
Pagi pun menjelang, Neni dan Rexley mereka berdua baru saja bangun dari tidur nyenyak mereka sekitar jam sembilan pagi.
Sungguh Rexley sangat menikmati tidur malamnya dengan Neni malam tadi, walau dia tidak bisa melakukan ritual malam pertamanya dengan Neni.
Tapi setidaknya Rexley bisa terus memeluk Neni sepanjang malam itu.
Neni yang sudah bangun terlebih dahulu dia yang sedang membuka matanya, dan pertama kali yang dilihat oleh Neni adalah wajah tampan dari suaminya yaitu Rexley.
"*Tampan sekali ternyata jika tidur suamiku ini*",, kata Neni sambil tersenyum dengan sambil memperhatikan wajahnya Rexley yang masih memejamkan matanya.
"*Tidak ada yang mengganggu kan jika aku menciumnya*",, kata Neni lagi untuk dirinya sendiri.
Dan Neni langsung saja memajukkan sedikit wajahnya untuk mencium Rexley tepat dibibirnya.
Neni memberikan kecupan-kecupan kecil dibibirnya Rexley.
Hingga Rexley akhirnya terbangun dari tidurnya, dan reflek langsung memegang tengkuknya Neni untuk selanjutnya dia cium Neni balik.
Neni sangat terkejut sekali dengan gerakan tiba-tibanya Rexley yang seperti itu kepadanya.
Namun Neni hanya terkejut sebentar, dan setelahnya dia langsung menikmati ciuman bibir yang dilakukan oleh Rexley kepadanya.
Mereka mengawali pagi mereka sebagai pengantin baru dengan berciuman mesra diatas ranjang pengantin mereka itu.
Dan setelah dirasa cukup lama mereka berciuman, Rexley langsung saja melepaskan ciumannya terlebih dahulu, karena Rexley tidak mau sampai dia melanggar janjinya kemarin.
"*Pagi istriku*",, kata Rexley kepada Neni dengan senyum yang mengembang dengan sempurna.
"*Pagi juga suamiku*",, kata Neni sambil tertawa lucu karena tidak menyangka bisa memanggil Rexley dengan panggilan suami.
"*Kenapa kamu tertawa Neniku sayang, hmm??*",, tanya Rexley kepada Neni, sambil menyelipkan rambutnya Neni kebelakang telinganya.
"*Tidak apa-apa, lucu saja, tidak menyangka kamu sekarang sudah menjadi suamiku, padahal kemarin kamu masih terus aku kangenin bahkan hampir setiap malam aku menangis karena merindukanmu*",, jawab jujur dari Neni kepada Rexley.
Rexley sungguh sedikit terkejut mendengar pengakuannya Neni tadi.
"*Kamu rindu denganku, bahkan sampai menangisiku??, really??*",, kata Rexley kepada Neni.
Dan Neni langsung mengangguk kepada Rexley.
"*Iya itu semua karena aku gengsi dan malu untuk menghubungimu terlebih dahulu, jadinya ku pendam saja perasaan rindu itu, tapi malah menyiksaku begitu setiap malam*",, jawab Neni kepada Rexley.
__ADS_1
"*Dan tadi malam adalah tidur ternyenyakku setelah satu minggu kemarin yang terus menangisimu*",, lanjut lagi perkataannya Neni kepada Rexley.
Rexley langsung saja tersenyum sangat lebar sekali, serta perasaannya sangat senang sekali mendengar pengakuannya Neni kepadanya.
"*Apa itu artinya kamu juga mencintaiku??*",, tanya Rexley kepada Neni.
"*Iya, sebetulnya aku sudah mencintai kamu sejak dulu, tapi gengsi sajalah aku untuk mengatakannya kepadamu Tuan Rexley yang terhormat*",, jawab Neni kepada Rexley sambil tertawa kecil.
"*Ternyata Nyonya Rexley Gladwin bisa gengsi dan malu juga, aku kira malah kamu tidak punya rasa malu *",, kata Rexley kepada Neni sambil bercanda.
Dan Neni reflek langsung mencubit kecil perut kotak-kotaknya Rexley dengan sedikit gemas.
"*Sudah aku mau mandi, dan ayo suamiku, kita segera mencari makan, aku sudah sangat lapar sekali ini*",, kata Neni kepada Rexley sambil duduk dari rebahannya.
"*Mandi bersama ya*",, kata Rexley kepada Neni sambil tersenyum menggoda.
"*Tidak mau, mandi saja sendiri, aku sudah sangat lapar sekali tahu, kelamaan jika harus mandi berdua denganmu*",, jawab Neni kepada Rexley, dan Neni langsung saja turun dari atas ranjang untuk menuju kedalam kamar mandi.
