Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 283


__ADS_3

Dibawah, diluar kamarnya Vicktor, ternyata Mamah Vina dia baru saja sampai dimansionnya Vicktor bersama Papah Adam tentunya.


Mamah Vina dan Papah Adam, mereka berpas-pasan dengan Ian dan juga Dokter yang tadi baru saja selesai memeriksa Celyn.


"* Tuan Adam, Nyonya Vina *",, sapa ramah dan sopan dari Ian kepada Mamah Vina dan juga Papah Adam.


Sedangkan Dokter tadi, dia langsung saja tersenyum ramah, sambil sedikit menundukkan sedikit badannya kepada Papah Adam dan juga Mamah Vina.


"* Ian, Dokter ini kesini sedang memeriksa siapa??, Celynkah atau sikembar?? ",, tanya Papah Adam kepada Ian.


"* Dokter ini dia baru saja selesai memeriksa Nyonya Celyn Tuan *",, jawab Ian dengan nada sopan kepada Papah Adam, dan masih didengar oleh mamah Vina yang berdiri disampingnya Papah Adam.


"* Apakah parah Dokter, sakit yang dialami oleh menantu saya?? *",, tanya Mamah Vina kepada Dokter tersebut.


Dokter tersebut langsung saja menyampaikan perihal dari pemeriksaannya tadi dengan Celyn kepada Mamah Vina dan juga Papah Adam.


Mamah Vina dan Papah Adam, mereka berdua sedikit terkejut dan khawatir dengan kondisinya Celyn, ketika sudah mendengar semua penjelasan dari Dokter itu.


"* Kalau begitu mohon maaf Tuan, Nyonya, saya permisi kembali kerumah sakit dulu, karena sebentar lagi saya ada jadwal operasi *",, pamit sopan dari Dokter itu kepada Mamah Vina dan Papah Adam, ketika dia sudah selesai menjelaskan kepada Mamah Vina dan Papah Adam tadi.


Papah Adam dia hanya mengangguk kecil saja kepada Dokter itu.


"* Iya Dokter, terimakasih banyak ya *",, jawab ramah Mamah Vina kepada Dokter tersebut sambil tersenyum.


"* Ian, setelah ini temui saya diruang kerjanya Vicktor sebentar *",, kata Papah Adam kepada Ian, sebelum dia berlalu pergi dari hadapannya Ian.


"* Baik Tuan Adam *",, jawab Ian kepada Papah Adam.


Dan setelahnya Papah Adam dan Mamah Vina mereka berdua langsung saja meninggalkan Ian dan Dokter tersebut untuk melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam mansionnya Vicktor.


Sedangkan Ian dan Dokter itu mereka berdua langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam mansionnya Vicktor.


Ian yang sudah mengantarkan Dokter itu sampai masuk kedalam mobilnya, dia langsung saja masuk lagi kedalam mansionnya Vicktor untuk menemui Papah Adam didalam ruang kerjanya Vicktor yang ada dibawah seperti permintaannya Papah Adam tadi.

__ADS_1


Dan Mamah Vina sendiri, dia tadi yang langsung masuk kedalam mansion, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya Vicktor.


Sebab Mamah Vina ingin cepat-cepat segera melihat kondisinya Celyn.


Ian yang sudah mendengar kata masuk dari dalam ruang kerjanya Vicktor, dia langsung saja membuka pintu ruang kerja itu.


Dan ketika sudah membuka pintunya, Ian langsung melihat Papah Adam sudah menunggunya duduk dishofa yang ada didalam ruang kerja itu.


"* Duduk Ian *",, kata Papah Adam kepada Ian, untuk duduk dishofa yang ada diseberangnya.


Ian langsung saja duduk dishofa yang ada diseberangnya Papah Adam.


"* Ian jelaskan kepada saya, kenapa menantu saya Celyn, dia bisa sampai mengalami memar seperti itu?? *",, tanya Papah Adam, dan dia mulai mencari tahu seperti biasanya.


Ian langsung saja menceritakan perihal apa yang terjadi dengan Celyn kepada Papah Adam kemarin direstorannya Ayah Jo.


Walau Ian tidak ada ditempat kejadian, akan tetapi Ian sudah mengetahui kejadian semuanya, dari berbagai sumber dan dari rekaman CCTV itu juga.


Papah Adam dia sangat serius sekali mendengarkan setiap cerita yang keluar dari dalam mulutnya Ian.


Papah Adam langsung saja menerima ponselnya Ian itu dengan segera.


