
Pagi berikutnya, Celyn yang masih tertidur, tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh suara orang yang sedang muntah-muntah hebat didalam kamar mandi.
Celyn yang terkejut dia langsung saja terbangun dari tidurnya yang masih nyenyak itu.
Ketika Celyn melihat kearah jam mewah yang tergantung didinding kamarnya, waktu masih menunjukkan pukul lima pagi.
Dan disaat Celyn mengalihkan pandangannya keranjang sebelahnya, ternyata tidak ada Vicktor disebelahnya.
Celyn langsung saja mencoba berjalan kearah kamar mandi yang masih terdengar suara orang sedang muntah-muntah seperti itu.
Dan ketika Celyn sudah berada didepan kamar mandi, Celyn lalu mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci dari dalam.
"* Daddy, are you ok?? *",, kata Celyn ketika Celyn melihat Vicktor ternyata yang sedang muntah-muntah.
"* I'm not okay Mommy " ( aku tidak sedang baik-baik saja Mommy ) *",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil mengusap bibirnya menggunakan tangannya.
Celyn yang melihat Vicktor seperti itu, dia langsung saja mendekat kearahnya Vicktor, sambil mengambilkan handuk kecil yang sudah dia ambil didalam lemari kecil yang ada didalam kamar mandi untuk dia berikan kepada Vicktor.
Celyn langsung saja mengusap lembut bibirnya Vicktor yang masih basah itu menggunakan handuk itu.
"* Apakah Daddy sudah selesai?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor, sambil mengusap lembut pipinya Vicktor.
Vicktor hanya mengangguk saja kepada Celyn dengan wajah yang terlihat sedikit lemas.
"* Kita kembali keranjang yuk *",, ajak Celyn kepada Vicktor.
Dan Vicktor menurut saja sambil merangkul mesra pundaknya Celyn untuk berjalan bersama menuju keranjang mereka.
"* Mommy suruh Pak Hu untuk membuatkan minuman hangat untuk Daddy ya?? *",, kata Celyn kepada Vicktor ketika Vicktor sudah berada diatas ranjang.
Vicktor hanya mengangguk saja kepada Celyn sambil memejamkan matanya sambil juga menaruh tangan kirinya keatas dahinya.
Celyn yang melihat anggukannya Vicktor, dia langsung saja menelfon dapur menggunakan telefon yang ada didalam kamarnya untuk membuatkan minuman hangat untuk Vicktor.
Ketika sudah selesai menghubungi para koki atau Pak Hu tadi, Celyn langsung saja berganti posisi untuk mendekati Vicktor lagi yang sedang memejamkan matanya, namun tidak tidur.
"* Daddy??, Daddy kenapa??, ko tumben sekali muntah-muntah seperti itu?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor sambil tiduran menyamping menghadap Vicktor.
__ADS_1
"* Tidak tahu Mommy, tiba-tiba saja tadi ketika Daddy sedang tidur, Daddy merasakan perut Daddy sangat mual sekali, tanpa fikir panjang, Daddy langsung saja berlari kearah kamar mandi untuk memuntahkannya *",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearahnya Celyn dengan wajah lemasnya.
"* Kalau begitu istirahatlah saja Daddy, supaya Daddy lebih enakan lagi perutnya *",, kata Celyn kepada Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja memejamkan matanya lagi untuk mencoba tidur, supaya lebih enakan perutnya itu.
"* Perutnya Daddy, Mommy kasih minyak angin saja ya Daddy, *",, kata Celyn kepada Vicktor.
"* Jangan Mommy, Daddy tidak kuat dengan aromanya, pakai minyaknya sikembar saja yang harum, rasanya membuat fikiran Daddy sedikit rilax *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn langsung saja beranjak turun dari atas ranjang untuk mengambil minyaknya sikembar yang ada diraknya sikembar yang ada didalam kamar.
Celyn setelah mengambil minyaknya sikembar, dia langsung saja mengolesinya keatas perut hingga kedadanya Vicktor, untuk membuat perutnya Vicktor sedikit hangat.
Dan Vicktor sendiri yang mencium aroma wangi dari minyaknya sikembar, dia sedikit teralihkan dengan rasa mual yang sedang dia rasakan itu.
"* Sudah, Daddy tidur lagi saja ya, dan nanti jika masih tidak enakan badannya, Daddy tidak perlu berangkat kekantor saja, biar Mommy nanti yang akan menelfon Ian untuk menghandle kantor dulu *",, kata Celyn kepada Vicktor.