Meninggalkan Rexley yang sedang menyangga kepalanya menggunakan kedua tangannya yang dia silangkan kebelakang kepalanya.
Dan kita geser sebentar keDiego dan juga Ocil, Diego yang kemarin sangat puas sekali menemani Ocil sampai malam, bahkan Diego juga menginap bersama Ocil diapartemennya Ocil.
Dan ketika pagi harinya, sekitar jam setengah tujuh pagi Diego yang sudah bangun terlebih dahulu dari Ocil, dia hanya meninggalkan nota kecil diatas meja samping ranjangnya Ocil.
Jika Diego akan keluar sebentar untuk membeli sarapan sekalian untuk berganti baju yang ada diapartemennya yang sebelahnya Ocil persis.
Ocil yang baru bangun sekitar jam tujuh, dia hanya tersenyum kecil ketika membaca pesan yang ditinggalkan oleh Diego kepadanya.
Dan setelahnya sambil menunggu Diego kembali, Ocil langsung saja beranjak bangun dari atas ranjangnya untuk mandi dan membersihkan kamarnya.
Diego sendiri hari itu dia ada jadwal kerumah sakit sampai jam dua siang, dan setelahnya Diego akan berkunjung kemansionnya Vicktor untuk mengecek kondisinya sikembar, dan mungkin setelahnya Diego akan berkunjung kemakam Kakaknya Ocil bersama Ocil tentunya.
Sekitar setengah delapan Diego baru saja kembali lagi kedalam apartemennya Ocil sambil membawa dua buah bungkus makanan untuk dirinya dan juga Ocil.
Diego yang sekarang sudah mengetahui kata sandi kamarnya Ocilpun dia sekarang sudah bisa leluasa keluar masuk kedalam apartemennya Ocil.
"*Pagi Ocil sayang*",, kata Diego sambil menyapa Ocil yang sedang berada didapur untuk membuat minuman hangat.
"*Pagi juga Go, kamu mau teh, susu atau kopi, aku sedang ingin membuat minuman hangat ini*",, kata Ocil menawari Diego.
"*Susu saja Cil kalau ada*",, kata Diego kepada Ocil.
__ADS_1
"*Tanpa gula ya, karena aku sangat tidak suka jika ditambahin gula lagi*",, lanjut lagi perkataannya Diego kepada Ocil.
Ocil langsung tersenyum manis kepada Diego, karena Ocil jadi tahu, jika Diego menyukai susu tanpa gula.
"*Apa kamu tidak menyukai kopi atau teh Go??*",, tanya Ocil kepada Diego sambil menata makanan yang tadi dibeli oleh Diego diatas piring.
"*Tidak terlalu suka aku Cil*",, jawab Diego kepada Ocil sambil duduk dikursi makan yang ada disitu.
Dan setelah beberapa menit, akhirnya minuman yang dibuat oleh Ocil selesai juga.
Ocil langsung saja memberikan minuman itu kepada Diego.
Setelahnya Ocil dan Diego menikmati waktu sarapan mereka berdua diselingi dengan perbincangan hangat.
"*Oh ya Cil, apa kamu akan kembali lagi keBrazil??*",, tanya Diego kepada Ocil disela-sela makannya.
"*Iya, satu minggu lagi aku akan kembali kesana, karena disana masih banyak yang harus aku urus Go*",, jawab Ocil kepada Diego.
Dan perkataannya Ocil, entah kenapa membuat Diego rasanya menjadi tidak rela saja jika Ocil kembali lagi keBrazil dan jauh lagi darinya.
"*Tapi jika kamu ingin ikut denganku, tidak apa-apa ko Go, aku malah sangat senang sekali bisa ditemani oleh kamu disana*",, lanjut lagi perkataannya Ocil kepada Diego ketika Ocil melihat wajah sedihnya Diego.
Diego langsung saja tersenyum ketika mendengar perkataannya Ocil.
"*Akan aku usahakan untuk mendapatkan cuti ya Cil, jika tidak dapat, tolong kamu beritahukan saja alamat kamu disana, supaya aku kapan-kapan bisa berkunjung sendiri kesana untuk menemuimu*",, jawab Diego kepada Ocil.
Dan gantian Ocil yang hanya tersenyum manis sambil mengangguk kepada Diego.
Setelahnya mereka lalu melanjutkan sarapan mereka tanpa ada perbincangan lagi, sambil menikmati minuman hangat mereka yang sudah hampir dingin itu.
...π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±...
Yuk mampir sebentar yuk, siapa tahu minat π
My new Novel
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...***TBC***...
__ADS_1