Papah Adam dengan sangat serius sekali dalam memperhatikan setiap gambar dan gerakan yang ada didalam rekaman CCTV itu.


"* Sungguh aku tidak salah memilih menantu, lihat saja Celyn, dia sangat berani sekali membalas wanita itu *",, kata Papah Adam ketika melihat rekaman CCTV yang Celyn sedang membalas perbuatannya Dora dengan memukulkan dahinya Dora ketembok.


Dan perkataannya Papah Adam didengar juga oleh Ian.


Papah Adam langsung saja menyerahkan ponselnya Ian lagi kepada Ian, ketika dia sudah selesai melihat semua hasil rekaman CCTV itu.


"* Lihat saja, ketika Celyn sedang marah, dia ternyata sangat menyeramkan juga *",, kata Papah Adam kepada Ian.


"* Iya Tuan Adam, saya pribadi sangat salut dengan Nyonya Celyn, yang sangat berani sekali dalam bertindak melawan sesuatu yang mengusik ketenangannya *",, jawab Ian kepada Papah Adam.

__ADS_1


"* Terus bagaimana perkembangan dari kasus tersebut Ian?? *",, tanya Papah Adam kepada Ian.


"* Kasusnya sudah masuk kedalam persidangan Tuan, dan saya bisa memastikan serta menjamin, jika Nona Dora dia akan sedikit lebih lama berada didalam penjaranya *",, jawab Ian kepada Papah Adam.


"* Dan saya juga sedang mencoba mengambil alih saham yang dipunya oleh Perusahaannya Nona Dora Tuan, seperti keinginannya Tuan Vicktor untuk membuat Nona Dora hancur *",, lanjut lagi perkataannya Ian kepada Papah Adam.


"* Ya saya setuju Ian, ambil alih saham yang mereka punya, dan jika mereka sudah berada diujung tanduk tawarkan penawaran kepada mereka, jika saya ingin membeli Perusahaannya, tapi dengan catatan harganya jangan lebih dari satu miliar, dan kalau bisa kurang dari satu miliar, faham kamu Ian?? *",, kata Papah Adam kepada Ian.


"* Paham Tuan Adam *",, jawab Ian dengan mantap kepada Papah Adam.


"* Saya akan menghadiahkan Perusahaan itu untuk Celyn, dan namanya nanti akan saya ganti, dan saya akan memajukan Perusahaan itu untuk Celyn juga *",, kata Papah Adam lagi kepada Ian.


"* Jika surat-suratnya sudah berada didalam genggaman, laksanakan segera perintah saya untuk merubah semua tatanan Perusahaan itu dan mengganti semua stempel Perusahaan itu atas namanya Celyn *",, lanjut lagi perkataannya Papah Adam kepada Ian.


"* Baik, saya faham Tuan *",, jawab singkat dari Ian lagi kepada Papah Adam.


"* Jangan biarkan juga wanita itu yang sudah mencoba melukai Celyn dan cucuku bisa bebas dengan cepat, saya menginginkan wanita itu dipenjara selama dua puluh tahun dipenjara, jika ada yang keberatan dengan tuntutan saya, kamu segera laporkan kepada saya, tidak akan saya biarkan mereka bisa melawan saya *",, kata Papah Adam kepada Ian dengan tegas.


"* Sudah mending saya kasih cuma dua puluh tahun penjara saja, sebab sebenarnya saya menginginkan sekitar dua puluh lima tahun penjara *",, sambung lagi perkataannya Papah Adam kepada Ian.


Dan Ian masih diam saja sambil dengan serius sekali mendengarkan perkataannya Papah Adam.


"* Saya akan berusaha semaksimal mungkin, memenuhi permintaannya Tuan Adam, dan Tuan Vicktor, apalagi ada bukti visum yang bisa semakin menguatkan serta memberat kesalahannya Nona Dora Tuan Adam *",, jawab Ian dengan mantap kepada Papah Adam.


"* Bagus, segera laksanakan, dan urus semua masalah ini sampai tuntas *",, kata Papah Adam kepada Ian.


Ian hanya mengangguk saja kepada Papah Adam dengan sopan.


"* Kamu boleh pergi Ian *",, kata Papah Adam kepada Ian.


Dan setelahnya Ian langsung saja berpamitan pergi kepada Papah Adam, sedangkan Papah Adam dia langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang kerjanya Vicktor untuk menuju kedalam kamarnya Vicktor untuk melihat keadaannya Celyn.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2