Dan Vicktor hanya mengangguk kecil sambil tersenyum tipis tapi manis kepada Celyn.
Celyn setelah selesai mengolesi perut kotak-kotaknya Vicktor itu menggunakan minyaknya sikembar, Celyn langsung saja menaruh minyak itu dimeja samping ranjangnya Vicktor, karena siapa tahu nanti akan dibutuhkan lagi.
Hari itu rencananya Celyn dan Vicktor akan datang menjenguk Ocil dan baby R dirumahnya Ocil.
Tapi jika keadaannya Vicktor belum membaik terpaksa Celyn dan Vicktor membatalkannya lagi.
Dan sahabat dekatnya Ocil serta Diego yang belum datang menjenguk Ocil sendiri adalah Celyn dan juga Vicktor.
Ketika Celyn sedang asik memainkan ponselnya, tiba-tiba dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Celyn yang mendengarnya dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya yang bersandar disandaran ranjang itu untuk membukakan pintu kamarnya.
Dan disaat sudah dibuka pintunya oleh Celyn, ternyata yang mengetuknya adalah Pak Hu yang sedang mengantarkan minuman hangat yang tadi dibutuhkan oleh Celyn.
"* Terimakasih Pak Hu, dan tolong taruh diatas meja sana *",, kata Celyn kepada Pak Hu sambil menunjuk meja yang ada didepan shofa.
"* Baik Nyonya *",, jawab Pak Hu kepada Celyn.
__ADS_1
Dan Pak Hu langsung saja melangkahkan kakinya menuju kemeja yang ditunjuk Celyn.
Ketika dia sudah selesai, Pak Hu langsung saja berpamitan pergi kepada Celyn.
Dan Celyn hanya mengangguk saja kepada Pak Hu.
Disaat Pak Hu sudah pergi, Celyn langsung saja membawa secangkir minuman hangat itu untuk dia berikan kepada Vicktor.
"* Daddy minum dulu yuk, supaya lebih enak lagi perutnya *",, kata Celyn kepada Vicktor degan penuh perhatian sekali.
Vicktor langsung saja berusaha bangun dari tidurnya untuk meminum minuman yang sudah diberikan oleh Celyn itu.
"* Mommy, tolong telefonin Chris dong, suruh dia kesini sekalian bawakan makanan yang ada direstorannya yang biasa Daddy pesan ketika datang kesana dua porsi, sama dua macam makanan yang paling enak disana dan juga dua minuman yang sangat direkomendasikan direstorannya Ayah Jo Mommy *",, kata Vicktor dengan tiba-tiba kepada Celyn ketika Vicktor sudah meminum minuman hangat tadi.
Celyn sedikit terbengong ketika mendengar perkataannya Vicktor yang tumben sekali meminta makanan seperti itu.
"* Daddy??, apa Daddy sedang mengidam?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor.
"* Mengidam?? *",, kata ulang Vicktor kepada Celyn.
"* Iya, dari gejala yang Daddy alami, Daddy sepertinya yang sedang menggantikan Mommy mengidam serta morning sickness *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
Vicktor lalu berfikir sejenak untuk mencerna perkataannya Celyn.
"* Iya juga ya Mommy, ko Daddy tidak kefikiran?? *",, jawab Vicktor kepada Celyn ketika dia sudah tersadar dari perkataannya Celyn.
"* Tapi tidak apa sih jika Daddy mau menggantikan Mommy, Mommy sangat berterimakasih sekali kepada Daddy *",, kata Celyn kepada Vicktor sambil tertawa kecil.
Vicktor langsung saja menjawil mesra hidung mancungnya Celyn dengan gemas.
"* Tidak apa yang mengidam dan mengalami morning sickness Daddy Mommy, Daddy ikhlas, yang penting Mommy dan sitwins sehat *",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan sambil tersenyum manis.
"* Aaah co cweet cekali cih ini cuami tamfannya Mommy *",, kata Celyn kepada Vicktor dengan bibir yang seperti mode mencium.
Vicktor langsung saja tertawa kecil ketika melihat wajah dan nada manja dari Celyn.
Begitupun dengan Celyn, dia juga langsung saja tertawa ketika merasa geli dengan tingkahnya yang sedang manja seperti itu kepada Vicktor.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...