jadwal meeting dan jadwal yang sudah tersusun rapi untuknya hari itu.
Yang ada didalam fikiran Vicktor kemanakah istrinya pergi. Vicktor hanya bisa termenung didalam ruang kantornya sambil melihat kejendela kaca yang ada diruangannya.
__ADS_1
Ketika sedang termenung tiba-tiba Vicktor teringat dengan satu hal, dan dia langsung saja beranjak dari duduknya dan langsung berlalu keluar dari dalam ruangannya.
Ian yang berada dimejanya dia melihat Vicktor yang keluar ruangan dia langsung saja sigap berdiri sambil menyapa Vicktor.
"*Ian saya ada urusan diluar jika ada yang mencariku suruh dia untuk kembali lagi lain waktu*",, pesan Vicktor kepada Ian dan Vicktor langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Ian.
Sedang Ian dia langsung saja menundukkan sedikit badannya sambil menjawab perkataannya Vicktor ketika Vicktor langsung berlalu pergi dari hadapannya.
Vicktor langsung saja berlalu menuju kelift yang khusus untuk para petinggi Perusahaan, lift yang dia naiki baru saja sampai dilantai bawah, dan Vicktor langsung ingin segera keluar dari dalam lift, namun ketika pintu lift terbuka Vicktor langsung melihat kolega bisnisnya yang berjenis kelamin perempuan yang sangat gencar mendekatinya akhir-akhir ini dan dia sepertinya ingin masuk kedalam lift yang Vicktor naiki.
Ketika pintu terbuka, wanita itu sangat senang sekali ketika dia langsung melihat Vicktor berada didalam lift itu, dan dia langsung saja memasang senyum cantiknya untuk Vicktor.
Namun Vicktor dia hanya diam saja tidak memperdulikan wanita itu dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift.
Wanita itu yang melihat Vicktor cuek kepadanya dan ingin langsung pergi saja dari hadapannya dengan beraninya dia langsung mencekal pergelangan tangannya Vicktor dan itu langsung membuat Vicktor langsung menghentikan jalannya.
"*Tuan Vicktor kamu mau kemana??, saya datang kesini untuk menemuimu*",, kata wanita itu kepada Vicktor.
"*Lepaskan tanganmu dari tanganku!!*",, kata dingin dan tegas dari Vicktor kepada wanita itu.
Wanita itu langsung saja melepaskan cekalan tangannya ketangannya Vicktor, dan setelah terlepas Vicktor langsung saja membalikkan badannya kearah wanita itu, yang mana yang membuat wanita itu langsung memasang senyum terbaiknya untuk Vicktor.
"*Kita sedang tidak ada pertemuan, jika pun ada saya sudah menyuruh sekretaris saya untuk membatalkannya, namun jika anda Nona Dixa masih ada yang ingin dibahas tentang kerjasama kita, temui saja sekretaris saya Ian*",, kata Vicktor kepada koleganya itu yang bernama Dixa dengan sangat dingin sekali.
Setelah berkata seperti itu Vicktor dia langsung saja membalikkan badannya lagi dan berlalu pergi dari hadapannya Dixa, namun ketika baru dua langkah berjalan Vicktor langsung saja membalikkan badannya untuk menghadap Dixa lagi sambil mengucapkan perkataan yang Vicktor ucapkan antara sadar dan tidak sadar.
"*Dan satu hal lagi, jangan lagi mendekati saya jika tidak ada urusan pekerjaan, serta jangan pernah lagi kamu memegang tangan saya seperti tadi, atau saya jamin tangan kamu akan dipatahkan oleh istri saya!!!*",, kata Vicktor kepada Dixa dengan nada yang sangat tegas sekali kepada Dixa.
Setelahnya Vicktor langsung saja benar-benar berlalu pergi dari hadapannya Dixa dan langsung masuk kedalam mobilnya yang sudah disiapkan oleh anak buahnya daritadi.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
***TBC***