Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 39


__ADS_3

Sepeninggalan dari Vicktor Dixa yang tadi mendengar perkataan dari Vicktor, dia menjadi linglung dan juga sangat terkejut pastinya, karena pasalnya setahu Dixa Vicktor laki-laki incarannya belum mempunyai seorang pacar apalagi istri, namun tadi telinganya Dixa mendengar sendiri dengan sangat jelas dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Vicktor.


"*Hah!! Istri, tadi Vicktor dia bilang Istri, apa dia sudah menikah??*",, kata Dixa dengan keadaan yang sangat terkejut.


Dan untuk memastikan kebenarannya, Dixa langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam lift untuk menanyakannya secara langsung kepada Ian sekretaris sekaligus tangan kanannya Vicktor.


Karena fikir Dixa Ian pastinya sangat mengetahui informasi itu.


Dixa yang sudah sampai dimana letak ruangannya Vicktor berada, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kemeja kerjanya Ian yang berada tidak jauh didepan ruangannya Vicktor.


Dan Ian sendiri yang melihat kedatangannya Dixa dia langsung saja berdiri untuk memberi sapaan yang sopan kepada kolega dari atasannya Vicktor.


"*Selamat siang Nona Dixa, apa ada yang bisa saya bantu, namun jika anda datang kesini untuk mencari Tuan Vicktor, beliau sedang pergi, silahkan anda untuk kembali lagi besok saja*",, kata Ian sambil berdiri ketika Dixa sudah sampai didepan meja kerjanya.


"*Tidak Tuan Ian, tadi saya sudah bertemu dengan Tuan Vicktor dibawah, saya disini ingin bertemu dengan anda untuk menanyakan sesuatu kepada anda*",, jawab Dixa kepada Ian.


Dan Ian yang mendengar perkataan dari Dixa dia lalu dengan sopan menyuruh Dixa untuk duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya.


"*Jika boleh saya tahu apa yang ingin anda tanyakan kepada saya Nona Dixa??*",, kata Ian kepada Dixa ketika Dixa sudah duduk dikursi yang ada dimeja kerjanya, sedangkan dia sudah duduk dikursi kerjanya sendiri.


"*Begini Tuan Ian, tadi Tuan Vicktor mengatakan kepada saya jika dia sudah menikah dan sudah mempunyai seorang istri, apakah berita itu benar Tuan Ian??*",, tanya Dixa kepada Ian dengan sangat lancangnya.


Ian sendiri terkejut ketika mendengar perkataan dari Dixa, karena pasalnya yang Ian tahu Vicktor belum mau membocorkan kabar pernikahannya itu kepada siapapun, namun Ian yang sangat tahu bagaimana sifatnya Dixa yang dari kamarin memang getol mendekati Vicktor, akhirnya Ian langsung saja menjawab apa adanya kepada Dixa.


"*Iya Nona Dixa, Tuan Vicktor memang sudah menikah kemarin*",, jawab Ian kepada Dixa dengan nada ramah.

__ADS_1


Dan jawabannya Ian membuat Dixa tambah sangat terkejut sekali.


"*Apakah kamu tidak berbohong kepada saya Tuan Ian??*",, kata Dixa lagi kepada Ian dengan ekspresi tidak percaya.


"*Tidak Nona, karena semua persiapan pernikahan mereka saya yang menyiapkannya*",, jawab Ian dengan ramah kepada Dixa.


Karena sejujurnya Ian juga tidak suka dengan Dixa yang terlihat sekali seperti wanita murahan dan hanya mengincar hartanya Vicktor saja.


"*Jika boleh saya tahu, siapakah wanita itu Tuan Ian??*",, tanya Dixa lagi dengan berani kepada Ian.


Dan Ian tahu dengan apa yang harus dia katakan kepada Dixa, karena tidak mungkin Ian harus jujur kepada orang seperti Dixa.


"*Untuk itu, anda bisa tanyakan langsung kepada Tuan Vicktor Nona, dan saya tegaskan jangan sampai mencari tahu tentang siapa istrinya Tuan Vicktor atau anda akan mendapatkan kemarahan dari Tuan Vicktor Nona*",, kata Ian kepada Dixa, dan Ian juga tahu apa yang ada didalam isi kepalanya Dixa.


Dixa yang tidak terima dengan perkataannya Ian, dia langsung saja berdiri sambil menggebrak meja kerjanya Ian, namun Ian dia hanya santai saja menanggapinya dengan sambil melihat kearahnya Dixa dengan tenang.


Ian langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga memandang Dixa dengan tatapan dinginnya.


"*Itu akan menjadi urusanku jika itu menyangkut Tuan Vicktor, dan istri dari Tuan Vicktor juga sudah termasuk bagian dari Tuan Vicktor, jadi jangan coba-coba menyalakan api ditempat yang mudah terbakar, atau kamu juga akan ikut terbakar didalam api yang kamu nyalakan sendiri Nona!!*",, kata Ian dengan sangat tenang dan dingin kepada Dixa.


Dixa langsung saja pergi meninggalkan Ian tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadanya dengan keadaan yang sangat marah dan jengkel kepada Ian serta kepada kabar yang baru saja didengarnya itu.


Kepergian dari Dixa membuat Ian langsung saja duduk kembali dikursinya sambil menopang kedua tangannya diatas meja kerjanya dengan tatapan yang memandang lurus kedepan.


"*Bukan kemarahan dari Tuan Vicktor yang aku takutan Nona Dixa, melainkan kemarahan dari Nyonya Celyn, karena aku bisa melihat Nyonya Celyn dia wanita yang berbeda dari semua wanita yang mendekati Tuan Vicktor, dan lihat sekarang saja, Nyonya Celyn bisa pergi entah kemana hanya karena Tuan Vicktor tidak menghargainya, sungguh aku akui pendirian yang sangat bagus dari Nyonya Celyn*",, kata Ian sambil memandang lurus kedepan seolah-olah dia sedang berbicara dengan bayangannya Dixa tadi.

__ADS_1


Setelah itu Ian lalu melanjutkan lagi pekerjaan yang sempat tertunda karena kedatangannya Dixa tadi.


Kembali KeVicktor, ketika Vicktor sudah masuk kedalam mobilnya tadi, dia langsung saja tancap gas dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju keapartemennya Celyn.


Setibanya diapartemennya Celyn Vicktor dengan sedikit berlari dia langsung masuk kedalam Lift dan langsung memencet tombol menuju kelantai apartemennya Celyn berada.


Ketika sudah sampai, Vicktor langsung saja melangkahkan kakinya menuju kekamar apartemennya Celyn dan langsung memasukkan paswordnya ketika sudah sampai didepan pintu kamar apartemennya Celyn.


Vicktor langsung masuk ketika pintu sudah terbuka dan dia langsung saja menuju kedalam kamarnya Celyn untuk mencari benda yang sangat diinginkannya itu, dan benda itu adalah ponselnya Celyn.


Vicktor menemukan ponselnya Celyn berada diatas shofa yang ada didalam kamar, dan ketika dilihat oleh Vicktor ponselnya Celyn ternyata batrainya sudah habis.


Vicktor lalu mencari charger ponselnya Celyn, dan Vicktor menemukannya ada didalam laci meja sebelah ranjangnya Celyn.


Sambil menunggu ponselnya Celyn terisi, Vicktor lalu merenggangkan dasinya yang serasa mencekiknya itu, sambil melihat-lihat isi didalam kamarnya Celyn yang belum sepenuhnya dilihatnya kemarin.


Tidak ada yang istimewa didalam kamarnya Celyn, yang paling banyak adalah buku-buku novel yang jumlahnya lumayan banyak terdapat dirak buku bacaannya Celyn.


Vicktor juga menemukan sebuah album fotonya Celyn dengan para sahabat-sahabatnya Celyn termasuk adiknya Dela.


Ternyata ketika Vicktor amati, wajahnya Celyn diantara sahabat-sahabatnya, Celynlah yang paling cantik.


Ketika sudah cukup lama melihat isi foto yang ada didalam album itu, Vicktor pun lalu melihat ponselnya Celyn yang sedang dia charg itu, namun ketika Vicktor sedang menyalakan ponselnya Celyn, ponselnya dia sendiri yang berada didalam saku jasnya berdering, dan nama Ianlah yang ada dipanggilan masuk ponselnya.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2